SULUK SUKARSA (hikmah makrifatullah)

oleh alifbraja

Suluk ini adalah tembang yang dilagukan oleh seorang dalang ketika menceritakan sebuah lakon wayang, Suluk banyak muncul saat jaman penyebaran agama islam Di Jawa bahkan digunakan oleh para Sunan dalam berdakwah.

berikut kutipan Suluk Sukarsa yang mengandung hikmah luar biasa..

Sastra gumelar ing jagad kang atuduh pangawikan,
kang weruh ing tuduh sampurna tan ana ireng ing pethak,
yen sira sampun waspada lumampaha alon-lonan,
kebirira lan sumungah ujub loba singgahana.

Ki Sukarsa wus alayar ing sakathahing segara,
Margane tekeng makripat tanpa etung urip pejah,
Damare murub tan pejah panganggo mulya tan rusak,
Asangu tan kena telas angungsi ing desa jembar.

Ki Sukarsa dennya layar perau sabar darana,
Salat mangka tiyangira kinamudhen pangawikan,
Linyaran amangun hak winelahan niat donga,
Den watangi panenedha den pulangi lawan tobat.

Den labuhi sukurulah den taleni lan kana’at.
Den pulangi lan wicara den damari lan makripat.
Ki Sukarsa dennya layar wus tekeng segara rakhmat.
Kawasa denira layar wus tekeng segara ora

.

artinya :

Sastra tergelar di dunia menunjukkan sebuah pengetahuan
tentang tuntunan kesempurnaan,
tak ada hitam pada putih,
bagi orang yang telah mencapai hikmat berjalanlah pelan-pelan,
takabur dan sombong perilaku tamak tentu disingkirkan
Si Sukarsa bagaikan telah berlayar di segala lautan, sebagai
jalan untuk sampai ke tempat ma’ripat yang tidak memperhitungkan
hidup atau mati,lampunya senantiasa menyala busana kemuliaan tak akan
rusak, bekal yang dibawa tak akan habis, saat mengungsi di desa luas.
Si Sukarsa dalam pelayarannya, dengan naik perahu kesabaran,
shalat sebagai orang yang mengemudi tentang pengetahuan,
dijalani sebagai pembangun hak, dengan menggunakan kemudi
niat dan doa dengan segala permohonan,
diakhiri dengan pertobatan.
Dilakukan dengan selalu bersyukur diikat dengan menggunakan kana’at,
dilakukan dengan bela bicara dengan penerangan ma’ripat,

Si Sukarsa dalam pelayarannya telah berada pada lautan
rakhmat,selamatlah dalam pelayaran itu sehingga sampai pada lautan
tiada (meninggal dunia?).

bait lainya..

5. pan sami pakening suksma, margane antuk sampurna, den awas sira yan
mulat, sampun keliru ing sadya, yan sira tanpa gurawa, mangsa waspaosing
suksma, ing suksma sira den awas, pan arusit prenahira
6. ki sukarsa wus anuksma, sinuksma ing jati-suksma. tekeng sagara ma’rifat,
tan emut ing jiwa raga, mangke atingal sasana, amateni pancadriya, tan
ketang salwiring lampah, iman tohid datan kocap
7. ma’rifat tan kauningan, karem ing jroning sagara, jinaten surah syanira,
ika sih nugrahaning hyang, tan ana ing jiro ing jaba, duk sira tunggal
sasana, tan kocap gusti kawula, atunggal sasananira
8. kandih kalimput ing sadya, tan ana tetelanira, datan katingalan,
paningale uwus ilang, ragane kadi babateng, awang-uwung anarawang, ing dunya
kerat tan kocap, swarga siksa datan ana
9. kari raraga kawula, Sukarsa sadya nanira, tan ana muji anembah, datan ana
Kang sinembah

artinya kurang lbih sperti ini :

5. perhatikan Ajaran Tuhan, jalannya mendapatkan Kesempurnaan, awaslah kamu
dalam melihat, janganlah keliru dalam niat, bila kamu tanpa guru, apa tidak
ragu dalam qalbu, dalam jiwa kamu agar waspada, karena rumpil tempatnya

6. ki sukarsa telah memasuki jiwa, memasuki jiwa yang Sejati, sampailah di
lautan Ma’rifat, tidak ingat jiwa dan raga, sekarang terlihat Singgasana,
mematikan segala panca indera, tidak mengingat segenap perilaku, iman tauhid sudah tiada lagi terucapkan di lisan

7. ma’rifat tiada diketahui, tenggelamlah di dalam Lautan, mendapatkan
Kenikmatan Sejati Rahasia-Nya, itulah Anugerah Tuhan, tiada lagi luar dan
dalam, tatkala kamu bersatu dalam Singgasana, tiada lagi terucap
gusti-kawula (Tuan-hamba), menyatu dalam Singgasana-Nya

8. teralih terliput dalam niat, tiada penjelasannya, tiada terlihat,
penglihatannya telah sirna, raganya bagaikan bangkai, menerawang tanpa
batas, dunia dan akhirat pun sudah tiada terucap, surga atau neraka pun
sudah tiada beda

9. tinggallah bayangan raga semata, Sukarsa seperti adanya, tidak memuji dan tidak menyembah, karena tiada lagi yang disembah… (Laa maujud illa Allah)

About these ads
Tag:

2 Komentar to “SULUK SUKARSA (hikmah makrifatullah)”

  1. Warning ! STOP what ever you are making right now ! Blogging will never make you serous money , watch this video BUZZBOOZ.COM The good part starts somewhere around the 2 minute mark.

  2. STOP what ever you are making right now ! Blogging will never make you serous money , watch this video BUZZBOOZ.COM The good part starts somewhere around the 2 minute mark.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 146 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: