Posts tagged ‘aliran sesat’

11 September 2012

Ditemukan 3.229 Kesalahan Tarjamah Al-Quran Versi Kemenag RI

oleh alifbraja

Buku berjudul Koreksi Kesalahan Terjemah Harfiyah Al-Qur’an Kemenag RI” yang ditulis oleh Amir Majelis Mujahidin, Ustadz Muhammad Thalib, memuat sebagian kecil dari 3.229 jumlah kesalahan terjemah yang terdapat dalam Tarjamah Harfiyah Al-Quran versi Depag. Sementara kesalahan pada edisi revisi tahun 2010 bertambah menjadi 3.400 ayat.

 
Seperti diketahui, penelaahan selama bertahun-tahun terhadap Al-Qur’an dan Terjemahnya yang diterbitan Departemen Agama RI sejak 1965, kemudin mengalami revisi secara bertahap mulai 1989, 1998, 2002, hingga 2010, telah menyentak kesadaran iman kita, betapa selama ini ajaran kitab suci Al-Qur’an ternodai akibat adanya salah terjemah yang jumlahnya sangat banyak.
 
“Maka, kami tidak hanya sebatas koreksi, tapi juga menerbitkan Tarjamah Tafsiriyah Al-Qur’an lengkap 30 juz, sebagai tanggungjawab meluruskan terjemah harfiyah yang salah dari Al-Qur’an dan Terjemahnya versi Kemenag RI. Adapun Buku Koreksi Kesalahan Terjemah Harfiyah Al-Qur’an Kemenag RI ini hanya memuat 170 ayat saja. Karena sangat prinsip yang harus segera diketahui kaum muslim. Sebab tidak mungkin membukukan kesalahan terjemah 3.229 ayat sekaligus dalam waktu dekat ini,” kata Ustadz Thalib.
 
Dijelaskan Amir Majelis Mujahidin, ayat salah terjemah itu berkaitan dengan masalah akidah, syariah, dan mu’amalah. Khususnya menyangkut problem terorisme, liberalism, dekadensi moral, aliran sesat dan hubungan antar umat beragama.
 
Dalam Simposium Nasional bertema: “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme” di Jakarta, Rabu 28 Juli 2010, Dirjen Bimas Islam Kemenag dan sekarang menjadi Wamenag, Prof. Dr. Nasaruddin Umar dengan gamblang menyatakan: sejumlah ayat berpotensi untuk mengajak orang beraliran Islam keras, karena itu dalam terjemahan Al-Qur’an versi baru pemerintah menyusun kata yang lebih moderat, namun memiliki makna yang sama.
 
Selain meluncurkan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an versi baru, Kemenag juga melakukan upaya deradikalisasi lain, yaitu pembinaan pengurus masjid oleh 95 ribu penyuluh agama hingga ke pedesaan.
 
Ayat Salah Terjemah
 
Diantara ayat Al-Qur’an yang dituding berpotensi radikal adalah: QS. Al-Baqarah (2):191. Terjemah Harfiyah Depag: “dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah)…”
 
Kalimat ‘bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka’, seolah oleh ayat ini membenarkan untuk membunuh musuh di luar zona perang. Hal ini, tentu sangat berbahaya bagi ketentraman dan keselamatan kehidupan masyarakat. Karena pembunuhan terhadap musuh diluar zona perang sudah pasti menciptakan anarkisme dan teror, suatu keadaan yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam.
 
Maka Tarjamah Tafsiriyahnya adalah: “Wahai kaum mukmin, perangilah musuh-musuh kalian di manapun kalian temui mereka di medan peran dan dalam masa perang…”
 
Ayat Al-Qur’an lain yang dituding berpotensi radikal adalah: QS. Al-Ahzab (33): 61. Adapun Tarjamah Harfiah Depag/Kemenag: “Dalam keadaan terlaknat. Dimana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.”
 
Dijelaskan, kalimat dibunuh dengan sehebat-hebatnya dalam tarjamah Depag versi lama, dan dibunuh tanpa ampun dalam tarjemah Kemenag versi baru, keduanya merupakan tarjamah harfiah dari kata quttilu taqtiila, artinya bukan dibunuh, tetapi dibunuh sebagian besar. Kemudia kata sehebat-hebatnya, atau ‘tanpa ampun’ sebagai tarjemah kata taqtiilaa tidak benar. Karena kata taqtiilaa hanya berfungsi sebagai penegasan, bukan berfungsi menyatakan sifat atau cara membunuh yang tersebut pada ayat ini.
 
Dijelaskan, Tarjamah Depag maupun Kemenag diatas berpotensi membenarkan tindakan kejam terhadap non-muslim. Padahal Islam secara mutlak melawan tindakan kejam terhadap musuh. Islam sebaliknya memerintahkan kepada kaum muslim berlaku kasih sayang dan adil kepada seluruh uma manusia, sebagai wujud dari misi rahmatan lil-‘alamin.
 
 
 

Tarjamah Tafsiriyah: “Orang-orang yang menciptakan keresahan di Madinah itu akan dilaknat. Wahai kaum mukmin, jika mereka tetap menciptakan keresahan di Madinah, tawanlah mereka dan sebagian besar dari mereka benar-benar boleh dibunuh dimana pun mereka berada”.

 
Dengan dua contoh terjemah ini, membuktikan bahwa tindakan radikal maupun teror yang banyak terjadi akhir-akhir ini, mendapat dukungan dan pembenaran, bukan dari ayat Al-Qur’an, melainkan terjemah harfiyah terhadap ayat di atas, dan hal itu bertentangan dengan jiwa Al-Qur’an yang tidak menghendaki tindakan anarkis. Dan para pelakunya telah menjadi korbanterjemah yang salah ini.
 
Ketika Rasulullah Saw dan kaum Muslimin di Madinah, beliau hidup berdampingan dengan kaum Yahudi, Nasrani, Musyrik dan kaum yang tidak beragama, sepanjang mereka tidak menganggu Islam. Apa yang akan terjadi sekiranya Rasulullah memerintahkan pengamalan ayat tersebut sebagaimana terjemahan Al-Qur’an dan Terjemahnya itu.
 
Kontroversi terjemah Al-Qur’an versi Kemenag RI, terutama disebabkan oleh kesalahan memilh metode terjemah. Metode terjemah Al-Qur’an yang dikenal selama ini ada dua macam, yaitu terjemah harfiyah dan terjemah tafsiriyah, dan Depag memilih metode harfiyah/tekstual. (Desastian)
5 Juli 2012

PLURALITAS DAN PLURALISME DALAM ISLAM

oleh alifbraja

Islam mengakui adanya pluralitas yaitu keaneka ragaman agama dan kepercayaan. Namun tidak mengakui pluralisme yaitu paham yang menganggap bahwa semua agama yang beraneka ragam macamnya itu sama dan benar. Agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam , Allah menegaskan hal ini dalam surat Ali Imran ayat 19:

 

19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.(Ali Imran 19)

Allah memberi kebebasan pada manusia untuk memilih agama apa saja yang mereka yakini , namun kelak mereka harus mempertanggung jawabkan pilihan mereka dihadapan Allah. Itu adalah resiko yang harus mereka pikul sebagai konsekwensi dari pilihan mereka. Allah telah memberikan akal, fikiran , hati dan kesempatan yang banyak pada manusia untuk menganalisa, mempelajari dan  menetapkan pilihannya. Barang siapa yang memilih agama selain Islam maka mereka termasuk orang yang rugi.  Allah menegaskan hal tersebut dalam surat Ali Imran ayat 85.

 

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran 85)

Ketika Iblis terusir dari syurga ia  mohon pada Allah agar diberi waktu sampai hari kiamat untuk menyesatkan semua anak cucu Adam, kecuali sedikit diantara mereka yaitu hamba Allah yang ikhlas. Allah telah memberi izin dan kesempatan seluas luasnya kepada Iblis dan balatentaranya untuk menyesatkan manusia sampai datangnya hari kiamat nanti. Karena itu bukan hal aneh jika didunia ini muncul berbagai aliran kepercayaan dan agama yang membawa manusia pada perbuatan musyrik dan aliran sesat yang mengatas namakan Islam padahal isinya menyimpang dari Islam yang kaffah. Berbagai agama, aliran kepercayaan dan ajaran sesat tersebut tidak akan pernah lenyap dari muka bumi sampai hari kiamat. Itu merupakan batu ujian bagi keimanan  seseorang dan sarana yang dijanjikan Allah bagi Iblis dan balatentaranya.

 

Tugas para Rasul, Nabi, Da’i , Ustadz dan Mubaligh hanya mengingatkan pada manusia mana agama yang haq dan mana yang bathil . Tidak ada paksaan untuk memeluk Islam, telah nyata mana yang benar dan mana yang bathil. Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Baqarah ayat 256

 

256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 256)

 

Setiap orang bertanggung jawab atas pilihannya masing masing, Allah telah melengkapi manusia dengan akal, fikiran, hati dan telah mendatangkan para Rasul, Nabi, Al Qur’an dan para ulama, Mubaligh Da’i disetiap zaman untuk menyampaikan peringatan ini. Islam tidak dikembangkan dengan kekerasan dan teror tapi dikembangkan dengan hikmah, bijaksana dan penuh kasih sayang. Islam diikuti dengan kesadaran dan keikhlasan dari diri setiap orang , bukan dengan teror, paksaan,  atau  ancaman yang menakutkan.

Kelompok yang saat ini  mengaku memperjuangkan Islam dengan cara cara kekerasan, sebenarnya hanya memperjuangkan kepentingan kelompok atau dirinya dengan mengatas namakan ajaran Islam. Kelompok ini lebih bernuansa politik dari pada agama dan tujuan mencari Ridho Allah. Kelompok ini sudah muncul beberapa saat setelah Rasulullah wafat. Demi tujuan politik dan kekuasaan terjadilah kasus pembunuhan khalifah Umar bin Khatab, Usman bin Affan , perang Jamal antara kelompok Ali ra dan Aisyah , Jatuh bangunnya berbagai kerajaan atau khalifah Islam. Saling serang antara kelompok Suni dan Syiah, perpecahan dan saling hujat dengan sesama Islam ,  dan terus akan berlanjut sampai akhir zaman. Akibat ulah kelompok yang fanatik pada golongan, pemimpin, paham, serta demi mencapai kejayaan duniawi terjadilah perpecahan dan saling bunuh diantara umat Islam. Sehingga dunia mengecam umat Islam sebagai kelompok yang penuh teror dan kekerasan.  Inilah fitnah yang ditujukan bagi umat Islam.

Terhadap agama dan aliran yang beraneka ragam didunia ini Allah telah menetapkan sikap yang harus diambil sebagai disebutkan dalam surat Al-Kafirun

1.Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, 2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (Al Kafirun)

Islam sangat toleran dengan pemeluk agama lain, silahkan anda dengan kepercayaan dan keyakinan anda. Karena anda tidak mungkin memeluk keyakinan kami dan kamipun tidak mungkin memeluk keyakinan anda. Silahkan hidup berdampingan dengan damai didunia tanpa mengganggu keyakinan dan kepercayaan masing masing. Umat Islam bisa bergaul secara santun dengan umat lain asal tidak diganggu iman dan keyakinannya. Umat Islam hanya menyampaikan kebenaran yang disampaikan Al-Qur’an dan RasulNya , kalau diikuti ya Alhamdulillah , jika tidak ya silahkan dengan keyakinan masing masing.

Islam menerima pluralitas yaitu adanya bermacam-macam agama, kepercayaan dan aliran didunia ini , namun menolak paham pluralisme yang menyatakan bahwa semua agama itu sama menuju satu tujuan kebaikan. Salah seorang Cendekia Muslim Cak Nur pernah mengatakan semua agama itu sama , bagaikan jari jari sepeda yang datang dari berbagai arah namun tujuannya satu yaitu keporosnya atau Tuhan yang satu. Paham ini jelas bertentangan dengan Al- Qur’an sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran  ayat 19 dan  85 diatas, dan  lebih tegas lagi dalam surat Al Maidah ayat 72 dan 73.

Disamping menghadapi umat yang berbeda keyakinan dan agama , kita juga akan menghadapi perpecahan dan perbedaan pendapat dikalangan umat Islam sendiri. Islam yang kaffah itu bagaikan selembar bulu putih pada seekor kambing yang hitam. Tekuni Al-Qur’an , pelajari Hadist Rasulullah, belajar dari banyak ulama dan guru, lakukan analisa dan perenungan Insya Allah kita akan menemukan Islam yang kaffah. Jangan fanatik secara membabi buta kepada seorang guru, ustadz ataupun yang disebut dengan Amir. Setiap diri akan dituntut pertanggung jawabannya atas apa yang dilakukan dan diyakininya.

Pada akhirnya kita kelak akan datang menghadap Allah sendiri sendiri untuk mempertanggung jawabkan apa yang kita yakini dan lakukan selama hidup didunia ini. Tidak ada tolong menolong dihari itu, seorang ayah atau ibu tidak bisa menolong anaknya demikian pula sebaliknya, seorang teman tidak dapat menolong temannya yang lain. Setiap orang akan dibalasi oleh Allah sesuai amal dan perbuatannya masing masing. Celakalah orang yang menyembah Tuhan yang lain selain Allah. Apa yang mereka sembah seperti patung, matahari, leluhur, tuhan Yesus, Budha, pohon besar, pesugihan dan lain sebagainya tidak akan dapat menyelamatkan mereka dari azab dan murka Allah dihari itu. Orang yang menyembah tuhan selain Allah tempat kembali mereka adalah Neraka jahanam dan mereka berdiam kekal selamanya disana. Naudzubillahi mindzalika.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 147 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: