Archive for ‘MANUSIA’

29 Oktober 2012

KITA SEJATINYA ADALAH TAMU HARTA KITA HANYA PINJAMAN

oleh alifbraja

Saudaraku…
Kala hidup kita identik dengan kesuksesan, kejayaan dan kemenangan. Seperti menduduki sebuah jabatan penting. Baju kekuasaan yang dikenakan. Asset bertebaran di mana-mana. Berbagai macam investasi dibuat. Laba bisnis yang tak pernah surut. Popularitas yang semakin mengkilap. Prestasi puncak di dunia pendidikan. Dan yang senada dengan itu.

Hal itu sering membuat kita silau dan terpesona dengan dunia. Kita lupa bahwa pada hakikatnya kita adalah tamu yang sedang bertandang ke rumah salah seorang sahabat kita. Kita tak sadar bahwa harta yang kita punya, seberapapun jumlah dan kwantitasnya hanya sekadar titipan dan pinjaman dari yang Maha Kaya.

Abdullah bin Mas’ud ra pernah menasihati kita:

“Tidak seorang pun yang berada di pagi hari melainkan ia adalah sebagai seorang tamu dan hartanya adalah pinjaman. Seorang tamu seharusnya sadar bahwa beberapa saat lagi ia akan meninggalkan rumah yang ia singgahi. Dan hartanya sewaktu-waktu akan dikembalikan kepada pemiliknya.”
(Mawa’izh as shahabah, Shalih Ahmad al Syami).

Saudaraku..
Tamu yang baik adalah tamu yang menjaga adab-adab Islam dalam bertamu. Seperti; tidak berlama-lama dalam bertamu. Mata terpelihara dari mengamati perabot dan perhiasan milik tuan rumah. Jika terpaksa harus bermalam, maka tidak lebih dari tiga malam.

Jika keberadaan kita di dunia ini diumpamakan seperti tamu, yang hanya singgah beberapa saat lamanya. Maka tentu kita ingin memberikan kesan seindah dan seelok mungkin kepada tuan rumah. Dan kita sadar, bahwa tamu yang baik adalah tamu yang bersikap sopan santun, memahami aturan, dan tidak menyulitkan serta menyusahkan tuan rumah.

Demikianlah dunia tempat kita hidup sekarang ini, hanya seperti tempat persinggahan sementara. Setelah waktu istirahat dirasa cukup, maka kita akan melanjutkan perjalanan yang hakiki. Perjalanan menuju Allah swt. Safar menuju tempat yang kekal abadi.

Maka pada saat kita terlena. Dan menjadikan tempat persinggahan sebagai tempat menetap, maka hal itu merupakan awal dari bencana yang besar. Dan pangkal dari kesengsaraan abadi.

Allah swt membuat ilustrasi tentang kehidupan dunia dalam sebuah firman-Nya, “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal di dunia melainkan sesaat di waktu petang atau pagi hari.” An Nazi’at: 46.

Saudaraku…
Harta benda yang kita kumpulkan siang dan malam. Pagi, siang dan petang hari. Hakikatnya adalah titipan dan pinjaman Allah swt. Walau terkadang kita meraihnya dengan perahan keringat. Meskipun terkadang kita harus mengaisnya ke luar daerah dan bahkan ke luar negeri.

Seperti titipan dan pinjaman lainnya, jika sewaktu-waktu pemiliknya mengambilnya dari kita, maka kita tak bisa menolaknya atau menahannya. Harta kita sesungguhnya, yang akan kita bawa sampai kita menutup mata adalah harta yang kita kembalikan kepada pemiliknya. Berupa zakat, sedekah, infaq, menolong orang yang kesusahan, membantu orang yang tak mampu dan seterusnya.

Selebihnya akan kita tinggalkan. Tidak kita bawa ke liang lahat. Dan bahkan bisa jadi sepeninggal kita, harta peninggalan kita justru menjadi barang rebutan bagi ahli waris kita.

Saudaraku..
Sadarkah kita bahwa sebenarnya kita adalah tamu? Yang mungkin esok atau lusa kita harus pamit kepada tuan rumah untuk melanjutkan perjalanan yang sangat jauh. Lebih jauh dari jangkauan pandangan mata kita.

Dan pernahkah kita menghitung harta titipan dan pinjaman Allah swt yang ada di tangan kita? Kapan kita akan mengembalikannya kepada pemiliknya? Wallahu a’lam bishawab.

28 Oktober 2012

MENGENAL MANI UNTUK MENGENAL JASAD

oleh alifbraja

BARANG SIAPA MENGENAL MANI…MENGENAL IA AKAN JASADNYA.

Mengenal mani adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut Sulbi dabn Taraib,jadi mani itu dalah mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh allah dari mutu manikam sehingga para Ulama berpendapat yaitu :

Mani adalah salah satu-satunya Zat Penjelmaan dari dua macam zat (sulbi dan taraib)…Dengan adanya KUDRATILLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak dan yang menjadi IRADATILLAHI yaitu berasal dari ibu…Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu,hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudrat kaum bapak,karena kaum ibu ini hanyalah iradat maka ulama mengistilahkan Surga Itu Di Atas Telapak Kaki Ibu.
Untuk lebih jelasnya saya terangkan bagian-bagian dari maksud yang diatas :
BAGIAN BAPAK : WADI,MADI,MATU,MANI Atau disebut  SULBI.
BAGIAN IBU      : ASALNYA TANAH,ANGIN,API AIR Atau disebut TARAIB.
BAGIAN ALLAH : ROH IDHAFI,ROH ROHANI,ROH RAHMANAI,ROH JASMANI.
BAGIAN DARI GUDANG RAHASIA Disebut “MUTU MANIKAM”.
Asalnya Tanah yaitu : ANFAS Hurufnya Alif Kalimatnya LA.
Asalnya Angin yaitu : TANAFAS Hurufnya Lam Awal Kalimatnya ILLAHA
Asalnya Air yaitu : NAFAS Hurufnya Ha Kalimatnya ALLAH.
Wadi…….Ma anni kalimatnya : LAA ILAHA
Madi…….Ma annawiya kalimatnya : ILALLAH
Matu…….Sulbi kalimatnya : ALLAH
Mani…….Salbiyah kalimatnya : HU
Ruh Jasmani ………….Kalimatnya (YAHU).
Ruh Rahmani………….Kalimatnya (IYAHU).
Ruh Rohani…………..Kalimatnya (YAMANIHU).
Ruh Idhafi………….Kalimatnya (YAMAN LAYISALAHU).
Mutu Manikam………….Kalimatnya (MA’DAHU)
Tujuh Petala Bumi dijadikan 7 (tujuh) Tingkatan Martabat yaitu :
1. Sifat Amarah.
2. Sifat Lawwama.
3. Sifat Mulhima.
4. Sifat Mutmainah.
5. Sifat Radhiyatan.
6. Sifat Mardhiyah.
7. sifat ubudiyah.
Tujuh Petala Langit yang dimaksud denngan Martabat 7 (Tujuh) yaitu :
1. Lathifatul Qolbi.
2. Lathifatul Ruuhi.
3. Lathifatul Sirri.
4. Lathifatul Ahfa.
5. Lathifatul Hafi.
6. Lathifatul Nafsu Natika.
7. Lathifatul Kulu Jasad.
Jikalau tingkatan semacam ini yang kita ambil Hakikatnya pada Alam kecil yang tersembunyi (terahasia) dalam diri kita,maka ulama menamakan sebagai berikut :
1.HAYATUN JASADI BIN-NAFASI.
2. HAYATUN NAFASI BIR-RUHI.
3. HAYATUN RUHI BIS-SIRRI.
4. HAYATUN SIRRI BIL IMANI.
5.HAYATUN IMANI BINNURI .
6.HAYATUN NURI BIL QUDRATI.
7. HAYATUN QUDRATI BI MU’ALAMULLAHI TA’ALA DZATULLAH.
Artinya adalah sebagai berikut :
1. Asalnya Jasad dari Nafas.
2. Asalnya Nafas dari Ruh.
3. Asalnya Ruh dari dalam Rahasia.
4. Asalnya Rahasia dari dalam Iman.
5. Asalnya Iman dari Nur/Cahaya.
6. Asalnya Nur/Cahaya dari Qudrat.
7. Asalnya Qudrat dari ke-Baqa’an ALLAH.
Kalimatnya jadi seperti ini :
1. Hayatun jasadi hurufnya ALIF kalimatnya LA.
2. Hayatun Nafasi hurufnya LAM AWAL kalimatnya ILAHA.
3. Hayatun Ruuhi hurufnya LAM AKHIR kalimatnya ILLA.
4.  Hayatun Sirri hurufnya HA kalimatnmya ALLAH.
5. Hayatun Imani hurufnya Alif (Allah) kalimatnya YAHU.
6. Hayatun Nuri hurufnya Lam (Jibril) kalimatnya IYAHU.
7. Hayatun Qudrati hurufnya  Mim (Muhammad) kalimatnya IYAHU YAMANIHU.
Dengan demikian apabila kesemuanya ini akan kita lebur kedalam ke-Baqa’an DZAT ALLAH,maka ulama menamakannya sebagai berikut :
1. WATUJIBUL WASADI FI FASARAL QOLBI.
2. WATUJIBUL QOLBI FI FASARAL RUHI.
3. WATUJIBUL RUHI FI FASARAL SIRRI.
4. WATUJIBUL SIRRI FI FASARAL IMAN.
5. WATUJIBUL IMAN FI FASARAL NURI.
6. WATUJIBUL NURI FI FASARAL QUDRATI.
7. WATUJIBUL QUDRATI FI FASARAL DZATI FIL DZATI.

Demikian penjelasan singkat dan keterangan yang dapat saya sajikan dalam hal pengenalan “MANI” hingga dia menjadi “JASAD”  kita manusia yang barangkali ada keterangan-keterangan selanjutnya….Wallahu a’lam bissawab..

23 Oktober 2012

Siapa ALLAH? Siapa AKU?

oleh alifbraja

Siapa ALLAH? Siapa AKU?
Apakah tujuan AKU diciptakan?
Apakah benar ada Tuhan yang perlu disembah atau sebaliknya?

Allah ada yang Zahir dan ada yang Bathin, maksudnya ada yang nampak, ada yang tersembunyi, contohnya: ghaib titik, alif yang nyata; titik tersembunyi di dalam alif; atau

>>>>>>>>Ghaib Allah Hamba yang nyata, tetapi esa juga adanya, tampa bercampur, tampa bertempat.<<<<<<<<<<<

Kelihatan dua nama tetapi satu (esa), yang nampak dinamakan Hamba dan yang tersembunyi (bathin) dinamakan Allah.

1_ Tujuan Allah mencipta hambanya, sebanarnya Tuhan ingin menampakkan sifatnya di dunia, kalau tidak nampak siapa yang mengenal.
2_ Allah ingin mengenal dirinya dan memuji dirinya yang zahir, yang paling duminan adalah Rasa.

Berlakunya Sembah, atas kenal mengenal,

yang dikenal puji memuji, yang dipuji, ya_saya, ya_kamu,

itulah sebenarnya sembah.

Semoga saudaraku dilindungi Allah SWT dari was-was. Amin.
NB: KITA SEMUA DUDUK PADA NAMA DAN SIFAT NYA JUA. ZAT NYA ESA, MANA MUNGKIN KITA DUDUK DI LUAR. TIADA ISTILAH DI LUAR KERANA DIA MELIPUTI SEGALA APA YANG TERCIPTA.

17 Oktober 2012

Perjalanan mencari yang haq

oleh alifbraja

Ada dua jalan yang ditempuh orang dalam mencari yang haq dengan masing-masing dalilnya :

 

    Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu

    Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat popular dikalangan sufi, meditator , filosofi, teolog)

 

    Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu

    Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.

 

Pada jalan pertama, biasanya dilakukan oleh para pencari murni, mereka belum memiliki panduan tentang Tuhan dengan jelas. Dia hanya berfikir dari yang sangat sederhana …iaitu ketika ia melihat sebuah alam tergelar, muncul pemikiran pasti ada yang membuatnya atau ada yang berkuasa dibalik alam ini, … mustahil alam ini ada begitu saja … dan alam merupakan jejak-jejak penciptanya … Dengan falsafah inilah orang akhirnya menemukan kesimpulan bahawa Tuhan itu ada.

Sebagian meditator atau ahli sufi menggunakan pendekatan falsafah ini dalam mencari Tuhan, iaitu tahap mengenal diri dari segi wilayah-wilayah alam pada dirinya, misalnya mengenali hatinya dan suasananya, fikiran, perasaannya, dan lain-lain sehingga dia boleh membezakan dari mana ilham itu muncul, … apakah dari fikirannya, dari perasaannya, atau dari luar dirinya…

Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, kerana pada tahap-tahap wilayah ini manusia sering terjebak pada ‘keghaiban’ yang dia lihat dalam perjalanannya, … yang kadang-kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, kerana kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya …. Kerana disana dia boleh melihat fenomena / keajaiban alam-alam dan mampu melihat dengan kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini … akhirnya mudah muncul ‘keakuannya’ bahawa dirinyalah yang paling hebat …akan tetapi jika dia kuat terhadap Tuhan adalah tujuannya, pastilah dia selamat sampai tujuannya…..

Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, kerana dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), … ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya ….Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, … kerana terlalu lama di dalam mengideantifikasi alam-alam yang akan di laluinya ….

Dalil yang ke dua : adalah melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya …iaitu Yang Maha Dekat, … langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding dalil pertama… Kerana dalil pertama banyak dipengaruhi oleh para filosofi pada zaman pertengahan dalam hal ini falsafah Yunani. Teologi Kristian dan Hindu telah banyak mempengaruhi falsafah ini. sehingga Al Ghazali pantas mengkritik kaum filosofi dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan idea falsafah masa itu iaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan falsafah ….

Alghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir terbalik, … beliau mengajukan gagasan bahawa umat Islam harus memulakan pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan iaitu Tuhan, bukan dimulai dari luar yang tidak boleh dipertanggung jawabkan kebenarannya, ertinya sangat berbahaya kerana di dalam falsafah memulakan berfikirnya dari tahap yang benar menuju zat dibalik semuanya berasal. Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur’an agar umat manusia tidak tersesat oleh rekaan-rekaan fikiran yang belum tentu kebenarannya…

Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur’an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah …tidak menunjukkan alam-alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung … kerana alam-alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita amat besar…

Mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari Tuhannya .

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

    “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Al Qaaf: 16)

Ayat-ayat diatas, mengungkapkan keadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara sempurna. Alqur’an mengungkapkan jawapan secara dimensi dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia sesempurnanya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab: Aku ini dekat, kemudian jawapan meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .Atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku…dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu ….

Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita jika dalam mencari Tuhan melalui tahap terbalik…

Pada tahap pertama beliau nampak alam dan segala kejadian adalah satu bersama Allah. Dan pada tahap kedua nampak alam sebagai bayangan Allah; dan pada tahap ke tiga beliau nampak Allah adalah berasingan dari pada segala sesuatu di alam ini. Kalau hal ini hanya sebatas penjelasan terstruktur kepada muridnya, saya anggap hal ini tidak menjadi persoalan, … akan tetapi jika tahap-tahap ini merupakan metologi dalam mencari Tuhan, … saya kira ini berbahaya, kerana yang akan berjalan adalah fikirannya atau otaknya, … yang akhirnya timbul khayalan atau khayalan.

Di dalam Islam memulakannya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu iaitu dengan zikrullah (mengingat Allah), … kemudian kita di perintah langsung mendekati-Nya, kerana Allah sudah sangat dekat..tidak perlu anda mencari jauh-jauh melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan ..alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya…cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah … kerana orang yang telah berjumpa alam-alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, kerana alam disana tidak ada bezanya dengan alam di dunia ini kerana semua adalah ciptaan-Nya !!

Akan tetapi jika anda memulakan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara automatik anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Maka saya setuju dengan dalil yang kedua, barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta-Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam-alam dibawahnya, kerana semua berada dalam genggaman-Nya…kerana Dia meliputi segala sesuatu …kerana Dia ada dimana saja kita ada, … dan Dia sangat dekat.

Betapa rumitnya perjalanan yang dilalui oleh pencari, seperti apa yang yang saya tulis pada bab Membuka hijab….dan bagi yang tidak kenal Alqur’an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu …kerana ilham itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam-alam tersebut (tolong anda baca tahap spiritual yang di tulis pada bab Membuka hijab, kerana akan membantu penjelasan saya ini )

Kesimpulan :

Islam mengajarkan didalam mencari Tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya … hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahawa Allah itu sangat dekat, … atau dengan dalil …barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )

“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeza).” (QS : Al Anfaal: 29)

Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum falsafah atau ahli spiritual di luar Islam, … kerana mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahap-tahap alam-alam … Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam-alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah … laa syai’un illallah … laa haula wala quwwata illa billah … tidak ada Tuhan kecuali Allah … tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, … tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata ….maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita ….

Demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati kita

12 Oktober 2012

rahasia dibalik nama Muhammmad

oleh alifbraja

Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad

Rahasia di sebalik nama Muhammad, di mana banyak makna yang tersirat dalam kebesaran nama yang sederhana itu. entah apakah ini merupakan salah satu mukjizat atau sekadar kebetulan saja, bahawa ada fakta menarik di abjad / huruf-huruf yang tersusun dari nama itu: 1. Kata Muhammad , jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim ha mim dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahawa sebaik-baik makhluk / ciptaan yang pernah dicipta oleh Tuhan di alam semesta ini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara makhluk hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahsia. Manusia Sempurna:

gudangartikelunik.blogspot.com - Subhanallah, Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad2. kata Ahmad , jika kita cermati satu-persatu hurufnya maksud huruf-huruf itu akan mennggambarkan sosok orang yang sedang melakukan solat, tahukah kita bahawa solat merupakan sebaik-baik doa dan ibadah yang pernah diperintahkanNya. Ahmad Terpisah:

gudangartikelunik.blogspot.com - Subhanallah, Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad 3. Kata Muhammad jika digabungkan huruf-hurufnya maka akan berbentuk layaknya manusia yang sedang sujud dalam solat. dalam ritual solat Sujud merupakan inti dari semua rukun-rukunnya, kerana pada saat sujud manusia menundukkan 8 bahagian tubuhnya di bumi bukti kepasrahan total kepada sang pencipta. hmmm betapa rahsia Tuhan sangat menggetarkan hati, saya yakin masih banyak tersirat rahsia-rahaisa lain di sebalik sosok, nama dan semua yang berkaitan dengan sang kekasih sejati ‘ Habibullah: Muhammad ‘ .

gudangartikelunik.blogspot.com - Subhanallah, Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad

11 Oktober 2012

Syarat Rukun Syahadat

oleh alifbraja

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.

 

Kalimat syahadat ini telah mengalami penyimpangan penafsiran di antaranya adalah :

Pemaknaan la ilaha illalah dengan ‘la ma’buda illallah’ tidak ada sesembahan selain Allah, hal ini jelas salahnya karena yang disembah oleh orang tidak hanya Allah namun beraneka ragam

Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la khaliqa illallah’ tidak ada pencipta selain Allah. Makna ini hanya bagian kecil dari kandungan la ilaha illallah dan bukan maksud utamanya. Sebab makna ini hanya menetapkan tauhid rububiyah dan itu belumlah cukup.

Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la hakimiyata illallah’ tidak ada hukum kecuali hukum Allah, maka inipun hanya sebagian kecil maknanya bukan tujuan utama dan tidak mencukupi.

Sehingga penafsiran-penafsiran di atas adalah keliru. Hal ini perlu diingatkan karena kekeliruan semacam ini telah tersebar melalui sebagian buku yang beredar di antara kaum muslimin. Sehingga penafsiran yang benar adalah sebagaimana yang sudah dijelaskan yaitu : ‘la ma’buda haqqun illallah’ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah

Makna Muhammad Rasulullah 

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46

Sedangkan makna syahadat anna Muhammadar rasulullah adalah mengakui secara lahir dan batin bahwa beliau adalah hamba dan utusan-Nya yang ditujukan kepada segenap umat manusia dan harus disertai sikap tunduk melaksanakan syari’at beliau yaitu dengan membenarkan sabdanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan tuntunannya.

Rukun dan Syarat Syahadat 

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46-48

La ilaha illallah terdiri dari dua rukun : nafi/penolakan, yaitu yang terkandung di dalam la ilaha dan itsbat/penetapan, yaitu yang terkandung dalam illallah. Maka dengan la ilaha dihapuslah segala bentuk kesyirikan dan mengharuskan mengingkari segala sesembahan selain Allah. Sedangkan dengan illallah maka ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah dan harus tunduk melaksanakannya. Ayat-ayat yang mengungkapkan dua rukun ini banyak, di antaranya adalah firman Allah tentang ucapan Nabi Ibrahim, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari semua sesembahan kalian, selain (Allah) yang telah menciptakan diriku.” (QS. az-Zukhruf : 26).

Sedangkan rukun syahadat anna Muhammad rasulullah ada dua yaitu ; pernyataan bahwa beliau adalah hamba Allah dan sebagai rasul-Nya. Beliau adalah hamba, maka tidak boleh diibadahi dan diperlakukan secara berlebihan. Dan beliau adalah rasul maka tidak boleh didustakan ataupun diremehkan. Beliau membawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia.31 Oktober 2011 pukul 1:52 · Suka

RUKUN-RUKUN SYAHADAT :

1. An-Nafyu = Peniadaan dalam kalimat pertama tersebut ” Laa ilaaha..” yang berarti menghapus syirik / kekafiran atau sejenisnya yang disembah selain Allah SWT.

2. Al-Itsbat= Penetapan dalam kalimat pertama tersebut ” Illallaahu”yang berarti mewajibkan satu komitmen untuk menyembah yang hak yaitu Allah SWT.

3. Ifrath = Berlebih – lebihan, dalam kalimat kedua pun terbagi 2 hal yaitu tersebut ” Muhammadurasullullah”yang berarti Nabi adalah manusia (seorang hamba) dan jangan menjadikan dia sebagai sesembahan dengan meminta pertolongannya.

4. Tafrith = Meremehkan, dalam kalimat kedua pun terbagi 2 hal yaitu tersebut ” Muhammadurasullullah”yang berarti Nabi utusan Allah jadi jangan memandang ajaran-nya sebagai agama picisan, tapi sebuah pedoman / petunjuk dari Allah melalui beliau sebagai hambanya.

 

Syarat-syarat la ilaha illallah adalah :

* Mengetahui maknanya, lawan dari bodoh

* Meyakininya, lawan dari ragu-ragu

* Menerimanya, lawan dari menolak

* Tunduk kepadanya, lawan dari membangkang

* Ikhlas dalam beribadah, lawan dari syirik

* Jujur dalam mengucapkannya, lawan dari dusta

* Mencintai isinya dan tidak membencinya

 

Syarat-syarat anna Muhammadar rasulullah adalah : 

* Mengakui risalahnya secara lahir dan batin

* Mengucapkan dan mengakuinya dengan lisan

* Mengikutinya, yaitu dengan mengamalkan kebenaran yang beliau bawa dan meninggalkan kebatilan yang beliau larang

* Membenarkan beritanya, baik yang terkait dengan perkara gaib di masa silam atau masa depan

* Mencintai beliau lebih dalam daripada kecintaan terhadap diri sendiri, harta, anak, orang tua dan seluruh umat manusia

* Menjunjung tinggi sabdanya di atas semua ucapan manusia dan mengamalkan sunah/tuntunannya

Konsekuensi Syahadatain :

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 50 dengan sedikit perubahan dan penambahan

Konsekuensi syahadat la ilaha illallah adalah meninggalkan segala bentuk peribadahan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Selain itu ia juga melahirkan sikap mencintai orang yang bertauhid dan membenci orang yang berbuat syirik. Sedangkan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah menaati Nabi, membenarkan sabdanya, meninggalkan larangannya, beramal dengan sunnahnya dan meninggalkan bid’ah, serta mendahulukan ucapannya di atas ucapan siapapun. Selain itu, ia juga melahirkan sikap mencintai orang-orang yang taat dan setia dengan sunnahnya dan membenci orang-orang yang durhaka dan menciptakan perkara-perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada tuntunannya.

Demikianlah paparan singkat dan sangat sederhana ini. Nasehat dan teguran sangat kami harapkan demi kebaikan kita semua. Semoga kita termasuk orang yang menghidupkan AL’QURAN & Sunnah ketika banyak orang telah melupakan dan melalaikannya. Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita untuk bersabar di atas ketakwaan kepada-Nya hingga ajal tiba, Wallahul muwaffiq. Kami juga admin.laki-laki sholeh & wanita sholehah memohon ampun kepada Allah ta’ala atas segala kekurangan dan kesalahan yang ada, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

11 Oktober 2012

Seumpama padi yang semakin merunduk

oleh alifbraja

Ya  ayyuhas sadirul  muzawwiru  min  sholafin,  mahlan fainnaka  bil ayyami munkhodi – Wahai orang-orang yang egois sombong lagi berpaling,  hati-hatilah karena hari-harimu yang menipu.

Sumber kehancuran seseorang lebih banyak berasal dari dirinya sendiri, dibandingkan faktor-faktor yang berasal dari luar, diri sendiri adalah kekuatan utama yang menopang kehidupan, jika kekuatan itu cukup mempunyai landasan yang kuat, faktor-faktor yang berasal dari luar diri akan mampu dikelola dengan baik betapapun keras dan sulitnya tantangan yang dihadapi, salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan.

Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunyai berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, dimana kelebihan tersebut membuatya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dan lain sebagainya. Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain, karena merasa dirinyalah yang ‘serba’ dan ‘paling’ pintar, paling keren, paling kaya dan berbagai ‘paling’ lainnya. Kesombongan itu menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal dari sebuah permusuhan dengan orang-orang disekitarnya, permusuhan dengan orang-orang sekitar kita adalah cara paling baik untuk menghancurkan diri sendiri permusuhan tersebut menjadikan kita lehilangan berbagai kesempatan untuk saling tolong menolong dan bekerjasama dalam berbagai hal.

Akibatnya akan banyak potensi dan kemungkinan pengembangan diri yang terabaikan karena proses permusuhan ini. Walau tidak bermusuhan sekalipun, kesombongan dan keangkuhan akan membawa keengganan pada seseorang untuk menjalin hubungan baik dengan kita. Akibatnya kehidupan kita akan lebih banyak dikucilkan, sehingga mengurangi proses kebahagiaan dalam hidup secara keseluruhan. Disatu sisi mungkin kita tidak secara langsung mebutuhkan orang-orang disekitar kita, tetapi alangkah lebih indahnya jika kehidupan bertetangga kita juga baik dan saling mengenal serta menghargai satu dengan yang lain.

Kesombongan juga membawa kita kepada kehancuran, karena kesombongan merupakan awal dari diri kita untuk menutupi kesadaran dan kebenaran yang timbul kesombongan karena kita merasa lebih pintar dari orang lain akan membawa pada sikap mempertahankan diri yang membabi buta, karena yang kita pentingkan adalah bahwa orang lain mengikuti ide dan pandangan kita. Tolok ukurnya bukan lagi kebenaran, keadilan atau kebaikan, tetapi kemenangan kita Akibatnya kesombongan menutupi kebenaran yang datang kepada kita, kesombongan pada akhirnya adalah cara kita untuk menutupi segala kekurangan yang kita miliki. Dengan kesombongan kita berharap bahwa apa yang menjadi kesalahan kita bisa tertutupi oleh kesombongan yang kita tampilkan Kita berpura-pura terhadap suatu hal untuk menutupi hal lain.

Karena itulah mahfudzot diawal kalimat membuka kesadaran kita untuk sedapat mungkin menjauhi sikap dan sifat sombong dalam diri kita, karena sebenarnya sikap tersebut menipu kita dengan atau tanpa kita sadari. Kita menipu diri sendiri bahwa kita tahu padahal kita tidak tahu, atau kta menipu diri sendiri seakan akan kita bisa, padahal kta tidak bisa. Seperti sebuah gelas yang sudah terisi air, orang-orang sombong tidak akan pernah mau menerima pengetahuan dari orang lain, karena merasa dirinya sudah penuh dan tidak ada lagi yang perlu dipelajari.

Padahal dengan kemajuan dan percepatan zaman yang demikian dahsyat, belajar dan menerima pengetahuan terus menerus akan menjadi dasar untuk menjalani kehidupan modern yang semakin dinamis. Jika kita setiap hari dengan rendah hati mau membuka diri terhadap berbagai pengetahuan yang dimiliki orang lain, kita akan siap menerima segala ilmu dan pengetahuan baru yang datang kepada kita.

Kita akan lebih mudah dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan dimana kita tinggal, karena kita bisa dengan segera mempelajari bagaimana pola kehidupan tersebut. Kesiapan untuk menerima ilmu dan pengetahuan juga menjadi dasar yang kuat dalam proses seseorang menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis, karena bagaimanapun dunia akan terus berubah. Tidak ada didunia ini yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri, maka kerendahan hati kita akan membantu kita untuk menyesuaikan diri dengan baik, sehingga kita mampu bertahan hidup.

3 Oktober 2012

Penulis Risalah Tasawuf Tertua Dalam Bahasa Persia

oleh alifbraja
Syekh Hujwiry: Penulis Risalah Tasawuf Tertua Dalam Bahasa Persia
 
Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan ‘Ali ibn Utsman ibn Ali al-Ghaznawi Al-Jullabi al-Hujwiry. Di India beliau lebih dikenal sebagai “Data Ganj Bakhsh” (penyebar khazanah tanpa batas), julukan yang diberikan oleh Syekh Khwaja Mu’inuddin Chisti. Beliau sangat terkenal sebagai penulis risalah tasawuf tertua dalam bahasa Persia, yang diberi judul Kasyf al-Mahjub li Arbab al-Qulub. Beliau juga yang menjelaskan panjang lebar untuk doktrin fana di India untuk pertama kalinyanya. Beliau berpendapat bahwa makna sesungguhnya dari ajaran Islam bisa dijumpai dalam inti ajaran Tasawuf. Mengenai deskripsi Tasawuf, beliau mengutip pernyataan al-Junayd al-Baghdad:
Tasawuf didasarkan pada delapan sifat yang dicontohkan oleh delapan rasul: kedermawanan Ibrahim, yang mengorbankan putranya; kepasrahan Ismail, yang menyerahkan dirinya pada perintah Tuhan dan menyerahkan hidupnya; kesabaran Ayub, yang sabar menahan penderitaan penyakit borok dan kecemburuan dari Yang Maha Pemurah; perlambang Zakaria, yang menerima sabda Tuhan, “Kau tak akan bicara dengan manusia selama 3 hari kecuali dengan menggunakan lambang-lambangmu” (Q. S. 3: 36) dan “tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut” (Q. S. 19:2); keterasingan Yahya, yang terasing di negerinya sendiri dan di tengah kaumnya sendiri; perjalanan ruhani Isa, yang meninggalkan benda duniawi sehingga ia hanya menggunakan sebuah cangkir dan sebuah sisir – bahkan cangkir itu dibuangnya ketika melihat seseorang minum dengan telapak tangannya, dan dibuang pula sisirnya ketika dia melihat seseorang menyisir dengan jemarinya; jubah wool Musa; dan kefakiran Muhammad, yang dianugerahi kunci segala harta yang ada di muka bumi, di mana Allah bersabda, “Jangan menyusahkan diri sendiri, tetapi nikmati kemewahan ini,” namun Rasulullah menjawab, “Ya Allah, hamba tidak menghendakinya; biarkan hamba sehari kenyang dan sehari lapar.”
Meski terkenal, namun tidak banyak yang diketahui tentang kehidupannya. Beliau dilahirkan di Ghazna, Afghanistan, sekitar tahun 1000 M. Diperkirakan beliau pernah mengembara dari Syria hingga Turkistan, dan dari Lembah Hindus sampai ke Laut Kaspia. Sepanjang perjalanannya ini dia bertemu dengan banyak sufi dan wali Allah. Tempat-tempat yang disinggahinya terutama adalah Azerbaijan, makam Syekh Abu Yazid al-Bisthami, Damaskus, Ramalah, Bayt al-Jinn di Syria, Thus, makam Abu Sa’id ibn Abd al-Khayr di Mihna dan Jabal al-Buttam. Menurut keterangan, beliau pernah menikah meski usia perkawinannya tidak lama. Beliau berguru terutama kepada Syekh Abu al-Fadhl Muhammad ibn al-Hasan al-Khuttali, Syekh Abu al-Qasim al-Gurgani (seorang mursyid tarekat Naqsyabandiyah) dan Khwaja Muzhaffar.
Gurunya meminta beliau bermukim di Lahore. Pada awalnya beliau tidak mau karena di sana telah ada Syekh Hasan Zanjani. Tetapi karenanya dipaksa beliau akhirnya pergi ke Lahore. Sesampainya di sana beliau menyaksikan pemakaman Syekh Hasan Zanjani. Akhirnya beliau menetap di dekat Bhati, Lahore. Beliau meninggal sekitar tahun 1063 atau 1064 (456 H) atau 1071 (465 H). Makamnya menjadi salah satu makam keramat yang tenar. Banyak wali-wali besar India yang menziarahi makamnya, termasuk Syekh Mu’inuddin Chisti, sesepuh Tarekat Chistiyah, yang melakukan khalwat dan disiplin riyadhah berat di makam Syekh al-Hujwiry. Bahkan selama beberapa abad kemudian sudah menjadi kelaziman bagi para Sufi yang masuk ke wilayah India dari barat laut untuk mengunjungi makam ini dengan maksud meminta “izin” dan berkah.
Meski banyak menulis risalah, namun tidak banyak yang tersisa, seperti Minhaj al-Din (tentang metode Tasawuf), Asrar al-Khirqa wa al-Ma’unat, Kitab al-bayan li ahl al-Iyan, Bahr al-Qulub, Al-Ri’ayat li-Huquq Allah dan Kitab-i fana u baqa. Untungnya kitab Kasyf al-Mahjub masih lestari dan menjadi rujukan penting bagi generasi Sufi selanjutnya, terutama di kawasan India dan sekitarnya. Menurut al-Hujwiry, tujuannya menulis kitab ini adalah untuk mengemukakan sebuah “sistem” tasawuf yang komprehensif, jadi bukan sekedar menghimpun sejumlah besar ujaran Syekh Sufi dan Wali Allah. Beliau menjelaskan banyak doktrin dan praktik Sufi. Bab yang amat mengagumkan dalam Kasyaf al-Mahjub adalah bab yang membahas “Doktrin-Doktrin Pelbagai Mazhab Sufi,” di mana beliau mencantumkan 12 mazhab tasawuf dan menguraikan doktrin-doktrin khususnya.

 

2 Oktober 2012

HUBUNGAN ROHANI DAN ALLAH

oleh alifbraja

Di dalam masalah perhubungan Allah dan Rohani itu perlu di pelajari dengan penuh hati-hati kerana ia tersangat seni dan kritis, jika tersilap memahamkannya boleh menjadi tersesat dan terkeluar daripada fahaman akidah yang sebenar, oleh kerana perhubungannya dengan Allah ini suatu yang berbentuk kerohanian maka manusia perlu mempelajari ilmunya dengan betul dan bertanyalah kepada orang yang Arif, didalam Al Quran Allah berfirman (Dan ia tetap beserta kamu di mana juga kamu berada) Al Hadid 4. ayat ini mengesahkan bahawa berlaku perhubungan di antara yang tersirat dengan yang Maha tersirat iaitu perhubungan Rohani dan Allah swt, jika perhubungan ini tidak berlaku maka tidaklah alam ini menjadi kenyataan dan tidaklah menjadi bermakna sama sekali, kerana itulah manusia di tuntut mempelajarinya, jika tidak manusia sentiasa berada di dalam keadaan syirik dan syirik itu adalah perbuatan yang terkutuk dan dikutuk oleh Allah swt, oleh kerana perhubungan diantara Rohani ini tersangat penting maka umat manusia wajiblah mempelajari asas-asas ilmu itu dahulu sebelum benarbenar memahaminya kerana ilmu ini di sentoh secara amnya sahaja di dalam Al Quran, kerana itu ulamak berijtihad untuk menyusun mengikut Nas yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadis Rasullullah saw, sehingga kedudukkannya dapat difahami walaupun tidak semestinya menepati maksud yang sebenarnya, namun apa yang penting jangan sampai terjebak dengan perbuatan syirik, kerana itu penulis menganjurkan supaya di pelajari ilmu ini dengan ilmu sifat dua puluh yang berasaskan kerohanian, jika tanpa kerohanian maka ia tidak akan membawa kepada kefahaman yang sebenar dan tidak akan bertemu dengan ilmu kerohanian, adapun ilmu kerohanian ini disebut oleh Allah didalam Al Quran sebagaimana firmanNya Maksudnya: Dan mereka bertanyakan kepadamu tentang Roh, katakanlah “Roh itu adalah urusan Tuhanku, dan kamu tidak diberikan ilmu (tentangnya) melainkan sedikit sahaja (Bani Israil 85) Ayat yang di atas adalah menunjukkan bukti kokoh tentang ujudnya makhluk yang bernama Roh (Kerohanian) tersebut, makhluk ini di cipta oleh Allah untuk mengabdikan dirinya kepada Allah dan telahpun mengakui bahawa dia telah membuat pengakuan di alam Roh, demikian di terangkan oleh tafsir Al Quran pimpinan Ar Rahman pada bab petunjuk ayat muka surat 1465 bab tauhid dan rujukkan pada ayat Al A’araf 172 dan dikatakan juga Roh itu adalah kepercayaan Tauhid dan rujukkannya pada ayat Al Baqarah 255 ini menunjukkan bab Roh ini adalah persoalan akidah dan juga di katakan bahawa orang yang tidak mengambil berat tentang tauhid adalah golongan orang-orang kafir yang fanatik buta. Kita kembali kepada ayat bani Israil ayat 85 yang mene rangkan bahawa Roh itu di uruskan oleh Allah dan ilmu tentangnya di perkenalkan oleh Allah hanya sedikit, maksudnya tidak meluas Apa yang kita kena faham ialah soal ilmu Roh yang sedikit itu ialah supaya manusia tidak menyelidik ilmu tentangnya secara meluas, umpamanya Roh itu di jadikan oleh Allah daripada bahan apa? sepertimana Allah jadikan Adam daripada tanah, kerana soal kerohanian ini bukanl ah setakat Roh sahaja akan tetapi apa-apa yang berbentuk kerohanian adalah termasuk ilmu Rohani, iaitu ilmu makhluk yang tidak dapat di lihat dengan mata kasar, kepada umat islam jika mereka mengkaji Roh maka itu adalah satu bab sahaja dari bab kerohanian tersebut maka tidaklah wajar bagi manusia takut untuk mengkajinya malah yang dikaji itu ada di dalam batang tubuhnya sendiri, lojiknya apa yang ada didalam rumah kita pun wajib kita mengetahuinya atau apa yang terdapat di d alam poket kitapun wajib kita mengetahuinya sama ada yang benar ataupun yang salah, didalam asas ilmu Roh ini jika kita katakana bahawa ia di uruskan oleh Allah maka asas ilmu iftiqar pada ilmu sifat dua puluh adalah yang paling tepat untuk kita memahaminya kerana ilmu Roh itu berlegar pada sifat Qahar Allah swt dan yang menguruskan Roh itu adalah sifat Kamal Allah swt, yang mana ia di kuasai oleh ke Esaan Allah itu sendiri, jika tidak mana mungkin manusia boleh memahami ilmu Roh itu jika tidak melalui ilmu tersebut inilah satu-satu ilmu yang lebih terang dan jelas untuk di fahami, namun ilmu ini pula menjadi bahan ketakutan manusia untuk mempelajarinya kerana di katakan merbahaya dan di rujuk pula kepada sebab dan musabab pandangan mazhab wahabi yang telah mengharamkan ilmu sifat dua puluh itu kerana di katakan membawa kepada kemunduran dan khurafat

 

2 Oktober 2012

100 NASEHAT HADIST SYARIF

oleh alifbraja

الاحاديث الشريفة

بسم الله الرحمن الرحيم

1. ادبو اولادكم على ثلاث خصال

  Didiklah anak-anak kalian atas tiga perkara

1) حب نبيكم 

  mencintai Nabimu

2) وقرائة القرأن.

  membaca Al-qur`an  

وحب اهل بيته (3

mencintai ahli baitnya (keluarganya) 2. تعلموا من العلم ما شئتم.

 Pelajarilah ilmu yang kalian sukai

3. لكل شيئ طريق وطريق الجنة العام.

Segala sesuatu memiliki jalan dan jalan menuju surga adalah ilmu.

4. لكل شيئ مفتاح, ومفتاح الجنة حب المساكين والفقراء

 Segala sesuatu memiliki kunci, dan kunci surga adalah mencintai orang-orang miskin dan orang-orang faqir. 

5. العلم خزائن ومفتاحها السؤال.

 Ilmu adalah gudang, kuncinya adalah bertanya.

6. خير الدنيا والأخرة مع العلم.

Kebaikan dunia dan akhirat itu bersamaan dengan Ilmu

7. هلاك أمتى فى شيئين: ترك العلم وجمع المال.

 Kehancuran Ummatku ada pada dua perkara 1. meninggalkan ilmu,

2. mengumpulkan harta

8. كاتم العلم يلعنه كل شيئ.

Orang yang menyembunyikan ilmu akan di la`nat oleh semua benda (hal)

9. علموا أولادكم السباحة والرماية.

Ajarkan pada anak-anak kalian berenang dan memanah.

10. العلم حياة الإسلام, وعماد الإيمان.

 Ilmu adalah kehidupan agama Islam dan menjadi tiyang Keimanan.

11. والجماعة رحمة, والفرقة عذاب.

Berjama`ah (berkumpul) itu Rahmat dan berpisah itu adalah Adzab (seksaan)

12. وخالق الناس بخلق حسن.

 Dan berpudi pekertilah kamu pada manusia dengan budi pekerti yang baik.

13. احب للناس ما تحب لنفسك.

 Cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu

14. اذا اردت ان تذكر عيوب غيرك, فاذكر عيوب نفسك.

 Jika kamu hendak menyebut-nyebut aib orang lain, maka sebutkan aibu mu terlebih dulu.

15. الحياء خير كله.

 Perasaan malu itu semuanga bagus.

16. خير الناس احسنهم خلقا.

 Manusia yang paling baik adalah mereka yang paling baik budi pekertinya.

17. سوء الخلق يفسد العمل كما يفسد الصبر العسل.

 Budi pekerti yang jelek itu menghancurkan amal perbuatan yang baik sebagai mana coka` menghancurkan madu.

18. الغضب يفسد الإيمان كما يفسد الصبر العسل

Marah itu bisa merusak keimanan sebagaimana coka` merusak madu.

19. الغضب مفتاح كل شر.

Marah adalah kunci segala kejelekan.

20. الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

Hasud ( dengki ) itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.

21. الا أنبئكم بأكبر الكبائر: الإشراك بالله.

Bukankah aku menceritakan pada kalian dosa yang paling besar ? Dosa paling besar adalah menyekutukan Allah.

22. إن الجنة لا تحل إلا لمؤمن.

Sesungguhnya surga tidak halal kecuali bagi oranng yang Mu`min.

23. من بدل دينه فاقتلوه.

 Siapa yang menjual ( mengganti ) agamanya maka bunuhlah dia karena dia termasuk kafir harbi.

24. لا تغضب ولك الجنة.

 Jangan sekali-kali marah kamu, maka kamu akan akan masuk surga. 

25. من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليحسن الى جاره.

Siapa yang ber-iman kepada Allah dan hari qiyamat, maka sebaiknya berbuat baik terhadap tetangganya.

26. لا يحل لمسلم ان يهجر اخاه فوق ثلاثة ايام

 Tidak lah halal orang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari.

27. من كان له وجهان فى الدنيا, كان له يوم القيامة لسانان من نار.

Orang yang mempunyai muka dua (adu dumba) di Dunia, maka di hari qiyamat dia memiliki dua lidah dari Neraka.

28. لا إيمان لمن لا امانة له.

 Tidak di katakan sempurna imannya, orang yang tidak bisa di percaya.

29. من بر والديه طوبى له, زاد الله فى عمره.

Siapa yang berbuat baik terhadap kedua orang tuanya, maka bahagia dia dan Allah menambah umurnya ( memanjangkan umurnya). 

30. عليك بتقوى الله, فإنها جماع كل خير.

Bertaqwalah kamu kepada Allah, karena taqwa adalah sumber (pengumpul) semua kebaikan.

  31. عليكم بالصدق, فإنه باب من أبواب الجنة.

 Jujurlah kalian sebab jujur adalah pintu dari pintu-pintu surga.

32. عليكم بالصدق فإن الصدق يهدى الى البر

Jujur lah kalian sebab kejujuran bisa mengarahkan / menunjukkan pada kebaikan.

  33. لكل شيئ زكاة, وزكاة الدار بيت الضيافة.

Semua hal ada Zakatnya dan zakatnya rumah adalah menyuguh tamu.

34. كل معروف صدقة.

 Semua kebaikan itu adalah shodaqoh.

35. كل مسكر خمر, وكل مسكر حرام.

 Tiap-tiap yang memabukkan itu adalah arak dan tiap-tiap yang memabukkan itu adalah haram.

  36. من دل على خير, فله مثل اجر فاعله.

Siapa yang menunjukkan pada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala sama dengan yang di dapat pelakunya.

37. من قاد أعمى اربعين خطوة, وحبت له الجنة.

Siapa yang menuntun orang buta empat puluh langkah, maka wajib dia masuk surga. 

38. من اطعم مسلما جائعا, اطعمه الله من ثمار الجنة.  

Siapa yang memberi makan orang Muslim yang lapar, maka Allah memberinya makan dari buah-buahan surga.

  39. ليس المؤمن بالذى يشبع, وجاره جائع الى جنبه  

Orang mu`min tidak di katakan kenyang selagi tetangganya lapar

40. الخير كثير, وقليل فاعله.

Kebaikan itu banyak, tetapi sedikit pelakunya. 

41. خير بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم يحسن اليه.

Rumah orang-orang muslim yang paling baik adalah rumah yang di dalamnya tredapat anak yatim yang di perlakukan dengan baik.

42. الزنا يورث الفقر.

Perbuatan zina bisa menyebabkan kefaqiran.

43. ذو الوجهين فى الدنبا يأتى يوم القيامة وله وجهان من نار.

Orang yang memiliki muka dua (adu domba) di dunia maka akan datang di hari qiyamat dengan memiliki dua muka dari Neraka.

44. طوبى لمن عمل بعلمه, وأنفق الفضل من ماله, وأمسك الفضل من قوله.

Berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya, mentasarufkan (membelanjakan ) kelebihan hartanya dan menahan kelebihan kata-katanya. 

45. هلكت الرجال حين اطاعت النساء.

Hancurlah orang-orang laki-laki ketika tunduk pada para wanita.

46. اذا وعد احدكم فلا يخلف.

Jika salah satu dari kalian berjanji maka jangan sekali-kali mengingkari.

47. اصلحوا دنياكم واعملوا لاخرتكم كأنكم تموتون غدا.

Perbaikilah urusan duniamu kalian dan ber- amallah untuk akhirat kalian seolah- olah kalian besok mati.

48. افضل الاعمال بعد الإيمان بالله: التودد الى الناس.

Perbuatan yang paling utama setelah Iman terhadap Allah adalah menyayangi manusia.

49. خصلتان لايجتمعان فى مؤمن: البخل وسوء الخلق.

Ada dua perkara yang tidak berkumpul pada orang mu`min

1,Bakhil

2, budi pekerti yang jelek. 

50. اية المنافق ثلاث, اذا حدث كذب, واذا وعد اخلف, واذائتمن خان.

 Tanda-tanda orang Munafiq itu ada tiga:

1. Ketika bercerita, bohong,

2. Ketika berjanji, berselisih,

3. Ketika di percaya, berkhianat. 

51. ابغض الحلال الى الله الطلاق.

Perkara halal yang paling di benci oleh Allah adalah menceraikan istri

52. ابغض العباد الى الله من كان ثوبه خيرا من عمله.

 Hamba Allah yang paling di benci olehnya adalah orang yang pakaiannya lebih bagus dari pada amal / perbuatannya.

53. اذا عرف الغلام يمينه من شماله, فمروه بالصلاة.

Ketika anak kecil sudah tahu posisi kanan dari kirinya maka perintahlah dia mendirikan sholat.

54. اذا اذن المؤذن يوم الجمعة, حرم العمل.

Jika seorang Mu`adzin (tukang adzan) mengumandangkan adzan jum`at maka haram kita bekerja.

55. الصلاة عماد الدين, ومفتاح كل حير.

 Sholat adalah tiyang agama dan kunci semua kebaikan.

56. الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة.

Do`a tak akan di tolak oleh Allah antara adzan dan iqomat.

57. لا يدخل الجنة نمام.

 Tak akan bisa masuk surga orang yang suka mengadu dumba.

58. لا يدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من كبر.

 Tak akan bisa masuk surga orang yang hatinya menyimpat kesombongan walaupun hanya sedikit (seberat biji sawi / atom)

59. من احدث فى امرنا هذا ما ليس منه, فهو رد

Siapa yang memperbarui dalam urusan keagamaan / ibadah sesuatu yang tidak pernah ada / di atur oleh agama tersebut maka itu tidak di terima (di tolak.)

60. اكمل المؤمنين ايمانا احسنهم خلقا,

 Orang Mu`min yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik budi pekertinya.

61. الكلمة الطيبة صدقة.

 Kata-kata yang bagus itu adalah shodaqoh.

62. ليس الشديد بالصرعة, انما الشديد الذى يملك نفسه عند الغضب.

 Orang kuat bukan karena bergulat (bisa membanting lawan) tetapi orang kuat adalah orang yang mampu menahan nafsu (emosi) ketika sedang marah.

63. الرياء: الشرك الأصغر.

Riya` (pamer) adalak syirik kecil.

64. الكذب مجانب الإيمان.

Bohong itu menjauhkan keimanan.

65. من لم يشكر الناس لم يشكر الله.

Siapa yang tidak bisa berterima kasih terhadap manusia itu tandanya tidak bersyukur kepada Allah. 

66. مانحل والد ولدا افضل من ادب حسن.

 Tak ada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih utama dari pada budi pekerti yang baik.

67. نعم لهو المرأة مغزلها.

 Sebaik-baik permainan orang perempuan adalah menenun (tenunannya)

68. الخديعة فى النار.

Penipuan itu tempatnya dalam Neraka.

69. كاد الفقر ان يكون كفرا.

Kefaqiran itu hampir mendekati kufur.

70. خير الناس انفعهم للناس.

 Manusia yang paling baik adalah mereka yang paling memberi manfaat terhadap manusia lainnya.

71. التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء.

Pedagang yang jujur dan dapat di percaya, itu bersama para Nabi, para ulama`(yang jujur), dan para syuhada`

  72. لا يدخل الجنة جسد غذي بحرام.

Tak akan masuk surga badan yang kemasukan makanan haram.

73. ابلغوا حاجة من لا يستطيع ابلاغ حاجة.

Sampaikan hajat orang yang tidak mampu menyampakan hajatnya sendiri.

74. من لا يرحم, لا يرحم.

 Siapa yang tidak Mau menyayangi sesama, maka ia tidak di sayang oleh Allah.

75. المسلم مرأة المسلم.

 Orang Muslim adalah cermin bagi orang Muslim lainnya.

76. لن يشبع مؤمن من خير, حتى يكون منتهاه الجنة.

Orang mu`min tak akan kenyang dari kebaikan sehingga tempat terakhirnya adalah surga.

77. الشؤم سوء الخلق.

Ramalan (kesialan), itu adalah budi pekerti yang jelek.

78. لا ايمان لمن لا حياء له.

Tidak di katakan sempurna iman nya bagi orang yang tidak memiliki sifat malu.

79. من غشنا فليس منا.

Siapa yang menipu sesama kita, maka ia tidak termasuk golongan kita. 

80. طوبى لمن طال عمره, وحسن عمله

Berbahagialah orang yang panjang umurnya dan bagus amal perbuatannya.

81. خير الناس من طال عمره, وحسن عمله.

Manusia yang baik adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amal / perbuatannya.

82. معترك المنايا, ما بين الستين الى السبعين.

Standar kematian manusia, itu antara umur enam puluh sampai tujuh puluh tahun.

  83. الأعمال بالخواتم.

 Amal perbuatan manusia di tentukan dengan terakhirnya.

84. من حسن اسلام المرء تركه مالايعنيه.

Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan apa saja yang tidak berguna.

85. من تواضع لغني لأجل غناه ذهب ثلثا دينه.

Siapa yang merendahkan diri (tawadlu`) terhadap orang kaya karena kekayaannya, maka dua pertiga agamanya telah hilang.

86. لا يدخل الجنة خب ولا بخيل ولا منان.

 Tak akan masuk surga

1. penipu,

2. Orang pelit,

3. orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya / kebaikannya.

87. لعن الله من اضل اعمى عن الطريق.

Allah mela`nat orang yang menyesatkan orang buta. 

88. قل الحق ولو كان مرا.

Katakan yang haqq (sekalipun pahit)

89. الدين النصيحة.

Agama adalah Nasehat (mengharapkan kebaikan.)

90. افضل الجهاد كلمة عدل عند سلطان جائر

Jihad (perjuangan) yang paling utama adalah ucapan yang haq / adil di depan pemimpin yang lalim.

91. حفت الجنة بالمكاره, وحفت النار بالشهوات.

Surga di kelilingi dengan sesuatu yang tidak di sukai, (di benci) dan neraka di kelilingi dengan sesuatu yang di inginkan.

92. افضل الصدقة: ان تشبع كبدا جائعا.

Shodaqoh yang paling utama adalah mengenyangkan perut yang lapar.

93. إبتغوا الرفعة عند الله.

Rahih lah kemulyaan (keluhuran) di sisi Allah.

94. احترسوا من الناس بسوء الظن.

Berjaga-jagalah kalian dari manusia dengan prasangka buruk.

95. الاقتصاد فى النفقة نصف المعيسة.

Sederhana dalan membelanjakan harta adalah separo kehidupan.

96. جبلت القلوب على حب من احسن اليها, وبغض من أساء اليها.

Hati di jadikan berwatak mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan membenci orang yang berbuat jelek kepadanya.

97. جاء الحق, وزهق الباطل, جاء الحق, وما يبدئ الباطل وما يعيد.

Telah datang yang haqq dan hilang lah yang bathil, telah datang yang haqq dan yang bathil tidak akan muncul juga tidak akan kembali.

98. لا طاعة لمخلوق فى معصية الخالق.

Tak ada ketaatan terhadap Makhluq dalam mendurhakai sang kholiq (Allah sang pencipta.)

99. افضل الدعاء ان تسأل ربك العفو والعافية فى الدنيا والأخرة.

Do`a yang paling utama (Afdlol) adalah kamu meminta tuhanmu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

100. اللهم إني أعوذبك من قلب لا يخشع, ومن دعاء لا يسمع, ومن نفس لا تشبع, ومن علم لا ينفع.

Ya Allah aku berlindung kepadamu dari hati yang tidak khusyu`, dari do`a yang tidak terdengar, dari jiwa yang tidak pernah kenyang dan dari ilmu yang tak bermanfaat. Amin.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 145 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: