Posts tagged ‘alam semesta’

23 April 2013

Mengapa Tuhan tidak menggunakan mukjizat untuk mencegah terbunuhnya Imam Husain As?

oleh alifbraja

Tidak diragukan bahwa alam semesta merupakan ciptaan dan makhluk Tuhan. Pengaturan semesta berada di bawah kehendak dan pelbagai sunnah Ilahi. Tuhan adalah Penyebab segala sebab yang ada. Artinya Dia berdasarkan satu hikmah yang akurat menjadikan sebagian hal sebagai sebab bagi yang lain. Dia juga kuasa dalam pelbagai situasi untuk menafikan hubungan sebab-akibat ini. Sebagaimana Tuhan menjadikan api sebagai penyebab panas dan untuk membakar akan tetapi tatkala para penyembah berhala ingin melempar Nabi Ibrahim ke dalam kobaran api Tuhan mengeliminir tipologi membakar api ini sehingga Nabi Ibrahim selamat tidak terbakar.

Dan sebagaimana golok tajam Nabi Ibrahim tidak memotong (Tuhan mencegah supaya tidak memotong) dan menyelamatkan Nabi Ismail menjadi korban dari pengabdian ayahnya. Iya, kita meyakini bahwa Allah Swt juga memiliki kekuasaan untuk membuat seluruh pedang dan belati para antek-antek Yazid tidak berfungsi dan menggunakan mukjizat untuk menjaga keselamatan jiwa Imam Husain As dan para sahabatnya. Akan tetapi mukjizat seperti ini tidak terjadi. Lantaran tidak seluruh pekerjaan harus dikerjakan melalui jalan mukjizat dan tindakan adikodrati. Sunnah Ilahi menuntut bahwa seluruh perbuatan berdasarkan sunnah-sunah dan kaidah-kaidah dan aturan-aturan natural. Di samping itu, terdapat selaksa tujuan dan falsafah penting tragedi Asyura dan kesyahidan Imam Husain As yang hanya dapat diraih melalui proses wajar dan natural revolusi Asyura. Sebagian dari tujuan-tujuan tersebut adalah:

1.             Dengan memperhatikan situasi politik yang berkembang pada masa itu dari pihak Muawiyah dan Yazid yang melakukan segala sesuatu atas nama agama yang sejatinya bertentangan dengan agama dan demikian juga untuk mengidentifikasi hak dan batil, kebenaran dan kepalsuan merupakan suatu hal yang sangat pelik, dan satu-satunya jalan yang dapat menyelamatkan dan menyebarkan agama Allah Swt untuk sekian kalinya adalah kesyahidan Imam Husain As dan anak-anaknya beserta para sahabatnya.[1]

2.             Apa yang dinukil dari riwayat dalam hal ini dan telah disinggung sebelumnya bahwa kesyahidan telah ditakdirkan bagi Imam Husain As sehingga melalui kesyahidannya tujuan utama Imam Husain yaitu mereformasi (islah) umat Rasulullah Saw[2] dapat tercapai.

3.             Imam Husain As memandang kesyahidan merupakan seindah-indah dan semulia-mulia kematian. Hal ini telah dijelaskan pada khutbah dalam perjalanannya dari Mekah menuju Irak. “Hiasan kematian bagi anak-anak Adam laksana hiasan liontin yang bergantung pada seorang mempelai wanita.”[3] Artinya kematian tidak mencekik dan tidak ditimpakan melainkan berupa liontin dan hiasan; mengapa manusia tidak menggunakan liontin ini di lehernya di jalan Allah? Dan kematian di jalan agama bagi Imam Husain merupakan kelezatan dan kenikmatan.[4] Kesyahidan bukanlah kekurangan melainkan kesempurnaan.[5] Dengan mencegah kesyahdian Imam Husain As maka sesungguhnya mencegah tercapainya kesempurnaan ini.

4.             Memenuhi perjumpaan Ilahi dan persuaan dengan para nabi bagi Imam Husain As. Perjumpaan Ilahi dan para nabi ini merupakan lebih utama bagi Imam Husain As daripada harus tinggal di dunia. Imam Husain As memandang dirinya merenjana rindu untuk bersua dengan orang-orang saleh; sebagaimana hal ini terungkap dari kelanjutan khutbahnya di Mekah dimana Imam Husain As bersabda: “Kecondongan dan kerinduanku untuk berziarah kepada orang-orang saleh laksana kerinduan Ya’qub kepada Yusuf.”[6]

5.             Imam Husain As tidak ingin menggunakan mukjizat dan keramat, karena menggunakan mukjizat dan keramat berseberangan dengan apa yang ditugaskan kepadanya untuk menunaikanya secara lahir. Nilai dan kedudukan Imam Husain As di samping memiliki kedudukan yang menjulang bagi kaum Muslimin juga mendapat tempat istimewa bagi para pencari kebebasan dan keadilan di dunia, atas dasar itu, beliau mengerjakannya dengan cara-cara natural dan normal. Dengan membawa Ahlulbait As kepada satu perang yang tidak seimbang, tertawan dan terhina menjadi sebab revolusi Imam Husain menjadi abadi dan perenial.[7] Padahal Imam Husain mampu menumbangkan Yazid tanpa harus mengusung revolusi dan menggunakan keramat namun hal itu tidak banyak berarti dalam membongkar penyimpangan dan tujuan keji Bani Umayah.

6.             Kisah Asyura dan perang melawan tirani Imam Husain As merupakan teladan dari revolusi di hadapan pelbagai penyimpangan dan inovasi (bid’ah) yang boleh jadi terjadi di setiap masa pada hukum-hukum dan aturan-aturan agama Tuhan. Seluruh kaum Muslimin dan manusia memiliki tugas untuk mencegah pelbagai inovasi dan bid’ah. Apabila sekiranya Imam Husain As menunaikan tugas berat ini dengang menggunakan kekuasaan mukjizat dan wilayah takwini maka ia tidak lagi dapat menjadi teladan bagi setiap manusia di setiap masa. Atas dasar itu, para nabi dan imam As bertugas untuk melaksanakan pekerjaan keseharian mereka dengan pengetahuan dan kekuasaan natural serta tidak menggunakan kekuatan mukjizat dan adikodrati, kecuali pada hal-hal tertentu dan sesuai dengan izin Allah Swt apabila terdapat kemaslahatan dan petunjuk di dalamnya.[8]  Dan juga Allah Swt menghendaki bahwa seluruh nabi dan imam menjadi guru, pengajar dan teladan praktis bagi manusia. Manusia membina diri mereka dengan memetik pelajaran dari kehidupan dan perilaku mereka dan sekiranya Imam Husain As selamat dari syahadah dengan menggunakan mukjizat maka kehidupannya dan Ahlulbait As demikian juga orang-orang yang ditinggalkan tidak dapat menjadi teladan dan model perlawanan, kesabaran, ketabahan dan pengorbanan bagi manusia dalam kehidupannya.


[1]. Silahkan lihat Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Adzarkhisyi Digar az Asemân-e Karbalâ, hal. 44-66, Intisyarat-e Muassasah wa Pazyuhesy Imam Khomeini, Cetakan Kelima, 1380.

[2]. Bihâr al-Anwâr, jil. 44, hal. 329.

[3]. Bihar al-Anwâr, jil. 44, hal. 366; Muhaddits Arbili, Kasyf al-Ghummah fi Ma’rifat al-Aimmah, jil. 2, hal. 29. Bani Hasyim, Tabriz, Cetakan Pertama, 1381; Luhûf, hal. 110 dan 111.

[4]. Silahkan lihat, Abdullah Jawadi Amuli, Syukufâ-ye Aql dar Partu-e Nehdhat Husaini, hal. 28-30, Markaz-e Cap-e wa Intisyarat-e Isra, Cetakan Kelima, 1387 S.

[5]. Syukufâi-ye Aql dar Partu-e Nehdhat Husaini, hal. 27.

[6]. Bihâr al-Anwâr, jil. 44, hal. 366; Kasyf al-Ghummah fi Ma’rifat al-Aimmah, jil. 2, hal. 29. Luhûf, hal. 110 dan 111.

23 Oktober 2012

KUN ALLAH

oleh alifbraja

Allah mencipta alam dengan KUN, dan binatang di laut dan di bumi.
dan mahluk gaib lainnya dengan KUN . Tetati Allah menciptakan ADAM TIDAK DENGAN KUN Melalui anasar2 setelah api angin air tanah, di himpun Para malaikat
lalu allah menerintah kan para malaikat : Wahai malaikat? Ciptakan Adam Seperti Rupaku: setelah adam di bentuk seperti rupanya, ditupkan roh adam bersin saja.. adam tidak hidup kemelut terjadi.

allah berkata kepada malaikat, Wahai malaikat: Aku ingin Rahasia di diri adam sekarang
Allah Bertajali penuh kepada adam Gaib di diri adam, pi ahsania takwin, Sempurnalah kejadian adam . Lalu Bersujudlah para Malaikat kepada adam selaku halifah..hanya iblis yang tidak melihat rahasia allah tersebut.

kesimpulan Gaibnya diri kita di sulbi Adam. sulbi nuh ibrahim sampai sulbi abdullah. adapun titisan titik Zat itu memancarnya. sampai ke sulbi orang tua kita. hadirlah kita2 jadi sebenarnya di dunia kampung allah dilanjutkan, di akhirat /surgapun kampung allah yang kekal Abadi.

Kesimpulan:

1_zat allah Adalah perbendaharaan Yang tersembunyi roh kita sekalian jadi kita semua ikut andil menciptakan Alam semesta ini. sewaktu semua perbendaharaan mengucapkan KUN .
2_Allah ingin mengenalkan per bendaharaannya,
3_allah ingin melihat dirinya.
4_Zat allah berubah nama : pertama zat ke dua Nur Muhammad ke tiga Adam. sebenarnya dia juga yang yang nampak maupun tersembunyi/bathin.

Adapun:tajali
Jadi tajali Allah kepada hamba: sesuai amanah nya.
tajali Malaikat kepada alam yang diperindah allah sesuai perintahnya.
tajali titik kepada kitab/ alif, untuk petunjuknya.

salam alika

12 Oktober 2012

rahasia dibalik nama Muhammmad

oleh alifbraja

Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad

Rahasia di sebalik nama Muhammad, di mana banyak makna yang tersirat dalam kebesaran nama yang sederhana itu. entah apakah ini merupakan salah satu mukjizat atau sekadar kebetulan saja, bahawa ada fakta menarik di abjad / huruf-huruf yang tersusun dari nama itu: 1. Kata Muhammad , jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim ha mim dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahawa sebaik-baik makhluk / ciptaan yang pernah dicipta oleh Tuhan di alam semesta ini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara makhluk hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahsia. Manusia Sempurna:

gudangartikelunik.blogspot.com - Subhanallah, Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad2. kata Ahmad , jika kita cermati satu-persatu hurufnya maksud huruf-huruf itu akan mennggambarkan sosok orang yang sedang melakukan solat, tahukah kita bahawa solat merupakan sebaik-baik doa dan ibadah yang pernah diperintahkanNya. Ahmad Terpisah:

gudangartikelunik.blogspot.com - Subhanallah, Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad 3. Kata Muhammad jika digabungkan huruf-hurufnya maka akan berbentuk layaknya manusia yang sedang sujud dalam solat. dalam ritual solat Sujud merupakan inti dari semua rukun-rukunnya, kerana pada saat sujud manusia menundukkan 8 bahagian tubuhnya di bumi bukti kepasrahan total kepada sang pencipta. hmmm betapa rahsia Tuhan sangat menggetarkan hati, saya yakin masih banyak tersirat rahsia-rahaisa lain di sebalik sosok, nama dan semua yang berkaitan dengan sang kekasih sejati ‘ Habibullah: Muhammad ‘ .

gudangartikelunik.blogspot.com - Subhanallah, Inilah rupanya rahasia dibalik nama Muhammmad

3 Oktober 2012

Hakekat An Nur 35

oleh alifbraja

An Nur 35

Surat Annur (24) : 35

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَ

ّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hakekat  An Nur 35  Sudut pandang 1

Nur Qalbu
“Pencerminan tentang Tempat terbitnya bermacam-macam Nur Ilahi didalam hati manusia dan rahasia-rahasianya.”
Alam semesta = Bintang Ilmu + Bulan Makrfat + Matahari Tauhid
tempat terbit dan tempat cahayanya berada didalam hati orang-orang yang arif, serta rahasia-rahasia yang tersembunyi didalamnya. Nur Ilahi yang paling hakiki itu memantul kedalam hati nurani manusia, kemudian melahirkan cahaya kehidupan.

“Tidaklah cukup bagi-Ku langit dan bumi-Ku, akan tetapi yang cukup bagi-Ku adalah hati nurani hamba-Ku yang beriman.”

Sudut pandangan 2

Sirrullah = Rahasia Allah
Pencerminan tentang rahasia diri,
Nur = cahaya yg menerangi Diri
Nur ala Nur = cahaya di atas cahaya = Sirrullah = Rahasia diri
Nur samawati walardhi = Nur Allah + Nur Muhammad
Nur Allah = Istana Allah = Wilayah kepala = singgasananya otak = Arrash
Nur Muhammad = Istana Muhammad = Wilayah Dada = bersemayam di hati = Sirrullah

Sudut pandang 3

Nur = Al-Qur’an = Nur Illahi
Pencerminan ayat-ayat al-Qur’an sebagai Nur Ilahi pada langit dan bumi
Nur Illahi yang memberi cahaya (petunjuk) kpd mahluk yg ada di langit dan di bumi.
Bahwa : Allah akan menuntun menuju cahanyaNya bagi siapa sj yg Ia kehendaki.
Pada ayat-ayat berikutnya akan menggambarkan, siapa-siapa yang mendapat pancaran Nur Ilahi dan siapa-siapa yang tidak mendapatkan pancaran Nur Illahi.

Sudut pandang 4

Nur ala Nur
Nur Allah Nur Muhammad
Nur samawati wal ardhi
Nur Manni Hu

26 September 2012

Bukti Adanya Allah Dapat Dirasa Dengan Nurani

oleh alifbraja

HAL pertama yang akan dilakukan oleh seseorang yang mau mendengar nuraninya adalah mencari jawaban dan menjelajahi hal-hal yang terlihat di sekelilingnya. Sese-orang yang telah mengembangkan kepekaan berpikirnya, akan dengan mudah melihat bahwa dia tinggal di sebuah dunia yang tercipta tanpa cacat, yang ada di tengah-tengah alam semesta yang sempurna.

Mari kita renungkan sejenak lingkungan dan kondisi-kondisi di mana kita tinggal. Kita tinggal di sebuah dunia yang dirancang dan didisain dengan halus dengan segala rincian yang mungkin. Bahkan sistem-sistem di da¬lam tubuh manusia saja begitu amat banyak kesempurnaannya. Sambil membaca buku ini, jantung Anda berdetak secara konstan tanpa henti, kulit Anda melakukan peremajaan sendiri, paru-paru Anda membersihkan udara yang Anda hirup, hati Anda mengalirkan darah Anda, dan jutaan protein disintesakan (dipadukan) ke dalam sel-sel Anda setiap detik dalam rangka menjamin keberlang¬sungan hidup. Manusia tidak menyadari adanya ribuan aktivitas yang berlangsung di dalam dirinya, bahkan tidak menyadari bagai¬mana sebagian aktivitas-aktivitas tersebut terjadi.

Dan jauh di atas sana ada matahari, jutaan kilometer jaraknya dari planet kita, yang memberi cahaya, panas, dan energi yang kita butuhkan. Jarak antara matahari dan bumi dibuat sedemikian rupa sehingga sumber energi ini tidak menghanguskan bumi ataupun membekukannya hingga mati.

Tatkala kita memandang ke langit, kita mempelajari bahwa lepas dari daya tarik estetisnya, massa udara yang menyelubungi bumi juga melindungi manusia dan semua makhluk lainnya dari kemungkinan ancaman-ancaman dari luar. Jika atmosfir tidak ada, maka tak akan ada satu makhluk hidup pun di muka bumi ini.

Seorang manusia, yang mau memikirkan fakta-fakta ini satu demi satu, cepat atau lam-bat akan bertanya bagaimana dirinya dan alam semesta yang ditempatinya ini terjadi dan bagaimana semua ini terpelihara. Tatkala dia mencari tahu tentang hal ini, akan mun¬cullah dua alternatif penjelasan.

Salah satu penjelasan ini mengatakan kepada kita bahwa seluruh alam semesta, planet-planet, bintang-bintang, dan semua makhluk hidup terjadi dengan sendirinya sebagai suatu hasil dari serangkaian peristiwa-peristiwa yang bersifat kebetulan. Dinyatakan bahwa atom-atom yang mengambang dengan bebas, yang merupakan unit-unit terkecil dari materi, secara kebetulan bersatu membentuk sel-sel, manusia-manusia, hewan-hewan, tanaman-tanaman, bintang-bintang, dan semua struktur yang sangat kompleks dan tanpa cacat ini beserta sistem-sistem yang mengelilingi kita dan menakjubkan ini.

Alternatif kedua mengatakan kepada kita bahwa segala hal yang kita lihat diciptakan oleh seorang pencipta yang memiliki kebijaksanaan dan kekuatan yang ulung di atas segala-galanya; bahwa tak ada sesuatu pun yang mungkin terjadi hanya secara kebetulan dan bahwa semua sistem yang ada di sekeli¬ling kita dirancang dan didisain oleh seorang pencipta. Sang pencipta ini adalah Allah.

Kita harus kembali pada nurani untuk memutuskan. Mungkinkah sistem-sistem yang begitu sempurna dan rinci ini dapat terbentuk secara kebetulan namun demikian sempurna harmoninya.

Siapapun yang berpulang ke hati nurani¬nya dapat menangkap bahwa segala sesuatu di alam semesta ini memiliki seorang pencipta, dan sang pencipta ini sangat terpuji kebi-jaksanaannya dan berkuasa atas segala hal. Segala sesuatu di sekeliling kita mengandung tanda-tanda nyata adanya Allah. Keseim-bangan dan keselarasan yang sempurna dari alam semesta ini dan makhluk-makhluk hidup di dalamnya, adalah indikasi yang paling kuat dari adanya suatu pengetahuan tertinggi. Bukti ini terang-benderang, seder-hana, dan tak terbantahkan. Nurani kita tidak punya pilihan kecuali mengakui bahwa semua ini adalah hasil karya Allah, satu-satunya Pencipta.

Akan tetapi, seseorang yang tidak kembali kepada nuraninya sendiri tidak dapat mencapai kesadaran yang sama. Kesadaran ini dicapai melalui kebijaksanaan, dan kebijak¬sanaan adalah sebuah sifat ruhaniah yang hanya muncul manakala seseorang mau men¬dengar nuraninya. Perilaku apa pun yang ditampilkan sesuai dengan nurani membantu membangun dan mengembangkan kebijaksanaan. Dengan demikian, di sinilah perlunya ada perhatian khusus tentang definisi kebijaksanaan. Berlawanan dengan pemakaiannya secara umum, kebijaksanaan adalah sebuah konsep yang berbeda dengan kecerdasan. Seseorang, tidak peduli betapa pun cerdas dan banyak pengetahuannya, akan tetap tidak bijaksana jika dia tidak mau mendengar nura¬ninya, dan tidak dapat melihat atau memahami fakta-fakta yang ditemuinya.

Sebuah contoh dapat menguraikan perbedaan antara kecerdasan dengan kebijaksanaan yang dicapai lewat nurani. Seorang ilmuwan bisa saja menempuh penelitian yang sangat rinci tentang sel selama bertahun-tahun. Bah¬kan bisa saja dia adalah orang paling ahli di bidangnya. Walaupun demikian, jika kebijak-sanaan dan nuraninya kurang, dia hanya dapat menguasai potongan-potongan pengeta¬huan saja. Dia tidak akan mampu menyusun potongan-potongan ini menjadi satu tubuh yang utuh. Dengan kata lain, dia tidak akan dapat menarik sebuah kesimpulan yang tepat dari isi informasi ini.

Namun, bagi seseorang yang memiliki kebijaksanaan dan nurani, merasakan adanya aspek-aspek yang menakjubkan dan kesem-purnaan dari detail sebuah sel, dan mengakui adanya tangan seorang pencipta, seorang di-sainer dengan kebijaksanaan yang ulung. Jika seseorang berpikir dengan menggunakan nuraninya dia akan sampai pada kesimpulan ini: kekuasaan yang menciptakan sebuah sel dengan kesempurnaan yang sedemikian itu tentulah pencipta dari semua makhluk hidup dan makhluk tak hidup lainnya.

Di dalam al-Quran ada contoh dari Nabi Ibrahim a.s., yang menemukan adanya Allah dengan mendengar nuraninya:

Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, Inilah Tuhanku. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, Aku tidak suka kepada yang tenggelam. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata, Inilah Tuhanku. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata, Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, .Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata, Hai kaumku, sesungguhnya aku cuci tangan dari apa yang kalian persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah… (Q.s. al-An.am: 76-9).

Bagaimana Nabi Ibrahim a.s. dulu menemukan adanya Allah melalui kebijaksanaan dapat terlihat dalam ayat-ayat di atas. Melalui nuraninya, dia menyadari bahwa semua hal yang terlihat di sekelilingnya hanyalah makhluk-makhluk yang diciptakan, dan bahwa Sang Pencipta jauh lebih unggul dari makhluk-makhluk itu. Siapa pun yang berpulang ke nuraninya akan melihat fakta ini bahkan jika tidak ada seorang pun yang memberi¬tahunya. Setiap orang yang berpikir dengan tulus, tanpa melibatkan hawa nafsunya, dan hanya menerapkan nuraninya saja, dapat memahami keberadaan dan keagungan Allah. Jika seseorang tidak mau melihat fakta-fakta yang gamblang di depan matanya ini, dan bertingkah seakan-akan fakta-fakta tadi tidak ada, maka orang ini akan menjadi hina meskipun dia cerdas. Alasan mengapa seseorang yang mengetahui kebenaran dengan nuraninya namun tidak mau menerimanya adalah karena fakta ini bertentangan dengan kepentingan-kepentingan pribadinya. Pengakuan seseorang atas adanya Allah berarti pengaku-annya bahwa dirinya berada jauh di bawah keunggulan yang kepada-Nya dia harus berserah diri, yang kepada-Nya dia sangat mem-butuhkan, dan yang kepada-Nya dia kelak akan ditanyai.

Tanda-tanda adanya Allah sangat jelas dan tampak bagi siapa saja yang mau melihatnya. Ini adalah sebuah bukti kebenaran bahwa Pencipta dari disain yang berlaku di seluruh alam semesta ini adalah Allah. Sebagian orang yang menolak adanya Allah berbuat demikian bukan karena mereka sungguh-sungguh tidak mempercayai-Nya namun karena mereka ingin menghindar dari aturan moral yang harus mereka taati sebagai orang-orang yang beriman. Setiap orang dengan nuraninya mengetahui eksistensi dan kekuasaan abadi Allah. Kendati demikian, seseorang yang mengakui adanya Allah dan merasakan kekuasaan-Nya, juga tahu bahwa dirinya kelak akan ditanyai oleh-Nya, dan bahwa dia harus mematuhi hukum-hukum-Nya dan hidup untuk-Nya. Sedangkan orang yang berkeras untuk menolak sekalipun dia sudah mengetahui fakta-fakta ini, berbuat demikian karena bila dia menerima fakta yang sangat besar ini tidak sesuai dengan kepentingan-kepentingannya dan perasaan superioritas yang ada di dalam dirinya. Di dalam al¬Qur.an orang-orang ini digambarkan di dalam Surat an-Naml:

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) pada-hal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan..” (Q.s. an-Naml, 14).

3 September 2012

Sebesar – besar Dosa Hamba Allah SWT

oleh alifbraja

8
قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَوْلُ الزُّورِ أَوْ قَالَ وَشَهَادَةُ الزُّورِ (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw :
“Sebesar besar dosa adalah menyekutukan Allah swt, dan membunuh manusia, dan durhaka pada orang tua, dan sumpah palsu” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh,
Limpahan puji kehadirat Allah Swt yang mengundang ruh dan jiwa kita untuk mendekat kehadirat-Nya yang menerangi jiwa kita dengan cahaya yang melebihi terang benderangnya cahaya matahari, cahaya matahari yang tiada akan pernah bisa menembus jiwa dan perasaan, cahaya matahari terbit dan terbenam, cahaya matahari akan berakhir di akhir zaman.

Tabir Rabbul Alamin menerangi jiwa kita dengan cahaya iman, dengan cahaya tauhid, dengan cahaya Laaillahaillallah Muhammad Rasulullah cahaya terbesar dan teragung yang melebihi cahaya alam semesta melebihi cahaya bintang dan matahari karena cahaya itu menerangi jiwa menuju Allah.

 

Mengundang sanubari mendekat kehadiratul Rabb mengundang jiwa untuk meninggalkan kemungkaran dan menuju keluhuran, menuju kesucian, menuju taubat, menuju maghfiroh, menuju akhlak, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, menuju kesuksesan dunia dan akhirat itulah cahaya iman yang terbuka darinya seluruh rahasia rahmat illahi, rahmat yang kekal, rahmat yang abadi, kasih sayang yang kekal, kasih sayang Allah yang abadi.

 

Terbuka dengan kalimat Tauhid, ketika jiwa tidak menyekutukan Allah, tidak menyembah selain Allah, tidak mengakui Tuhan selain Allah, maka terbuka baginya kebahagiaan yang kekal dan baginya datang pengampunan.

 

Jika ia tidak mendapati pengampunan dengan didalam hidupnya, maka akan datang di alam barzahnya, jika tidak di barzahnya maka di yaumal qiyamah. Sebesar apapun dosanya selama ia tidak menyembah selain Allah, pasti ia akan mencium wanginya surga. Apakah ia melewati musibah di dunia atau melewati siksa kubur atau melewati siksa neraka, pasti ia akan berakhir di surga, selama ia tidak menyembah selain Allah.

 

Bersabda Nabiyyuna Muhammad Saw sebesar-besarnya dosa adalah menyembah selain Allah. Inilah dosa yang tidak dimaafkan, apa maksud dosa yang tidak dimaafkan disini? Hadirin hadirat semua dosa diterima oleh Allah taubatnya, termasuk menduakan Allah, tapi harus taubat dulu. Yang dimaksud dosa yang tidak diampuni itu maksudnya jika ia tidak bertaubat, mati dalam keadaan itu, kalau dia orang yang tidak menduakan Allah, ia akan menemui pengampunan Allah pada akhirnya. Ia kena siksa kubur, zina, mencuri, mabuk kena dahsyatnya dan pedihnya siksa kubur, menggelepar, menjerit di alam barzah, jika ia wafat belum bertaubat, barangkali kena api neraka tapi akan mencium baunya surga dan akan mendapatkan pengampunan.

 

Tapi mereka yang menyekutukan Allah tidak mendapatkan pengampunan, kalau ia tidak bertaubat, kalau ia kembali kepada islam maka tentunya ia mendapatkan pengampunan. Sebagian orang mengatakan kalau sudah menyekutukan Allah tiada pengampunan lagi, betul tiada pengampunan jika tidak bertaubat, jika ia kembali kepada Allah, pengampunan Allah tidak pernah tertutup bagi para pendosa.

 

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian Agung-Nya Allah memuliakan hamba-hamba Nya yang berada didalam shaf dan kelompok tauhid, kelompok muslimin muslimat jauh berbeda dengan yang diluar islam walau mereka mendapatkan kebahagiaan di muka bumi, tapi kebahagiaan yang semu dan fana.

Mereka tidak mendapatkan kebahagiaan yang kekal, bermilyar dan berjuta tahun, kebahagiaan yang sepuluh dua puluh tahun yang tiada artinya, menanti kebahagiaan yang abadi dan mereka tidak mendapatkannya kecuali mereka yang muslimin muslimat yang tiada menyembah selain Allah dan mengakui Nabi Muhammad Saw utusan Allah. Ketika mereka sudah mengakui Laaillahailallah Muhammadurrasulullah, maka mereka dimuliakan oleh Allah Swt dimuliakan oleh Nabi Muhammad Saw dihargai walaupun ia pendosa.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika Usamah bin Zaid radhiyallahhuanhum didalam salah satu peperangan, salah seorang pemimpin kuffar jatuh senjatanya dan orang-orang anshar yang sedang mengerubutinya meninggalkannya karena melihat senjatanya sudah jatuh, Usamah bin zaid Ra melihat ini pimpinan orang kafir, musuh islam, suka menyiksa orang muslim juga, maka ia mengangkat pedangnya dan orang itu mengucap “Laaillahailallah Muhammadurrasulullah” dan Usamah bin Zaid Ra tetap memukulkan pedangnya dan membunuhnya.

Sampai kabar kepada Nabi Muhammad Saw, Rasul Saw memanggil Usamah bin Zaid Ra, “wahai Usamah kau bunuh orang itu setelah ia mengucap Laaillahailallah Muhammadurrasulullah?”, Usamah berkata “dia itu cuma melindungi dirinya, dia itu tidak mau bersyahadat dengan sungguh sungguh, cuma ngucap saja pura-pura syahadat”.

Tentunya kita memahami iman para sahabat radhiyallahhuanhum, jika orang itu betul-betul syahadat, tidak akan dibunuh akan tetapi karena ia mengucapkan syahadat dengan mencemooh setelah jatuh pedangnya “Asyhadu an laaillahaillallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” dibunuh oleh Usamah bin Zaid Ra “dia cuma melindungi dirinya saja dan berpura-pura”. Maka Rasul Saw seakan-akan tidak mendengar ucapan Usamah bin Zaid seraya berkata “Usamah kau bunuh dia setelah dia mengucapkan syahadat?” maka Usamah menjawab lagi “dia cuma pura-pura ya rasulullah, cuma melindungi dirinya”. Rasul seakan-akan tidak mendengar dan sekali lagi mengulang dengan ucapan yang sama.

Jadi kesimpulannya, kau bunuh dia setelah mengucapkan syahadat ya Usamah? maka Usamah radhiyallahhuanhum berkata dalam hatinya “seandainya aku belum masuk islam baru masuk islam hari ini ”, maksudnya apa? malu sekali punya dosa yang demikian besar hingga Rasul saw berkali-kali mengulangnya.

Bahkan riwayat Shahih Muslim tadi riwayat Shahih Bukhari, kalau dalam Shahih Muslim dijelaskan “bagaimana nanti pertanggung jawabanmu atas ucapan Laaillahaillah di hari kiamat?, bagaimana kalau Laaillahailallah Muhammadurrasulullah menuntutmu wahai Usamah di hari kiamat?”. Rasul saw diminta syafaat oleh Usamah seraya berkata “ya Rasulullah beri aku syafaat, mohonkan pengampunan kepada Allah agar aku bisa mendapat pengampunan atas dosaku ini”. Rasul saw menjawab seakan Rasul Saw tidak mendengar “apa yang akan engkau pertanggungjawabkan dihari kiamat”.

Ini hebatnya hadirin hadirat ketika seseorang telah mengucap syahadat, demikian ihtirom kita terhadap sesama muslimin-muslimat yang telah mengucap syahadat. Mengenai mereka-mereka yang keluar dari syahadat tentunya ihtirom kita sesama makhluk saling menghargai tetapi tentunya lebih terhadap mereka yang mengucapkan syahadat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Yang kedua Rasulullah saw berkata sebesar-besar dosa tadi adalah menduakan Allah, yang kedua “membunuh”. Ini dosa membunuh dosa nomor dua paling besar dari semua dosa.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
ketika seseorang membunuh maka ia telah melakukan satu dosa, karena telah menghabisi nyawa orang-orang yang diberi nyawa oleh Allah swt akan tetapi kita lihat disini riwayat Shahih Bukhari bagaimana Allah swt terus mengejar hamba-hamba Nya yang berdosa dengan pengampunan.

Ketika salah seorang di zaman sebelum sang Nabi dan Rasul Saw menceritakan diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari seorang yang telah membunuh 99 jiwa. 99 orang telah ia bunuh dan ia ingin bertaubat, bagaimana taubatnya? Itu hadirin – hadirat orang yang membunuh tentunya kalau dituntut oleh ahli warisnya maka ia harus dibunuh, kalau tidak minta darahnya maka boleh minta sebanyak 100 ekor unta yang hamil atau harganya berupa uang harga 100 ekor unta yang hamil itu harganya 1 jiwa ganti ruginya, maksimal boleh kurang, boleh dimaafkan, kalau seandainya dimaafkan oleh keluarganya ya selesai tidak ada tuntutan, kalau seandainya menuntut ya boleh ia menuntut nyawa, kalau mau minta harta berarti maksimalnya 100 ekor unta yang hamil atau harganya berupa uang.

Ini 99 kali membunuh mau taubat orang ini, mau ditaruh dimana dosaku?. Dia datang kepada seorang ulama dan ulama itu berkata “tidak ada pengampunan untukmu 99 kali membunuh, dosa paling besar nomor dua membunuh, ini 99 kali membunuh”. Maka orang ini marah dan membunuh ulama itu, sudah 99 kali membunuh dan yang keseratus ulama yang dibunuh. Ia berfikir ingin taubat lagi sudah seratus kali berbuat dosa yang nomor dua paling besar dari semua dosa. Ada yang pernah mengatakan, “mau kau pengampunan?, pergi kesana, ke kampung orang shalih, ardhusshalihin, sana istighfar, doa kepada Allah ibadah barangkali Allah terima taubatmu”.

Maka ia pun berangkat kesana, ditengah perjalanan wafat, wafat ditengah perjalanan belum sampai kesana belum melakukan ibadah apapun. Maka Rasul saw meneruskan ceritanya, ketika kejadian itu maka diukurlah mana yang lebih dekat jarak, jarak antara dia dengan tempat terakhir terdekat, dekat ke arah terakhir membunuh ulama atau lebih dekat ketempat perkampungan shalihin yang akan dia tuju, kalau lebih dekat kesana ketujuannya, maka ia diampuni oleh Allah dilimpahi rahmat Allah karena niat, tapi kalau lebih dekat kesini, maka ia dilimpahi azab karena memang belum pernah berbuat ibadah.

Ini orang bertaubat tapi belum beramal shalih amal buruknya 100 kali membunuh, amal shalihnya sedikit maka Allah swt melihat jarak antara dia ke arah tujuannya dengan arah terakhir ia membunuh, sama-sama tidak lebih kesana, tidak lebih kesini. Lalu bagaimana dengan orang ini, Allah memerintahkan bumi agar merapat ke arah ardhusshalihin dan memuai ke arah bumi terakhir kali ia membunuh.

Ini perintah Allah, maka bumi patuh memang bumi milik Allah, setiap debu yang diatas bumi memang milik Allah, memang bumi tidak ada kalau bukan Allah yang mencipta, hewan dan tumbuhan tidak pernah ada kalau bukan Allah yang menciptakan, Allah yang menciptakan seluruh sifat, seluruh warna seluruh bentuk makhluknya, seluruh kehidupan bumi pun taat dengan perintah Allah. Kita lihat maka hamba itu lebih dekat ke tempat abdhusshalihin, maka ia di dalam pengampunan Allah, siapa? Orang yang sudah 100 kali membunuh dengan berbuat dosa nomor dua dari dosa yang paling besar.

Demikian luasnya hadirin hadirat pengampunan Rabbul Alamin, betapa meruginya mereka yang masih meragukan maafnya Allah, betapa meruginya mereka yang menolak lamaran Allah jalla wa’ala untuk mendekat. Hadirin hadirat demikian luasnya rahmat illahi, maka bagaimana dengan kita yang masih duduk santai dan menunda-nunda taubat di bulan taubat ini.

Hadirin hadirat yang dmuliakan Allah,
Yang ketiga adalah “durhaka pada ayah dan bunda”. Hadits ini riwayat Shahih bukhari dan juga dijelaskan di dalam Shahih Muslim Al Imam Nawawi hujjatul islam wabarakatul a’nam dalam Syarah Nawawi ala Shahih Muslim memberi kejelasan makna kalimat ini adalah seseorang itu wajib taat kepada seluruh perintah ayah bundanya dan seandainya ia tidak mampu taat, maka yang dilarang adalah menyakiti hati ayah bundanya, itu yang dilarang dalam kalimat u’quq walidain.

Jadi yang dilarang itu menyakiti ayah bundanya, kalau seandainya ia tidak mampu taat perintah ayah bundanya ya tidak apa-apa, akan tetapi yang dikatakan dosa durhaka kepada kedua orangtua yaitu menyakiti hati mereka, jadi kalau seandainya kita tidak mau diperintah oleh orangtua maka menolaknya dengan indah menolaknya itu dengan lembut dengan kasih sayang dan ramah. Inilah cara penolakan, walaupun kita tidak mampu melaksanakan perintah ayah bunda, kita menolaknya dengan kasih sayang.

Demikian hadirin hadirat, karena apa? karena berbakti kepada orangtua pahalanya melebihi jihad, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul Saw ditanya “amal apa yang paling afdhal?”, Rasul Saw menjawab “sholat pada waktunya”, yang kedua adalah “bakti kepada orangtua”, dan yang ketiga baru “jihad fisabilillah”.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ketika salah seorang pemuda datang kepada Rasul Saw “ya Rasulullah aku ingin ikut hijrah bersamamu” , maka Rasul Saw menjawab “apakah kau memiliki ayah bunda?” maka ia menjawab “punya yaa Rasulullah”, “bagaimana kau tinggalkan ayah bundamu mereka ridho?” Maka ia menjawab “aku tinggalkan mereka berdua itu dan menangis”, maksudnya tidak ridho berat meninggalkan anaknya. Rasul saw menjawab “sekarang kembali kau”.

Rasul Saw tahu, ini ayah bundanya cinta pada anaknya, tidak mau kulepas dan tidak mau berpisah dengan anaknya, anaknya ini pahlawan jihad, maka Rasul Saw menjadikan dua masalah ini bersatu, anaknya diperintahkan kembali, “kembali kau pada ibumu, bakti kau pada ayah ibumu, sebagaimana kau buat mereka menangis, sekarang kau harus buat mereka tersenyum dan dalam perbuatanmu itu pahala jihad”. Kau ingin pahala jihad? kembali bakti pada ayah bundamu, buat mereka tersenyum itu pahala jihad, jadi membuat ayahbunda tersenyum itu mendapat pahala jihad.

Hadirin hadirat diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika Abu Hurairah Ra akan datang pada Rasul “ya Rasulullah”, beliau menangis, Rasul Saw bertanya “kau ini kenapa ya abu hurairah?” Abu hurairah Ra berkata “ibuku ya Rasulullah tidak mau masuk islam”, musyrik, musyrikan kaffiran. Malu aku sujud siang malam aku ini, ibuku ini tidak mau masuk islam, bahkan ia memaksaku untuk keluar dari islam. Ini anak yang berbakti kepada ibunya, Abu Hurairah Ra cinta kepada ibunya. Ibunya memaksa ia keluar dari islam, ia tidak mau keluar dari islam, karena apa? “jangan mau taat kepada makhluk untuk bermaksiat kepada Allah”. Keluar dari islam tentu perintah ibunya, Abu Hurairah Ra tidak mau, tapi dia tidak berbuat buruk kepada ibunya, tidak mencacinya, tidak memarahinya.

Ia datang kepada Rasul Saw, “lalu apa yang kau mau ya aba hurairah?”, Abu Hurairah Ra menjawab “doakan agar ibuku ini dapat hidayah”. Disinilah hadirin-hadirat, baktinya Abu Hurairah Ra kepada ibunya, ia tidak marah kepada ibunya, tidak membentaknya, beliau datang kepada Rasulullah Saw, menangis minta didoakan supaya ibunya dapat hidayah. Inilah bakti, maka Rasul Saw mengangkat tangannya tinggi dan berdoa untuk ibunya Abu Hurairah “wahai Allah beri hidayah untuk ibunya abu hurairah”, Abu Hurairah Ra pulang ke rumahnya.

Beberapa menit balik lagi, wajahnya cerah, Rasul Saw bertanya “ya Abu Hurairah, kau datang sekarang dengan wajah yang berbeda, tadi dengan sedih sekarang dengan cerah kenapa?”, Abu Hurairah menjawab “Ibuku masuk islam ditanganku, ya rasulullah”. Doa Sayyidina Muhammad Saw dan juga diikuti dengan anak yang shalih, bakti kepada ibunya. Beda seandainya Abu Hurairah Ra berkata dari awal, “ibu kalau kau seandainya memaksaku keluar dari islam silahkan, mau mati, mau kelaparan, mau marah silahkan, aku tidak akan keluar dari islam”. Perbuatan ini benar tapi bukan bakti.

Bakti kepada orang tua adalah mencari cara supaya ibunya dapat hidayah, maka Rasul Saw cerah wajahnya, maka Rasulullah Saw berdoa “wahai Allah ampunilah Abu Hurairah dan ibunya Abu Hurairah dan orang yang mendoakan Abu Hurairah dan ibunya Abu Hurairah” sejak itu Anas Bin Malik Ra yang meriwayatkan hadist ini berkata “sejak itu kami selalu mendoakan Abu Hurairah dan ibunya, karena orang yang mendoakan Abu Hurairah Ra dan ibunya didoakan oleh Rasul saw” karena apa? karena baktinya Abu Hurairah kepada ibunya.

Diriwayatkan dalam Adabul Mufrad oleh Imam Bukhari bahwa Abu Hurairah Ra itu kalau mau pergi, dan ia bangunkan rumah khusus untuk ibunya disebelah rumahnya. Kalau ia mau keluar rumah pasti salam dulu di pintu rumah ibunya “Assalamu’alaikum wahai ibunda”, kalau belum dijawab Abu Hurairah tidak akan bergerak dari pintu rumah ibunya, berdiri tegak sampai ibunya menjawab diijinkan pergi, kalau tidak beliau radhiyallahhuanhum tetap berdiri di depan pintu ibunya. Pulang tidak masuk rumahnya sebelum lagi berdiri dipintu rumah ibunya mengucap salam kepada ibunya. Demikian hebatnya para sahabat radhiyallahhuanhum mewarisi kemuliaan ini.

Hadirin hadirat yang terakhir adalah “sumpah palsu”. Malam selasa yang lalu, sudah saya perjelas bahwa ketika kita menyebut nama Allah, demi Allah tapi ternyata ada yang lebih baik daripada itu, maka sebaiknya ia membayar kafaratnya lantas ia meninggalkan sumpahnya. Misalnya berkata “Demi Allah, kalau sampai temanku itu kujumpai akan kutampar”, misalnya begitu. Temannya berbuat salah lantas ia berfikir bahwa itu dosa, aku ini sumpah atas nama Allah untuk dosa, boleh ia tinggalkan sumpahnya bayar kafaratnya lalu aku tidak menjalankan sumpahku, boleh, karena apa? karena hal yang membawa manfaat meninggalkan sumpahnya lebih maslahat, tapi sebaliknya kau boleh zuhr adalah sumpah palsu.

Al Imam Nawawi dalam Syarah Nawawi ala Shahih Muslim dijelaskan yang dimaksud sumpah palsu disini, ia bersumpah untuk menutupi sebuah aib, ia tutupi dengan nama Allah. Ia bersumpah dengan nama Allah untuk menutupi suatu aib, misal ia seorang pedagang dagangannya ada aibnya orang yang membeli tanya “ini ada aibnya tidak?”, “Demi Allah tidak ada aibnya ini sempurna padahal ada aibnya”, ucapan ini adalah derajat keempat dari dosa yang paling besar.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikianlah Allah swt mengatur kesempurnaan hidup kita ini dan Allah swt tiada henti-hentinya melimpahkan rahmat dan kebahagiaan kepada kita, pengampunanNya tiada pernah terhenti. Kita bermunajat kepada Allah Swt semoga Allah Swt memuliakan jiwa kita dan jasad kita selalu dalam rahmat dan keberkahan.

Yaa Rahman Yaa Rahiim kami berdoa untuk kedua mempelai yang baru saja menikah agar dilimpahi cahaya keberkahan dhahiran wa bathinan dan ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka agar dilimpahi kebahagiaan.

Yaa Rahman Yaa Rahiim dan juga para tamu-tamu kami khususnya yang datang dari jauh daripada rombongan fadhilathul ustadz da’i illaAllah Al Ustadz Muhammad zuhiri mata’anallahubihi, imam Masjid Jami Al Falah, Subang Jawai, Kuala Lumpur bersama jamaahnya semoga dilimpahi keberkahan dhahiran wa bathinan, Jazakumullah Khair mereka telah datang berkunjung kepada kita disini semoga Allah menyatukan jiwa kita untuk selalu bersilaturahmi, di dalam silaturahmi yang nabawiy.

Yaa Rahman Yaa Rahiim dan kita juga berdoa untuk diri kita semua semoga Allah menghapus seluruh dosa-dosa kita sehingga Allah terus mendekatkan kita kehadirat-Nya Yaa Rahman Yaa Rahiim terus tambahkan hidayah pada jiwa kami yaa Rabb.

Yaa Rahman Yaa Rahiim tambahkan kemuliaan dalam hari-hari kami, kemuliaan dunia dan akhirat, ashshiyabul maknawiyah keberkahan Rabbiy Rabbiy Yaa Rahman Yaa Rahiim limpahkan atas kami dunia dan akhirat Yaa dzal jalali wal ikram Yaa dzatauhid wal in’am.

Wahai Yang Menguasai setiap nafas Wahai Yang Menguasai setiap sel tubuh kami, Wahai Yang Maha Melihat, Wahai Yang Maha Mendengar, Wahai Yang Maha Menguasai keadaan, Wahai Yang Maha Mengetahui apa yang akan terjadi esok pada seluruh diri kami yang hadir, Wahai Yang Maha Melihat semua yang akan terjadi esok pada semua kami yang hadir, Wahai Yang Maha Melihat seluruh jiwa kami dan seluruh dosa-dosa kami, Yaa Rahman Yaa Rahiim kami mengadukan dosa kami, kami mengadukan buruknya amal kami, kami mengadukan lemahnya ketaatan kami, kepada siapa kami mengadukan dosa kalau bukan kepada samudera pengampunan, kepada siapa kami mengadukan buruknya amal kalau bukan kepada Yang Maha Merubah Keadaan, kepada siapa kami mengadukan keadaan kami dan kelemahan kami dalam taat kalau bukan kepada Yang Maha Memberi Kekuatan.

Yaa Rahman Yaa Rahiim terangi jiwa kami dengan NamaMu terangi hari-hari kami dengan cahaya NamaMu terangi bibir kami dan hari-hari kami dengan keberkahan Nama-Mu .

Fa kullu jami’an yaa Allah yaa Alla. yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah.

Hadirin hadirat mintalah kepada Allah agar menerangi detik-detik dan hari-harimu dengan NamaNya Yang Maha Luhur hingga kebahagiaan tercurah dan rahmat pada setiap detik dalam setiap nafasmu berdoalah kepada Allah agar Allah jadikan setiap nafas kita adalah adalah keagungan Nama-Nya Allah jadikan hari-hari kita hari-hari taubat lalu Allah jadikan hari-hari kita hari-hari keberkahan.

Hadirin hadirat jangan bosan memanggil nama Allah adakah dalam jiwamu terlintas sudah cukup aku memanggil nama Allah segitukah rindu kita kepada Allah sebatas itukah keinginan kita untuk rindu dan cinta kepada Allah serulah Nama-Nya lampiaskan kerinduan kita kehadirat-Nya.

Fa kullu jami’an yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah ya Allah yaa Allah yaa Allah ya Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah ya Allah yaa Allah yaa Allah yaa Allah.

Yaa Allah undang jiwa kami untuk khusyuk, Rabbiy undang jiwa kami untuk mau bersujud, yaa Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah, Yaa Dzal jalali wal ikram Yaa dzatauhid wal in’am.

Hadirin-hadirat malam rabu yang akan datang kita semua Insya Allah diberi kesempatan hadir dan bagi saudara-saudari kita yang bisa hadir untuk perkumpulan di malam mi’raj Nabi Muhammad saw. Kita akan berdzikir Yaa Allah sebanyak 1000X semoga bergemuruh jiwa kita cahaya Nama Allah Swt, Insya Allah dihadiri lebih dari 300.000 muslimin muslimat, kita gemparkan dan kita gegarkan bumi Jakarta dengan Nama Allah Jalla Wa’ala.

Hadirin hadirat kita akan melihat jamaah Sayyidina Muhammad Saw berkumpul dimalam isra wal mi’raj, malam rabu yang akan datang. Bagi yang mempunyai kesempatan untuk hadir, silahkan hadir dan yang tidak mempunyai kesempatan maka doakan acara sukses dan dalam acara yang akan datang ini dan mereka yang mampu untuk turut mengundang teman dan saudanya, jadikanlah hari-hari kita berbakti pada Allah Swt dan Rasul Saw dengan handphone kita, dengan sms kita, dengan telepon kita, dengan kendaraan kita, dengan bibir kita, dengan harta kita, dengan semua yang kita mampu baktikan untuk suksesnya acara isra wal mi’raj dan dzikir bersama Majelis Rasulullah Saw, inilah syiar besar kita untuk menenangkan muslimin muslimat dari api fitnah dan untuk demi terangkatnya segala musibah dari muslimin muslimat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga acara ini akan sukses dan semoga kita semua dilimpahi keberkahan disingkirkan dari segala rintangan yang muncul dalam pengadaan acara ini, yaa rahman yaa rahiim, sekaligus juga saya mengumumkan pindahnya Markas Majelis Rasulullah Saw dari alamat yang di Tebet ke wilayah Pengadegan pada alamat yang baru dan telah dibagikan kepada hadirin-hadirat alamat dan nomor teleponnya dan semoga markas yang baru ini kembali menjadi Fattah dan pembuka kemenangan bagi dakwah Nabi kita Muhammad Saw .

Kita doakan tamu-tamu kita, Al Habib Musthofa, tamu-tamu kita dari Kuala Lumpur dan guru kita fadhilathul ustadz da’i illaAllah K.H. Khairullah, fadhilathul ustadz da’i illaAllah K.H. Hasan Khalid dan imam masjid Jami Annuur Bpk. K.H. Muhammad Shafi dan juga keluarga besar kedua mempelai semoga dilimpahi keberkahan dhahiran wa bathinan dan tamu kita yang akan kembali ke luar negeri esok lusa yang akan datang semoga dilimpahi keberkahan dan semoga mempunyai waktu tamu-tamu dari Singapura dan Kuala Lumpur untuk hadir malam rabu yang akan datang Wassalallahu wassallam wabarik ‘ala Nabina Muhammadin wa’ala alihi washohbihi wassallam, Dan acara ini akan dihadiri oleh beberapa pejabat – pejabat kita, kita bersatu dengan para pejabat kita agar diterangi cahaya dzikir, agar mereka lebih peduli kepada islam, lebih peduli kepada dakwah. Pemimpin-pemimpin kita, pejabat-pejabat kita, kita kumpulkan di acara malam rabu yang akan datang agar mereka terang benderang dengan cahaya dzikir dan lebih peduli kepada dakwah islamiyyah dan kepentingan islam. Walhamdulillahirabbil’alamin.wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3 September 2012

Janganlah Memaksakan Perjalanan Kecuali Pada Tiga Masjid

oleh alifbraja

9
قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى (صحيح البخاري

 

Sabda Rasulullah saw :
“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja langit dan bumi, Maha Membangun kemegahan alam semesta dari tiada, Maha Tunggal dan Maha Abadi sempurna dengan Keabadian-Nya dan alam semesta menjadi lambang Kesempurnaan-Nya. Maha Melimpahkan Anugerah tiada pernah terhenti sepanjang waktu dan zaman. Terbit dan terbenamnya matahari menyaksikan Anugerah Ilahi yang tiada pernah terputus kepada hamba – hambaNya. Hamparan permukaan bumi yang selalu menyaksikan limpahan Anugerah Illahi. Kenikmatan yang tiada tara yang tidak bisa diberikan oleh hamba satu sama lain. Kenikmatan hidup, kenikmatan bernafas, melihat, mendengar, berbicara, berfikir.

Tiada satu manusia bisa menciptakan akalnya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan tangannya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan lidah dan bibirnya sendiri, tiada satu manusia bisa memiliki kehidupannya sendiri, bahkan ia lahir tanpa kehendak-Nya untuk lahir ke muka bumi. Tiada satu bayi lahir ke dunia karena ia sendiri yang ingin lahir. Tapi semua bayi lahir tanpa tahu kenapa ia lahir. Maka setiap kelahiran bayi di muka bumi melambangkan bahwa kehidupan berawal dari kehendak Rabbul Alamin. Maka diutuslah Para Nabi dan Rasul, para pembawa risalah mulia menuntun kepada keluhuran.

Dan sampailah kepada kita keagungan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Membawa kemuliaan – kemuliaan ibadah, perbuatan – perbuatan yang indah juga doa – doa dan munajat yang indah. Allah Maha Tahu bahwa manusia itu selalu menginginkan keindahan. Aazllah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan Allah Maha Tahu manusia itu sangat tidak berdaya untuk lepas dari segala dosa.

Namun Dia (Allah) menciptakan manusia itu lemah agar manusia banyak berdoa. Maka Allah menciptakan keinginan dosa pada manusia agar mereka mau meminta ampun agar mereka memahami bahwa Sang Pencipta mereka Maha Pengampun. Allah menciptakan manusia bisa berbuat jahat agar manusia mengenal Yang Maha Memaafkan. Jalla Wa Alla Swt yang menuntun setiap kejadian. Hakikatnya merupakan bentuk perkenalan Kesempurnaan Allah dan Keindahan Allah.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka muncullah 7 ayat dalam surah Al Fatihah yang mengandung rahasia Kasih Sayang Allah untuk hamba – hambaNya yang beriman dan yang tidak beriman. “Bismillahirrahmanirrahim” QS. Al Fatihah : 1 adalah kalimat yang mengenalkan Kasih Sayang Allah pada hamba-Nya yang beriman dan yang tidak beriman. “Arrahman” adalah Kasih Sayang Allah pada seluruh hamba-Nya, yang muslim yang bukan muslim, hewan dan tumbuhan semua yang baik dan yang jahat diberi Anugerah oleh Allah. Dijinkan minum, diijinkan makan, diijinkan bernafas, yang kesemuanya itu adalah bentuk dari nikmatnya Allah Swt.

Rasulullah saw itu kalau selesai minum beliau berdoa “Alhamdulillahilladzi ja’allahu ‘adzban furatan birahmatihi wa lam ya2j’alhu milhan ujaajan bidzunubina” lailahailallah..(luar biasa), beliau berkata kalau saat minum, (haus lalu minum), ucapannya selesai minum : segala puji bagi Allah yang menjadikan air ini tawar dan enak diminum karena Rahmat dan Kasih Sayang-Nya kepada kita dan tidak menjadikan air ini pahit dan getir sebab dosa – dosa kita”. Allah bisa membalikkan air yang jernih itu menjadi bara api yang masuk ke dalam mulut kita karena dosa – dosa kita. “Alladzi ja’alahu adzbamfuratan birahmatihi” tetap tidak berubah air itu walau diminum oleh seorang pendosa. “wa lam yaj’alhu milhan ujaajan bidzunubina” tidak Ia (Allah) dijadikan pahit dan getir bagi mereka karena dosa – dosa kita. Inilah bentuk Kasih Sayang Allah dalam setiap reguk air yang kita minum dan kita memahami bahwa kita penuh dosa dan kesalahan.

Hadirin – hadirat, “Bismillahirrahmanirrahim” “Arrahman” (Maha Melimpahkan Kasih Sayang kepada seluruh makhluk-Nya). “Arrahim” Kasih Sayang Allah untuk yang beriman, khusus bagi yang beriman. Jadi kalimat ini mengenalkan Kasih Sayang dan merangkul seluruh makna kasih sayang dan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Allah di muka bumi dan kenikmatan yang abadi kelak bagi yang beriman di dunia dan di.akhirat. bagi yang tidak beriman hanya di dunia saja. Demikian dan surah Al Fatihah juga adalah induk dari seagung – agungnya doa.

Surah Al Fatihah adalah induk dari seagung – agungnya doa, seagung – agungnya Rahmat-Nya Allah. Ketika kita memahami dasar awal kecelakaan dan musibah dan kesulitan di dunia & di barzah dan di akhirat adalah dosa. Maka keselamatan dari dosa – dosa adalah jalan yang lurus dan baik. Itulah yang tersimpan dalam surah Al Fatihah.

“Ihdinaashshirathalmustaqiim” QS. Al Fatihah : 6 tunjukkan kami ke jalan yang lurus. Adakah doa yang lebih agung daripada doa untuk selalu berada di jalan yang dicintai dan direstui Allah. Adakah kalimat yang lebih agung dari tidak ingin selalu jauh dari Allah. Kalimat agar kita selalu bersama Rabbul Alamin. “Ihdina.. ihdina.. ihdina” tunjukkan.. tunjukkan.. tunjukkan kami ke jalan yang lurus, walau sudah tahu tunjukkan lagi yang lebih indah bukan dari pintu yang lebih indah. Kami tahu jalan yang lurus, ibadah yang indah tapi barangkali belum bisa mengamalkannya maka tunjukkanlah. Bila yang menghalangi kami dari jalan yang lurus adalah pekerjaan maka berikan pekerjaan yang lebih indah dan lurus di mata-Mu Rabbiy.

Jika yang menjadi penghalang adalah usaha kami daripada hal – hal yang tidak Kau ridhai maka jadikanlah Rabbiy usaha kami hal – hal yang Kau ridhai dan membawa kemakmuran. Jika rumah tangga kami, jika masalah kami, jika..jika..jika setiap detik dalam kehidupan kami yang keluar dari jalan-Mu, kembalikanlah kepada jalan yang benar. Inilah doa yang menuntun kita agar selalu dirangkul oleh cintanya Allah.

“Shiratalladzina an’amta a’laihim” QS. Al Fatihah : 7 jalan orang yang Kau beri kenikmatan atas mereka. Alangkah indahnya ajaran doa dari Rabbul Alamin. Minta jalan orang yang Kau beri kenikmatan dunia dan akhirat, beri kami kenikmatan. Adakah lebih yang diinginkan manusia melebihi dari kenikmatan? adakah kebutuhan lebih dari kenikmatan? Kenikmatan dunia, kenikmatan akhirat tersimpan dalam kalimat “Shiratalladzina an’amta a’laihim”.

“Ghairilmaghdhubi a’laihim waladhdhaalliin” QS. Al Fatihah : 7 bukan jalan yang mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Oleh sebab itu setiap kita shalat selalu dibaca tiap rakaat. Kenapa? karena inilah seagung – agungnya doa, seagung – agungnya harapan, seagung – agungnya anugerah tersimpan dalam Fatihatul kitab. Beruntunglah kita yang mengikuti dan memahami rahasia kemuliaan Anugerah Illahi.

Sampailah kita pada hadits riwayat Shahih Bukhari yang kit abaca bersama tadi. “la tasyaddurrahalu illa ilaa tsalatsah masaajid, Almasjidil haram, wa masjidirrasul shallallahu a’laihi wasallam, walmasjidil Aqsha” jangan berusaha untuk mengadakan perjalanan atau memaksakan diri untuk mencapai kecuali 3 tempat yaitu Masjidil Haram, Masjidinnabiy dan Masjidil Aqsa. Maksudnya bukanlah larangan untuk pergi ke masjid lain atau ke tempat lain tapi hadits ini dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari makna hadits ini adalah tasyjii’ wattarghib, laysa littahrim. Makna hadits ini bukan berarti seseorang itu haram pergi ke masjid lainnya akan tetapi memberikan semangat dari Nabi saw, tidak ada tempat yang lebih baik dari dituju di muka bumi melebihi Masjidil Haram, Masjid Nabawiy dan Masjid Al Aqsa. 3 tempat termulia yang ada di muka bumi. Kalau bawa anak, tamasya, ziarah, mengadakan dalam perjalanan, boleh – boleh saja tapi tidak ada yang melebihi 3 kemuliaan tempat ini.

Disini laisa bittahriim, tap Tasyjii’ wattarghiib, bukan haram pergi ke masjid lain, karena di dalam riwayat Shahih Bukhari Nabi saw pergi ke masjid quba setiap hari sabtu. Masji d Quba bukanlah masjid haram, bukan masjil Aqsa, bukan masjid nabawiy, tapi Nabi saw setiap hari sabtu pergi ke masjid Quba.
Menunjukkan pergi ke masjid – masjid lain juga boleh. Memaksakan perjalanan ke masjid lain juga boleh tapi tidak ada tempat yang lebih agung di muka bumi melebihi Masjidil Haram wa Masjidirrasul wa Masjidil Aqsa.
Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari bisayarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa makna hadits ini terlepas dari keinginan seseorang daripada ziarah kepada pekuburan shalihin (orang – orang shalih) karena yang dituju bukan masjidnya tapi pekuburannya. Sebagaimana Rasul saw berziarah ke Baqi’ dan ke tempat lainnya. Demikian pula kita kalau seandainya berziarah ke tempat – tempat para shalihin maka hal itu adalah sunnah. Akan tetapi kalau kita bicara masjid, tidak ada yang lebih mulia di muka bumi selain 3 masjid (Masjidil Haram wa Masjidirrasul wa Masjidil Aqsa). 3 tempat yang Allah jadikan perjuangan dan kemuliaan langkah – langkah Nabi Muhammad Saw.

Masjidil Haram adalah tempat lahirnya Rasulullah Saw, Masjid Nabawiy adalah makamnya Rasulullah Saw, Masjidil Aqsa adalah tempat Isra dan Mi’rajnya Rasulullah Saw. Dijadikan Nya (oleh Allah swt) tempat yang didatangai Nabiyunna Muhammad Saw dan mencatat sejarah agung itu sebagai tempat tempat suci dan mulia.

Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda “ma baina, baiti wamin bariy raudhatun min riyadhil jannah” diantara rumahku dan mimbarku adalah taman – taman surga. Raudhatul Syarif, apa maksudnya? antara rumah dan mimbarnya adalah taman surga. Kan tempat biasa, itu tanah, Bagaimana taman surga? Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan maknanya adalah mulianya tempat tersebut dan banyaknya, berdatangannya berkali – kali dan berbolak – baliknya malaikat Jibril membawakan wahyu di tempat tersebut. Maka tempat itu menjadi salah satu dari tamannya surganya Allah Swt. Apa maksudnya? Orang yang ibadah di tempat itu, Insya Allah bersama Rasulullah Saw di taman surganya Allah.

Oleh sebab itu Abu Abdilah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari yaitu pengarang Shahih Bukhari, kita kenal dengan nanam Imam Bukhari. Beliau menulis lebih dari 7.000 hadits didalam shahihnya di raudhatul syarif. Satu hadits ditulis berwudhu, shalat, tulis lagi, berwudhu, shalat. Demikian di dalam tadzkiratul huffadh dan syi’ar .. karena beliau sangat mencintai Nabi Muhammad Saw sehingga beliau menulis haditsnya di raudhatul syarif (diantara makam dan mimbarnya Rasulullah saw).

Ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu berdoa kepada Allah “Allahummarzuqnissyahaadah fi baladi Rasulik” wahai Allah beri aku mati syahid tapi mati syahidnya di Madinah Al Munawwarah. Dikabulkan oleh Allah. Bukan hanya di Madinah wafatnya tapi malah dimakamkan di sebelah makamnya Rasulullah Saw. Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul saw berdoa : “Allahumma habbib ilaynal Madinah Kahubbina Makkah awa asyadd” wahai Allah jadikanlah kami ini mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah. Inilah doanya Nabi Muhammad Saw, riwayat Shahih Bukhari. Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah Al Munawwarah, semoga aku dan kalian mencintai Madinah Al Munawwarah.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Dari salah satu sunnah Sang Nabi saw yang tidak ditinggal oleh Nabi saw didalam melakukan safar adalah qabliyah fajr (shalat sunnah sebelum shalat fardhu fajar). Ini pertanyaan yang perlu saya perjelas karena pertanyaan sering muncul. Shalat Fajar itu adalah shalat subuh. Sebagian orang mengatakan shalat fajar itu bukan shalat subuh, sama saja shalat fajar itu ya shalat subuh. Kalau sunnah fajar berarti sunnah subuh, ketahuilah bahwa tidak ada bedanya makna fajar dan subuh itu didalam fiqh. Saya sudah shalat fajar (shalat subuh berarti). Kalau niatnya “ushalli fardhul fajr dengan ushalli fardhussubuh” sama saja, karena fajr itu ya subuh, subuh ya fajr. Kalau qabliyah fajr ya qabliyah subuh. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha didalam Shahih Bukhari Rasul saw selalu memaksakan untuk tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah fajr “fi hadharin wa safar” didalam perjalanan maupun tidak dalam perjalanan, dalam keadaan sakit atau dalam keadaan sehat selalu tidak mau tinggal shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat subuh. Mau dibilang qabliyah fajr atau qabliyah subuh itu – itu juga maknanya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt menuntun hamba – hambaNya kepada kemuliaan maka jadikan hari – hari kita terus mendekat kepada hal – hal yang mulia. Kita memahami bagaimana Allah memuliakan hamba – hambaNya yang memperjuangkan hal – hal yang diridhai Allah. Saya ambilkan satu penyampaian ketika Nabiyullah Ibrahim as diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa ketika Nabiyullah Ibrahim as ini sudah siap dibakar oleh Namrud karena menghancurkan semua berhala dan menggantungkan kapak yang menghancurkan semua berhala pada berhala yang paling besar maka rakyat sudah tahu ini yang berbuat adalah Ibrahim maka bakar. Ketika kayu – kayu bakar sudah ditumpukkan disekitar Ibrahim bagaikan bukit yang besar maka disaat itu Rasul saw menyampaikan riwayat cerita ini sebagaimana dijelaskan didalam Fathul Baari Al Masykur bahwa langit dan bumi dan malaikat berdoa kepada Allah. “Wahai Allah kekasih-Mu itu Ibrahim mau dibakar” maka Allah menjawab “Aku lebih tahu daripada mereka talam semesta”. Wahai alam semesta, wahai gunung, wahai malaikat, wahai alam jika Ibrahim meminta bantuan kepada kalian, memerintah kalian maka taati, perintah Allah. Nabiyullah Ibrahim berdoa “wahai Allah Engkau Maha Tunggal di langit dan bumi, aku ini sendiri di muka bumi, tidak ada manusia menyembah-Mu selain aku di muka bumi ini, di dunia ini”. Saat itu belum punya umat, sendiri Nabi Ibrahim. Engkau Maha Tunggal ya Rabb dan aku sendiri di bumi ini, tidak ada satu pun yang menyembah-Mu di muka bumi. “Hasbiyallahu wani’mal wakiil” cukup bagiku Engkau wahai Allah daripada hal – hal yang perlu kuminta perlindungan. Maka Allah melihat api Namrud dinyalakan maka Allah memerintahkan “kuuniy bardan wa salaaman ala ibrahim..”, QS. Al Anbiya 69 wahai api jadilah kau sejuk dan membawa kesejahteraan atas Ibrahim as.. Kita lihat bagaimana mesranya doa Nabi Ibrahim kepada Allah. Bagaimana pasrah dirinya Nabiyullah Ibrahim kepada Allah, Khalilullah (kekasih Allah).

Kita lihat riwayat yang berkaitan dengan ini. Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah bahwa Allah menyaksikan seekor katak yang mengisi air di mulutnya dan melompat – lompat mendekat kepada Nabi Ibrahim dan meniupkan air di mulutnya ke gunung api yang membakar Nabiyullah Ibrahim. Apa artinya perbuatan seekor katak? ia kembali lagi mengambil air, menaruh air di mulutnya, melompat – lompat lagi mendekati api dan menyemburkannya. 1000 katak berbuat seperti ini tidak akan bisa memadamkannya. Tapi perbuatan yang sia – sia itu tidak sia – sia di mata Allah. Allah haramkan semua katak untuk dibunuh hingga akhir zaman, gara – gara satu perbuatan katak. Diriwayatkan didalam Sunan Al Kubra oleh Al Imam Baihaqi dan riwayat Imam Nasa’i dan riwayat Imam Abi Daud dengan riwayat hasan dan riwayat yang shahih bahwa Rasul saw melarang membunuh katak.

Datang seseorang berkata “ya Rasulullah kami ingin menjadikan obat dari hewan katak boleh tidak?”, dilarang oleh Nabi saw. Jangan membunuh katak.
Subhanallah!! Kenapa? karena cintanya katak kepada Khalilullah (Nabiyullah Ibrahim as). Padahal perbuatannya sia – sia tidak bisa memadamkan api itu dan Allah sudah menolongnya tanpa perlu katak ini meniupkan air, tapi usahanya, walaupun ia tahu perbuatannya itu tidak akan merubah sesuatu tapi niatnya didalam hati seekor katak yang demikian kecil Rabbul Alamin melihat dan memerintahkan semua Nabi untuk melarang umatnya membunuh katak.

Hadirin, kseru engkau untuk membela Sayyidina Muhammad Saw lebih – lebih lagi jiwa yang ingin membantu dan menegakkan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Membantu menyebarkan dan membenahi umat agar dalam kedamaian. Kalau seekor katak mendapatkan penghargaan diharamkan untuk dibunuh seluruh bangsanya hingga akhir zaman hanya karena mengumpulkan air di mulutnya untuk memadamkan api Nabi Ibrahim. Renungilah kelembutan dan penghargaan Allah ini. Renungilah didalam jiwa masing – masing, renungilah segalanya betapa Allah menghargai orang – orang yang mau perduli atas hamba – hamba yang dicintai Allah. Hadirin – hadirat, semoga Allah Swt mempercepat jadinya kota Jakarta ini kotanya Nabi Muhammad Saw. Kota yang damai, kota yang sejahtera, kota yang tidak ada padanya atau sangat – sangat terbatas sekali narkotika, kekerasan, dan segala kejahatan terus berkurang dan semakin reda, semakin reda menjadi kota yang damai dan jadikan setiap diri kita menjadi orang – orang yang turut mendukung pembenahan kedamaian ini.

Hadirin – hadirat, kita berdoa kepada Allah Swt. Disini juga ada tamu – tamu kita para calon legislatif Bpk. H. Ashraf Ali, Bpk. H. Khairul Azhar, Bpk. H. Igo Ilham ini semuanya berniat sama untuk membenahi bumi Jakarta agar selalu berada dalam kedamaian. Semoga diberi kesuksesan oleh Allah Swt. Semua yang memperjuangkan kedamaian di bumi Jakarta Rabbiy dan bergandengan dengan Majelis Rasulullah Saw kita doakan dan kita inginkan mereka intuk maju dan membenahi wilayah kita. Amin allahumma amin.

Dan juga tamu – tamu kita yang hadir semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah. Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah dan kita berdoa kepada Allah Swt, semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat dan Keberkahan kepada kita, melimpahkan kedamaian kepada kita dan meredam segala fitnah yang datang kepada kita dan menyelesaikan segala kesulitan yang ada pada kita. Barangkali diantara kami yang hadir Rabbiy didalam permasalahan rumah tangganya, permasalahan dalam pekerjaannya, permasalahan dalam sekolahnya, permasalahan dalam pekerjaannya. Rabbiy Rabbiy kami meminta kepada-Mu Yang Maha Abadi dan Maha Tunggal untuk menyelesaikan segala kesulitan kami, pada siapa kami mengadu bukanlah kepada pintu-Mu Yang Maha dermawan Ya Rabb..

Ya Rahmah Ya Rahim “Ihdinaashshirathalmustaqiim Shiratalladzina an’amta a’laihim” tunjukkan kami ke jalan yang lurus, tunjukkan kami ke jalan yang indah. Kami yang masih terjebak dalam dosa tunjukkan untuk segera terhindar dari dosa, yang masih terjebak dalam kesulitan tunjukkan jalan menuju penyelesaian. Wahai Yang Maha Menerbitkan matahari dan membenamkannya, wahai Yang Menciptakan seluruh sel dan debu menghamparkan ke permukaan bumi, wahai Yang Mamahami segala kehidupan dan segala kematian, wahai Yang Menguasai kehidupan dunia, kehidupan barzah dan kehidupan di yaumal qiyamah, kami pasrah kepada-Mu Rabbiy Sang Pemilik kehidupan. Kamilah yang menjadi milikmu, kami adalah milik-Mu di dunia, milik-Mu di alam barzah, milk-Mu di yaumal qiyamah. Kami titipkan diri kami pada gerbang Rahmat-Mu ya Allah, pada gerbang Kasih Sayang-Mu Rabbiy. Kepada siapa pendosa ini menitipkan dirinya kalau bukan kepada gerbang pengampunan-Mu Yang Maha Luas.

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Kita berdoa juga semoga Allah mensukseskan rencana acara besar kita 12 Rabiul Awwal 1430H di MONAS. Ini waktunya pagi sebagaimana tahun lalu di monument nasional kita akan mengadakan Maulid Agung pada tanggal 12 Rabiul Awwal pagi waktunya karena itu hari senin kebetulan tepat dengan lahirnya Rasulullah saw. Dan hari itu tanggal merah, hadirin semoga acara ini sukses dan semoga Allah menyingkirkan segala fitnah dari acara yang menghambat daripada kejadian ini dan kita berharap juga bahwa acara ini menjadi acara besar yang menjadi benteng bagi khususnya bumi Jakarta dan umumnya bangsa kita dari segala musibah dan bala yang datang kepada kita. Allahumma amin dan kita meneruskan kembali dengan doa dan munajat bersama untuk muslimin – muslimat dan terangkatnya pemimpin yang lebih mencintai pembenahan umat. Amin Allahumma Amin.

Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3 September 2012

Muslim Yang Paling Utama

oleh alifbraja

0
عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ اْلِإسْلاَمِ أَفْضَلُ ؟ قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

( صحيح البخاري )

Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Muslim manakah yang paling utama ?” Maka Rasulullah sahallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : ” seseorang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lidah dan tangannya ” ( Shahih Al Bukhari )

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجمَعِ اْلعَظِيْمِ وَفِيْ هذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ…

Limpahan puji ke hadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur , Maha membangun kerajaan alam semesta , cahaya keindahan yang menerbitkan kebahagiaan yang fana dan kebahagiaan yang kekal , cahaya tunggal yang menerbitkan segala keindahan yang ada di alam semesta , cahaya kenikmatan sumber dari segala kenikmatan berpadu seluruh keluhuran pada keagungan nama Allah , dan terbukalah rahasia keindahan Ilahi dan semerbak keagungan-Nya , dengan keagungan ” Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah ” , terbuka semerbak keagungan Rabbul ‘Alamin dan cahaya kecintaan dan kasih sayang-Nya dengan kalimat ” Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah ” , itulah gerbang keluhuran yang pertama , yang jika seseorang memasukinya maka ia telah berada dalam koridor muslimin dan berada dalam cahaya rahmat Ilahi siang dan malam tinggallah ia berusaha menuju dan mendekat ke hadirat Allah sepanjang waktu dalam hidupnya , hidup yang berada diantara alam rahimnya dan alam barzakhnya yaitu alam kehidupan dunia .

Alam kehidupan dunia yang diawali dari air mani dan diakhiri dengan bangkai , itulah awal kita . Awal kita adalah air mani dan akhirnya adalah bangkai lalu apa diantara keduanya ? apakah tetap di dalam kehinaan hawa nafsu atau bangkai atau di dalam keluhuran dan kemuliaan ? . Bisa terbuka cahaya keluhuran Ilahi di dalam kehidupan ini , namun jangan biarkan kita terus berada dalam kehinaan . Hingga hadirlah kita di malam mulia ini , di majelis agung ini dengan harapan hal ini bisa menjadi pembuka bagi tabir-tabir yang menutup kita menuju keluhuran , kebahagian , kedamaian , dan semoga dengan kehadiran kita di malam mulia ini juga Allah tutupi segala musibah dan semua hal yang menghalangi kita , dan kesulitan yang akan datang pada kita di dunia dan akhirah , Amin Ya Rabbal ‘Alamin .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tidak terlewat satu detik pun terkecuali bumi telah menyaksikan jasad seorang pendosa telah dipendam ke dalamnya . Tidak satu detik pun terkecuali bumi menyaksikan bayi yang baru terlahir ke muka bumi . Demikian kehidupan terbit dan terbenamnya matahari , kelahiran dan kematian terus bergulir . Berputar antara kematian orang yang shalih , maka ia mengawali kematiannya dengan keluhuran yang kekal , namun kematian orang yang fasik maka ia mengawali kematian dengan musibah yang kekal . Dan pemisah dari keduanya ini adalah tuntunan sang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , beruntung mereka yang berada dalam tuntunan sang Nabi , berada dalam kecintaan kepada sang Nabi dan kecintaan kepada Allah subhanahu wata’ala tentunya , maka ia berada dalam keberuntungan yang kekal . Dijelaskan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa ketika jasad dibaringkan ke dalam lahatnya dan ketika ruh ditinggal sendiri oleh para kerabat yang telah menguburkan , ruh itu masih mendengar hentakan kaki orang-orang yang meninggalkan kuburnya , kemudian ruh itu bertemu dengan dua malaikat yang menanyakannya :

مَا عِلْمُكَ بِمُحَمَّدٍ ؟

” Apa pengetahuanmu tentang Muhammad ?” Maksudnya , pengetahuan dia tentang Muhammad sampai dimana ? demikian riwayat Shahih Al Bukhari . Kalau ia menjawab : ” Aku beriman kepadanya , aku mengikuti ajarannya dan aku mencintainya ” , maka malaikat berkata : ” Tidurlah dengan tenang wahai orang shalih , kami sekarang mengetahui bahwa engkau adalah orang yang beriman ” . Tetapi orang yang tidak beriman ketika ditanya oleh malaikat : ” Siapa Muhammad ” ? , maka ia akan menjawab : ” aku tidak tau siapa nabi Muhammad ” , karena selama di muka bumi ia selalu berpaling dari majelis-majelis nabi Muhammad , selalu berpaling dari masjid , selalu menjauh dari majelis ta’lim , selalu menghindar dari majelis zikir , selalu menjauh dari hal-hal yang mulia dan selalu ingin pada hal yang hina , maka disaat itu ia tidak mengenal dengan sang pembawa kemuliaan . Maka ketika ia ditanya oleh malaikat ia berkata : ” Laa adrii ” ( aku tidak tahu ) , maka ia akan mendapatkan musibah yang kekal di dalam kuburnya sampai hari kiamat ( wal ‘iyaadzubillah ) .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits agung ini , dijelaskan oleh Abu Musa Al Asy’ari bahwa ia mendengar para sahabat bertanya kepada Rasulullah :

أَيُّ اْلإِسْلاَم أَفْضَلُ ؟

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Baari bisyarh Shahih Al Bukhari mensyarahkan makna hadits ini , yang dimaksud adalah :

أَيُّ الْمُسْلِمِيْنَ أَفْضَلُ

” Muslim yang mana yang paling utama “

Karena Al Imam Ibn Hajar mengkaitkan dengan beberapa riwayat Shahih Muslim dan lainnya bahwa hadits ini juga teriwayatkan dengan shighah :

أَيُّ الْمُسْلِمِيْنَ أَفْضَلُ

” Muslim manakah yang paling utama ? ” Maka Rasulullah sahallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :

مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

” seseorang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lidah dan tangannya ”

Seorang muslim dilihat kadar kebaikannya adalah dengan selamatnya orang lain sebab ucapan dan tangannya . Muslim yang lain tidak terganggu dengan tangan atau lidahnya , tangan bisa mengganggu dengan memukul , menyebar fitnah dengan sms hal itu juga termasuk mengganggu dengan tangan , bisa juga dengan ucapan fitnah dan lain sebagainya . Muslim lain tidak terganggu sebab ucapannya dan tangannya , ini adalah derajat terendah . Namun yang dimaksud dalam hadits ini demikian luas maknanya yang dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar . Maksudnya adalah , orang muslim lain selamat sebab lidah dan tangannya , bisa dengan doa karena ia mendoakan muslim lainnya dan ia mengangkat kedua tangannya bermunajat kepada Allah untuk muslimin lainnya , maka Allah selamatkan muslim lainnya dengan doanya , maka ini juga termasuk ke dalam hadits ini , inilah afdhaliyah seorang muslim .

Semakin mulia seorang muslim maka semakin banyak ia memberi manfaat untuk orang-orang muslim lainnya . Siapa yang paling banyak menyelamatkan muslim lainnya ? dialah sayyidina Muhammad shallallahu ‘laihi wasallam . Hadits ini sungguh memendam rahasia makna bahwa orang-orang yang mulia itu menyelamatkan muslim lainnya menuju keluhuran , baik dengan tangannya walaupun sekedar sms aja , atau dengan ucapan lembut yang menasehati saudaranya , dengan hartanya , dengan langkahnya atau dengan yang lainnya . Semakin ia memberikan manfaat kepada muslim lainnya maka semakin afdhal keislamannya . Hadirin hadirat , kita melihat kalimat hadits ini yang sedemikian ringkas , tetapi ia mencakup hampir seluruh kemuliaan amal ibadah , semakin banyak seseorang beribadah maka semakin banyak memberi manfaat untuk muslimin yang lainnya , diantara ibadah itu ketika dalam shalat kita telah mendoakan muslim yang lainnya dengan ucapan :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ

( الفاتحة : 6-7 )

” Tunjukkan kami jalan yang lurus ( yaitu ) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya , bukan jalan mereka yang Engkau murkai , dan bukan pula jalan mereka yang sesat ” . ( QS . Al Fatihah : 6-7 )

itu adalah nafas-nafas doa sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk keturunan Adam yang ada di masa beliau hingga akhir zaman agar diberi hidayah oleh Allah . Seseorang yang mau berdoa dengan niat makna seperti ini maka ia satu cita-cita dan satu perasaan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . ” Ya Allah , tunjukkan kami ( seluruh keturunan Adam ) ke jalan yang lurus , yang masih dalam kemaksiatan , yang sedang berzina , yang akan berzina , yang mau berjudi , yang sedang berjudi , yang dalam kemunkaran , yang menyembah selain Allah , yang mengakui ada Tuhan selain Allah ” , maka semua nama itu terkena doa itu , semua nama itu terkena ucapan itu ketika kita perdalam maknanya . Karena doa itu telah mencakup untuk semua muslimin yang terkena musibah baik itu gempa , kebakaran , kecurian dan segala musibah kesedihan , maka semua itu telah kau doakan agar Allah selamatkan mereka menuju keluhuran . Semua ini adalah cita-cita nabi Muhammad , inilah jiwa nabi Muhammad dan ucapan itu terlafazhkan dalam setiap rakaat shalat kita .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Oleh sebab itu Allah berfirman di dalam hadits qudsy riwayat Shahih Muslim , bahwa ketika seseorang dalam shalatnya mengucapkan :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Maka Allah subhanahu wata’ala menjawab :

هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

” Ini untuk hamba-Ku , dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta “

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Paling tidak jika kita mendoakan seluruh orang yang terkena musibah , yang dalam kesulitan , yang dalam kesesatan , yang dalam dosa , yang belum mendapat hidayah . Diantara milyaran nama penduduk bumi , ada satu namamu disitu dan nama itu pastilah yang disayangi Allah karena mendoakan milyaran nama lainnya . Hadirin hadirat , jadilah satu nama diantara milyaran nama yang mendoakan milyaran nama-nama tersebut .

Kita bayangkan Allah melihat permukaan bumi di barat dan timur ini , yang disana ada yang tobat , ada yang bermaksiat , ada yang menyembah selain Allah , ada yang masuk Islam , ada yang mencaci , dan ada yang memaafkan , Allah melihat semua itu dan Allah melihat ada satu jiwa yang mendoakan , semuanya didoakan oleh satu orang dengan berkata : ” Ya Rabb jadikanlah kami semua dalam kenikmatan , yang dalam kenikmatan tambahkan kenikmatannya , yang belum mendapat hidayah berilah hidayah , yang dalam musibah berikan kemudahan , yang dalam kesesatan berikan hidayah ” , satu jiwa mendoakan seluruh nama itu maka yang satu ini dipandang oleh Allah daripada yang lainnya . Maka paling tidak Allah akan memberi untuknya kenikmatan , hidayah dan jauh dari kesesatan karena telah satu perasaan dengan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikian indahnya alam ma’rifah , semakin kita dalami makna kehidupan ini , semakin kita dalami makna ucapan yang yang kita ucapakn maka akan semakin indah hari-hari kita , semakin mulia kehidupan kita . Oleh sebab itu tidaklah mustahil jika orang-orang yang ma’rifah billah itu , yang nampaknya tidak terlalu banyak ibadahnya tetapi derajat mereka terus meningkat demikian cepatnya karena getaran jiwanya . Ketika seseorang mengucapkan Fatihah seribu kali , ia mengucapkannya sekali tetapi dengan makna yang begitu dalam dia rangkum seluruh nama penduduk bumi di dalam doanya , sungguh sangat jauh berbeda , semakin tinggi derajat sanubari dalam tangga-tangga keluhuran Ilahi , maka semakin luhur setiap getaran ucapannya , semakin luhur setiap getaran perasaannya . Inilah indahnya tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang terus mendoakan ummatnya dengan doa :

اَللّهُمَّ اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ

” Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku , sesungguhnya mereka tidak mengetahui “

Yang didoakan adalah orang yang memerangi beliau , beliau tidak diam atas musuh-musuh yang memerangi beliau dan membahayakan muslimin beliau tetap membela diri , namun beliau masih ingin musuh-musuh itu masuk Islam , jika tidak mungkin anak-anaknya . Rasulullah lebih sayang kepada musuhnya daripada musuhnya terhadap diri mereka sendiri , Rasulullah fikirkan keturunannya , kalau tidak mereka mungkin anak-anak mereka yang akan masuk Islam . Anak-anak orang yang memerangi beliau , yang mengejar dan melempari beliau , orang-orang yang meludahi beliau . Rasul masih ingin menyelamatkan mereka , kalau tidak mereka maka anak-anaknya yang selamat , demikian indahnya budi pekerti makhluk terindah ciptaan Allah subhanahu wata’ala , sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Jika musuh-musuhnya tidak selamat paling tidak anak-anaknya yang selamat , inilah indahnya budi pekerti sang Nabi . Semoga jiwa agung dan luhur seperti ini tersebar luas dalam penduduk bumi di saat ini , maka akan menjadi rahmah bagi alam sekitar , karena keberadaan orang seperti ini yang terus ia di dalam shalatnya mengucapkan :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Dia telah berdoa membawa seluruh nama penduduk bumi , dia sudah membawa doa sang nabi , dia sudah limpahan-limpahan doa untuk seluruh masalah yang ada di seluruh permukaan bumi yang menimpa manusia , baik yang muslim atau yang non muslim . Yang di luar Islam agar dapat hidayah ke dalam Islam , yang dalam keislaman jika ia dalam musibah agar diberi kemudahan , yang dalam kesesatan aqidah supaya diberi petunjuk , yang dalam kenikmatan supaya ditambah kenikmatannya . Demikian indahnya doa surah Al Fatihah , oleh sebab itu ketika di majelis-majelis terus baca surah Alfatihah diulang-ulang , karena maknanya sangat agung dan luhur , hal ini membuka rahasia keluhuran yang membuat kita sangat dekat ke hadirat Rabbul ‘alamin subhanahu wa’alaa .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah

Rasul shallallahu ‘alihi wasallam bersabada :

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

“Belum sempurna iman kalian sampai aku lebih dicintainya dari ayah dan ibunya, dari anak- anaknya, dan dari seluruh manusia”.

Karena cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita lebih dari cintanya semua orang yang cinta kepada kita , ayah ibu kita tidak melebihi cintanya Rasulullah kepada kita . Dan orang yang cinta kepada ayah ibunya , berbakti kepada ayah ibunya , berbakti kepada semua keluarganya , itu semua mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Kalau seseorang mencintai Rasul maka seorang istri tidak akan menghianati suami , anak akan taat kepada ayah ibunya , dan ayah ibu tidak akan khianat pada amanah atas anaknya , karena ia mencintai sayyidina Muhammad dan mengikuti sang Nabi dan Allah tuntun ia menuju ke jalan-jalan luhur . Oleh karena itulah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kita untuk selalu mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wasallam , kalaupun seandainya terjebak dalam dosa kelak di akhir zaman , tetap orang yang mencintai akan bersama orang yang dicintai , kalau ia mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka ia akan bersama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam , maka keluarganya , ayah ibu dan anak-anaknya bisa ia tolong dengan memohonkan syafaat kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam karena ia mencintai Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan Rasul pun mencintainya .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasul tidak mengusir orang yang hendak masuk ke rumahnya , walaupun ia seorang yahudi yang mau masuk ke rumahnnya . Seorang yahudi datang ke rumah nabi dan berkhidmah di rumah nabi Muhammad , maka beliau memberinya izin . Seorang yahudi yang musyrik ingin masuk ke rumah beliau dan tinggal di rumah baliau , maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menolaknya . Kalau kita renungkan demikian indah budi pekerti sang Nabi , bagaimana kalau kita yang memohon izin untuk masuk ke rumah Rasulullah , maka mustahil beliau akan menolaknya . Semoga aku dan kalian diizinkan masuk ke istana Firdaus , karena istana yang paling megah di surga adalah istana nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sayyidina Hassan bin Tsabit Ra adalah seorang yang suka memuji Rasulullah dengan syair , dan Rasul sahallalllahu ‘alaihi wasallam mengizinkan untuk membacakan syairnya baik di dalam masjid atau di luar masjid . Bahkan di Masjid Nabawy diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Hassan bin Tsabit membaca syair pujian untuk sang nabi , maka hal ini kita teruskan sampai sekarang , jadi membaca syair atau maulid Nabi yang ini adalah pujian kepada Allah dan Rasul di dalam masjid itu sudah ada di masa Rasul dan diperbolehkan oleh Rasul , namun sudah mulai tidak dikenal lagi di masa ini bahkan dianggap bid’ah , maka hal ini harus kita teruskan lagi , karena akhir zaman itu tanda-tandanya adalah yang sunnah dikatakan bid’ah , dan yang bid’ah dikatakan sunnah , ulama’ dikatakan jahil dan yang jahil dikatakan ulama’ , orang yang shalih dikatakan penyihir dan penyihir dikatakan orang yang shalih , inilah keadaan akhir zaman . Oleh sebab itu kita hidupkan lagi sunnah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .

Teriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika salah seorang sahabat tidak menyukai Hassan bin Tsabit maka sayyidah Aisyah menghardik sahabat yang tidak menyukai sayyidina Hassan bin Tsabit seraya berkata : Jangan kalian mencaci sayyidina Hassan bin Tsabit karena dia dulu selalu memuji Rasulullah di hadapan beliau maka Rasulullah bangga dan senang terhadap Hassan bin Tsabit bahkan di doakan oleh Rasulullah . Sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari Rasulullah mendoakannya :

اَللّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوْحِ اْلقُدُسِ

” Ya Allah tolonglah Hassan dengan perantara Jibril As “

Belum pernah Rasul mendoakan seorang sahabat dengan doa sedahsyat ini , sampai meminta agar Jibril menolong langsung Hassan bin Tsabit , orang yang asyik memuji Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam . Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah

Dalam riwayat yang tsiqah ( kuat ) bahwa pada beberapa waktu yang lalu Syaikh Farazdaq orang yang selalu memuji Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam . Ia terus menerus memuji Rasul , kalau kita sekarang pujian-pujian itu seperti qasidah , maka setiap tahun dia selalu datang ke maqam Rasul di Masjid Nabawy dan membaca syair-syair pujian kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan setelah itu pulang , setiap tahunnya seperti itu . Dan setelah beberapa tahun datanglah seseorang menegurnya dan mengundangnya makan malam ke rumahnya.

Di Negara-negara timur tengah merupakan hal yang biasa jika ada orang asing di kampung mereka kemudian di undang ke rumah mereka untuk makan bersama , itu adalah hal yang umum disana . Maka Farazdaq sampailah di suatu tempat di luar kota Madinah dan masuklah ia ke dalam sebuah rumah besar , kemudian ia dipegangi oleh beberapa pengawal orang yang mengundangnya , dan orang yang mengundang itu berkata : ” aku benci jika engkau memuji Rasulu , sekarang akan aku gunting lidahmu agar kau tidak bisa lagi membaca syair untuk memuji Rasul ” maka ia pun memaksanya dan mengeluarkan lidahnya dan menggunting lidah Farazdaq dan melepaskannya dan memberikan lidah itu kepada Farazdaq kemudian menyuruhnya pergi .

Maka Farazdaq pergi dan menangis menahan sakit bathin dan sakit zhahirnya , sakit zhahirnya bagaimana rasa sakit jika lidah digunting , dan sakit bathinnya karena ia tidak bisa lagi membaca syair untuk memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Sebagaimana biasa maka ia pun pergi ke makam Rasulullah dan ia bersandar di hadrah as syarif di dalam masjid nabawy , dan ia berkata di dalam doanya : ” Wahai Allah , kalau shahibul maqam ini ( Rasulullah ) memang benci dengan perbuatanku ini maka biarkan aku agar tidak lagi memujinya , tetapi jika Engkau meridhai dan shahibul maqam ini ( Rasulullah ) senang jika aku terus memujinya dengan syair maka sembuhkanlah aku ” , maka ia pun dalam tangisnya tertidur dan didalam tidurnya ia bermimpi Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam berhadapan dengannya dan berkata : ” mana lidahmu yang digunting oleh orang itu , ? kemudian diambil oleh Rasul dan beliau berkata : ” buka mulutmu ” dan dikembalikan ke mulutnya dan Rasul berkata : ” aku gembira dengan perbuatanmu , maka teruskanlah dakwahmu dan syairmu ” , maka ia terbangun dan ia dapati lidahnya telah kembali pada posisinya .

Kemudian di tahun berikutnya syaikh Farazdaq kembali lagi ke maqam Rasul dan memujinya sebagaimana biasa ia lakukan tiap tahun , dan ada lagi orang yang mengundang untuk makan malam di rumahnya dan ia pun menerima undangan itu dan ia pun dibawa ke rumahnya , ketika dilihat rumah itu adalah rumah yang tahun lalu pernah ia datangi , maka syaikh Farazdaq tidak mau masuk , maka orang itu berkata : ” aku ingin kau masuk , kau jangan risau aku tau kau adalah orang yang baik dan kau lihat aku adalah orang yang jujur ” , maka Syaikh Farazdaq masuk dan dilihat di dalam rumah itu ada sebuah penjara dari besi dan di dalamnya ada seekor kera (monyet) besar dan kera itu terus memandangi dan mengamuk melihat syaikh Farazdaq , maka berkatalah orang yang mengundang syaikh Farazdaq : ” Wahai syaikh taukah engkau siapa yang di dalam kerangka besi itu ” ? maka Farazdaq menjawab : ” itu kera ” , maka lelaki itu berkata : ” itu ayahku yang dulu setahun yang lalu menggunting lidahmu , setelah ia melakukan itu maka Allah merubahnya menjadi seekor kera , wahai syaikh tolong doakan ayahku itu supaya diampuni Allah dan diwafatkan , kasian karena dia telah berubah menjadi kera ” , Maka Syaikh Farazdaq menangis dan mendoakannya dan wafatlah seekor kera itu .

Hal seperti ini tidak mustahil , karena teriwayatkan di dalam Alqur’an dan Hadits shahih tentang keramat-keramat para shahabat dan juga orang-orang terdahulu , sebagaimana Allah berfirman ketika Nabi sulaiman meminta agar singgasana ratu Balqis di pindah ke hadapannya :

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ ¤ قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ ¤ قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآَهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

( النمل : 38 – 40 )

” Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Ratubalqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri ” , berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya , lalu berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Kitabullah : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia “. ( QS. An Naml : 38-40 )

Maka seseorang yang memiliki ilmu dari Al Kitab itu dalam sekejap mata telah mendatangkan singgasana ratu Balqis di hadapan nabi Sulaiman . Inilah keramat yang disebutkan di dalam Alqur’an dan juga banyak teriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim tentang keramat para shahabat Radhiallahu ‘anhum . Hadirin hadirat , hal seperti ini tidak mustahil karena Yang Maha Memberi mampu memberi .

Kalau seandainya di masa sekarang orang tidak percaya jika ada orang yang hafal 100.000 hadits dengan sanadnya , tetapi di zaman dulu jumlahnya puluhan ribu orang yang seperti ini . Di zaman sekarang hampir mustahil , tetapi kalau kita bicara di masa lalu ada satu juta hadits dalam micro chip sebesar ujung jari , orang zaman dahulu tidak akan percaya apa mungkin satu juta hadits bisa disimpan dalam micro chip sebesar ujung telunjuk?? , itu adalah hal yang mustahil di masa itu , tetapi di masa sekarang hal itu masuk akal . Demikian pula zaman sekarang jika orang menghafal 100.000 hadits mungkin itu sulit , tetapi tentunya sangat mungkin terjadi .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semoga Allah subhanahu wata’ala memuliakan hari-hari kita dengan keindahan , dengan kemuliaan . Rabbi , kami bermunajat demi cahaya keindahan-Mu maka perindah hari-hari kami , perindah jiwa perindah sanubari kami , perindah siang dan malam kami , perindah pemikiran dan lintasan jiwa kami , perindah usia kami , perindah masa mendatang kami .

Ya Allah , kami menyeru nama-Mu yang tiada seorang pun yang menyeru nama-Mu lalu Kau kecewakan , karena Kau Maha menjawab doa dan kami telah berharap dan Kau telah berfirman di dalam hadits qudsy :

ياَابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِيْ

“ Wahai keturunan Adam, jika kau berharap kepada-Ku dan kau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Ku-hapus dosa kalian tanpa Ku-pertanyakan lagi “

Maka ingatlah dan panggillah nama-Nya , ingatlah firman Allah subhanahu wata’ala di dalam hadits qudsy kepada nabi Daud As :

ياَدَاوُد لَوْ يَعْلَمُ الْمُدْبِرُوْنَ عَنِّيْ شَوْقِي لِعَوْدَتِهِمْ ، وَمَحَبَّتِيْ فِيْ تَوْبَتِهِمْ ، وَرَغْبَتِيْ فِي إِناَبَتِهِمْ لَطاَرُوْا شَوْقًا إِلَيَّ ، يَادَاوُد هَذِهِ رَغْبَتِيْ فِى الْمُدْبِرِيْنَ عَنِّي ، فَكَيْفَ تَكُوْنُ مَحَبَّتِيْ فِى الْمُقْبِلِيْنَ عَلَيَّ…؟

“Wahai Daud : Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta Allah ) kepada-Ku?”

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا…

Katakanlah bersama-sama..

يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ…يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ…لاَإلهَ إِلاَّ الله… مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالىَ مِنَ اْلأَمِنِيْنَ

Hadirin hadirat kita bertawassul kepada Ahlul Badr , Al Habib Sofyan menyampaikan kepada saya, beliau ini usianya lebih dari 80 tahun , dulu ketika beliau berjuang memberantas PKI di Banyuwangi senjatanya adalah Shalawat Badr , Shalawat Badr itu membawa kemenangan dan Fath untuk memberantas komunis dan Malam ini kita bertawassul kepada Ahlul Badr semoga Allah memberi kemenangan dalam kehidupan kita , Allah limpahkan kebahagiaan bagi kita , Allah bahagiakan hari-hari kita , sebelum Shalawat Badr dikumandangkan , kita bacakan Al Fatihah untuk Al marhum salah seorang ayah dari santri kita dari Papua semoga ruh beliau dimuliakan di alam barzakh , dan semoga putranya diberi ketabahan . Dan semoga kita semua yang hadir di malam hari ini bersama Majelis Rasulullah arwahnya dikumpulkan malam ini bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Amin

3 September 2012

Makanan Yang Halal, Haram Dan Syubhat

oleh alifbraja

0

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ، زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الْمَرْءُ، مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ، أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw :
Akan datang suatu masa dimana orang-orang tak perduli darimana nafkah yang diambilnya, apakah dari hal yang halal atau dari yang haram” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Maha Raja Alam Semesta, Masa Penguasa setiap waktu dan masa, Maha mengusai setiap kejadian, dan semua yang terjadi di alam kehidupan ini, alam yang fana dan alam yang abadi, alam yang abadi menantiku dan menanti kalian untuk mencapainya, untuk mendapatkannya, dengan seruan-seruan multi sempurna, dari Sang Pembawa kemuliaan di dunia dan akhirat, utusan yang paling di cintai Allah, makhluk yang paling di cintai Allah, Cinta Nya Allah sebagai hamba dan Rasul Nya, yang terbuka dari tuntunannya segala keridhaan Ilahi, Samudera yang Allah ciptakan, menjadi samudera keridhaan Allah, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Samudera cahaya kasih sayang Ilahi Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Samudera Cinta Nya Allah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Yang setiap gerak geriknya adalah Ridha Allah subhanahu wata’ala,
“katakanlah jika kalian mencintai Allah, ikutilah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kalian akan di cintai Allah”
Cinta Allah, Allah simpan pada manusia yang bernama Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang yang paling lemah lembut di dalam ucapan dan perbuatannya, dan paling berkasih sayang dan paling pemurah dalam segala halnya dan orang yang paling baik kepadaku dan pada semua ummat nya di dunia dan di akhirat, tidak berhenti mendo’akan kita setiap saatnya, menjawab salam kita setiap saat, mendo’akan dosa-dosa kita agar di ampuni Allah, dan memuji Allah kalau kita berbuat baik, tidak meninggalkan kita walau telah wafat.
Telah bersabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam :
“kalau di datangkan kepadaku amal-amal kalian, jika amal kalian buruk, aku memohon pengampunan kepada kalian atas dosa-dosa kalian, jika amal kalian baik aku memuji Allah dengan ucapan Alhamdulillah”

Adakah orang yang kau cintai yang memohonkan pengampunan atas dosa-dosamu setiap kau berdosa ?
Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,idolaku dan idola kalian mendoakan kita setiap kita dosa, supaya segera di ampuni Allah, itulah Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, adakah idola selain Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ?.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Mereka bertanya kapan hari kiamat ? mereka yang tidak beriman seakan-akan bertanya kapan datang siksaan mereka, orang yang menanyakan kapan hari kiamat tapi padahal mereka tidak melakukan sama saja dengan bertanya kapan siksaku akan datang”
Mereka yang menanyakan hari kiamat bukannya risau akan hari kebangkitan dan hari pertanggunganjawab, tapi karena ragu akan keberadaan Allah dan perjumpaan dengan Allah, dan ia menjadikan hari kiamat sebagai hari yang ringan-ringan saja, dipertanyakan kapan kiamat? Kapan kiamat ?.
Makanya diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya ”kapan hari kiamat?”, Rasul menjawab “apa yg kau persiapkan untuk hari kiamat?”
bukan kapannya, apa yang kau siapkan itu yang lebih penting kita renungkan jika kiamat terjadi, masih jauh atau sudah dekat, apa yang kita punya ?
Hadirin hadirat itu yang musti di siapkan kata Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh sebab itu Allah menjawab “bertanya penanya kapan terjadinya siksaan yg akan terjadi itu?” ((QS Al Ma’arij 1)
Bertanya orang-orang tentang hari kiamat seakan-akan mereka bertanya tentang kapan siksa mereka terjadi, “bagi orang orang yg kufur tidak ada yg menolong mereka dari azab yg terjadi” ((QS Al Ma’arij 2)
itulah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tidak ada perlindungan dari Allah subhanahu wata’ala dari Rabbul’alamin “Dari Sang Maha pemilik lorong-lorong yang menaikan hambanya menuju tempat-tempat yang lebih luhur”, ((QS Al Ma’arij 3). Mikraj adalah kenaikan, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mi’raj menuju Muntahal Khalaiq tujuh lapis langit sampai akhir dan batas seluruh makhluk, dari situlah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mencapainya, namun Mi’raj itu bukan hanya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja, tapi Allah memberi nama “Ma’rij” pemilik kenaikan, maksudnya bukan hanya mi’raj kepada Allah, naiknya hamba kepada keridhaan Allah, dari derajat yang hina menuju keluhuran, naiknya amal pahala kehadhirat Allah untuk di laporkan, naiknya ruh-ruh para Syuhada dan Shalihin ke Surga Nya Allah subhanahu wata’ala, “naik para malaikat itu setiap harinya, yang setiap harinya itu dalam satu hari seakan 50 ribu tahun di bumi” ((QS Al Ma’arij 4)

Jadi kalau kita lihat misalnya kita tawaf di Ka’bah, kalau kita dekat dengan Ka’bah mungkin dua menit sudah selesai satu putaran, makin jauh, jauh sampai 30 – 40 meter, bisa satu jam baru bisa selesai satu putaran, makin jauh lagi bisa dua jam baru selesai satu putaran, nah ini langit satu hari kita putaran satu hari 50 ribu tahun karena jauhnya jarak kita dengan induk perputaran waktu yang di cipta oleh Allah subhanahu wata’ala di bumi butuh 50 ribu tahun putarannya, sedangkan di sana hanya satu hari saja di Arsy Allah subhanahu wata’ala, disana satu hari kita 50 ribu tahun.
“mereka mengiranya masih jauh, kami melihatnya dekat” ((QS Al Ma’arij 6-7)

Karena mungkin dihadapan para malaikat di langit hari kiamat sudah kurang dari satu hari, mungkin !! kurang dari 50 ribu tahun bagi kita jauh masih, mungkin 25 ribu tahun lagi, kalau 25 ribu tahun lagi kalau seandainya usia kita 100 tahun saja, kalau 25 ribu tahun berarti 100 keturunan lagi yang yang usianya 100 tahun baru Kiamat,
Allah subhanahu wata’ala berfirman : “Manusia melihat hari kiamat masih jauh, tapi Allah melihatnya sudah sangat dekat”
Karna ribuan tahun di sini hanya beberapa jam disana, perputaran waktunya begitu, Allah mengatur cepatnya waktu disini jauh lebih lambat, hadirin hadirat yang dimuliakan Allah.
“hari itu jagad Raya ini Allah buat mencair, tujuh lapis langit bumi itu mencair seperti timah yang dipanaskan lalu mencair” ((QS Al Ma’arij 8)
Masuk logika? tidak masuk logika sepertinya, bagaimana masuk logika.
Tapi kalau logika orang yang beriman bisa saja, dari benda cair setetes bisa menjadi manusia yang punya tulang, darah, kepala, pikiran, otak, jantung segala-galanya bisa, bagaimana 7 lapis langit bumi akan mencair dengan kewibawaan Allah subhanahu wata’ala.
“dan saat itu gunung-gunung bagaikan debu yang berterbangan karna guncangan” ((QS Al Ma’arij 9)
Bukan hanya di Aceh, bukan Jakarta, bukan Sumatera, bukan Sulawesi, seluruh jagad Raya di guncang oleh Allah subhanahu wata’ala dan langit ini dibuat mencair oleh Allah subhanahu wata’ala, tidak terbayang dahsyatnya, semoga kita tidak merasakan hari Kiamat.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari :
“seburuk-buruk dan orang yang paling rugi adalah yang hidup saat kejadian hari Kiamat”
Karena sudah tidak ada orang beriman lagi tidak ada yang menyabut Nama Allahu Allah lagi di muka bumi, semuanya pendosa, semuanya berbuat kejahatan, saat seperti itu.
Nau’zubillah, mudah-mudahan kita dan keturunan kita tidak merasakan hari Kiamat.
“saat itu Allah subhanahu wata’ala menunjukkan hari dimana para pengasuh tidak lagi menanyakan bayi yang di asuhnya” ((QS Al Ma’arij 10)

kenapa jika mereka telah melihat amal-amalnya,
dikatakan oleh Al imam Busyro al Hafi Alayhi Rahmatullah dalam riwayat lain yaitu Hasan al Basri, kalau manusia itu ditanya oleh Allah satu perbuatan yang makruh bukan yang haram, ia akan mencair dari malunya di hadapan Allah subhanahu wata’ala, bukan yang haram, yang makruh apa lagi yang haram , ketika namanya dipanggil ke hadapan kehadapan Maha raja alam semesta.
“dan saat itulah permukaan bumi berubah bukan seperti permukaan bumi, rata tidak ada pegunungan, tidak ada pepohonan, tidak ada lembah, tidak ada pegunungan”
diriwayatkan di dalam Kutubuttafaasir dijadikan permukaan bumi ini seperti lempengan perak yang sangat bening, putih dan panas karna matahari turun mendekat, matahari turun mendekat sudah tidak ada cahayanya, tinggal gelap dan panasnya yang lebih panas dari matahari yang terik saat ini.

hadirin hadirat, di saat itu jika ditanya oleh Allah :
manusia yang di beri jasad, di beri penglihatan, diberi pendengaran, apa yang kau perbuat pagi hari, apa yang kau perbuat siang hari, apa yang kau perbuat sore hari, apa yang kau perbuat malam hari, hari kedua sejak usiamu baligh, apa yang kau perbuat hari saat selepas pagi, siang, sore, malam, hari ketiga dalam hidup mu, apa yang kau perbuat, hari keempat, hari kelima, hari keenam, perhitungan setiap detik, pertanyaan dari Rabbul’alamin tidak menyisahkan kecuali kenikmatan terus berhenti dan kenikmatan yang tidak berhenti, dan ketaatan yang tidak berhenti dan ketidak taatan yang juga tidak berhenti, kenikmatan terus tidak berhenti.
“Rahmat Ku sampai kepada segala sesuatu” ((QS Al A’raf 156)
namun dosa-dosa kita juga terus mengalir tidak berhenti, ini yang dipertanyakan oleh Rabbul’alamin dengan ucapan lembut,
“wahai manusia apa yang membuatmu tertipu meninggalkan Tuhan Mu Yang Maha pemurah” ((QS Al Infithar 6)
adakah yang lebih Maha pemurah dari Allah, memberi dan memberi, melimpahkan dan melimpahkan anugerah, hamba Nya terus berdosa, Allah subhanahu wata’ala bukan murka langsung menutup pintu keridhoan Nya tapi pintu maaf Nya adalah pintu yang terluas dari semua pintu yang ada, bagi para pendosa pintu maaf Nya Allah paling luas terbuka dan Allah paling cepat memaafkan dari semua yang kita buat salah pada Nya.
Yang kita sakiti perasaannya yang paling cepat memaafkan Allah, kalau kau sakiti perasaan seseorang sekali kau minta maaf belum tentu ia maafkan, tapi Allah.

Diriwayatkan didalam Shahih Muslim :
pengampunan Allah secepat permohonan maaf hambanya, hambaNya mohon ampun saat itu, saat itu ia dimaafkan Allah, hadirin hadirat berhentilah mengecewakan Allah, namun bukan sekali, mungkin puluhan tahun belasan tahun, sekali minta maaf Allah terima, Allah tidak butuh kita, Allah sudah Maha baik pada kita, kamu mau ku maafkan penjara dulu, siksa di alam kubur, siksa di alam neraka karena kamu pernah melewati maksiat dalam puluhan tahun, belasan tahun,
“Kecuali yang bertaubat, beramal shaleh, Allah ganti dosa-dosanya semua dengan pahala” (QS Al Furqon 70)
Alangkah indahnya Rabbul’alamin, bergunung-gunung dosa Allah ganti jadi gunung-gunung pahala, karena apa? karena ingin dekat pada Allah, Allah hargai getaran perasaan yang ingin dekat pada Nya, dengan menggantikan dan memperindah keadaan si pendosa gelap gulita menjadi seorang hamba yang kaya raya dengan amal pahala, karena apa ? karena ingin dekat pada Nya.
Setiap detik Allah menanti kita, setiap detik kita menundanya,
Hadirin hadirat detik ini terimalah lamaran kelembutan Ilahi, Smoga Allah menuntun kita kepada keluhuran, menuntun kita kepada kemuliaan dunia dan akhirat.
Allah berfirman :
“ketika manusia di perlihatkan, hari mereka berapa kesalahan, bagaimana perbuatannya yang telah banyak menyakiti perasaan Allah, yang mereka tidak sempat bertaubat sebelum wafatnya” (QS Al Ma’arij 11)
orang yang banyak berdosa itu ingin, ingin apa ?
“Ingin menebus api neraka dengan anak-anaknya, anak-anaknya disuruh masuk neraka semuanya di jeblosin asal dia selamat, suaminya atau istrinya, kalau perempuan ingin jebloskan suaminya kedalam Neraka, supaya dia bebas dari Neraka, kalau Suami ingin lemparkan istrinya ke Neraka supaya bebas dari Neraka” ((QS Al Ma’arij 12)

Siapa ? para pendosa yang wafat belum sempat bertaubat,

“kalau perlu ia tebuskan seluruh kelompoknya masuk semua ke dalam Neraka asal ia selamat sendiri, padahal kelompoknya yang selalu dia lindungi dan melindungi dia, apakah itu partainya, apakah itu kelompoknya, apakah itu organisasinya, apakah itu teman-teman satu regunya ingin dia jebloskan semuanya ke Neraka asalkan dia selamat, kalau perlu seluruh yang ada di dunia di korbankan masuk ke Neraka asal dia selamat sendiri” ((QS Al Ma’arij 13-14)
Ini sungguh api Neraka bergejolak, mencerai beraikan tulang satu sama lain, api yang demikian itu memanggi-manggil para pendosa,
“Bagaimana nasib orang yang di panggil api Neraka” (sebagaimana firman Allah swt pada QS Al ma;arij 15,16,17)
Haramkan kami yaa Rabb, jangan satupun dari kami di panggil dari api Neraka, pastikan kami dipanggil Syafa’at Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Fulan bin fulan selalu hadir di Majelisku, hadir ikut dalam syafa’atku sebelum ia melewati hisab. Amin Allahumma amin.

Seluruh wajah ini semoga Allah beri hisab yang mudah…!
Mereka-mereka yang di beri kitab dari sebelah kanannya, asyiknya hadir di majelis, gaul dengan orang-orang yang tidak baik juga niatnya untuk mengajak mereka kepada kebaikan, kalau kejeblos dalam dosa mereka buru-buru minta pengampunan dosa, untuk mereka itu,
Wahai Allah beri mereka hisab yang mudah saja, di hisab pertanggungan jawabannya sebentar saja, lalu dia balik pada keluarganya, sudah dapat ijasah kelulusan, dapat ridhanya Allah Yang Abadi, masuk kedalam Surga Nya Allah subhanahu wata’ala

Ijasah sarjana sudah girang-girang, lempar topinya, setelah itu pengangguran bertahun tahun, akhirnya sampai ada yg jadi tukang beling juga, hadirin hadirat bukan itu tujuan kehidupan, ada ijasah yang agung yang menuntunmu kepada keluhuran yang abadi yang itu ujiannya dari sekarang, tidak nunggu semesteran 6 bulan sekali, dari sekarang ujiannya, puluhan tahun setelah itu lulus atau tidak lulus, semoga semuanya lulus dalam ujian ini, tidak lulus di dunia, lulus di akhirat abadi, mudah-mudahan lulus di dunia dan akhirat.

Hadirin hadirat beruntung para pecinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Mau tau dimana mereka?
Yang disana di panggil di api Neraka, yang disana ditarik ibu bapaknya, yang ini ditarik oleh anaknya, yang ini ditarik suaminya, yang ini ditarik istrinya, Laailahaillallah.
Wanita-wanita yang membuka auratnya ditunjuk oleh para pria “itu wahai Allah wanita itu membuka aurat sampai kami berdosa, tuntut wahai Rabb itu dosa kami” dipanggil oleh Allah wanita yang membuka auratnya, wanita yang membuka aurat menuntut juga “itu mata-mata mereka yang melihat auratku wahai Allah, tarik juga” demikian keadaannya, namun :
Rasul saw bersabda : “Seseorang bersama dengan orang yang dia Cintai” (Shahih Bukhari)
beruntung para pecinta Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sudah Rindu di dunia siang malam ingin jumpa Rasul di akhirat waktunya jumpa, bukan waktunya sedih, keadaan di dunia sering sedih kangen dan rindu pada Allah dan Rasul di akhirat tidak di kasih sedih lagi sama Allah sudah cukup kamu di dunia rindu terus pada Allah di akhirat di siksa lagi.
Sebagaimana Riwayat Shahih Bukhari :
“barang siapa yang rindu jumpa denganku akupun rindu jumpa dengan nya”.
semoga Allah menjadikan kita di kelompok itu. kelompok orang yang rindu pada Allah sehingga selalu bersyukur di dalam kenikmatan hingga kenikmatan bertambah menjadi kenikmatan yang lebih besar. bersabar dalam musibah bahkan selalu juga rindu pada Allah dalam musibah, hingga musibahnya cepat disingkirkan Allah karena cahaya kerinduannya kepada Allah subhaanahu wata’ala. Allah tidak tega memberinya musibah.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Sampailah kita pada hadist Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang tadi kita baca:

قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَأْتِي عَلَى النَّاسِ، زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الْمَرْءُ، مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ، أَمْ مِنْ الْحَرَامِ (صحيح البخاري)

di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari :
“Akan datang suatu masa dimana manusia itu tidak perduli lagi mengambil nafkahnya dari yang haram atau dari yang halal”

Saya sebenarnya tidak perlu berpanjang lebar karena ini sudah sering kita bahas. hanya saya ingin memperjelas, banyak hal-hal yang, kalau yang haram yang halal sudah jelas. Saudara-saudara juga sudah jelas saudari-saudari juga sudah jelas.
Banyak yang SYUBHAT yang tidak kita sadari. ini yang ingin saya bahas klo yang halal yang haram sudah di bahas di majelis ta’lim dimana-mana, yang SYUBHAT perlu saya perjelas banyak makanan-makanan yang kita kira halal padahal itu mengandung hal yang haram.

Saudara saudarku ini saya bicara secara kenyataan, dengan saudara-saudara kita yang banyak, ada yang bekerja di pabrik roti tidak nyebut pabrik roti mana.
“habib kerjaan saya ini halal nggak?“
“kenapa?”
Waktu saya masih buka sms setiap hari yang sampai 3000 sms setiap hari itu laporan masuk ini pembahasan ini sering tertunda dari waktu-waktu sampai sekarang baru sempat diungkap
“apa pekerjaanmu?”
“saya ikut bekerja di pabrik roti”
“Oh, berarti halal”
“tapi Habib rotinya di campur dengan lemak babi”
“Dimana di pasarkan?”
“di Jakarta bib…”
“Orang tau tidak yang beli?”
“tidak tau Bib, orang muslim yang beli”
Saya berkata”peringatkan teman-temanmu yang ada di situ mundur dari pekerjaan itu.dan kalau punya perhatian laporkan kepada yang berwajib supaya di tindak karena kalau jelas-jelas di kasih tau ini mengandung babi tidak apa-apa, orang-orang non muslim yang makan, tapi kalau orang yang tidak tau, siapa yang nyangka roti pake babi, siapa yang nyangka kalo yang kita lihat di tv kan daging sapi sudah di campur daging babi itu sudah kita liat di televisi hati-hati makanya, kalau beli makanan-makanan daging sapi hati-hati belanjanya, jangan-jangan yang lebih murah, hati-hati yang lebih murah, kenapa bisa lebih murah?

Zaman sekarang ini kalau kita memikirkan makanan, pusing.
Ada yang sapinya di taruhi di selang air dimulutnya sampai penuh sampai sekarat karena badannya penuh air supaya berat badan timbangannya, Masya Allah.
Sudah sekarat sapinya sudah kejang-kejang kepenuhan air masukin selang air mulutnya sudah membesar baru disembelih, Hadirin Hadirat, ini keadaan makanan kita makanan yang begini ini yang mengandung SUBHAT –SUBHAT yang harus kita hati-hati.

Ayam mati yang masuk di ayam bakar, masuk sate ayam, masuk di Kentucky, bukan saya menuduh Kentucky, bukan saya menuduh ayam bakar. tp kalo kita fikir secara logika :
Ayam yang masuk ke pasar induk setiap harinya berapa?
100 ribu ekor lebih kira-kira 100 ribu lebih itu hidup semua. paling tidak 1000 yang mati namanya juga dibawa mobil cianjur, kena angin, masuk angin juga kan ayam, kalo manusia masuk angin di kerokin sembuh, kalo kambing masuk angin mati, sapi masuk angin mati, ayam masuk angin mati, sampai pasar induk, sudah ada itu 100, 200, 1000, 2000 ayam yang disebut apa? ayam TIREN (ayam yang mati kemaren)
itu kalau kata yang jual “kan bukan racun, saya gak pakai babi ini ayam halal tapi karena mati kan tidak ngeracunin sama saja daging rasanya gak berubah”
Itu hadirin hadirat yang di sebutnya SYUBHAT itu yang melemahkan ibadah mau tau tidak bagaimana?
Coba jangan menuduh ya, jangan menuduh sembarangan, misalnya sudah jangan makan kambing jangan makan Mc Donald jangan makan ayam bakar. Jangan begitu.., kasihan pedagang semuanya. Nanti tukang ayam bakar protes di luar sana, bukan itu maksudnya.
Tapi kalian kalau makan sesuatu misalnya : ayam bakar, sate kambing, sapi. Makan sebelum makan dan sesudah makan ibadah mu bagaimana? itu saja,
kalau makan malam biasanya tiap hari bangun shubuh begitu makan sate dari situ atau makan ayam bakar dari situ besok shubuhnya tidak bisa bangun. nah… sudah tanda tanya itu, malam saya makan apa? kok saya begitu, saya ingin tau barang yang halal yang saya makan atau tidak dengan cara malasnya ibadah, tiba-tiba ibadah berat malas bangun. nah.. itu, itu bahaya itu makanan subhat, tinggalkan coba hilang, ulangi lagi terulangi lagi sampai 3 kali, nah sudah jangan di isi lagi tidak usah maki-maki sama dia mungkin dia juga tidak tau. Jangan beli disitu lagi di tempat lain, begitu juga. makannya pagi, biasanya shalat dhuha gampang saja, atau shalat dhuhur nikmat saja. malas shalat, kenapa ya ? ada 5 waktu Allah begini, Masya Allah.
kemarin-kemarin tidak bicara shalat 5 waktu berat, sekarang 5 waktu jadi berat kok jadi malas ibadah, sujud. Sudah berapa raka’at lagi nich pengen cepet selesai nach, hati-hati makanan tuch, apa yang kau makan tadi pagi? coba besok pagi jangan di makan lagi begitu juga tidak hawanya, kalo tidak aah… tanda Tanya itu tandain tuch ulangi lagi, 2 kali, 3 kali, kalau sudah terulang 3 kali singkirkan jangan di makan gitu.

Kambing juga begitu, saya kumpul empat orang sama saya makan sate kambing, beli, bawa tidak makan di tempat, tidak usah disebut dimana, Cuma hati-hati aja makan sate kambing selesai malamnya subhanallah, seperti hal yang lucu tetapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan, terus mimpi di kejar-kejar tikus ini saya tidur dengan dzikir dengan lain sebagainya, tidak pernah mimpi di kejar-kejar tikus baru seumur hidup ini. tidur begitu lagi bangun wudhu dzikir tidur begitu lagi, inget sesuatu makan apa ya, semalem kayanya sate kambing, ada apa dengan kambingnya? coba besoknya Tanya, yang makan berempat,
“kamu kan makan bareng saya semalam, gimana sate kambing, enak?”
“enak bib tapi saya gak bisa bangun shubuh, baru tumben, biasanya tahunan tidak pernah ketinggalan subuh, kali ini tidak bangun shubuh”
nah 2 orang, jangan-jangan campur tikus nich, perasaan saya begitu, sudah ada 2 orang yang menjadi saksi, belum cukup empat orang yang makan, saya tanya yang ke tiga, saya tidak sebut cerita yang dua tidak di sebut,
“gimana sate kambing semalam, kita beli lagi disitu ya?”
“kayaknya tempat lainnya saja ya Bib…”
“kenapa?”
“tidak apa-apa”
Terus saya cerita, “saya mimpi begini tidak enak, terus teman kita yang satu bertahun-tahun tidak pernah shalat shubuh jadi telat shalat shubuh, kamu rasa apa di kambing itu, ada sesuatu?”
“iya Bib, maaf sebenarnya saya tidak berani ngomong kalau habib tidak bilang begini, semalam saya baru sampai di mulut sudah pengen muntah, saya muntahkan keluar, kok rasanya beda”
Tiga orang, tunggu yang ke empat, yang ke empat datang, “semalam bagaimana sate kambingnya, Enak?”
“enak Bib”
“ga ada mimpi buruk, telat bangun subuh, atau apa?”
“tidak Bib, tapi pas pulang kerumah muntah, masuk angin kali, berarti tidak bener ini”
Lalu saya cerita, baru dia bicara
“iya Bib, kalau begitu benar, waktu saya buka sup yang saya balik saya lihat kok ada kulit tipis berbulu hitam”

Lailahaillallah…
Kulit hitamnya tikus hitam, campur sate kambing ini.

Jakarta Hadirin hadirat jadi harus hati-hati, itu saya ceritakan satu contoh, puluhan kali saya temukan.
Oh berarti jangan makan kambing, jangan makan ayam, jangan makan sapi? Tidak
Kalian beli tapi rasakan ada perbedaan rusak ibadah kalian, mundur jangan beli di situ lagi, itu saja yang gampang.
Nah sekarang saya bicara khusus pada para pedagang yang berdagang kambing, atau ayam atau sapi, jadilah suplier yang halal karena kalian berjuang di tengah-tengah kerusakan Islam, kalau sudah Muslimin malas Ibadah, ini jawaban banyak pertanyaan yang muncul pada saya, ratusan dan ribuan kalau di hitung dari awal, itu di Forum Tanya jawab ada 10 ribu pertanyaan yang sudah di jawab, lebih dari 10 ribu yang sudah di jawab di website itu mungkin ada 500 lebih pertanyaannya sama :
“kenapa Bib, kalau saya hadir majelis senang, nangis, do’a, keluar malas lagi Shalat, keluar dosa lagi”
Hati-hati dari makananmu.

Hadirin hadirat ini yang ingin saya bahas didalam hadits ini, hati-hati dalam makananmu, karena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menjaga Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra, ketika makan siang orang-orang Muslim ada yang makan berdua, ada yang makan bertiga, Sayyidina Ali sendiri, orang-orang bilang “kok Sayyidina Ali mengumpati makanannya sendiri, tidak mengajak orang”
“Yaa Sayyidina Ali kau makan sendiri, kau makan apa?”
Ali bin Abi Tholib Ra berkata “aku yakin kalian tidak akan snang dengan makananku ini”
“iya bagi-bagi lah, kok makan sendiri?”
Dia mengeluarkan roti kering yang sudah berhari-hari,
“ini makananku, setiap aku makan hanya ¼ nya saja aku makan sedikit”
“kenapa?? ini banyak makanan yang lain?”
“aku yakin sekali ini yang halal, ini lebih berharga bagiku, makanya aku simpan, aku makan sendiri tidak mau kasih keorang, orang tidak akan mau roti kering yang sudah berhari-hari seperti batu, makannya harus di celupkan di air supaya bisa lembut” demikian al Imam Sayyidiy Ali bin Abi Thalib Ra.

Hadirin hadirat ini yang saya sampaikan, jadi hati-hati kalau kalian diwaktunya berusaha menjadi suplier daging dan sebagainya usahakan kalian mempelopori hal ini, dan kalau ada melihat hal-hal yang tidak benar pada tempat dia bekerja, makanan, restoran dls yang menipu muslimin laporkan kepada pihak yang berwajib, jangan main hakim sendiri dan jangan diam, laporkan kepada pihak yang berwajib, “pak di sana begini begini….”
“Kamu siap jadi saksi”
“Siap, saya jadi saksi dari yang haram dan yang halal”
jangan jadi pengecut kita,
“saya siap jadi saksi, saya siap karena saya pemberani saya pengikut Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”
Majelis Rasulullah bukan Majelis pengecut, tapi Majelis Rasulullah majelis yang damai, tapi bukan pengecut, kalau ada hal jangan pengecut, tetangga jualan nipu itu, dagingnya daging babi dimasukan didalam kikilnya, dimakanan-makanan di warteg-warteg di warung-warung padang, ah diam saja ah, tidak laporkan jangan kita takut, kalau takut berarti kita pengecut, kita bukan pengecut, kita berani laporkan, kita tidak takut menjadi saksi, malu kepada Allah, jangan malu kepada orang yang berbuat dosa, kita ingin supaya muslimin lain tidak tertipu,
Kalau bisa di nasehati yaa di nasehati, lebih baik di nasehati, kalau tidak bisa di nasehati jangan main pentung sembarangan, ada yang mentung nanti orang lain kita, laporkan saja.

Demikian saudara saudariku yang kumuliakan,
Ini yang saya sampaikan acara ini juga di siarkan langsung di streaming website http://www.majelisrasulullah.org di seluruh dunia dan di dengar oleh seluruh dunia, berhati-hatilah dalam memilih makanan kita.

Saudara saudariku yang kumuliakan,
Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah, setelah ini kita berdzikir jalaalah sebanyak 300 kali, untuk berdo’a agar suksesnya kedatangan Guru Mulia kita Al Musnid Al alamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin hafidh, jamaah yang mau berpartisipasi, partisipasi dengan kemampuannya masing-masing, yang punya harta dengan hartanya, yang dengan pemikiran dengan pemikirannya, yang dengan keahlian dengan keahliannya,
Bib saya punya proyektor tambahan bisa di tambahakan, silahkan,
Bib saya punya handycam bisa di pinjamkan, ayo silahkan,
Bib saya punya kendaraan untuk angkut tamu, terus terus berusaha bantu dakwah mulia ini, hadirin hadirat yang di muliakan Allah, ini besar-besaran jihad kita.

Bukannya mikir Negeri yang jauh, jauh-jauh ke palestina, di sini gembel masih banyak, kalau seandainya peduli Palestina itu dananya di bagikan kepada gembel yang ada di Jakarta ini, orang yang keluar dananya untuk peduli Palestina di Jakarta, uangnya di keluarkan bukan kesana tapi untuk gembel yang di Jakarta, bisa setahun tidak kelaparan semua gembel yang ada di Jakarta, mana yang lebih penting kampung kita atau tempat orang, kita do’akan semuanya, tapi kalau untuk kepentingan tentunya kita pentingkan yang lebih dekat, sebagaimana Riwayat Shahih Bukhari :
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya oleh salah seorang sahabat.
“Yaa Rasulullah aku mempunyai hadiah yang ingin ku infaqkan pada siapa” Rasul berkata “pada tetanggamu” “ia Rasulullah aku punya dua tetangga, mana yang ku dahulukan” Rasul menjawab
Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, yang pintu rumahnya lebih dekat dari pintu rumahmu, kampung kita sendiri, masyarakat kita sendiri, masih banyak yang Narkoba, masih banyak yang Miras, masih banyak yang berzinah demi mencari Nafkah, untuk menafkahi anak-anaknya, masih banyak yang terjebak perjudian, yang masih mencari uang kaget, masih banyak yang jual minuman keras, karena merasa menjual yang halal tidak laku, masih banyak anak-anak kecil di perbudak untuk menjual Narkotika di bayar dengan 500 rupiah, 1000 rupiah, dah kamu dari pada mengemis di jalan ditangkap, di bawa Satpol PP nich kamu anterin barang saja nih, nganterin barang padahal Narkotika, di perbudak terus muslimin muslimat oleh kejahatan-kejahatan musuh-musuh kita tanpa kita sadari rumah kita di jajah oleh mereka, makanan kita sudah di pasok dengan makanan yang tidak halal, sampai pil-pil, bungkus-sungkus pilpun terbuat dari lemak babi, hadirin hadirat ini penjajahan tidak kita rasakan, ini bukan membuat kita mati Syahid seperti Palestina ini membuat kita mati Su’ul Khatimah, Nau’dzubillah, ini lebih berbahaya, harus kita perdulikan penjajahan pada diri kita, pada Negara kita, pada Masyarakat kita, agama kita dan keluarga kita, rumah tangga kita, kita harus merdeka dengan bimbingan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah subhanahu wata’ala jaga kita dari makanan-makanan yang haram, Allah Jaga kita dari makanan-makanan yang Subhat, Allah jaga kita dan keluarga kita dari hal-hal yang haram, Allah limpahkan kepada kita kemakmuran dan kebahagiaan, yang halal di dunia dan akhirat,
Wahai Allah hadirin hadirat ini di limpahin kesejukan dan kedamaian dunia dan akhirat, di permudah dalam mencari yang halal, ya Rahman ya Rahim, luaskan Rizki kami seluas-luasnya didalam hal yang halal, ya Rahman ya Rahim,

قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَأْتِي عَلَى النَّاسِ، زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الْمَرْءُ، مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ، أَمْ مِنْ الْحَرَامِ (صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
“Akan datang suatu masa dimana orang-orang tak perduli darimana nafkah yang diambilnya, apakah dari hal yang halal atau dari yang haram” (Shahih Bukhari)

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا …

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Dosa-dosa kami, kesalahan-kesalahan kami, masa depan kami dunia dan akhirat kami titipkan pada Nama Mu Yang Maha Luhur,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Hadirin hadirat kita berdo’a, demi suksesnya kedatangan Guru Mulia kita, dan suksesnya acara kita dan suksesnya perjuangan kita dalam acara ini, kita bermunajat dengan menyebut ya Allah 300 kali agar kehadiran beliau membawa Rahmat dan keberkahan bagi kita, bagi bangsa kita, bagi kota kita, jadi kota damai jauh dari musibah, musim kemarau datang membawa Rahmat, musim hujan datang membawa Rahmat, bukan membawa musibah,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Limpahkan Rahmat, limpahkan anugerah, limpahkan kemudahan, limpahkan kebahagiaan

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…

Dua hari lagi, dua hari lagi kita akan melihat wajah yang bercahaya dan berseri

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله… يَا الله…ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

yang terus saya himbau jamaah yang punya helm, helmnya di pakai, yang tidak punya helm beli kalau mampu, kalau tidak punya uang semoga Allah limpahi Rizki yang luas, yang sudah punya helm yang belum punya helm semoga di limpahi Rizki yang luas, awas sudah punya rizki luas tidak beli helm juga, demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah.

3 September 2012

Muslim Yang Menjaga Lidah dan Tangannya

oleh alifbraja

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

(صحيح البخاري)

 

“Orang muslim adalah orang yang tidak mengganggu orang muslim lain baik dengan lidah maupun tangannya, dan orang yang hijrah itu adalah orang yang hijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah”. ( Shahih Al Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ .

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Maha Raja alam semesta, Yang Maha Menguasai keluhuran, Yang Maha Menguasai kebahagiaan, Yang Maha Menguasai keindahan dan Maha membuat hati hamba-hamba-Nya rindu kepada yang lainnya, rindu kepada makanan, minuman, teman, keluarga dan lainnya, namun Allah hanya mengkhususkan satu sifat rindu yang agung yaitu rindu kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka jangan salahkan orang-orang yang rindu kepada Allah jika ingin segera wafat, jangan pula salahkan orang-orang yang rindu kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika ingin segera wafat, dan jangan salahkan orang-orang yang rindu kepada Allah dan rasul-Nya jika meminta panjang umur karena ingin hidup lebih lama lagi dalam keadaan rindu kepada Allah subhanahu wata’ala dan rasul-Nya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Inilah malam 1 Muharram 1423 H yang merupakan 14 Abad yang silam dari usia hijrahnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan harus kita fahami bahwa hijrahnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bukan di bulan Muharram tetapi di bulan Rabi’ul Awal. Bulan Rabi’ul Awal adalah bulan lahirnya rasullah, bulan hijrahnya rasulullah dan bulan wafatnya rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun karena penanggalan Qamariyah (hijriyah), kalau penanggalan Syamsiah (Masehi) itu berdasarkan perhitungan matahari yang terdapat 12 bulan, dan perhitungan bulan qamariyah 12 bulan juga dan derajatnya diawali dengan bulan Muharram, maka tahun hijriah tidak bisa diawali dengan bulan Rabi’ul Awal, karena bulan yang pertama adalah Muharram dan yang terakhir adalah Dzulhijjah, maka perhitungan 1 Hijriah dimulai pada 1 Muharram. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari menjelaskan bahwa disini terdapat hikmah dijadikannya tahun pertama hijriah adalah Muharram, karena Muharram termasuk salah satu dari 4 bulan haram, yaitu bulan mulia selain bulan ramadhan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab ), dan pertengahan tahunnya adalah bulan Rajab, dan dua bulan terakhirnya adalah bulan Dzulqa’dah dan Dzulhijjah yang keduanya adalah bulan haram, dan sebaik-baiknya perkara adalah diakhirnya, maka jadilah penanggalan hijriah itu awalnya adalah bulan haram, pertengahannya bulan haram, dan terakhirnya juga bulan haram. Bulan haram (dimasa jahiliyyah) adalah bulan yang diharamkan perang, bertikai dan lainnya. Dan setelah berkembangnya agama Islam maka Allah jadikan 4 bulan itu sebagai bulan haram, namun tidak diharamkan perang disaat itu jika ada yang memerangi umat islam. Islam tidak memerangi kecuali diperangi, maka dalam keadaan seperti itu diperbolehkan perang walaupun di bulan haram. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak puasa di bulan haram, sebagaimana dijelaskan dalam Syarah An Nawawy ‘ala Shahih Muslim oleh Al Imam An Nawawy bahwa Rasulullah memperbanyak ibadah di bulan-bulan haram ; Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Amal-amal di bulan Muharram dilipatgandakan pahalanya, oleh karena itu Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Muharram, dan puasa yang sangat disunnahkan di bulan ini adalah puasa Asyura tanggal 10 Muharram, dimana pahala puasa di hari Asyura adalah dihapusnya dosa setahun yang lalu. Namun di dalam madzhab Syafi’i disunnahkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, boleh saja hanya puasa pada tanggal 10 Muharram namun dalam hal ini terdapat penjelasan lagi dimana rasulullah memperbolehkan mengikuti adat istiadat orang yahudi selama itu hal yang baik, karena di hari Asyura’ orang-orang yahudi berpuasa sedangkan orang muslim tidak berpuasa, maka Rasulullah bertanya kepada mereka mengapa mereka berpuasa di hari itu, maka mereka menjawab :

“ hari ini (10 Muharram ) adalah hari terselamatkannya Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun”,

maka rasulullah menjawab :

“kami (ummat Islam) lebih berhak untuk mensyukuri keselamatan Musa daripada kalian”,

maka Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram, namun karena di hari itu orang yahudi juga berpuasa maka Al Imam Syafi’i menukil salah satu riwayat dengan mensunnahkan puasa bulan Muharram pada tanggal 9 dan 10, karena Al Imam Syafi’i menukil dari beberapa riwayat yang tsiqah dimana rasulullah bersabda :

“jika aku hidup hingga bulan Muharram tahun yang akan datang, maka aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram”,

namun rasulullah wafat dan tidak mendapati bulan Muharram berikutnya. Maka Al Imam Syafi’i mengatakan bahwa perkataan rasulullah itu merupakan dalil bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensunnahkan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Adapun yang mengambil pendapat hanya berpuasa sunnah pada tanggal 10 Muharram, maka hal itu sah-sah saja karena riwayatnya juga ada dan shahih. Dan jika pun puasa lebih banyak lagi selain tanggal 9 dan 10 Muharram maka itu pun lebih baik lagi karena Al Imam An Nawawi berkata bahwa Rasulullah banyak berpuasa dan beribadah di bulan-bulan haram, diantaranya bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits agung ini :

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ (صحيح البخاري)

“Orang muslim adalah orang yang tidak mengganggu orang muslim lain baik dengan lidah maupun tangannya, dan orang yang hijrah itu adalah orang yang hijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah”

Pahala hijrah sangat luhur, namun kita tidak kebagian pahala kemuliaan hijrah tidak pula kebagian kemulian kaum Anshar, dan orang yang mendapatkan pahala yang paling besar adalah kaum Muhajirin karena mereka telah meninggalkan keluarga, kerabat, sahabat, harta dan kampung halamannnya demi mengikuti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk hijrah ke Madinah. Rasulullah menghadapi tekanan berat di Makkah sehinga beliau tidak lagi mampu bertahan di Makkah kecuali jika beliau telah melewati batas kesabaran, jika beliau telah melewati batas kesabaran seorang rasul maka beliau tidak akan repot-repot hijrah ke Madinah namun beliau akan mengangkat kedua tangannya saja dan berdoa agar Allah binasakan orang-orang yang tidak beriman kepada beliau, maka penduduk Makkah semua akan binasa namun Rasulullah tidak melakukannya. Hal itu tidaklah mustahil, sebagaimana nabi Nuh berdoa agar bumi ditenggelamkan maka bumi pun ditenggelamkan oleh Allah kecuali kapal nabi Nuh As yang diselamatkan. Namun rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabar dan memilih untuk hijrah ke Madinah Al Munawwarah, dan diikuti oleh para sahabat, para kaum pria dan wanita, kafilah-kafilah satu persatu ikut hijrah ke Madinah Al Munawwarah. Dan sebelum hijrah ke Madinah sebagian sahabat ada yang hijrah ke Habsyah (Afrika) namun rasulullah tidak ikut hijrah kesana, maka sebagian dari sahabat ada yang kembali ke Makkah kemudian ikut hijrah ke Madinah, dan sebagian dari mereka setelah mengetahui bahwa rasulullah telah hijrah ke Madinah maka mereka pun langsung menyusul hijrah ke Madinah. Maka suatu malam ketika rasulullah memerintahkan sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw untuk tidur di tempat tidur beliau, kemudian beliau keluar bersama sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra meninggalkan kediamannya menuju Jabal Tsaur dan bertahan disana selama 3 hari, agar jangan sampai orang-orang qurays mengejar mereka dan jika orang-orang qurays mengejar pastilah mereka akan mengejar ke Madinah sedangkan rasulullah dan sayyidina Abu Bakr masih berada di gua Tsaur, maka untuk mengecoh orang-orang qurays berdiamlah rasulullah dan sayyidina Abu Bakr di jabal Tsur sampai tidak ada lagi yang mengejar beliau barulah beliau melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Abu Bakr bercerita ketika beliau berjalan bersama Rasulullah di saat hijrah ke Madinah. Dimana ketika waktu zawal yaitu ketika matahari tepat berada di tengah-tengah yang beberapa menit kemudian masuk waktu zhuhur, jadi ketika matahari masih di tengah itu belum masuk waktu zhuhur, dan setelah matahari tergelincir sedikit maka telah masuk waktu dzuhur, dan di waktu seperti itu tidak ada yang keluar rumah karena cuaca sangat panas, maka rasulullah keluar disaat itu supaya tidak ada orang yang melihatnya dan menuju rumah sayyidina Abu Bakr As Shiddiq, dan setelah sampai ke rumah Abu Bakr, Rasulullah berkata:

“wahai putri Abu Bakr, dimana ayahmu?”,

maka sayyidah Aisyah berkata:

“labbaik wa sa’daik ya rasulullah, apa yang membuatmu datang di waktu seperti ini?”,

maka sayyidina Abu Bakr keluar dan berkata:

“labbaik ya rasulallah, wahai rasulullah apa yang membuatmu datang di waktu yang tidak biasanya engkau datang, pastilah ada hal yang penting!?”,

rasulullah menjawab:

“wahai Abu Bakr, sudah ada izin untukku meninggalakan Makkah”,

maka Abu Bakr melihat wajah rasulullah dan berkata:

“bolehkah aku yang menemanimu wahai Rasulullah?”

maka Rasulullah berkata:

“engkaulah yang terpilih dan akan menemaniku wahai Abu bakr”,

sehingga dalam sebuah riwayat sayyidah Aisyah berkata:

“aku belum pernah melihat ayahku menjerit karena gembira kecuali ketika rasulullah berkata kepadanya : “engkau yang akan menemaniku hijarh ke Madinah Al Munawwarah”,

maka disaat itu sayyidina Abu Bakr memeluk rasulullah dan menangis gembira. Maka sayyidina Abu Bakr menyiapkan kuda untuk rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dibawa ke Jabal Tsur oleh salah seorang budaknya. Ketika itu Rasulullah dan sayyidina Abu Bakr masuk ke dalam salah satu goa untuk beristirahat dimana di dalam goa itu terdapat banyak lubang ular dan sarang-sarang kalajengking, maka sayyidina Abu Bakr As Shiddiq membuka sorbannya untuk menutupi lubang-lubang itu, supaya tidak ada ular yang keluar dari lubang-lubang itu. Maka semua lubang tertutup kecuali satu lubang, dan disaat itu rasulullah tertidur di pangkuan sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra. Abu Bakr pun selalu melihat lubang yang belum tertutup itu khawatir ada ular atau kalajengking yang keluar dari lubang itu, dan ternyata ada ular yang mengeluarkan kepalanya di lubang itu, maka sayyidina Abu Bakr menutup lubang itu dengan telapak tangannya sehingga ular iu terus menggigitnya dan beliau hanya menahan sakit tanpa bergeming sedikitpun karena khawatir rasulullah akan terbangun dari tidurnya, maka Abu Bakr terus menahan sakit sampai air matanya menetes karena pedihnya gigitan ular itu dan mengenai wajah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akhirnya rasulullah pun terbangun dari tidurnya dan berkata:

“apa yang terjadi wahai Abu Bakr?”

maka Abu Bakr menjawab :

“ular telah menggigitku wahai rasulullah”,

maka diraihlah tangan Abu Bakr yang dipenuhi dengan darah karena gigitan ular dan Rasulullah meludahinya kemudian sembuhlah luka itu. Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah bahwa ular itu datang bukan ingin mengganggu tetapi ingin melihat wajah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun ketika dihalangi oleh Abu Bakr As Shiddiq maka ular itu pun marah dan menggigit tangat Abu Bakr, riwayat ini dari guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh matta’anallahu bih. Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari bahwa Abu Bakr As Shiddiq berkata:

“Kami melanjutkan perjalanan, dan ketika matahari mulai terik kami mencari tempat untuk berteduh, dan ketika mendapatkan tempat berteduh maka aku membentangkan surbannya dan berkata kepada rasulullah : “duduklah wahai rasulullah, aku akan mencari sesuatu yang bisa kita makan, maka aku berkeliling ke wilayah sekitar, kemudian aku menemukan seorang yang sedang menggembala kambing, kemudian aku berkata: “boleh aku membeli susu kambing ini”, maka pengembala berkata: “kambing ini bukan milikku”, Abu Bakr berkata: “jika aku aku membelinya, apakah pemiliknya akan ridha”, pengembala itu berkata: “iya dia akan ridha”. Maka Abu Bakr As Shiddiq berkata: “kubersihkan kayu dan bejana yang digunakan untuk menampung susu itu, lalu kutaruhkan kain di atas bejana itu untuk menyaring agar tidak ada debu yang masuk kedalam bejana itu, setelah selesai kubawa bejana itu dengan ditutupi kain kehadapan rasulullah dan kuberkata: “minumlah wahai rasulullah”, maka rasulullah meminumnya, dan setelah hari mulai senja kami berangakat melanjutkan perjalanan, dan aku sesekali melihat ke kiri dan ke kanan, sebentar melihat ke belakang karena khawatir ada yang menyerang rasulullah, ketika disebelah kanan ada bukit maka aku lari kesebelah kanan rasulullah karena khawatir ada yang memanah dari arah sana maka aku lari ke sebelah kanan, ketika disebelah kanan aku merasa tidak tenang maka aku pindah ke sebelah kiri, dan ketika aku melihat ada celah-celah yang bisa menyerang dari depan maka aku pun lari ke depan”.

Demikian penjagaan Abu Bakr As Shiddiq terhadap rasulullah dalam perjalanannya menuju Madinah Al Munawwarah. Setelah itu (secara ringkas) dimana Rasulullah berangkat menuju Madinah Al Munawwarah pada awal Rabi’ul Awal dan tiba di Madinah Al Munawwarah hari Senin 12 Rabiul Awal, jadi hijrah beliau bukan di bulan Muharram, namun para sahabat sudah mulai hijrah pada bulan Muharram dan sayyidina Umar bin Khattab menjadikan Muharram sebagai awal tahun baru Hijriah karena perhitungan bulan qamariyah diawali dengan Muharram bukan Rabi’ul Awal. Dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar bahwa hal ini menjadi kemuliaan hijrah karena Muharram itu termasuk bulan haram. Maka tahun hijriah itu awalnya mulia, pertengahannya mulia dan akhirnya mulia pula, dan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak ibadah di bulan-bulan itu, hal itu menunjukkan bahwa pahala di bulan-bulan dilipatgandakan. Kemudian rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai di Madinah pada taggal 12 Rabiul Awal dan disambut oleh Ahlu Al Madinah, maka keluarlah seluruh penduduk Madinah dengan melantunkan:

طَلَعَ اْلبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّةِ اْلوَدَاعِ

Yang mana qasidah itu masih kita abadikan dan masih terngiang di telinga kita hingga malam hari ini.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kembali ke hadits tadi dan sedikit saya jelaskan, bahwa yang dimaksud orang muslim yang baik adalah ketika orang-orang muslim lainnya aman dari gangguan lisan dan tangannya. Aman ada dua makna, yang pertama adalah lisannya (ucapannya) tidak mengganggu orang lain seperti mencaci dan yang lainnya, begitu pula tangannya tidak juga mengganggu orang lain, misalnya dia memiliki harta maka dengan hartanya dia jatuhkan posisi orang lain, dengan hartanya ia sebarkan selebaran yang berisikan fitnah tentang orang lain. Maka hati-hati kalau berbicara, karena dosa memfitnah itu lebih besar dari pembunuhan, lebih-lebih yang difitnah adalah dakwah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga yang berbuat fitnah dimaafkan oleh Allah subhanahu wata’ala, amin, Dan makna aman yang kedua adalah dimana orang muslim yang lain selamat sebab lisannya dan tangannya, seperti sebab doa atau nasihatnya orang muslim yang lain selamat karena lidahnya, dan juga selamat karena tangannya, misalnya punya kekuasaa atau punya harta digunakan untuk membantu dakwah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka derajat yang paling mulia adalah ketika muslim yang lain selamat karena lisan dan tangannya. Maka jika mau derajat yang tinggi lagi maka selamatkanlah muslim yang lain dengan lidah dan tanganmu, jika tidak bisa maka janganlah mengganggu muslim yang lain dengan lisan atau tangan kita.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Lanjutan hadits tadi, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Dan orang yang hijrah itu adalah orang yang hijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah”

Dan kita bukan termasuk Muhajir karena Rasulullah bersabda:

“ Tidak ada lagi yang hijrah setelah Fath Makkah”.

Namun Al Imam Ibn Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan yang dimaksud adalah hijrah dari Makkah ke Madinah di zaman nabi Muhammad, karena ada hadits lain dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“ Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya  karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan”

Maka orang yang hijrah jika ingin tergolong kepada golongan orang yang berpindah kepada keluhuran, atau tergolong kedalam golongan Muhajirin dan Anshar maka ikutilah mereka dalam kebaikan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

( التوبة: 100)

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” ( Qs. At Taubah: 100)

Semoga setiap nafas kita selalu dihijrahkan dari kehinaan menuju keluhuran, dan dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih mulia lagi, amin allahumma amin. Selanjutnya kita dengarkan tausiah dari guru kita yang kita cintai fadhilah As Sayyid Ad Daa’i ilallah Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan, yatafaddhal.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 141 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: