Posts tagged ‘al fath’

8 Oktober 2012

AL-QUR’AN DAN RAHASIANYA 3

oleh alifbraja

WAJAH ORANG-ORANG BERIMAN BERCAHAYA, DAN WAJAH ORANG-ORANG KAFIR DILIPUTI KEHINAAN
Salah satu rahasia yang diungkapkan Allah dalam al-Qur’an adalah bahwa keimanan dan kekufuran tercermin di wajah dan kulit manu­sia. Di beberapa ayat, Allah memberitahukan bahwa terdapat cahaya di wajah orang-orang beriman, sedangkan wajah orang-orang kafir diliputi kehinaan:
“Dan kamu akan melihat mereka dihadap kan ke neraka dalam keadaan tunduk karena hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu …” (Q.s. asy-Syura: 45).
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik dan ada tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah peng huni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan memperoleh balasan yang setimpal dan mere ka diliputi kehinaan. Tidak ada bagi mereka se orang pelindung pun dari azab Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.s. Yunus: 26-7).
Sebagaimana dinyatakan dalam ayat-ayat tersebut, wajah orang-orang kafir diliputi oleh kehinaan. Sebaliknya, wajah orang-orang beriman bercahaya. Allah menyatakan bahwa mereka dikenal karena adanya bekas sujud pada wajah mereka:
Muhammad itu adalah Utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud…” (Q.s. al-Fath: 29).
Dalam ayat-ayat lainnya, Allah memberi tahu kan bahwa orang-orang kafir dan orang-orang yang berdosa dikenali dari wajah mereka:
“Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.” (Q.s. ar-Rahman: 41).
“Dan kalau kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka, dan Allah menge ta hui perbuatan-perbuatan kamu.” (Q.s. Muhammad: 30).
Keajaiban dan rahasia penting yang diung kapkan dalam al-Qur’an adalah adanya per ubah an fisik yang terjadi pada wajah sese orang. Hal itu tergantung pada keimanan dan dosa seseorang. Keadaan ruhani menghasil kan pengaruh fisik pada tubuh, sekalipun bentuknya tetap sama, namun ekspresi wajah dapat berubah, yakni wajahnya diliputi kege lapan atau cahaya. Jika Allah menghen daki, orang yang beriman dapat melihat keajaiban ini yang ditunjukkan kepada orang-orang.

RAHASIA MENGAPA ALLAH MENGHAPUS PERBUATAN BURUK
Orang-orang beriman bercita-cita mem peroleh keridhaan, kasih sayang, dan surga Allah. Namun, manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan lupa sehingga manusia melakukan banyak kesalahan dan memiliki banyak kelemahan. Allah Yang Maha Menge tahui keadaan hamba-hamba-Nya dan Maha Pengasih dan Penyayang memberitahukan kita bahwa Dia akan menghapus perbuatan buruk dari hamba-Nya yang ikhlas dan akan memberikan kepada mereka pemeriksaan yang mudah:
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira.” (Q.s. al-Insyiqaq: 7-9).
Tentu saja Allah tidak mengubah perbuat an buruk setiap orang menjadi kebaikan. Adapun sifat orang-orang beriman yang per bu at an buruknya dihapus Allah dan diam puni-Nya diberitahukan dalam al-Qur’an.
Orang-orang yang Menjauhi Dosa-dosa Besar
Dalam sebuah ayat Allah menyatakan:
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang me nger jakannya, niscaya Kami hapus kesa lahan-kesalahanmu dan Kami masuk kan kamu ke tempat yang mulia.” (Q.s. an-Nisa’: 31).
Orang-orang yang beriman yang menge ta hui fakta ini berbuat dengan sangat hati-hati dengan memperhatikan batas-batas yang ditetapkan Allah, dan mereka menghindari hal-hal yang dilarang. Jika mereka melakukan kesalahan karena kealpaannya, mereka segera berpaling kepada Allah, bertobat, dan memo hon ampunan.
Allah memberitahukan kita dalam al-Qur’an tentang hamba-hamba-Nya yang tobat nya akan diterima. Dalam hal ini, jika kita mengetahui perintah Allah, namun dengan sengaja kita melakukan dosa dan ber kata, “Tidak apa-apa, apa pun yang terjadi saya akan diampuni.” Perkataan ini benar-benar menunjukkan cara berpikir yang salah, karena Allah mengampuni perbuatan dosa hamba-hamba-Nya yang dilakukan karena kealpaan dan ia segera bertobat dan tidak berniat mengulanginya lagi:
“Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanya lah tobat bagi orang-orang yang menger jakan kejahatan lantaran ketidaktahuan, yang kemu­dian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima tobatnya oleh Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah tobat itu di teri ma Allah dari orang-orang yang menger jakan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, ia menga takan, ‘Sesung guhnya saya bertobat seka rang.’ Dan tidak pula orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Q.s. an-Nisa’: 17-8).
Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, menjauhi perbuatan dosa dengan sung guh-sungguh sangatlah penting jika seseorang ingin perbuatan-perbuatan buruknya diha pus kan, dan jika tidak menginginkan penye salan pada hari pengadilan kelak. Dalam pada itu, seorang beriman yang melakukan suatu dosa, hendaknya secepatnya memohon am pun kepada Allah.
Orang-orang yang Sibuk Mengerjakan Amal Saleh
Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia akan menutupi perbuatan buruk orang-orang yang beramal saleh. Sebagian dari ayat-ayat yang membicarakan masalah ini adalah sebagai berikut:
“Pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang meng alir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar.” (Q.s. at-Tagha bun: 9).
“Kecuali orang-orang yang bertobat, ber iman, dan mengerjakan amal saleh, maka mere ka itu kejahatan mereka diganti dengan Allah dengan kebajikan. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. al-Furqan: 70).
Setiap perbuatan dan semua tindakan yang dilakukan untuk mencari karunia Allah adalah “amal saleh”. Misalnya, perbuatan seperti menyampaikan perintah agama Allah kepada manusia, memperingatkan seseorang yang tidak mau bertawakal kepada Allah atas takdirnya, menjauhi seseorang dari meng gunjing, memelihara rumah dan badan agar tetap bersih, memperluas wawasan dengan membaca dan belajar, berbicara dengan sopan, mengingatkan orang tentang akhirat, mera wat orang sakit, menunjukkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada yang lebih tua, men cari nafkah dengan cara yang halal sehingga hasilnya dapat digunakan untuk kemanfaatan orang lain, mencegah kejahatan dengan ke baikan dan kesabaran, semua itu merupa kan amal saleh jika dilakukan untuk mencari keridhaan Allah. Orang-orang yang meng ingin kan agar kesalahannya diampuni dan diganti dengan kebaikan di akhirat, hendak nya selalu melakukan perbuatan yang sangat diridhai Allah. Untuk tujuan itu, hendaknya kita selalu ingat perhitungan pada Hari Pengadilan. Tentunya menjadi jelas bagaima na kah seseorang seharusnya berbuat, misal nya jika ia diletakkan di depan api neraka, kemudian kepadanya diperlihatkan perbuat an-perbuatan buruknya yang telah ia kerjakan semasa hidupnya, kemudian diingatkan bah­wa ia seharusnya berbuat benar agar diam puni. Seseorang yang melihat api neraka, yang mendengar keputusasaan, penyesalan, dan keluh kesah para penghuni neraka yang meng alami siksaan yang pedih, dan yang menyaksikan siksa neraka dengan matanya, tentu saja akan melakukan perbuatan yang sangat diridhai Allah dan akan berusaha dengan sekuat tenaganya. Orang ini akan me ngerjakan shalat tepat pada waktunya, mela ku kan amal saleh, tidak akan pernah lalai, tidak pernah berani melakukan perbuatan yang kurang diridhai Allah, jika ia menge tahui bahwa ada perbuatan lainnya yang lebih diridhai-Nya. Karena neraka yang ada di sisinya akan selalu mengingatkannya tentang kehidupan yang kekal abadi dan siksaan Allah. Ia akan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh hati nuraninya. Ia akan berhati-hati dalam menjaga shalatnya. Se hing ga, dalam kehidupan di dunia ini, perbuatan buruk bagi orang-orang yang melakukan amal saleh, takut kepada Allah dan hari pengadilan, bagaikan orang yang melihat neraka lalu dikembalikan ke dunia, atau bagaikan mereka selalu melihat api neraka di sisinya sehingga ia segera melaku kan kebaikan. Orang-orang yang beriman ini merasa yakin tentang akhirat dan mereka sangat takut dengan azab Allah dan berusaha menjauhinya.

TUJUAN MEMBELANJAKAN HARTA DI
JALAN ALLAH
Salah satu amal ibadah yang terpenting yang dapat membersihkan kotoran kebendaan dan keruhanian, dan sebagai latihan bagi ruhani sehingga seseorang dapat mencapai derajat akhlak yang tinggi sehingga Allah akan ridha kepadanya adalah membelanjakan harta di jalan Allah. Allah telah berfirman kepada Nabi saw. agar mengambil zakat dari harta benda orang-orang beriman untuk mem bersihkan dan menyucikan harta terse but.
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu member sihkan dan menyucikan mereka.” (Q.s. at-Taubah: 103).
Meskipun demikian, perbuatan membe lanjakan harta yang dapat membersihkan dan menyucikan orang-orang adalah jika dilaku kan berdasarkan ketentuan yang telah dise but kan dalam al-Qur’an. Orang-orang berang gapan bahwa mereka telah menunaikan tugas mereka ketika mereka memberikan sejumlah uang yang sangat sedikit yang diberikan kepada pengemis, memberikan pakaian bekas kepada orang miskin, atau memberi makan kepada orang yang lapar. Tidak diragukan lagi bahwa perbuatan-perbuatan tersebut merupa kan perbuatan yang akan memperoleh pahala dari Allah jika niatnya untuk mencari ridha Allah. Namun sesungguhnya ada batas-batas yang telah ditentukan dalam al-Qur’an. Misal nya, Allah memerintahkan manusia agar menginfakkan apa saja yang melebihi keper luannya:
“Mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah mene rang kan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Q.s. al-Baqarah: 219).
Manusia hanya memerlukan sedikit saja untuk memenuhi keperluan hidupnya di dunia. Harta benda yang di luar keperluan seseorang adalah harta yang berlebih. Yang terpenting bukan jumlah yang diberikan, tetapi apakah ia memberikannya dengan ikh las atau tidak. Allah mengetahui segala sesu atu dan Dia telah memberi hati nurani kepada manusia untuk menetapkan hal-hal yang sesungguhnya tidak diperlukan. Mengin fak kan harta benda merupakan bentuk ibadah yang mudah bagi orang-orang yang tidak di hinggapi ketamakan terhadap dunia dan yang tidak mengejar dunia, tetapi merindu kan akhirat. Allah telah memerintahkan kita untuk menginfakkan sebagian dari harta kita untuk menjauhkan cinta dunia. Menginfak kan harta benda merupakan sarana untuk mem­bersihkan diri dari sifat tamak. Tidak diragukan lagi bahwa bentuk ibadah ini sangat penting bagi orang-orang yang ber iman dalam kaitannya dengan perhitungan di akhirat. Rasulullah saw. juga bersabda bahwa orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah akan dirahmati Allah:
“Dua manusia akan dirahmati: Yang pertama adalah orang yang diberi oleh Allah al-Qur’an dan ia hidup berdasarkan al-Qur’an itu. Ia menganggap halal apa saja yang dihalalkan, dan menganggap haram apa saja yang diharamkan. Yang lain adalah orang yang diberi harta oleh Allah, dan harta itu dibelanjakannya kepada sanak keluarga dan dibelanjakan di jalan Allah.1
Manusia Harus Memberikan Apa yang Ia
Cintai kepada Orang Miskin
Orang sering kali cenderung memberikan sesuatu jika sesuatu yang diberikan itu tidak merugikan kepentingannya. Misalnya, ketika seseorang memberikan harta bendanya kepada orang miskin, sering kali ia memberi kan sesuatu yang tidak lagi diperlukannya dan tidak disukainya, sudah ketinggalan mode, atau tidak layak pakai. Tampaknya orang merasa berat untuk memberikan harta benda yang dicintainya, padahal sesungguhnya ke der mawanan seperti ini sangat penting untuk membersihkan diri dan agar mencintai amal kebajikan. Ini merupakan rahasia penting yang diungkapkan Allah kepada umat manu sia. Allah telah menyatakan bahwa tidak ada cara lain untuk mencapai kebajikan bagi manu sia kecuali melalui:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesung guhnya Allah mengetahuinya.” (Q.s. Ali Imran: 92).
“Hai orang-orang yang beriman, nafkah kanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami kelu ar kan dari bumi untukmu. Dan ja ngan lah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sen diri tidak mau mengambilnya me lainkan dengan memicingkan mata terha dapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.s. al-Baqarah: 267).
Membelanjakan Harta di Jalan Allah sebagai
Sarana Agar Dekat Dengan-Nya
Bagi orang yang beriman, tidak ada sesuatu pun yang lebih dirindukan daripada memper oleh keridhaan Allah dan dicintai oleh-Nya. Orang yang beriman berusaha mencari asbab untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam hidupnya. Tentang hal ini, Allah menyatakan sebagai berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, bertak walah kepada Allah, dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihad lah di jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Q.s. al-Ma’idah: 35).
Sebagai sebuah rahasia dan berita gembira bagi orang-orang beriman, Allah mengung kapkan dalam al-Qur’an bahwa apa yang dibe lan­jakan akan menjadi asbab untuk mencapai kedekatan dengan-Nya. Dengan demikian bagi orang yang beriman, memberikan apa yang ia cintai dan yang melebihi keperlu annya kepada orang-orang miskin tidaklah sulit, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk membuktikan bahwa ia adalah orang yang taat dan cinta kepada Allah. Tentang hal ini Allah menyatakan sebagai berikut:
“Dan diantara orang-orang Arab Badui ada orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, dan memandang apa yang dinaf kah­kannya itu sebagai jalan mendekat kannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk mem per oleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri. Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. at-Taubah: 99).
Apa Saja yang Dinafkahkan di Jalan Allah
akan Memperoleh Balasan yang Baik
Rahasia lain yang diungkapkan tentang membelanjakan harta seseorang di jalan Allah menurut al-Qur’an adalah, bahwa apa saja yang dinafkahkannya itu pasti akan memper oleh balasan. Ini merupakan janji Allah. Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah tanpa takut akan men jadi mis kin, akan memperoleh rahmat yang menak jubkan dalam kehidupan mereka. Apa saja yang dibelanjakan di jalan Allah akan diganjar sepenuhnya. Sebagian ayat yang men ceritakan janji tersebut adalah sebagai berikut:
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, maka pahalanya itu untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya.” (Q.s. al-Baqarah: 272).
“Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” (Q.s. al-Anfal: 60).
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.’ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Q.s. Saba’: 39).
Orang-orang yang beriman hanya meng harapkan keridhaan Allah dan surga ketika mereka memberikan harta mereka; tetapi sebagai rahasia yang diungkapkan oleh Allah, apa saja yang mereka nafkahkan akan dikem balikan lagi kepada mereka. Pengembalian ini merupakan rahmat di dunia, dan di atas segalanya, Allah menyediakan surga bagi orang-orang yang beriman. Dalam pada itu, berkebalikan dengan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, Allah akan mengurangi rezeki orang-orang yang bakhil dalam menafkahkan kekayaan mereka, atau orang yang suka mengumpulkan kekaya an yang lebih banyak dan meng abaikan batasan-batasan Allah. Salah satu ayat yang berkaitan dengan masalah ini menceritakan tentang keadaan orang-orang yang memakan riba:
“Allah memusnahkan riba dan menyubur kan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (Q.s. al-Baqarah: 276).
Allah memberitahukan tentang keber untungan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang memberikan harta mereka sebagai berikut:
“Perumpamaan orang-orang yang menaf kahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (Q.s. al-Baqarah: 261).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyi rami nya, maka hujan gerimis. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Q.s. al-Baqarah: 265).
Dalam setiap ayat tersebut terdapat rahasia yang diungkapkan Allah kepada orang-orang yang beriman dalam al-Qur’an. Orang-orang yang beriman memberikan harta benda mereka hanya untuk mencari keridhaan dan rahmat Allah dan surga-Nya. Namun, menya dari tentang rahasia-rahasia yang diungkap kan dalam al-Qur’an, mereka juga mengha rap kan rahmat dan karunia Allah. Semakin banyak mereka memberikan hartanya di jalan Allah, dan semakin mereka memperhatikan apa yang diharamkan dan yang dihalalkan, Allah akan semakin menambah kekayaan mereka, tugas-tugas mereka dijadikan mudah, dan Allah memberikan kesempatan yang semakin banyak untuk menafkahkan harta nya di jalan Allah. Setiap orang beriman yang bertakwa kepada Allah dan dalam hatinya tidak ada kekhawatiran terhadap masa depan, ia akan memahami rahasia ini dalam kehidup annya.

PENGARUH PERBUATAN BAIK DAN UCAPAN YANG BAIK
Manusia senantiasa mencari lingkungan yang tenang tempat mereka dapat hidup dengan aman, gembira, dan membina persa ha batan. Meskipun mereka merindukan keada an yang demikian itu, mereka tidak pernah melakukan usaha untuk menyu bur kan nilai-nilai tersebut, tetapi sebaliknya, mereka sendirilah yang menjadi penyebab terjadinya konflik dan kesengsaraan. Sering kali orang mengharapkan agar orang lain mem berikan ketenangan, kedamaian, dan bersikap bersahabat. Hal ini berlaku dalam hubungan keluarga, hubungan antarpegawai di perusahaan, hubungan kemasyarakatan, maupun persoalan internasional. Namun, untuk membina persahabatan dan mencip takan kedamaian dan keamanan dibutuhkan sikap mau mengorbankan diri. Konflik dan keresahan tidak dapat dihindari jika orang-orang hanya bersikukuh pada ucapannya, jika mereka hanya mementingkan kesenangannya sendiri tanpa bersedia melakukan kompromi atau pengorbanan. Bagaimanapun, orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah tidak bersikap seperti itu. Orang-orang yang beriman tidak mementingkan diri sendiri, suka memaafkan, dan sabar. Bahkan ketika mereka dizalimi, mereka bersedia mengabaikan hak-hak mereka. Mereka menganggap bahwa kedamaian, keamanan, dan kebahagiaan orang lain lebih penting dibandingkan dengan kepentingan pribadi mereka, dan mereka menunjukkan sikap yang santun. Ini merupakan sifat mulia yang dipe­rintahkan Allah kepada orang-orang beriman:
“Dan tidaklah sama kebaikan dan keja hat an. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianuge rahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keber un tungan yang besar.” (Q.s. Fushshilat: 34-5).
“Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantah lah mereka dengan cara yang baik. Sesung guhnya Tuhanmu Dialah yang lebih menge tahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.s. an-Nahl: 125).
Sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, sebagai balasan atas perbuatan baik nya bagi orang-orang yang beriman, Allah mengubah musuh mereka menjadi “teman yang setia”. Ini merupakan salah satu rahasia Allah. Bagaimanapun juga, hati manu sia berada di tangan Allah. Dia mengubah hati dan pikiran siapa saja yang Dia kehendaki.
Dalam ayat lainnya, Allah mengingatkan kita tentang pengaruh ucapan yang baik dan lemah lembut. Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun a.s. agar mendatangi Fir‘aun dengan lemah lembut. Meskipun Fir‘aun itu zalim, congkak, dan kejam, Allah memerin tahkan rasul-Nya agar berbicara kepadanya dengan lemah lembut. Allah menjelaskan alasannya dalam al-Qur’an:
“Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (Q.s. Thaha: 43-4).
Ayat-ayat ini memberitahukan kepada orang-orang yang beriman tentang sikap yang harus mereka terapkan terhadap orang-orang kafir, musuh-musuh mereka, dan orang-orang yang sombong. Tentu saja ini mendorong kepada kesabaran, kemauan, kesopanan, dan kebijakan. Allah telah mengungkapkan sebu ah rahasia bahwa Dia akan menjadikan per buatan orang-orang beriman itu akan meng­hasilkan manfaat dan akan mengubah musuh-musuh menjadi teman jika mereka menaati perintah-Nya dan menjalankan akhlak yang baik.

16 September 2012

TABIR Huruf Hijaiyah

oleh alifbraja

 

Rahasia Huruf Hijaiyah

بسم الله الرحمن الرحم
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. AL-FATH ayat 29),

Ada dua puluh sembilan huruf Hijaiyah. Awalnya adalah alif, kemudian ba, kemudian ta, dan akhirnya adalah ya. Huruf kedua, Ba, merangkum semua pengetahuan tentang wujud semesta. Ba adalah Bahr, Samudera. Setiap wujud sejatinya meng-ada di dalam “samudera” abadi ini. Renungkanlah perlahan sekali…

Ba-Bahr Al Qudrah-Samudera Kehendak
Tubuh kita dan segala benda-benda, air yang kita teguk dan udara yang kita hirup, segala yang kita lihat sentuh dan rasakan, padat cair dan gas, semuanya terbangun dari atom-atom. Kita semua sudah tahu itu. Meski atom bukanlah elemen terkecil dari benda-benda, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para ahli fisika kuantum, mari kita batasi perjalanan kita hanya sampai di atom ini. Inti atom (nucleus) merupakan pusat atom. Seberapa besar inti atom ini? Jika kita perbesar ukuran sebiji atom menjadi sebesar bola berdiameter 200 meter, maka besarnya inti atom adalah sebesar sebutir debu di pusatnya.

Hebatnya, sebutir debu ini membawa 99,95% massa atom seluruhnya yang dipadatkan oleh strong nuclear force ke dalam partikel proton. Sementara elektron-elektron sangatlah ringan dan bergerak mengelilingi proton pada jarak yang jauh sekali. Seberapa jauh? Jika kita perbesar ukuran elektron menjadi sebesar biji kelereng, maka jarak antara elektron ini ke inti atom adalah sejauh satu kilometer! Ada apa di antara elektron dengan proton? Tidak ada apa-apa. Hanya ruang kosong semata sepanjang jarak satu kilometer itu!

Sebutir garam terdiri dari banyak sekali atom. Jika kita bisa menghitung satu milyar atom dalam sedetik, maka kita membutuhkan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah seluruh atom di dalam sebutir garam saja! Atom-atom itu secara rapi membangun wujud sebutir garam. Dan di dalamnya terbentang ruang kosong di antara atom-atomnya. Sebagaimana samudera. Sebutir garam mewujud di dalamnya. Ia “berenang” dan meng-ada di dalamnya. Juga kita dan semua benda-benda.

Wujud kita sejatinya selalu berada di dalam samudera ruang kosong….di dalam samudera atomis gaya-gaya….di dalam samudera kehendakNya (Bahr al-Qudrah)…

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari  huruf hijaiyah?”
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.
Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.
Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.
Kemudian Ali berkata :

  1. “Adapun Alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
  2. Adapun Ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
  3. Adapun Ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
  4. adapun Tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
  5. Adapun Jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
  6. Adapun Ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
  7. Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
  8. Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
  9. Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
  10. Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
  11. Zay artinya hiasan penghambaan.
  12. Sin artinya Maha mendengar dan melihat. 
  13. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
  14. Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
  15. Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
  16. Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
  17. Dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
  18. Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
  19. Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
  20. Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
  21. Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
  22. Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
  23. Adapun Lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
  24. Mim artinya pemilik semua kerajaan.
  25. Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
  26. Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
  27. Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
  28. Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
  29. Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. 

Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas dan sanadnya Rosulullah SAW, ia berkata: “Segala sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.

Ilmu Huruf dan Rahasianya

Ketika huruf hijaiyah terbagi menjadi 28 makhraj (pengucapan huruf) dan setiap makhraj merupakan manzilah dari manzilah-manzilah bulan yang jumlahnya juga 28, maka tersusunlah huruf-huruf itu ke dalam susunan Abjad. Dan huruf-huruf itu terbagi menjadi:

Pertama: Bertitik dan tidak bertitik, menggambarkan nathiq (bicara) dan shamit (diam).
Kedua: Mengandung empat unsur, yaitu:

  1. Unsur api : alif, haa’, tha’, shad, mim, fa’, syin.
  2. Unsur udara : ba’, wawu, ya’, nun, shat, ta’, dha’.
  3. Unsur air : jim, za’, kaf, sin, qaf, tsa’, zha’.
  4. Unsur tanah : ha’, lam, ‘ain, ra’, kha’, ghain.

Ketiga: Dari segi kesendirian dan tidaknya, terbagi menjadi: mufradah, matsani dan matsalis. Mufradah adalah huruf-huruf Muqaththa’ah (yang terdapat di awal surat Al-Qur’an) seperti huruf alif, kaf, dan lam. Matsani seperti dal, dzal, sampai fa’ dan qaf. Matsalis seperti ba’ sampai kha’ dalam susunan Abatatsa. Dari sisi nuqthah (titik): ada yang satu, dua, dan yang tiga.

Keempat: Malfuzhi, masruri, dan malbubi. Malfuzhi adalah huruf yang dalam pelafazhan atau pengucapannya tidak sama antara huruf pertama dan huruf terakhir, misalnya alif dan jim.Masruri adalah huruf yang dalam pengucapannya sama antara huruf pertama dan huruf terakhir, misalnya mim, nun, dan wawu. Malbubi adalah huruf yang pengucapannya terdiri dari dua huruf, misalnya ba, ta; huruf ini juga disebut huruf ‘illiyyah.

Kelima: Mufashshalah dan Muwashshalah. Mufashshalah adalah huruf yang hanya bisa disambung dengan huruf sebelumnya, yaitu alif, wawu, dzal, ra’, za’, dan dal. Muwashshalah adalah huruf yang bisa disambung dengan huruf sebelum dan sesudahnya.

Keenam: Huruf cahaya dan huruf kegelapan. Huruf cahaya adalah: shat, ra’, alif, tha’, ‘ain, lam, ya’, ha’, qaf, nun, mim, sin, kaf, ha’. Yang semuanya terhimpun dalam kalimat:

صِرَاطُ عَلِيٍّ حَقٌّ نُمْسِكُهُ
Jalan Ali benar kita pegang teguh

Dan selain huruf-huruf tersebut adalah huruf kegelapan. Coba kita perhatikan nama-nama semuanya didominasi oleh huruf-huruf cahaya kecuali “Al-Wadûd”.

Ketujuh: Huruf mudghamah (tersembunyi) dan muzhharah (nampak). Masing-masing berjumlah 14 sama dengan pembagian jumlah manzilah bulan. Yang nampak selalu berada di atas bumi, dan yang tersembunyi selalu berada di bawah bumi.
Huruf Mudghamah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya tidak nampak, misalnya Ra’ dan Dal. Huruf Muzhharah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya nampak, misalnya ba’, jim.

Hukum huruf-huruf tersebut memiliki rahasia yang menakjubkan. Misalnya, dalam susunan Abatatsa, “alif” merupakan huruf zat Yang Maha Suci, yakni Al-Awwalu wal Akhiru. Adapun khalifah huruf “alif” adalah “ya'” dan “wawu”, keduanya termasuk huruf layyinah dalam menjelaskan semua huruf, sebagaimana wujud Yang Maha Suci adalah sumber dari semua wujud, dan hal ini terkandung dalam doa, misalnya:

يا من كل شيئ قائم بك
Wahai Zat yang segala sesuatu terwujud karena keberadaan-Mu

Tak ubahnya kwalitas suara dan perbedaannya terjadi di udara karena ketergantungan gelombang pada sumber gelombang.

Karena itu kita tidak akan menemukan dua bentuk yang sama dalam semua wujud berdasarkan hukum penampakan Ahadiyah (hukum Alif dan ba’) dan penampakan nama “Man laysa kamitslihi syay-un ” (Dia yang tidak diserupai oleh segala sesuatu). Demikian juga kita tidak akan mendapatkan dua suara dalam wujud yang sama, sebagaimana hal ini digambarkan oleh Allah swt dalam firman-Nya:

وَ مِنْ ءَايَتِهِ خَلْقُ السمَاوَاتِ وَ الأَرْضِ وَ اخْتِلاََف أَلْسِنَتِكمْ وَ أَلْوَانِكمْ إِنَّ فى ذَلِك لاَيَاتٍ لِّلْعَلِمِينَ

“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, dan perbedaan bahasa dan warna kulitmu, sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi semesta alam.” (Ar-Rum: 22).

Allah Maha Mendengar suara ini dan semua suara yang kwalitasnya telah terjadi dan akan terjadi di udara, dengan satu pendengaran yang sifatnya hudhuri dan isyraqi (pengenalan tingkat rasa).
(Disarikan dari kitab Syarah Doa Jawsyan Kabir, Sabzawari)

30 kunci huruf hijaiyah yang berada di tubuh manusia yaitu:
1. alif = hidung
2. ba” = mata
3. ta” = tempat mata(lubang tempat mata)
4. tsa” = bahu kanan
5. jim = bahu kiri
6. ha = tangan kanan
7. kha = tangan kiri
8. dal = telapak tangan kanan dan kiri
9. dzal = kepala dan rambut
10. ro” = rusuk kanan
11. zai = rusuk kiri
12. sin = dada kanan
13. syin = dada kiri
14. shod = pantat kanan
15. dhod = pantat kiri
16. tho” = hati
17. zho” = gigi
18. ain = paha kanan
19. ghoin = paha kiri
20. fa” = betis kanan
21. kof = betis kiri
22. kaf = kulit
23. lam = daging
24. mim = otak
25. nun = nur/cahaya
26. wau = telapak kaki kanan dan kiri
27. HA” = sungsum tulam
28. lam alif = manusia utuh
29. hamzah = memenuhi segala
30. ya” = mulut/manusia

Affirmasi:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ……………….

contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ALIF
contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan Hamzah

30 kunci dipakai untuk membersihkan bagian bagian tubuh dari hal -hal yang negatif.sehingga tubuh dapat berfungsi normal.dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia dan spiritual..

Nb.
Artikel ini sekedar sebagai referensi bahan kajian. Dan sebenarnya masih banyak lagi kajian mengenai ilmu huruf ini, yaitu diantaranya mengenai ilmu huruf dan lain sebagainya Yang mana kajian itu tidak saya tampilkan di sini karena sudah terlalu jauh dari prinsip dasar.

Huruf hijaiyah itu adalah Intisari Asma-asma Allah Ta’ala. Hanya Allah swt, saja yang Maha Mengetahui rahasianya. Bila ada seorang Ulama Sufi dibukakan rahasia huruf, itu pun masih sebagian kecil sekali, dibanding samudera rahasia huruf itu sendiri.

Allah swt, tidak memerintahkan kita agar menyelidiki rahasia-rahasia ghaib yang tersembunyi dibalik huruf-huruf hijaiyah. Kecuali jika Allah swt, menghendaki hambaNya untuk mengetahuinya, Allah swt membukakan hijab huruf itu. Dan itu pun hanya kurang dari setetes samuderaNya hakikat huruf yang tiada hingga. Oleh karena itu, janganlah kita membatasi diri terhadap rahasia & karunia ilmu dari Allah swt.

INILAH BEBERAPA PRINSIP DASAR

  • “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)
  • “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)
  • “Katakanlah: ‘(Al-Qur`an) itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)
  • “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21)
  • Dari Syifa` bintu Abdullah radhiallahu ‘anha:
    أَنَّهَا كَانَتْ تُرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ، قَالَتْ: لاَ أَرْقِي حَتَّى اسْتَأْذَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُهُ. فَقَالَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ارْقِي مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا شِرْكٌ

    “Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam, maka dia berkata: ‘Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Silahkan engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik’.” (HR. Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan yang lainnya. Al-Huwaini berkata: “Sanadnya muqarib.” Ibid, hal. 220). 

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidziy 5/175, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 3/9 serta Shahiihul Jaami’ Ash-Shaghiir 5/340)

 

 

3 September 2012

Ayat Yang paling Menggembirakan Rasulullah saw

oleh alifbraja

0

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْه الشَّمْسُ ثُمَّ قَرَأَ : إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ، وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw:
“Sungguh telah turun padaku malam ini surat yang ia lebih kusenangi dan menggembirakanku lebih dari terbitnya matahari’, lalu beliau saw membacakannya : “SUNGGUH KAMI TELAH MEMBUKAKAN UNTUKMU KESUKSESAN YANG GEMILANG, AGAR DIAMPUNI OLEH ALLAH DOSA-DOSAMU YANG TERDAHULU DAN YANG AKAN DATANG, DAN DIA (ALLAH) MENYEMPURNAKAN NIKMATNYA PADAMU, DAN MENUNJUKIMU KE JALAN YANG BENAR, DAN ALLAH AKAN MENOLONGMU DENGAN PERTOLONGAN YANG DAHSYAT” (QS Al fath 1-3) (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala, Maha Pencipta Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Cahaya Anugrah Allah yang terbesar dari seluruh Anugerah Ilahi, yang menuntun sedemikian banyak hamba-hambanya menuju kebahagiaan, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, yang tidak akan tercapai kecuali melewati Sang Penuntun kepada kebahagiaan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, di utus Allah untuk menuntun hamba-hamba Allah menuju keluhuran, menuju kebahagiaan, menuju kemudahan, menuju kesucian, menuju khusyuk, menuju Cinta Allah, menuju rindu Allah, agar mereka di terangi cahaya kerinduan Allah, di terangi cahaya kasih sayang Ilahi, di terangi cahaya pengampunan, di terangi cahaya keluhuran, di terangi cahaya kemudahan, semua itu terbit didalam kebangkitan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semua itu di kumpulkan Allah pada sosok Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُ خَلْقً

“sungguh Rasulullah saw Seindah indah manusia wahjahnya dan akhlaknya, akhlak yang terluhur mengungguli segenap akhlak” (Shahih Bukhari)

maka terangkatlah derajat para Aulia, wal Muqarabin (orang orang yg dekat dan dicintai Allah), wal Shiddiqin (orang orang yg jujur dan bersungguh sungguh dalam berbakti pada Allah), wa Syuhada wa Shalihin (orang orang yg shalih), menuju tangga-tangga keluhuran, tangga kemuliaaan, tangga kedekatan kehadirat Allah, tidak lain mereka capai kecuali mengikuti Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sampai mereka kederajat para Mahmubin.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad saw) jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammadvsaw), kalian akan sampai kepada cinta Allah, dan Allah ampuni dosa-dosa kalian dan Allah swt itu Maha Mengampuni dan berkasih sayang” (QS Al Imran 31 )

Cinta Allah berpijar pada gerak gerik dan tuntunan dan kalimat Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beruntunglah dan tiada yang lebih beruntung dari para pecinta Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ،

Allah Berfirman : “Sungguh mereka-mereka yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah…, lalu ia beristiqamah, maka turunlah untuk mereka para malaikat untuk menenangkan mereka, jangan kalian taku dan jangan pula risau, sungguh kabar gembira bagi kalian bahwa kalian akan masuk sorga yg telah dijanjikan pada kalian QS Al Fusshilat 30)”

Aku dan kalian, ayat ini ketika ditanyakan kepada Sayyidina Abu Bakar bin Siddiq Ra, dijelaskan didalam Tafsir Imam Ibn Katsir dan lainnya, ketika ditanya ayat ini kepada Sayyidina Abu Bakar bin Siddiq Ra, siapakah yang dikatakan

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ

berkata Sayyidina Abu Bakar bin Siddiq Ra : “semua muslimin Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak menyembah selain Allah, yang Tuhannya hanya Allah, mereka termasuk didalam kelompok mereka yang berkata bahwa Tuhan kami adalah Allah.”
Lalu mereka berusaha untuk beristiqamah, Istiqamah adalah ringkasnya menjalankan apa-apa yang diperintahkan Allah semampunya dan menjauhi larangan Allah semampunya dan mempertahankannya. Namun di jelaskan oleh para Muhaditsin, bahwa usaha menuju Istiqamah adalah sudah mencapai derajat Istiqamah dan orang yang mengulang-ulang ayat ini dalam hidupnya maka ia termasuk dalam kelompok ahlul Istiqamah.

Lalu kalimat selanjutnya pada ayat itu : Allah turunkan untuk mereka para Malaikat.. menjaga mereka di masjid- masjid, majelis ta’lim, majelis Dzikir dalam ibadah mereka, di dalam khusyuk mereka, di dalam do’a mereka, malaikat mengaminkan mereka, turun malaikat untuk mengerubuni para mu’minin hingga menjauhlah para setan dan para jin, dan tiadalah yang lebih di takuti oleh setan, para Jin, dan Iblis melebihi hati yang berdzikir. Ketika hati sedang ingat Allah, itulah yang paling ditakuti oleh Syaitan, itu yang paling di takuti oleh Jin yang jahat, itu yang paling di takuti oleh Iblis, jika hati sedang mengingat Allah, cahaya berpijar membakar dan membunuh mereka.

Oleh sebab itu hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, para Setan berusaha agar keturunan Adam menjauh dari Dzikir, menjauh dari menyebut nama Allah, menjauh dari mengingat Allah, hingga mereka bebas menggoda, tapi kalau sudah jiwa mulai berdzikir mengingat Allah mereka berpencar dan lari menjauh, itulah kelemahan Syetan dan Iblis, dan itulah kekuatan terkuat dari seluruh angkasa raya Jagat ini.

Kekuatan terbesar di langit dan Bumi untuk Makhluk adalah dzikrullah, jika mereka mengingat Allah disaat itu Allah bersama mereka, maka siapa lagi yang bisa mengalahkannya dari alam semesta ini jika Allah sedang bersamanya, tentunya bukan bersama dengan dzat Nya tetapi bersama dengan sayang dan cinta Nya, kalau seseorang sedang di lihat Allah dalam keadaan cinta, siapa pula yang bisa menyentuhnya, makhluk ghaib dan makhluk yang dhohir tidak satupun bisa berbuat apapun kecuali kehendak Dzat Nya.

Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Namun sebagian besar para mufatsirin menjelaskan makna kalimat itu adalah turunnya para malaikat itu turun sangat banyak saat mereka akan wafat, makin di penuhi dan di kunjungi para malaikat, untuk menenangkan mereka adalah firman Nya yg disampaikan malaikat malaikat pada mereka jangan kalian takut, jangan risau, kau akan wafat dalam keluhuran, kau akan wafat dalam kemuliaan, jangan takut keturunan keturunanku, jangan takut berpisah dengan keluargamu, mereka akan di jaga Allah
kabar gembira untukmu adalah Surga, demikian orang-orang yang akan wafat dari para Shalihin ditenangkan Allah sebelum berpindah kealam barzakh

نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

“Kamilah yang berjanji menjadi pemimpin kalian dan pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, (Allah yang selalu melindunginnya), dan bagi kalian kelak apa-apa yang kalian inginkan dan bagi kalian apa-apa yang telah dijanjikan” (QS AL Fushilat 31).

Sebagaimana Firman Allah, di dalam Surat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Allah itu adalah pengaman, pelindung dan pemelihara orang-orang yang beriman dilindungi” , dan di sayangi, dan di Rahmati, dan di ampuni, dan di muliakan oleh Allah, sampai ia wafatpun kasih sayang Allah terus melindungi mereka, pengampunan Allah akan sampai kepada mereka, Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, pengikut Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Pecinta Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, merekalah orang yang paling bercahaya kelak di yaummil qiyamah, merekalah orang yang paling beruntung di yaummil qiyamah, merekalah orang yang paling gembira di hari kiamat, orang tuanya mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

hadirin hadirat yang di muliakan Allah, bagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berakhlak yang mulia dan agung ini tentunya dengan kehendak Allah subhanahu wata’ala ,
Sungguh mereka yang berkata Tuhan kami adalah Allah…
Wahai Allah jadikan kami orang yang selalu menyebut Nama Mu Allahu Allah, Allah banggakan orang yang menyebut Nama Allah Allah, bahkan Allah selalu sampaikan pada Sang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ اللَّهُ اللَّهُ

demikian riwayat Shahih Muslim
Tidak akan datang hari Kiamat hingga tak ada lagi dimuka bumi yang menyebut nama Allah,,, Allah.. , bukan tahun 2012, bukan ramalan orang-orang yang tidak menyembah Allah, namun hari kiamat akan datang jika di Bumi tidak ada lagi yang menyebut Nama Allah, itulah tanda hari kiamat yang pasti datang, jika Bumi masih ramai dengan Dzikir Jalallah (dzikir jalalah adalah dzikir Yaa Allah Yaa Allah), oleh sebab itu para ulama dan para Mujadid Akhir zaman Makmurkan Dzikir Ya Allah Ya Allah, karna sudah akhir zaman semakin dekat maka semakin dekatlah akhir zaman namun akan semakin mundur dan memuai usia dunia ini, selama gemuru Nama Allah masih di gemuruhkan di muka bumi.

Bayangkan Kehancuran alam semesta, jagat raya yang demikian luas di hancur leburkan oleh Allah subhanahu wata’ala, dengan kehendak Nya, dengan Kewibawaan Nya, dengan Keagungan Nya, dengan kehendak dan Kekuatan Nya, masih Allah tahan hanya karena seorang menyebut nama Allahu Allah. Jiwa satu orang ummat Muhammad menyebut Nama Allah tertahan dari bencana Kiamat.

Hadirin hadirat, jangan dengarkan ramalan, ramalan mama ini, mama itu, 2012 planet beradu, ramaikan nama Allah Allah maka usia alam ini akan berlanjut, janji Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam…!!

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah dasyatnya jiwa yang berdzikir, satu jiwa yang berdzikir menahan musibah yang terbesar di alam semesta, apalagi musibah gunung meletus, musibah meteor, musibah banjir, kalau sudah jiwa mulai bangkit berdzikir sirna semua musibah, alam ini akan sirna dari musibah, namun semakin sedikit musibah yang terus mendesak dan banyak, maka Allah yang Maha Pengampun melihat hambanya terus berdosa tapi tidak mau istighfar dan bertaubat maka turunkan musibah, supaya terhapus dosanya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan di dalam riwayat yang Sighah (riwayat yg kuat) salah seorang ulama bermimpi melihat Allah akan menurunkan bala yang besar di kota Baghdad, karena di malam itu tercatat lebih dari 40 perzinahan terjadi dimalam itu di Kota Baghdad maka ia bangun dari tidurnya dan segera mengumpulkan murid-muridnya berdzikir ya Allah ya Allah ya Allah. Musibah tidak jadi turun, karena ia teringat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tsb, bahwa Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Hadits Qudsiy “ Hampir saja Ku turunkan bala pada suatu kaum karena dosa-dosannya, maka Aku lihat mereka meramaikan dzikir, maka kujauhkan dan kusingkirkan bala dan musibah dari mereka.

Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga kita termasuk orang yang selalu memperbanyak menyebut Nama Allah yang dengan itu hati kita pula terus memanggil nama Nya

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ،

Orang-orang yang menyebut Tuhan kami Adalah Allah lalu berusaha untuk mencapai Istiqamah maka diturunkan untuk mereka para malaikat-malaikat pelindung, agar mereka jangan risau di dunia dan di akhirat, di beri kabar gembira sebelum mereka wafat bahwa mereka akan masuk surga yang telah dijanjikan pada mereka”

نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

“Kamilah yang berjanji menjadi pemimpin kalian dan pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, (Allah yang selalu melindunginnya), dan bagi kalian kelak apa-apa yang kalian inginkan dan bagi kalian apa-apa yang telah dijanjikan” (QS AL Fushilat 31).

Akulah kata Allah yang akan melindungimu di dalam kehidupan dunia dan kehidupan di akhirat, dan di akhirat kelak apapun yang kalian kehendaki akan di beri oleh Allah, sebagian ulama berkata di dunia juga apapun yang mereka khendaki akan di beri oleh Allah tuk para Shalihin dan aulia Nya, karna Allah sudah berjanji di dalam Hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari
“Jika ia minta kepadaKu Ku beri permintaannya, Dan jika ia berlindung kepada Ku Aku lindungi”
menunjukan bahwa keinginan mereka sudah banyak sekali di qabul dan di jamin Oleh Allah, di Qabulkan di dunia, lebih lebih lagi di akhirat.

Kalau di zaman Nabiallah sulaiman As, salah seorang ummatnya bisa mendatangkan singgasana Ratu Balgis dalam sekejap di hadapan Raja Sulaiman sebelum ia mengedipkan matanya di dalam Firman Allah di surat Annaml pada ayat 38,39 dan 40, Bahwa Allah subhanahu wata’ala menceritakan kejadian itu
“maka berkatalah seorang yang luas ilmunya akan kitabullah, Aku akan datangkan kepadamu singgasana itu sebelum kau mengedipkan matamu wahai Sulaiman, Dalam sekejap singgasana itu muncul dari dalam bumi,
dari Yaman di bawa ke Palestina di Masjidil Aqsho, di dekat situlah istanah singgasana Nabi Sulaiman As dan dalam waktu sekejap mata sudah ada didepan matanya”

Kalau ummat Nabi Sulaiman sudah bisa begitu, lebih-lebih lagi Ummat Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan dengan kekuatan Jin tentunya, karna Allah Berfirman dalam ayat itu :

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ…..

Seseorang yang punya ilmu, pemahaman dari kitabullah subhanahu wata’ala, bukan Ilmu Kebathinan, bukan ilmu untuk memanggil kekuatan Jin, karna kekuatan Jin kalah dengan orang ini, karna sebelumnya Jin sudah berkata : Wahai Sulaiman, aku datangkan singgasana Ratu Balqis kehadapanmu sebelum kau berdiri dari kursimu,
maka berkata pula seorang yg berilmu dari kitabullah swt itu : “Wahai Sulaiman Aku mampu mendatangkannya sebelum Kau kedipkan matamu”
Dalam sekejap sudah sampai singgasana Ratu Balqis itu di pindahkan menuju kerajaan Nabi Sulaiman, bukan duduk di singgasana itu, ia datang dari Yaman perjalanannya bertamu untuk mnyerahkan diri, berkatalah Nabi Sulaiman (pada QS Annaml 38) berkata “Siapa yang bisa membawa singgasana Ratu Balgis sebelum mereka datang untuk menyerahkan diri padaku.
Sebab awalnya Salah seekor burung yang menjadi pengikut Nabi Sulaiman, Mencari-cari wilayah-wilayah yang menyembah selain Allah, menyembah berhala, membawa laporan, di Yaman ada kaya raya di pimpin seorang wanita yaitu Ratu Balqis, Ratu wanita itu kerajaannya luas dan besar, Nabi Sulaiman punya firasat bahwa di yaman mesti ditundukkan sebelum terbitnya Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kerajaan Ratu Balqis harus di tundukkan.

Maka berkatalah Nabi sulaiman, “kirimkan surat untuknya” inilah surat dari Sulaiman : Bismillahirrahmanirrahim, maka ia tunduk kepadaku,
maka Ratu Balqis didalam surat Annaml menjelaskan kepada para pengikutnya Allah menceritakan, Ratu Balgis berkata “jangan kita perang dengan kerajaaan ini, biasannya kalau perang kerajaan satu dari kerajaan lainnya, pasti yang kalah akan dihinakan dan yang mulia akan dijadikan orang-orang yang terhina harta akan dirampas sudah, ya sudah lebih baik kita kirimi hadiah saja kepada Raja sulaiman As”, Raja Sulaiman yaitu Nabi Sulaiman As bin Nabiallah Daud As.

Maka Nabi sulaiman menerima hadiah, Nabi sulaiman berkata “kamu membawakan hadiah ini, kalian kira kami gembira dengan hadiah ini, hadiah ini tiada berarti bagiku” kembali katakana kepadanya,” jika ia tidak menyerahkan kerajaan Yaman maka aku akan datang dengan pasukan yang mereka tidak mampu menolaknya” dengan pasukan dasyat, pasukan manusia, Jin, hewan, angin dan seluruh kekuatan Allah yang di berikan kepada Nabi Sulaiman As, dengan tentara yang belum pernah mereka lihat, maka Nabi Sulaiman berkata “Ayo coba siapa yang bisa datangkan singgasana Ratu Balqis kesini sebelum dia sampai disini”, singasananya didatangkan dalam sekejap mata, tidak lama Ratu Balqis datang, maka berkata Nabi Sulaiman, “inikah singgasanamu ?” tampaknya iya betul ini singgasanaku kata Ratu Balqis, “ini Singasanamu, sudah kubawa duluan kesini karna kau akan tinggal disini” kata Nabi Sulaiman tidak balik lagi kenegrimu Yaman sana, tinggal disini.
Maka Ratu Balqis memasuki istanah Sulaiman, ia menyingkapkan pakaiannya sedikit karna melihat dia harus berjalan diatas air, Maka Nabiallah berkata bahwa itu adalah Marmer yang bening, yang belum pernah dilihat dimasa itu, dipikir air, makanya ia menyingkapkan pakaiannya sebetis sedikit, dikira akan menceburkan kakinya di air padahal itu adalah marmer yang sangat indah, sangat bening bagaikan air Maka ia berkata, Aku beriman kepada Tuhannya Sulaiman, maka Sulaiman aku beriman kepada Allah bersama Nabi Sulaiman As. (Rujuk QS Annaml 20 s/d 44)

Hadirin Hadirat, Demikianlah rahasia kemuliaan dari zaman kezaman, bagi mereka yang mengatakan Rabbunallah, tunduk semua kekuatan, tunduk semua kekuasaan, tunduk semua kemuliaaan dibawah keagungan Nama Allah, Lantas mereka beristiqamah turun para Malaikat membantu mereka dalam kesibukannya, Kamilah yang melindungi dan menjaga kalian di dunia dan di akhirah dan bagi kalian apa yang kalian inginkan dan apa yang dijanjikan bagi kalian, Itukah hati yang agung dari Sang Maha Pengampun, Maha Berkasih sayang,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Adakah orang yang lebih indah ucapannya selain orang yang mengajak untuk dekat kepada Allah?Dan mengajak orang-orang untuk beramal Saleh dan Dia mengatakan Sungguh aku adalah Muslimin (QS Al Fusshilat 34) Ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat ajaklah orang agar dekat kepada Allah dengan ucapan, dengan sms, dengan surat, dengan email, dengan telpon, teruslah ajak mereka untuk temuliakan dengan ibadah, terjauhkan dari maksiat dan kemungkaran, karna dengan itu kau termasuk kedalam orang yang difirmankan Allah, bahwa tiada yang lebih mulia dari mereka.
Siapakah? Adakah ucapan yang lebih indah dari orang yang mengajak kepada Allah, untuk dekat kepada Allah dan beramal saleh.

Namun caranya diajari oleh Allah :

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Tidak sama pahala dengan dosa, balaslah kejahatan dengan yang lebih baik, jika ada yang diantaramu dengannya permusuhan maka jadilah seakan ia teman akrab bagimu” (QS AL Fusshilat 35)

dosa adalah kegelapan, pahala adalah keluhuran, tidak sama, Namun orang-orang yang baik diantara kalian kata Allah, orang yang beriman para penyeru di jalan Allah jangan balas kejahatan dengan kejahatan, Dan Orang-orang yang membuat permusuhan antara kau dengan mereka Seakan-akan dia itu adalah sahabat yang akrab bukan musuh.

Hadirin hadirat demikian indahnya para penyeru di jalan Allah, para ahlul Istiqamah, budi pekerti mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan kecuali untuk membela diri, dan mereka memperlakukan musuhnya seakan-akan teman akrabnya, demikian di jelaskan kepada para mufasirin
seakan-akan musuhnya itu dianggap teman akrabnya, diperlakukan seperti teman akrabnya, mampukah kau sampai ke hal ini, Semoga Allah menyampaikan kita kepada orang-orang yang mempunyai hakikat jelas dalam menyebut Nama Allah.

Sampailah kita kepada Sabda Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, disaat Rasul datang dalam keadaan gundah, diajak bicara tidak menjawab oleh Sayyidina Umar bin Khatab diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, hari pertama, hari kedua, hari ketiga maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“semalam telah terbit, bagiku turun ayat yang membuat aku sangat gembira, membuatku lebih gembira dari pada terbitnya matahari”
Maksudnya apa? Para ulama diantaranya Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari dan lainnya mensyarahkan makna hadits ini, bahwa :
seakan-akan tiada ayat yang lebih membuat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam gembira dari ayat ini, sangat membuat Rasul gembira sehingga beliau berkata “aku lebih gembiradengan turunnya ayat ini dari terbitnya matahari” padahal terbitnya matahari itu maksudnya diumpamakan di dalam fathul baari sebagai terbitnya segala kebaikan, tapi Rasul lebih senang pada ayat ini lebih dari pada terbitnya matahari,

apa ayat itu :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ، وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا

“Sungguh kami berikan bagimu kesuksesan, “Fatha” itu bisa jadi kemenangan, bisa jadi kebahagiaan, bisa jadi keberhasilan, tapi bisa kita ungkap dengan satu kalimat ringkas kesuksesan dalam perjuangan.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

“Kami berikan bagimu kesuksesan demi kesuksesan yang Agung”

maksudnya apa? Kesuksesan Rasul tidak untuk beliau sendiri, kalau kesuksesan yang bukan kesuksesan yang مُبِينًا yang agung yang mulia, Nabi terdahulu juga sukses dakwahnya banyak orang-orang yang dari ummatnya, ada yang luhur, ada yang mengikuti. Demikian para Nabi demikian Nabi terdahulu, namun Sang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setelah wafatnya sukses semakin luas, ummatnya semakin banyak bukan semakin habis, inilah kesuksesan فَتْحًا مُبِينًا karna diteruskan kesuksesan rahasia kesuksesan itu, rahasia kemenangan itu, rahasia keberhasilan itu, sukses dengan bekesinambungan, kepada para pejuang yang membela dan ingin menyebarkan tuntunan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bagi mereka kesuksesan kata Allah, asal jalannya benar, kalau ada salah maka di patahkan oleh Allah subhanahu wata’ala, kalau jalannya benar maka dia diberi kemuliaan kepada Allah فَتْحًا مُبِينًا belahan dari kesuksesan yang Allah berikan kepada Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ

Al Imam ibn Katsir di dalam Tafsirnya menafsirkan makna ayat ini, banyak penafsirannya, diantaranya adalah juga Imam Qurtubi punya penafsiran, Imam Thobari punya penafsiran yang sedang saya nukil adalah penafsiran dari Imam Ibn Katsir juga penafsiran Imam Qadhi iyadh didalam kitabnya Asy Syifaa bahwa yang makna ini :
“Agar Allah ampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang”
yang dimaksud bukan dosa-dosa Nabi yang terdahulu dan yang akan datang, kalau yang dimaksud adalah dosa-dosa Nabi, semua Nabi tidak berbuat dosa, dan untuk apa Allah sebutkan dalam ayat dosa yang lalu dan dosa yang akan datang, Nabi sudah Istighfar setiap hari 100 kali bertaubat kepada Allah, Jadi yang dimaksud yang lalu-lau adalah dosa ayah bunda beliau sampai Nabiallah Adam dan sayyidatuna Hawa As, mereka mendapat pengampunan dengan turunnya ayat ini, pupus semua seluruh dosa-dosa ayah bunda Nabi dan nenek moyangnya dan sampai Nabiallah Adam as dan juga dosa-dosamu yang akan datang, sebagian pendapat mengatakan pengampunan berlaku untuk seluruh keturunan Rasul hingga akhir zaman, pendapat lain mengatakan untuk para pencinta Rasul sampai akhir zaman, pendapat lain mengatakan untuk seluruh ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir zaman.

Pengampunan sudah di beri oleh Allah, sudah ada pengampunan, yang ada tinggal barangkali pembebasan dan pengikisan dosa dan pengangkatan drajat , bisa merupakan musibah di dunia, bisa berupa siksa kubur, bisa berupa siksa Neraka, tapi pengampunan sudah di jaminkan untuk oaran-orang muslimin Ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam selama ia wafat tidak didalam kekufuran, tidak menyekutukan Allah subhanahu wata’ala.

Maka Rasul sangat gembira, Pengampunan turun dari mulai Nabiallah Adam as sampai Ummatnya akhir zaman

لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ

Dan Allah sempurnakan kenikmatannya untukmu, apa kenikmatan yang Allah berikan untuk Sang Nabi, kenikmatan yang Allah berikan untuk Sang Nabi adalah kebahagiaan ummatnya, terangkatnya derajat ummatnya, di beri Cinta dan kasih sayang untuk ummatnya di dunia dan di akhirat, itulah sempurnanya kenikmatan Sang Nabi.

Nabi butuh kenikmatan apa? tiga hari tidak makanpun beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersyukur kepada Allah, lalu kenikmatan apa yang membuat Allah katakan :

وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ

“Ku beri kesempurnaan atas kenikmatan untukmu”

وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

“Memberimu petunjuk kepada jalan yang lurus”

untuk beliau dan pada para pecinta beliau selanjutnya, kenikmatan dengan berlimpah dan jalan kebenaran akan di tunjukan dan di tegakan.

وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا

Demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu para Salafushaleh menjadikan ayat ini selalu di ulang-ulang dalam pembacaan rawi Maulidin Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karna ayat ini mengandung rahasia kegembiraan Sang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, paling gembira dengan turunnya ayat ini dari semua ayat yang lainnya, maka ayat ini di baca surat Al Fath ayat 1-3, kita kalau melihat didalam maulid itu ayat ini dibaca lalu ayat ke dua, ayat yang paling menggembirakan kita, dua ayat terakhir pada surat Attaubah, apa ?

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

lalu yang terakhir pada surat Al Ahzab:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Tiga ayat :
pertama ayat yang paling menggembirakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ayat yang membuka kemenangan, keberkahan, dan pengampunan bagi Ummat.
Yang kedua adalah dua ayat terakhir pada surat Attaubah, yaitu ayat yang paling mengembirakan kita Ummat beliau, dengan datangnya Nabi yang dikenalkan Allah sangat perduli dengan musibah dan kesusahan kita. Dan memberikan pengamanan dari Allah swt, bagi orang yang mendapatkan musuh-musuh yang tidak mau taat, yang tidak mau tunduk, yang menyakiti mereka,
Maka Allah subhanahu wata’ala yang akan melindunginya, lalu ayat selanjutnya adalah menuntun kita menuju kedekatan kita kepada Allah dan Rasul dengan bershalawat kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Tiga surat di padu, awal Surat Al Fath, akhir surat Barakah yaitu surat At taubah lantas yang ketiga adalah Surat Al Ahzab, dari tiga surat ini di padu sudah cukup tumpah ruah keluhuran untuk kita, belum lagi kalau di teruskan kesananya baru syair syairnya.

Terus Zaman sekarang di baca itu di protes, Masya Allah.
pertama kali yang protes itu setan sebenarnya memperbanyak membaca ayat ini di bilang Bid’ah, Subhanallah, Kita mau turun kepada kita keberkahan, pengampunan, kita baca kita mendapat keberkahannya, kita dapat pula kemuliaan lagi dengan ayat di tambah, لَقَدْ جَاءَ كُمْ رَ سُو لٌ dapat kemuliaan dengan ayat berita soal kedatangan Rasul saw, namun mereka sebagian tidak mau, dan di bilang bid’ah.

Hadirin Hadirat membaca Al Qur’an di bilang Bid’ah, maulidinabi di awali dengan Al qur’an, dan isinya penuh dengan sejarah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maulid Dhiya’ulami dari awal hingga akhirnya penuh dengan perhitungan-perhitungan yang jelas dari sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lihat yang pertama:

يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد حَبِيبِكَ الشَّافِعِ الْمُشَفَّع

hitung berapa bait itu 12 Bait (tanggal 12 kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam),

lalu selanjutnya apa?:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا

itu digabung dari tiga surat, Surat Al Fath, Surat At taubah, Surat Al Ahzab menandakan lahirnya Rasul bulan tiga yaitu Rabi’ul awal,

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
hitung baitnya berapa? jumlahnya sampai 63, tanda usia Rasul 63 tahun, itu semua penuh dengan rahasia kemuliaan sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berapa jumlah peperangan beliau saw, berapa banyak jumlah Ahlul Badr, dan demikian indahnya tuntunan dari guru Mulia kita Al Musnid Al Alamah Al Habib Umar bin Hafidz di dalam kitabnya Dhiya’ulami, yang merupakan salah satu maulid yang selalu kita baca setiap malam selasa ini.

Hadirin Hadirat yang dimulikana Allah,
Hujan rahasia keluhuran-keluhuran, yang merupakan penuntun kepada keindahan, kepada keindahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi kita.

Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita untuk hidup yang sederhana, banyak yang menanyakan kepada saya Habib bagaimana kalau akad nikah dengan bermewah mewahan boleh atau tidak?
Hal itu hal yang tidah dilarang Hadirat dalam syari’ah, tetapi jika ingin Sunnah
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di dalam Shahih Bukhari : “Nikahlah walau hanya dengan mahar dari cincin besi”
Cincin besi di jalan bisa di cari, dengan seperti itupun pernikahan sudah Sah, nikahlah jangan sampai tertahan pernikahanmu hanya karna harta, demikian himbauan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena kebahagiaan itu milik Allah.

Diriwayatkan didalam shahih Bukhari, Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “wahai Rasulullah aku hadiahkan diriku untukmu”, maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam diam, datang seorang sahabat, “ya Rasulullah, nikahkan aku dengannya” Rasulullah diam, “kau punya apa? Kau punya harta ?” tidak ya Rasulullah, tidak punya harta, “walau cincin dari besi..??” tidak punya ya Rasul, “punya baju?” punya Cuma ini yang kupakai, kalau kujadikan mahar maka aku tidak pakai baju, maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam diam, dilihat pada wanita itu “kau mau menikah dengannya?” wanita itu berkata, “aku sudah hadiahkan diriku padamu ya Rasulullah, terserah engkau mau taruh aku di laut boleh, mau melemparkan aku kemana, aku taat. Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata melihat ke pria ini “kau mempunya hafalan alqur’an?” punya ya Rasulullah, “kunikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar kau harus ajari dia Al Qur’an, hafalannya beberapa ayat”
menikahlah mereka, Allah melimpahkan keberkahan bagi pernikahan itu hingga di kemudian hari mereka di limpahi harta, kekayaan dan keturunan salihin dan salehat, dari situ para ulama mengambil qiyas, daripada Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam,
Semulia-mulia dan seberkah-berkahnya mahar akad nikah adalah yang paling kecil jumlahnya, berbeda dengan hadiahan, hadiahan mau di hadiahi rumah, mobil, terserah, boleh boleh saja, tapi ini bicara jumlah mahar, kalau mahar semakin rendah jumlahnya, semakin berkah.

Namun para ulama kita, di Hadramaut para salafushaleh tentunya guru-guru kita, sudah memberikan satu kadar Tawasuth (tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi) yaitu 5 ogi perak, dengan timbangan resmi wilayah Tarim, itu kalau di rupiahkan kira-kira 50 ribu. Sebagian besar di Negara kita, sebagian besar yang menikahkan mereka rata-rata maharnya 50 ribu, itu adalah yang diambil keputusan oleh para ulama kita. (namun bukan mesti sedemikian itu jumlahnya)

Hadirin hadirat,
Semakin sulit keadaan kita semakin mudah islam menuntun kita, semakin kita berada di dalam kesusahan semakin islam mempermudah keadaan kita, itu didalam masalah Nikah, dan lagi masalah lain orang yang sedang sakit dan orang yang sedang tidak menemukan air, Tanya kepada Rasul “ya Rasulullah kami Qodho shalatnya atau gimana?” Rasul berkata “Tetap Shalat” Tidak ketemu air atau sakit tidak bisa disentuh air, cukup engkau seperti ini lalu dia mengumpulkan kedua telapak tangannya kebumi, mengusapkannya ke wajah, lalu mengumpulakannya lagi mengusapkan ketangan kanan dan tangan kirinya, selesai.
Anggota Tayamum itu ada berapa ? dua, Wajah dan tangan sampai siku, jangan salah.
jadi anggota wudhu tentunya bukan hanya wajah dan tangan tapi kalau tayamum, jangan kaki di Tayamumin juga tidak ada rukunnya, rukunnya hanya dua saja, yaitu wajah dan kedua telapak tangan. kapan niatnya? saat mengusapkan tanah kewajah kita,
kenapa ? Allah tidak mengajari kemudahan, Rasul juga tidak mau kita berlumur tanah, maka setelah di kumpulkan ketanah maka tangan itu sunnah untuk diadukan satu sama supaya butiran-butiran besarnya jatuh, tinggal debu-debu kecilnya saja, itu yang di usapkan ke wajah sambil niat tayamum, sunnah menghadap kiblat, dan jangan Tayamum didalam Masjid, tidak sah tembok dalam masjid karna tanah wakaf, tanah wakaf tidak boleh untuk di pakai tayamum.

Demikian Hadirin hadirat, Kita lihat betapa Sulitnya keadaan kita, semakin Mudah Syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya bersabda : Demikian Riwayat Shahih Bukhari, “Berilah kabar gembira, dan permudahlah orang-orang janganlah dipersulit didalam syari’ah ini, maka jangan kalian buat mereka makin menjauh, dekatkanlah dekatkanlah”

Hadrin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian Indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kedatangan kita ketempat ini, sudah berbuat Insya Allah kaki kita di haramkan dari api Neraka,
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Allah berfirman : Allah telah haramkan kedua kaki yg berdebu untuk dibakar api Neraka jika melangka dijalan Allah subhanahu wata’ala.
Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini, yang dimaksud Fisabilillah itu bukan hanya di jalan peperangan, karna Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda itu adalah saat beliau keluar menuju Shalat Jum’ah, maka menunjukan semua jalan menuju tempat ibadah, apakah Masjid, Majelis Ta’lim, Majelis Dzikir, masuk kedalam Hadits itu.

Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah subhanahu wata’ala mengharamkan api Neraka untuk kita, seraya berfirman dalam akhir surat Alfajr :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

“Wahai yang mempunya jiwa yang tenang, kembalilah kepada Pemilikmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah dalam kelompok para pengabdi Ku, dan masuklah sorga Ku”

Siapa jiwa yang tenang? Jiwa yang sering berdzikir kepada Allah, Menunjukan jiwa yang tenang itu adalah jiwa yang banyak berdzikir kepada Allah, Kembalilah, kembalilah kepada Allah dan tinggalkanlah kehinaan menuju keluhuran dalam keadaan Rido dan kau akan di redoi oleh Allah, jangan mau mengabdi kepada Tuhan selainKu, masuk kedalam kelompok orang yang beribadah kepadaKu, dan masuklah kedalam Surgaku, orang-orang yang berjuang untuk mencapai itu, maka sebelum ia wafat ia sudah mendapatkan kabar itu.

Diriwayatkan bahwa Sayyidina Abdullah bin Abbas Ra, ketika ia wafat terdengar suara dari dalam kuburnya, suara ayat itu tanpa wujud, Para Mufassirin (Ahli Tafsir) menjelaskan ayat ini, turun kepada para salihin untuk memberi kabar kepada mereka, hajad-hajad mereka,

Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
semoga tidak satupun dari kita ketika wafat kecuali sebelumnya kita dengar ayat ini,
Semua kita yang hadir, semoga nanti waktunya kalau akan wafat, sudah mendengar seruan ini lebih dahulu sebelum ia menghembuskan nafas yang terakhir, Amin Amin ya Rabbal’alamin, maka ia akan disambut oleh Allah dengan hangat dan Indah.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Penyampaian saya yang terakhir adalah, Allah subhanahu wata’ala memberikan anugrah kepada kita guru, guru adalah panutan yang layak kita panut dan kita muliakan, guru adalah ayah Ruh, sedangkan ayah kita adalah ayah Jasad, guru adalah pewaris para Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, selama guru itu berjalan di jalan yang benar dan dia memanut gurunya, jadi banyak pertanyaan kepada saya tentang bagaimana caranya menjadi guru yang baik.

Hadirn hadirat, guru yang baik itu adalah guru yang berusaha mengamalkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan banyak para murid yang tidak mengerti, perbuatan gurunya itu sebenarnya perbuatan sunnah Rasul yang tidak di ketahui karna ia tidak tau, maka itu dia bertanya pada gurunya “guru setau saya di hadits begini, kenapa guru begini?” oh begini ada Hadits lain, ini kenapa saya memilih ini” hal seperti itu penting, dan ikuti guru yang mengikuti gurunya, kalau sudah guru tidak mengikuti gurunya, maka hati-hati guru ini dapat guru dari mana? sedangkan gurunya dapat dari yang lain, siapa guru yang lain.

Hadirin hadirat yang dimulikan Allah,
Jangan-jangan gurunya Syaitan, diliat gurunya mengikuti gurunya, berarti dia bisa belajar kepada guru dari gurunya, gurunya siapalagi diatasnya lagi, oh Imam anu, Syekh anu, dari anu, besar sanat gurumu 3 saja cukup apalagi Sanatnya sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. sekarang banyak guru yang mengaku “saya bersambung kepada Rasulullah, tapi mengikuti gurunya tidak? Kalau dia tidak mengikuti gurunya maka tentunya kita juga berfikir, walaupun kau punya seribu sanat, kalau tidak mengikuti gurunya berarti siapa, sanatnya kemana.

Hadirin hadirat yang dimulikan Allah,
Hati-hati mengikuti guru, kalian itu kalau berguru itu seakan-akan sedang makanan untuk ruh kalian itu, kitakan kalau makan kita lihat apa yang kita makan, apakan makanan itu halal atau haram, apakah yang kita makanan ini racun apakan makanan yang bermanfaat, kalau jasad saja begitu, lebih-lebih ruh, di dalam mencari guru yang benar, guru yang baik mengikuti ahlusunah waljamaah, yang memang tidak berbeda dengan guru yang lain sama tuntunannya, baik orangnya yang mengamalkan amalan-amalan sunnah, dan walaupun tidak sempurna, tiada manusia yang sempurna, dia mengikuti gurunya, mencintai gurunya, di cintai gurunya, demikian gurunya juga orang mulia, gurunya lagi juga berguru pada gurunya.

Demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita Insya Allah sanat kita bersambung kepada Guru Mulia al Musnid Al alamah Al Habib Umar bin Hafidz, beliau ini tentunya sama sanatnya denagn para imam-imam besar, di Jakarta maupun di seluruh Indonesia, dari para Habaib, dan para Ulama, dan Para Khiyai, sanatnya bersambung kepada Syekh Tabbani, Al Habib Ali bin Muhammad Abdurrahman Al Habsyi kwitang, kepada Habib Salim bin Jindan, kepada Habib syekh Ali allatos, kepada Habib Umar bin Hud, Habib Salim alathos, pada Salafushalihin, banyak para-para ulama dan khiyai, yang sanatnya satu persatu bersambung dan bersambung kembali kepada satu sanat hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat, mengikuti gurunya itu sangat mulia, maka kita makmurkan acara kita, walau Cuma kebagian 1 acara saja yaitu 17 Juni, kita berbakti kepada Guru kita, guru mulia kita untuk meramaikannya, dengan mengajak teman-teman kalian, ikut kebetulan bisanya cuma ikut pada guru mulia dalam 1 acara, ingat Nabiallah Musa As, yang Allah subhanahu wata’ala beri teguran, Nabi Musa berkata “adakah yang lebih alim dari engkau?” tidak ada “aku orang yang paling alima” Maka Allah menurunkan Jibril “ada orang yang lebih alim dari engkau wahai Musa” siapa tunjukan “ Khidir As” “dimana bisa kutemukan?” di pecahan antara dua laut, Maka Nabi Musa pun mencarinya, di dalam surat Al Kahfi, jumpa dengan Nabiallah Khidir, bagaimana adab seorang Rasul, Nabi Musa lebih tinggi derajatnya dari Nabi Khidir dihadapan Allah, karna Nabi Musa adalah Rasul, Nabi Khidir adalah Nabi, Nabi Musa lebih tinggi derajatnya namun karna ingin belajar ia berkata,
“bolehkah aku ikut engkau untuk mendapatkan ilmu yang telah Allah berikan padamu”,

ini ucapan seorang Rasulullah As, Nabi Khidir yang padahal derajatnya di bawahnya, di dalam kedekatan kepada Allah, namun Nabi Khidir mempunya ilmu-ilmu yang tidak di ketahui Nabi Musa, Nabi Musa ingin belajar
“bolehkah aku ikut denganmu tuk belajar ilmu-ilmu yang Allah berikan kepadamu”,

Maka Nabi Khidir as berkata : kau tidak akan bisa sampai ikut aku, kenapa karna beda jalannya, Nabiallah Khidir di jalan Makrifah, Nabiallah Musa dengan jalan syari’ah sebagai Rasul As, Namun kita lihat adab seorang Rasul, bahkan seorang Nabi ingin belajar kepada yang dibawah derajatnya.

Demikian pula adab Al Imam Fakhrul wujud Abu Bakar Bin Salim alaihi rahmatullah, ketika dikatakan oleh gurunya bahwa “siapa itu Fakhrul wujud?, fakhrul wujud Abu bakar bin salim tidak menyamai seujung kukuku ini..!!, seperti ujung kukuku..!!” ini kata gurunya, maka sampai kabar kepada al Imam Fakhrul wujud Abu Bakar bin Salim, Abu Bakar bin Salim sujud sukur, lalau dia berkata, ditanya oleh murid muridnya : “koq sujud syukur Kau di hina oleh gurumu?, dikatakan kau seujung kukunya” dia berkata “aku bersyukur pada Allah sujud, aku sudah seujung kuku guruku, itu kemuliaan besar bagiku” demikian adab dari Imam Fakhrul Wujud Abu Bakar Bin Salim alaihi Rahmatullah kepada gurunya, sehingga dia memuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala, melebihi gurunya hingga Allah memuliakan dia hingga dia melebihi gurunya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian indahnya, Juga Imam Ahmad bin Hambal alaihi Rahmatullah berkata 30 tahun aku mendo’a guruku itu, yaitu Al Imam Syafi’i, tiap malam selama 30 tahun mendoakan guruku, sehingga ia akhirnya sampai kepada kelompok Huffadhudduniya (orang-orang yang paling banyak hafalan haditsnya), di seluruh dunia ini diantaranya Imam Ahmad bin Hambal alaihi Rahmatullah, hadirin hadirat banyak contoh akan hal ini, banyak kemuliaan akan hal ini.

Kita semua masing-masing mempunya guru, masing-masing memilih guru, di wilayah-wilayah kalian, namun hati-hati memilih guru, siapa gurunya apakah ia mengikuti gurunya, apakah gurunya Cuma Google atau yahoo.com hati-hati pada guru-guru yang seperti itu, akhirnya semuanya Bid’ah, semuanya syirik dan lain sebagainya, padahal Cuma nukil-nukil saja di internet, guru yang seperti itu tidak usah dijadikan guru, dijadikan teman saja, boleh nasehati dengan baik.

Demikian Hadirin hadirat yang dimulikan Allah,
Kita Mohon Rahmatnya Allah subhanahu wata’ala dengan keberkahan, agar Allah subhanahu wata’ala melimpahkan Rahmatnya kepada kita, Wahai Rabbiy kalau seandainya kami terlalu banyak berbuat dosa dan tidak pantas mendapatkan kasih sayang Mu, maka sungguh itu dari segi kami, namun dari segi Engkau, Engkau telah berfirman :

“Rahmat Ku sampai kepada segala sesuatu”
Kami adalah bagian dari sesuatu, maka kami telah Kau janjikan mendapatkan Rahmat Mu,

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا …

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Seluruh hajad, seluruh dosa, seluruh musibah, seluruh kesulitan, seluruh permasalahan, kami benamkan kepada keAgungan samudra Nama Mu

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Seluruh takdir dan kejadian, berawal dan berakhir dari Nama Mu,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Matahari kebahagiaan yang abadi, matahari kelembutan yang tiada pernah sirna, matahari kasih sayang yang tiada pernah padam, matahari pelimpah anugrah yang tiada berhenti,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Kami minta dekat kepada Mu, kami minta di cintai oleh Mu, kami minta di sayangi oleh Mu,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Kami minta kedekatan kepada Mu, kami minta kelembutan Mu, kami minta kasih sayang Mu, kami minta Cinta Mu

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Adakah diantara kalian yang pernah meminta cinta Nya ? Adakah di antara kalian yang meminta kelembutan Nya ? adakah pernah kau berdo’a minta dekat kepada Nya ? maka malam ini mohonlah

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله…
ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم .. ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …
لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

Hadirin hadirat saya mohon maaf, waktunya saya berpanjang bicara karna dari tadi nahan sakit tidak bisa berdiri, tidak berenti bicaranya karna tidak berhenti sakitnya tidak berenti jadi bicaranya tidak berenti, Alhamdulillah dengan do’a kalian selesai juga, Insya Allah dengan keberkahan majelis ini semua penyakit kita di beri kesembuhan, Amin Allahumma Amin. kita teruskan dengan Qasidah, memohon pada Allah subhanahu wata’ala, bertawasul kepada Ahlul Badr, agar di singkirkan dari segala musibah, dan di jauhkan dari segala kemungkaran bagi kita dan wilayah kita dan seluruh wilayah barat dan timur.

Tidak lupa pula kita ucapakan trimakasih kepada aparat keamanan, dari pihak Polsek, Polres dan Polda metro yang ikut mengamankan acara ini, semoga menjadi Rahmat dan keberkahan, juga panitia Masjid yang turut membantu dan mendukung penuh seluruh acara mulia ini, semoga dalam Rahmat dan Keberkahan, Dan juga para pewakaf Masjid ini, semoga mendapatkan kemuliaaan dari Allah subhanahu wata’ala, dan kepada para tetangga sekitar semoga di beri keberkahan dan kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Demikian Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, malam minggu yang akan datang, malam sabtu, malam-malam lainya, terus saya menyarankan agar kalian memakai helm, agar menjadi contoh dan menjadi idola, bagi majelis-majelis lainnya, agar kita di panut oleh majelis lain, sudah majelis paling besar berantakan kelihatan sekali, kalau sedikit kan tidak kelihatan, kalau besar, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu banyak yang berkeliaran kelihatan.

Hadirin hadirat, Jaga kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, jaga kehormatan Majelis kita yang namanya sangat Agung, sangat banyak di Komplane dari para Ulama, Namanya keberatan katanya, kalau saya bilang Majelis Ta’lim kalau keberatan Nama trus pakai nama yang jelek apa?, salahkah kita menamainya dengan Nama yang bagus, Hadirin hadirat kita lanjutkan dengan kalimat talqin oleh Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, tafaddhal masykuraa.

8 Juli 2012

Inilah 7 Nama Kota Makkah dalam Alquran

oleh alifbraja

Inilah 7 Nama Kota Makkah dalam Alquran

Inilah 7 Nama Kota Makkah dalam Alquran

Ka’bah di Masjidil Haram Makkah, kiblat umat Islam.

Sebagaimana tercantum dalam Alquran, Makkah Al-Mukarramah mempunyai nama lain.
Dari sejumlah nama ini, Alquran menyebut tujuh di antaranya, yaitu:

1. Makkah, sebagaimana tersurat dalam firman Allah Swt, “Dan Dia­lah yang mencegah tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan mencegah tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah. setelah Allah memenangkan kamu atas mereka.” (Al-Fath [48]: 24).

2. Bakkah, sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT, “Sesung­guhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (Ali Imran [3]: 96).

3. Umm Al-Qura, sebagaimana tersurat dalam firman Allah Swt, “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (Al-An‘am [6]: 92).

4. Al-balad, sebagaimana tersurat dalam firman Allah Swt, “Aku bersumpah dengan negeri ini (al-balad. Makkah) dan engkau (Muhammad) bertempat di negeri ini (al-balad. Makkah).” (Al-Balad [90]: 1-2).

5. Al-baldah, sebagaimana tersurat dalam firman Allah Swt, “Aku (Mu­hammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (al-bal- dah, Makkah) yang telah Dia sucikan.” (Al-Naml [27]: 91).

6. Al-balad Al-amin, sebagaimana tersurat dalam firman Allah, “Demi buah Tin dan huah Zaytun, demi gunung Sinai, dan demi negeri yang aman ini (al-balad al-amin, Makkah).” (Al-Tin [95]: 1-3).

7. Al-balad Al Aminin, sebagaimana tersurat dalam firman Allah Swt, “Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri (Makkah) ini negeri yang aman (al-balad al-Amin).” (Al-Baqarah [2]: 126).

27 Juni 2012

Nama Muhammad Saw disebutkan dalam Al-Qur’an

oleh alifbraja

Nama Muhammad Saw disebutkan dalam Al-Qur’an dengan dua jenis sebutan  yaitu Muhammad dan Ahmad . Sebutan Nabi dengan nama Muhammad terulang  4 kali, sedangkan Ahmad hanya disebutkan satu kali .

Kalau mengamati nama Nabi Saw, maka sebenarnya akar katanys  terambil dari kata حَمَّدَ.kata itu disusun dengan 4 huruf yaitu, kha, mim(sukun), mim (fathah)dan dal .ketika menghitung nama Nabi dengan Muhammad Saw terulang sampai 4 kali sungguh ini berarti tepat dengan jumlah huruf dari akar katanya. Tapi walaupun seperti itu Nabi juga disebutkan dalam Al-Qur’an dengan nama Ahmad dan itu terulang hanya satu kali. Tepatnya 4 di tambah 1 jumlahnya 5 itu juga berarti sesuai dengan jumlah huruf nama beliau ketika ditulis dengan bahasa Arab yakni محمد , mim (dommah), kha (fathah), mim (sukun), mim(fathah) dan dal (sukun).

Nama Muhammad dalam Al-Qur’an dapat kita temui dalam 4 ayat sebagai berikut

  1. Q.s. Ali imron ayat 144,
  2. Q.S. Al-Ahzab ayat 40
  3. Q.S. Muhammad ayat 2
  4. Q.S. Al-Fath ayat 29

Dan nama sebutan Ahmad untuk Nabi Saw dapat di baca dalam surat As-Shaf ayat 6  yang artinya :  dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).”

Baik kata Ahmad atau Muhammad sebenarnya artinya sama yaitu yang dipuji atau terpuji. Terpujinya Rasulullah Saw dalam Al-Qur’an sangat kentara di saat kita melihat ayat-ayat yang mencantumkan panggilan Allah Swt kepada para Nabi-Nya.

Bisa di lihat dalam Surat Al-Baqarah ayat 35 ketika Allah Swt memanggil Nabi Adam AS : “ dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim.” Bisa juga di lihat dalam dalam Surat Hud ayat 76 ketika Allah Swt memanggil Nabi Ibrahim As bapak para Nabi : “ Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, Sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan Sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak”. Kita bisa melihat bagaimana Allah Swt memanggil Nabi Musa As yang ada dalam Surat Al-Baqarah ayat 55 : “ dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum Kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya“. Apabila  masih penasaran coba buka lagi surat Ali Imron ayat 55 yang menerangkan bagaimana Allah Swt memanggil nama Nabi Isa : “(ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. Persis semua nama nabi yang tersebut dalam ayat-ayat di ketika di panggil langsung namanya.

Bagaimana ketika Allah Swt memanggil Nama Nabi Muhammad Saw ? , inilah yang membuat kagum penulis, tidak satupun ayat yang mencantumkan panggilan Pimpinan kita itu menggunakan kedua namanya yakni Muhammad dan Ahmad, Tapi Allah Swt memanggilnya dengan kata “ Wahai Nabi , Wahai Rasul , Wahai Orang Berselimut” dan lain-lain. Secara kasad  mata penulis, ini bukti bahwa beliau sangat dipuji dan di cintai oleh Allah Swt sebagaimana arti nama beliau terpuji dan atau dipuji.

Bahkan dalam Al-Qur’an Surat Annur Ayat 63 Allah Swt melarang siapapun dari sahabat-sahabat Nabi Saw untuk memanggil beliau dengan menyebutkan namanya, sepertinya sangat tidak suka kalau kekasihnya itu di samakan panggilannya dengan yang lain. mari kita lihat terjemahan ayat itu : “ janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain).

Sungguh sebagai hamba yang ingin disebut dan dimasukkan ummat  Rasul Saw merasa sangat kagum yang tiada tara, Ya Allah Kau Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Terimakasih Ya Allah Kau telah berikan kepada Kami Pemimpin yang dapat kami idolakan dunia dan akhirat. Semoga tulisan ini dapat menjadi amal yang akan menjadi sababiah Engkau mengizinkan syafaat Nabi MU kepada hambamu yang faqir ini Ya Allah, Amin.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 144 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: