Arsip untuk Oktober 11th, 2012

11 Oktober 2012

Kajian tembang Cublak Cublak Suweng

oleh alifbraja

Cublak cublak suweng

Suwenge tinggelenter

Mambu ketundung gudhel

Pak empong lera lere

Sopo ngunyu ndelek ake

Sir, sirpong dele kopong

Sir, sirpong dele kopong

Sopo ngguyu ndelek ake,…

Mungkin arti lagu tersebut adalah seperti ini :

cublak cublak suweng……
kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang) (ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting”

Suwenge tinggelenter………..
Seperti diatas suweng artinya adalah sebuah informasi yang penting, tinggelenter artinya adalah banyak tersebar berserakan… jadi kalo digabungkan kedua kata tersebut ditemukan arti : “informasi penting (ini) (sebenarnya) tersebar disegala tempat.”mambu ketundung gudhel……….
Mambu artinya adala tercium atau terdeteksi, ketundung artinya adalah diusir/dihilangkan, gudhel artinya adalah anak sapi, cuman saya merasa kata “gudhel” adalah sebuah kata kata idium yang mengartikan orang bodhoh atau orang yang sok tau akan tetapi tidak tau…. Kenapa koq artinya begitu….. gudhel adalah anak kerbau, kerbau adalah hewan yang sangat bermanfaat khusus nya masyarakat pertanian, disamping manfaat daging dan tenaga nya biasanya juga dimanfaat kan. akan tetapi “gudhel” memang benar adalah anak kerbau (hewan yang sangat bermanfaat) akan tetapi ketika masih “gudhel” (ketika kerbau masih kecil) kerbu kecil tersebut taunya cuman makan dan bermain (masih belum bisa dimanfaatkan… tenaganya masih kecil, dagingnya masih sedikit). Jadi arti kata “mambu ketundung gudhel”

Pak empong lera lere………
Pak empong adalah idium kata dari dewasa/kedewasaan… sebab artinya empong adalah ompong untuk penyebutan prang yang sudah berumur,…….. sedang disebut pak adalah artinya tua yang memiliki arti juga sudah menjadi dewasa …. Jadi kata “pak empong” adalah merujuk pada kata “orang yang dewasa dikrenakan mempunyai banyak pengalaman” kemudian lera lere artiya adalah menoleh kanan kiri atau memilih milih. Jadi kata “pak empong lera lere” adalah “orang dewasa yang sudah banyak pengalaman (mencari dengan) memilah milih (secara cermat)”.

Sopo nggunyu ndelek ake…..
artinya… “siapa yang tertawa (pasti) menyembunyikan”, memiliki persamaan arti sama seperti “siapa yang tertawa/menertawakan pasti mengetahui (kebohongan) yang ada” atau kalo lebih dipermudah kalo dibaca akan ketemu kata seperti ini “siapa yang (mengetahui pasti akan)(ketika) mengetahui (kebohongan) yang ada”

Sir, sirpong dele kopong…
kalo kata “sir pong dele kopong” kurang lebih artinya emmm … pong adalah sesuatu hal seperti bola yang kosong didalam nya, sedang dele (kedelai) kopong adalah kedelai yang mengambang diatas air…..kalau ga salah sih artinya menjadi seperti ini…. “(sesuatu) yang dianggap besar tersebut sebenarnya tidak ada isinya” atau memiliki persamaan arti dengan ini (biar nyambung sama kalimat kalimat terdahulunya, sebab ini adalah rangkaian sebuah tembang) “informasi yang dianggap benar sekarang ini, sebenarnya adalah kebohongan”

jadi kalo digabungkan semua katanya dan disusun sesuai susunan “tembang Cublak Cublak suweng” membentuk kalimat seperti ini :

(ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting (sebenarnya) informasi penting (ini) (sudah) tersebar disegala tempat ) tetapi ketahuilah) kalo ketahuan (informasi penting ini) bakalan diusir/dihilangkan/dirusak oleh orang orang yang tidak mengerti (bodoh) orang dewasa yang sudah banyak pengalaman/”ilmu” (mencari dengan) memilah milih (secara cermat) “siapa yang (mengetahui pasti akan) tertawa/menertawakan (ketika) mengetahui (kebohongan) informasi yang dianggap benar (secara umum) sekarang ini sebenarnya adalah kebohongan informasi yang dianggap benar (secara umum) sekarang ini sebenarnya adalah kebohongan siapa yang (mengetahui pasti akan) tertawa/menertawakan (ketika) mengetahui (kebohongan)

Kalo memang benar seperti itu arti dari Tembang “Cublak Cublak Suweng”……. wuih keren ya permainan kata dari bahasa jawa…….ya..coba aja deh…..diambil dari beberapa sumber di internet

suweng adalah hiasan telinga yang di cantelkan di daun telinga…. Mungkin artinya kata dari idium tersebuat adalah sebuah informasi yang penting. Jadi ditemukan kata artinya seperti ini : “ artinya adalah “kalo ketahuan bakalan diusir/dihilangkan/dirusak oleh orang orang yang tidak mengerti (bodoh)” tertawa/menertawakan yang ada” yang ada”

Artikel ini diambil dari berbagai sumber dan melalui beberapa editing, Apabila ada kesalahan  mohon maaf yang sebesar-besarnya ( Saya manusia yang ta’  luput dari salah & dosa )

11 Oktober 2012

Kajian tembang Gundul-Gundul Pacul

oleh alifbraja

Lagu ” Gundul Gundul Pacul mempunyai filosofi yang dalam……..

Gundul gundul paculcul , gembelengan
Nyunggi nyunggi wakulkul, gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…

Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut dan kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang, rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota, sedangkan pacul adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mennyangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).Artinya bahwa kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

Mata digunakanuntuk melihat kesulitan rakyat.

Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.

Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.

Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat dia malah menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya, menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

Nyunggi wakul, gembelengan , Nyunggi wakul artinya membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya, Wakul adalah simbol kesejahteraan rakyat, kekayaan negara,sumberdaya, pajak adalah isinya artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat kedudukannya di bawah bakul rakyat siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul? Tentu saja pemilik bakul pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya.

Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala
dengan sombong dan bermain-main) akibatnya, Wakul ngglimpang segane dadi sak latar ( Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana ).

Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana, Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat…

Artikel ini diambil dari berbagai sumber dan melalui beberapa editing, apabila ada kesalahan  mohon maaf yang sebesar-besarnya saya manusia yang ta’ luput dari salah & dosa.

11 Oktober 2012

Perbedaan Pengisian dan Pengijazahan Suatu Keilmuan

oleh alifbraja

Mungkin kita pernah mendengar atau mungkin membaca di artikel, di koran, website atau iklan klenik tentang kata-kata pengijazahan akbar hizb, pengijazahan asmak, pengisian ilmu A, pengisian ilmu B  dan pengijazahan atau pengisian ilmu metafisika lainnya, namun tahukah anda bahwa definisi dan arti pengijazahan dan atau pengisian keilmuan metafisika baik itu hizb, asmak, mantra dan lainnya memiliki arti yang berbeda.

Pada artikel kali ini akan menjelaskan perbedaan antara  ” pengisian ” dan ” pengijazahan ” pada suatu keilmuan sesuai apa yang saya pahami, tanpa bermaksud menyinggung atau merendahkan orang lain, artikel ini hanya sebatas pengetahuan saja agar kita faham arti perbedaan adri dua kata tersebut.

Pengijazahan Suatu Keilmuan

Dalam dunia metafisika sering kita dengar kata pengijazahan, arti ijazah itu sendiri bisa dibilang wewenang atau hak, sama seperti kita sekolah demi mendapat ijazah atau hak atas status kita sebagai murid sekolah atau perguruan tinggi tertentu.

Pengijazahan dalam dunia metafisika tak lain adalah diberikannya wewenang kepada kita atas amalan seseorang entah itu Ulama’, Syekh, Kyai, Paranormal, Bomoh alias Dukun, Ustad atau lainnya, artinya pemilik amalan tertentu seperti Hizib, Asmak, dll telah memberikan izin kepada pihak lain untuk mengamalkan amalan yang dia miliki untuk diamalkan .

Jadi bisa dibilang pengijazahan hanya sebatas pemberian hak untuk di  amalkannya suatu disiplin ilmu tanpa adanya pengisian atau transfer energi, dan syarat untuk  mengijazahkan suatu keilmuan pengijazah ilmu harus sudah pernah mengamalkan ilmu yang di ijazahkan walaupun hanya 1x saja seumur hidup, jika pemberi ijazah belum pernah mengamalkan amalan yang di ijazahkan sama sekali itu tidak lagi disebut pengijazahan tetapi sebatas pemberian informasi , logikanya bagaimana seorang guru menyarankan muridnya untuk belajar suatu keilmuan tetapi gurunya sendiri belum pernah memahami atau bahkan menguasai keilmuan tersebut, resikonya apa dan bagaimana, kesalahan otomatis guru tidak bisa menjawabnya karena dia sendiri belum tahu plus minus dari ilmu tersebut.

Pengisian Suatu Keilmuan

Dilihat dari kalimatnya ” pengisian suatu keilmuan ” nampaknya tak ubahnya mengisi air dalam gelas atau mengisi suatu benda kedalam wadah kok bisa bisa ilmu di isikan .. ? hebat dong bisa mengisi keilmuan, kalau gitu saya juga minta di isikan ilmu metamatika atau fisika biar gak usah belajar.. he he he tidaklah seperti itu pemahamannya, pengisian suatu keilmuan bukanlah mengisi keilmuan jadi seperti mengisi ilmu matematika langsung dimasukkan tanpa belajar, kalau mengisi keilmuan seperti ini bisa mana mungkin ada orang bodoh semua pasti pintar.

Lantas bagaimana maksudnya?

Pengisian suatu keilmuan Hizib, Asmak, dll pada dasarnya yang di isikan adalah energi mentahnya bisa dibilang khadamnya jadi bukan di isikan utuh keilmuannya.

Seperti kita yang pernah kita dengar mengenai kata mie instan, makanan instan dan segala instan-instan yang lainnya, apakah dengan kata dan definisi ” makanan instan ” maka makanan tersebut langsung siap di makan? seperti mie instan. apa mungkin kita beli langsung dimakan, tanpa diolah? tentu tidak meskipun makanan tersebut sudah siap saji alias instan tetapi tetap harus kita olah sesuai petunjuk dari merk produk tersebut seperti di masak sekian menit, campur bumbu dan petunjuk lainnya.

Begitu juga dengan pengisian keilmuan metafisika, walaupun energi amalan, wirid atau do’a dimasukkan tentunya harus di kelola terlebih dahulu agar ilmu yang di isikan bisa dirasakan tuah maupun manfaatnya, lantas bagaimana mengelolanya? tentunya yang bisa menjawab adalah masing masing pengisi keilmuan.

Pengisian keilmuan ini bisa menjadi aktif bisa juga menjadi pasif, aktif dengan kata lain energi yang diisikan bisa digunakan kapanpun ketika kita menginginkannya, dan pasif artinya kekuatan yang diisikan hanya akan keluar ketika dalam keadaan tertentu semisal dalam keadaan terjepit bahaya, kepepet, terpojok dan lain sebagainya.

Itulah sekilas penjabaran serta perbedaan antara ” pengijazahan dan pengisian ” yang sering diiklankan oleh paranormal, jadi agar tidak salah tafsir pengijazahan yaitu diberikannya hak kepada kita agar kita mengamalkan keilmuan mereka, dan mereka pemilik keilmuan tidak mengisikan energi keilmuan tersebut kepada kita,  pengisian yaitu kita di isikan energi dari amalan atau do’a tertentu agar kita memiliki kemampuan dari kekuatan ilmu tersebut, umumnya pengisian disertai pengijazahan yaitu kita di beri energi kekuatan amalan dan diberikan hak untuk mengamalkan amalan tersebut agar energi yang diisikan semakin kuat, tetapi ada juga yang pengisian tanpa disertai pengijazahan yaitu kita hanya diisi energi (seperti kebal) tetapi tidak diberi amalannya, jadi cuman diberi energinya saja.

Lalu manakah yang terbaik antara, pangijazahan, pengisian biasa atau pengisian yang disertai pengijazahan? tergantung kondisi, semua bisa mengatakan pengijazahan terbaik, pengisian terbaik atau bahkan pengisian dengan pengijazahan yang terbaik, namun bagi saya pribadi pengisian dan pengiijazahan itu yang terbaik karena disamping kita sudah memperoleh energi amalan suatun ilmu maka kita tinggal meneruskan dengan disiplin dan aturan ilmu tersebut seperti membaca atau mewiridkan amalan misalnya , kalaupun  harus dilakukan tirakat dalam suatu keilmuan tertentu maka pengisian yang disertai pengijazahan akan lebih cepat berhasil daripada pengijazahan biasa.

11 Oktober 2012

Shalawat Khidir

oleh alifbraja

Shalawat Khidir :

Allahuma shalli wa salim wabarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi kama laa nihaayata likamalika wa ‘adada kamalihi.

Ya Allah limpahkanlah rahmat keselamatan dan berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W dan keluarganya sebagaimana tiada batas akhir atas kesempurnaan-Mu dan sebanyak hitungan kesempurnaan-Nya.

Shalawat Khidir di baca selepas shalat lima waktu sesuai kemampuan, insya Allah multi fungsi dan dapat dirasakan serta di buktikan setelah di amalkan..

Pesan Nabi Khidir AS …  Janganlah kamu mengamalkan suatu ilmu atau membaca suatu ayat demi mengharap ” karomah ” namun jadikanlah ilmu dan ayat untuk mencapai ” istiqomah “.

11 Oktober 2012

Syarat Rukun Syahadat

oleh alifbraja

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.

 

Kalimat syahadat ini telah mengalami penyimpangan penafsiran di antaranya adalah :

Pemaknaan la ilaha illalah dengan ‘la ma’buda illallah’ tidak ada sesembahan selain Allah, hal ini jelas salahnya karena yang disembah oleh orang tidak hanya Allah namun beraneka ragam

Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la khaliqa illallah’ tidak ada pencipta selain Allah. Makna ini hanya bagian kecil dari kandungan la ilaha illallah dan bukan maksud utamanya. Sebab makna ini hanya menetapkan tauhid rububiyah dan itu belumlah cukup.

Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la hakimiyata illallah’ tidak ada hukum kecuali hukum Allah, maka inipun hanya sebagian kecil maknanya bukan tujuan utama dan tidak mencukupi.

Sehingga penafsiran-penafsiran di atas adalah keliru. Hal ini perlu diingatkan karena kekeliruan semacam ini telah tersebar melalui sebagian buku yang beredar di antara kaum muslimin. Sehingga penafsiran yang benar adalah sebagaimana yang sudah dijelaskan yaitu : ‘la ma’buda haqqun illallah’ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah

Makna Muhammad Rasulullah 

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46

Sedangkan makna syahadat anna Muhammadar rasulullah adalah mengakui secara lahir dan batin bahwa beliau adalah hamba dan utusan-Nya yang ditujukan kepada segenap umat manusia dan harus disertai sikap tunduk melaksanakan syari’at beliau yaitu dengan membenarkan sabdanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan tuntunannya.

Rukun dan Syarat Syahadat 

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46-48

La ilaha illallah terdiri dari dua rukun : nafi/penolakan, yaitu yang terkandung di dalam la ilaha dan itsbat/penetapan, yaitu yang terkandung dalam illallah. Maka dengan la ilaha dihapuslah segala bentuk kesyirikan dan mengharuskan mengingkari segala sesembahan selain Allah. Sedangkan dengan illallah maka ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah dan harus tunduk melaksanakannya. Ayat-ayat yang mengungkapkan dua rukun ini banyak, di antaranya adalah firman Allah tentang ucapan Nabi Ibrahim, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari semua sesembahan kalian, selain (Allah) yang telah menciptakan diriku.” (QS. az-Zukhruf : 26).

Sedangkan rukun syahadat anna Muhammad rasulullah ada dua yaitu ; pernyataan bahwa beliau adalah hamba Allah dan sebagai rasul-Nya. Beliau adalah hamba, maka tidak boleh diibadahi dan diperlakukan secara berlebihan. Dan beliau adalah rasul maka tidak boleh didustakan ataupun diremehkan. Beliau membawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia.31 Oktober 2011 pukul 1:52 · Suka

RUKUN-RUKUN SYAHADAT :

1. An-Nafyu = Peniadaan dalam kalimat pertama tersebut ” Laa ilaaha..” yang berarti menghapus syirik / kekafiran atau sejenisnya yang disembah selain Allah SWT.

2. Al-Itsbat= Penetapan dalam kalimat pertama tersebut ” Illallaahu”yang berarti mewajibkan satu komitmen untuk menyembah yang hak yaitu Allah SWT.

3. Ifrath = Berlebih – lebihan, dalam kalimat kedua pun terbagi 2 hal yaitu tersebut ” Muhammadurasullullah”yang berarti Nabi adalah manusia (seorang hamba) dan jangan menjadikan dia sebagai sesembahan dengan meminta pertolongannya.

4. Tafrith = Meremehkan, dalam kalimat kedua pun terbagi 2 hal yaitu tersebut ” Muhammadurasullullah”yang berarti Nabi utusan Allah jadi jangan memandang ajaran-nya sebagai agama picisan, tapi sebuah pedoman / petunjuk dari Allah melalui beliau sebagai hambanya.

 

Syarat-syarat la ilaha illallah adalah :

* Mengetahui maknanya, lawan dari bodoh

* Meyakininya, lawan dari ragu-ragu

* Menerimanya, lawan dari menolak

* Tunduk kepadanya, lawan dari membangkang

* Ikhlas dalam beribadah, lawan dari syirik

* Jujur dalam mengucapkannya, lawan dari dusta

* Mencintai isinya dan tidak membencinya

 

Syarat-syarat anna Muhammadar rasulullah adalah : 

* Mengakui risalahnya secara lahir dan batin

* Mengucapkan dan mengakuinya dengan lisan

* Mengikutinya, yaitu dengan mengamalkan kebenaran yang beliau bawa dan meninggalkan kebatilan yang beliau larang

* Membenarkan beritanya, baik yang terkait dengan perkara gaib di masa silam atau masa depan

* Mencintai beliau lebih dalam daripada kecintaan terhadap diri sendiri, harta, anak, orang tua dan seluruh umat manusia

* Menjunjung tinggi sabdanya di atas semua ucapan manusia dan mengamalkan sunah/tuntunannya

Konsekuensi Syahadatain :

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 50 dengan sedikit perubahan dan penambahan

Konsekuensi syahadat la ilaha illallah adalah meninggalkan segala bentuk peribadahan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Selain itu ia juga melahirkan sikap mencintai orang yang bertauhid dan membenci orang yang berbuat syirik. Sedangkan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah menaati Nabi, membenarkan sabdanya, meninggalkan larangannya, beramal dengan sunnahnya dan meninggalkan bid’ah, serta mendahulukan ucapannya di atas ucapan siapapun. Selain itu, ia juga melahirkan sikap mencintai orang-orang yang taat dan setia dengan sunnahnya dan membenci orang-orang yang durhaka dan menciptakan perkara-perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada tuntunannya.

Demikianlah paparan singkat dan sangat sederhana ini. Nasehat dan teguran sangat kami harapkan demi kebaikan kita semua. Semoga kita termasuk orang yang menghidupkan AL’QURAN & Sunnah ketika banyak orang telah melupakan dan melalaikannya. Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita untuk bersabar di atas ketakwaan kepada-Nya hingga ajal tiba, Wallahul muwaffiq. Kami juga admin.laki-laki sholeh & wanita sholehah memohon ampun kepada Allah ta’ala atas segala kekurangan dan kesalahan yang ada, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

11 Oktober 2012

Seumpama padi yang semakin merunduk

oleh alifbraja

Ya  ayyuhas sadirul  muzawwiru  min  sholafin,  mahlan fainnaka  bil ayyami munkhodi – Wahai orang-orang yang egois sombong lagi berpaling,  hati-hatilah karena hari-harimu yang menipu.

Sumber kehancuran seseorang lebih banyak berasal dari dirinya sendiri, dibandingkan faktor-faktor yang berasal dari luar, diri sendiri adalah kekuatan utama yang menopang kehidupan, jika kekuatan itu cukup mempunyai landasan yang kuat, faktor-faktor yang berasal dari luar diri akan mampu dikelola dengan baik betapapun keras dan sulitnya tantangan yang dihadapi, salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan.

Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunyai berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, dimana kelebihan tersebut membuatya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dan lain sebagainya. Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain, karena merasa dirinyalah yang ‘serba’ dan ‘paling’ pintar, paling keren, paling kaya dan berbagai ‘paling’ lainnya. Kesombongan itu menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal dari sebuah permusuhan dengan orang-orang disekitarnya, permusuhan dengan orang-orang sekitar kita adalah cara paling baik untuk menghancurkan diri sendiri permusuhan tersebut menjadikan kita lehilangan berbagai kesempatan untuk saling tolong menolong dan bekerjasama dalam berbagai hal.

Akibatnya akan banyak potensi dan kemungkinan pengembangan diri yang terabaikan karena proses permusuhan ini. Walau tidak bermusuhan sekalipun, kesombongan dan keangkuhan akan membawa keengganan pada seseorang untuk menjalin hubungan baik dengan kita. Akibatnya kehidupan kita akan lebih banyak dikucilkan, sehingga mengurangi proses kebahagiaan dalam hidup secara keseluruhan. Disatu sisi mungkin kita tidak secara langsung mebutuhkan orang-orang disekitar kita, tetapi alangkah lebih indahnya jika kehidupan bertetangga kita juga baik dan saling mengenal serta menghargai satu dengan yang lain.

Kesombongan juga membawa kita kepada kehancuran, karena kesombongan merupakan awal dari diri kita untuk menutupi kesadaran dan kebenaran yang timbul kesombongan karena kita merasa lebih pintar dari orang lain akan membawa pada sikap mempertahankan diri yang membabi buta, karena yang kita pentingkan adalah bahwa orang lain mengikuti ide dan pandangan kita. Tolok ukurnya bukan lagi kebenaran, keadilan atau kebaikan, tetapi kemenangan kita Akibatnya kesombongan menutupi kebenaran yang datang kepada kita, kesombongan pada akhirnya adalah cara kita untuk menutupi segala kekurangan yang kita miliki. Dengan kesombongan kita berharap bahwa apa yang menjadi kesalahan kita bisa tertutupi oleh kesombongan yang kita tampilkan Kita berpura-pura terhadap suatu hal untuk menutupi hal lain.

Karena itulah mahfudzot diawal kalimat membuka kesadaran kita untuk sedapat mungkin menjauhi sikap dan sifat sombong dalam diri kita, karena sebenarnya sikap tersebut menipu kita dengan atau tanpa kita sadari. Kita menipu diri sendiri bahwa kita tahu padahal kita tidak tahu, atau kta menipu diri sendiri seakan akan kita bisa, padahal kta tidak bisa. Seperti sebuah gelas yang sudah terisi air, orang-orang sombong tidak akan pernah mau menerima pengetahuan dari orang lain, karena merasa dirinya sudah penuh dan tidak ada lagi yang perlu dipelajari.

Padahal dengan kemajuan dan percepatan zaman yang demikian dahsyat, belajar dan menerima pengetahuan terus menerus akan menjadi dasar untuk menjalani kehidupan modern yang semakin dinamis. Jika kita setiap hari dengan rendah hati mau membuka diri terhadap berbagai pengetahuan yang dimiliki orang lain, kita akan siap menerima segala ilmu dan pengetahuan baru yang datang kepada kita.

Kita akan lebih mudah dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan dimana kita tinggal, karena kita bisa dengan segera mempelajari bagaimana pola kehidupan tersebut. Kesiapan untuk menerima ilmu dan pengetahuan juga menjadi dasar yang kuat dalam proses seseorang menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis, karena bagaimanapun dunia akan terus berubah. Tidak ada didunia ini yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri, maka kerendahan hati kita akan membantu kita untuk menyesuaikan diri dengan baik, sehingga kita mampu bertahan hidup.

11 Oktober 2012

Membuka hijab ruh suci dalam diri dengan istighfar

oleh alifbraja

Dan manusia bertanya kepadamu tentang ruh.. katakanlah ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit (QS. Al Isra; : 85)

Selanjutnya Allah menjelaskan dalam ayat lainnya : Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Ku tiupkan ruhKu, maka hendaklah kamu tersungkur sujud kepadanya. ( QS Shad : 72 )

Karena itulah, dalam proses penciptaan Adam as, setelah ditiupkan ruhNya, malaikatpun sujud kepadanya. “Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka semua kecuali Iblis ; ia enggan dan takabbur dan ia adalah termasuk orang-orang yang kafir  ( QS.Al Baqarah : 34 )

Sujudnya Malaikat kepada Adam (manusia), karena dalam diri manusia yang telah disempurnakanNya sebenarnya mengandung Zat Tuhan atau “Energi Ilahiyah” – yaitu yang disebut “ruh Ku” dalam surat Shad ayat 72, bukan kepada sifat kemanusiannya. Kita sebagai keturunan Adam as juga diberikan ruhNya. Ruh yang diturunkan Allah kepada tanah yang diberi rupa adalah berasal dari tiupan Ilahi yang suci, yang membawa misi memelihara serta mengendalikan bumi (khalifah).

Namun, ketika pikiran dan perasaan manusia, mengikuti bisikan qalbunya yang sakit serta hawa nafsunya yang tidak terkendali, maka “unsur yang sangat mulia” itu mulai terbungkus, sehingga kualitas insan mengalami degradasi.

Akhirnya kesadaran dirinya jatuh kedalam lumpur tanah, sehingga ruh suci itu tampak gelap dan tidak bersinar. Ia tidak mampu mengendalikan tubuhnya, sehingga yang mengendalikan tubuhnya adalah setan. Tinggallah kini, ruh tak dapat berbuat apa-apa. Setanlah yang menggantikan kedudukan nurani sebagai pengendali pikiran, perasaan, dan bathin manusia.

Dengan demikian, yang mengendalikan pikiran dan tubuh bukan kesadaran jiwa, akan tetapi dorongan-dorongan seperti rasa lapar, rasa haus, seks, rasa marah, dan malas. Semua itu timbul karena aktivitas tubuh.

“…tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpaannya seperti anjing” (QS. A’Raf : 176). Inilah yang dinamakan jiwa yang mengikuti nafsu binatang.

Pada kondisi seperti inilah RUH berada dilubuk hati yang paling dalam, seolah ruh berada jauh didasar sekali. Ini menunjukkan ruh tidak dapat melakukan tugasnya sebagai utusan Allah , yang mengatur anggota tubuhnya dengan sinar keilahian untuk menata kehidupan sesuai dengan fitrah ilahi.

Secara hakekat, Ruh suci inilah Al qur’an sejati yang tidak tertulis dengan tinta dan tidak berupa suara, sehingga keabadian firmanNya tetap terjaga karena tersimpan dalam kalam yang suci…..

Sesungguhnya.. Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim ( QS : Al-Ankabuut 29:49 )

Manusia harus berjuang menemukan kembali unsur yang akan menjadikannya sebagai makhluk yang paling mulia di alam semesta. Jika manusia belum mengenal ruhnya, kedudukan manusia sama seperti hewan, yang memiliki kesadaran jiwa yang rendah.

Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, atau bahkan lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu. (QS.Furqan : 44)

Pada kondisi ini sifat-sifat manusia sangat didominasi oleh sifat-sifat hewani, yaitu : makan, minum, tidur, seks dan egois. Dominasi ego dan nafsu sangat kuat mempengaruhi kehidupan manusia. Ego adalah produk pikiran (alam akal). Manusia dengan kesadaran rendah masih belum mampu melakukan kontrol terhadap panca indera yang dimilikinya, sehingga dia pun tidak dapat melakukan kontrol terhadap egonya.

Apabila hati telah dikuasai Ego, maka dapat dipastikan manusia tersebut tidak akan dapat mendengar suara Rabbnya. Suara/Petunjuk Allah hanya dapat didengar atau diketahui manusia melalui alam rasa (hati nurani). Karena itu, pada kenyataanya banyak manusia yang hatinya telah diselubungi oleh ego beranggapan bahwa suara ego tersebut adalah suara/petunjuk Tuhan yang diberikan pada dirinya.

Kekeliruan manusia yang menganggap ego sebagai petunjuk Allah akan timbul akibat sebagai berikut :

1. Munculnya sifat serakah, mau menang sendiri, merasa paling suci, sombong dll

2.Hatinya tidak akan merasakan tenang dan damai. Karena ego tidak mengenal batasan “cukup”, hingga hidupnya selalu dipenuhi dengan kecemasan.

3.Merasa hidupnya selalu dipenuhi oleh berbagai masalah, bahkan rahmat Allah pun seringkali dirasakan sebagai masalah, dan sulit untuk bersyukur pada kehendak Allah swt. Pikiran dan perasaannya selalu dihantui oleh rasa takut yang tak berkesudahan, takut ditinggal oleh Tuhan-tuhan palsu yang telah hidup dalam hatiNya.

Manusia yang RUHnya masih terselubung (masih rendah kesadarannya), melaksanakan ibadah hanya karena mengejar pahala, menggapai surga dan takut akan neraka. Seluruh pelaksanaan ibadah dilaksanakan hanya terbatas pada pelaksanaan hukum-hukum, rukun, dan belum menyentuh maknanya. Karena itu, kebanyakan manusia yang berkesadaran rendah pada akhirnya, disadari atau tidak, akan menjadikan hukum-hukum syariat sebagai tuhan-tuhan palsu dihatinya ” yang mereka sembah sebenarnya adalah ajarannya bukan Allah swt sebagai pencipta dan pemilik ajaran-ajaran itu sendiri  “.

Kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa beribadah sebenarnya bukanlah bertujuan mengejar pahala, tetapi sebagai training/latihan untuk mencapai derajat taqwa atau kesejatian diri yang sesungguhnya, sehingga menjadi manusia yang mampu menjalankan hidup didalam pimpinan ruh yang hidup.

Untuk dapat meningkatkan kualitas kesadaran rendah menjadi kualitas kesadaran yang lebih tinggi, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah menurunkan dominasi ego yang ada dalam diri kita. Apabila ego sudah tidak menguasai hati, maka suara hati merupakan suara/petunjuk dari Allah, dapat didengar dengan jelas. Selanjutnya, yang bertindak sebagai pengendali tubuh adalah jiwa yang berserah kepada Allah (mukhlisin). Allah menggambarkan, setan pun tidak mampu menjangkau keadaan jiwa yang berserah diri kepada Allah : “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS Shad : 82-83)

Jelas sudah ruh merupakan pimpinan bagi jasad dan jiwa. Lalu sudahkah hidup kita dipimpin oleh ruh yang hidup ? Maka penyingkapan misteri ruh merupakan langkah awal yang harus kita lakukan. Lalu bagaimana caranya membuka hijab atau tabir ruh ?

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyibak hijab ruh. Terapi Istighfar , suatu lembaga kajian hikmah dan dzikir yang menggiring ummat untuk memiliki kesadaran akan pentingnya ruh suci, yang merupakan zat tuhan yang ada pada diri kita sebagai pemimpin jasad dan jiwa dalam menjalankan hidup dan kehidupan.

Pada tahap awal, ruh suci (zat tuhan) yang terhijab dalam selubung qalb dan nafs harus dibuka tabirnya, membuka hijab versi Terapi Istighfar diistilahkan dengan sebutan “ waris ”  dengan terbukanya tabir ruh, maka RUH akan kembali menjalankan fungsinya sebagai “ unsur yang mulia ” yaitu bersifat Energi Ilahiyah. Energi Ilahiyah ini bukan saja berfungsi sebagai “ zat hidup ”, namun juga sebagi energi yang memberikan kehidupan. pada tahap selanjutnya, Energi Ilahiyah ini kemudian diselaraskan dengan energi alam semesta (energi sunatullah).

Adapun manfaat yang dapat diperoleh setelah membuka tabir “ruh” adalah :

1. Membantu menyelaraskan alam akal dan alam rasa lewat praktek dan latihan di Terapi Istighfar. Apabila alam akal dan alam rasa telah terbiasa dalam keadaan selaras, maka prilaku seseorang tidak lagi dikuasai/dikontrol oleh ego.

2. Sebagai problem solving, dimana energi ilahiyah (zat tuhan) dalam diri dapat digunakan untuk upaya pengobatan bagi diri sendiri maupun orang lain, secara lahir maupun bathin.

3.Meningkatkan kekhusyu’an dalam beribadah.

4.Membersihkan hati sebagai tempat bersemayamnya Zat Allah ada pada tubuh manusia melalui praktek/latihan (lewat dzikir, meditasi, khalwat, dll)  Hal ini akan meredam timbulnya sifat-sifat negatif manusia.

5.Menambah tingkat keimanan kepada Allah, dengan belajar dan terus belajar berserah diri kepadaNya lewat pasrah, ikhlas dan syukur. Senang, susah, suka, duka, rindu dan cinta, bukan karena dirinya, bukan pula karena dunianya, tetapi semuanya lillahi ta’ala (karena Allah).

Namun semua manfaat tersebut tidaklah serta merta didapat begitu saja setelah RUH dibuka tabirnya, melainkan semua itu butuh proses dan juga izinNya.

Katakanlah :

Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan
Kau beri kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki
Dan Kau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki
Kau muliakan orang dari orang yang Engkau kehendaki
Dan Kau hinakan orang yang Engkau kehendaki
Ditangan Engkaulah segala kebaikan
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Engkau masukkan malam kedalam siang
Dan Engkau masukkan siang kedalam malam
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati
Dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup
Dan Engkau beri rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan
Mudah-mudahan kami termasuk orang-orang yang Kau sukai
Amin Ya Rabb…

Allahu Akbar (3x)… Lillahi Ta’ala

Terapi Istighfar untuk memperbaiki syahadatnya, dan membuka hijab RUH nya, agar RUHnya menjadi pemimpin bagi jasad dan jiwanya dan menjadi manusia yang mampu menjalankan hidup didalam pimpinan ruh yang hidup, untuk mencapai ma’rifatNya.

SELANJUTNYA ARTIKEL Huruf BA’ – Bahr Al Qudra

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 136 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: