Posts tagged ‘ilmu tarekat’

9 November 2012

Dzikir dalam 7 Latifah Tarekat Naksabandiyah

oleh alifbraja

Suatu zikir hanyalah untuk menyelamatkan hati dari nafsu keduniawian dan nafsu keinginan, nafsu itu menarik kejelekan, maka tidak ada yang selamat dari nafsu, kecuali bergantung pasrah kepada Allah SWT.
Aktifitas wirid/zikir yang terus menerus akan menjadi warid yaitu timbul cahaya ke-ilahy-an yang masuk kedalam hati yang akan membedakan hak dan batil.
Oleh karena itu jelaslah bahwa ilmu tarekat sangatlah penting karena pengaruh zikrullah terhadap pribadi mukmin makin kuat, sehingga membawa pengaruh positif dalam hidup dan kehidupan pribadi yang luhur.

Pelaksanaan zikir Naksabandiyah sebagai berikut  :

1. LATIFAH QOLBU

Latifah yang berarti duduknya di Latifatul qolby, adanya dibawah susu sebelah kiri jarang dua jari condongnya kedalam.Dalam pengisian zikir……..arahnya kedalam dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya, maka tetaplah di Latifatul qolby.
Wilayahnya nabi Adam, tempatnya nafsu Lawwamah, bersifat > suka mencela, menuruti hawa nafsu, bohong, menganiaya, bangga diri, menggunjing, pamer, bangga diri,
Warnanya : kuning
2. LATIFAH RUH
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Ruh, adanya dibawah susu sebelah kanan jarang dua jari condongnya keluar kedalam. Dalam pengisian zikir…..arahnya keluar kedalam dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Ruh. Dari Latifatul qolby ke Latifatul Ruh ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali dan setelah mengerjakan zikir perjalanan tetaplah di Latifatul Ruh.
Wilayahnya nabi Ibrahim dan nabi Nuh. Tempatnya nafsu Mulhimah, bersifat > lapang dada, dermawan, merendah, sabar, taubat, qonaah, tahan menghadapi kesusahan.
Warnanya : merah
3. LATIFAH SIR/SIRRI
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Sir, adanya di atas susu sebelah kiri jarang dua jari condongnya keluar. Dalam pengisian zikir ….arahnya keluar dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Sir. Dari Latifatul Ruh ke Latifatul Sir ada perjalanan zikir 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifah Qolby 5000 kali, maka Ruh harus juga diisi 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Ruh ke Sir maka tetaplah berada di Latifatul Sir.
 Wilayahnya nabi Musa, tempatnya nafsu Mutmainah, bersifat > senang ibadah, bersyukur, ridho, tawakal, sayang dengan sesama makhluk, takut melanggar larangan Allah/Waro.
Warnanya : Putih
4. LATIFAH KHOFI
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Khofi, adanya di atas susu sebelah kanan jarang dua jari condongnya kedalam. Dalam pengisian zikir ….arahnya kedalam dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Khofi. Dari Latifatul Sir ke Latifatul Khofi  ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifah qolby 5000 kali dan Sir juga harus 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Sir ke Khofi maka tetaplah di Latifatul Khofi. 
Wilayahnya nabi Isa, tempatnya nafsu Mardiyah, bersifat > baik budi, welas asih, menjalankan kebaikan, tahu diri, sayang sesama makhluk.
Warnanya : Hitam
5. LATIFAH AHFA/AKFA
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Akfa, adanya di tengah-tengah dada condongnya keatas kedepan. Dalam pengisian zikir …..arahnya keatas kedepan dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Akfa. Dari Latifatul Khofi ke Latifatul Akfa ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifatul Qolby, Ruh, Sir dan Khofi harus sama diisi 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Khofi ke akfa maka tetaplah di Latifatul Akfa. 
Wilayahnya nabi Muhammad SAW, tempatnya nafsu Kamilah, bersifat > ilmu yakin, ainul yakin, haqqul yakin.
Warnanya : Hijau
6.LATIFAH NAPSI
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Napsi, adanya di tengah diantara dua alis condongnya kebawah kebelakang. Dalam pengisian zikir…. arahnya kebawah kebelakang dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Napsi. Dari Latifatul Akfa ke Latifatul Napsi ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifatul qolby, Ruh, Sir, Khofi sama, maka di Latifatul Akfa juga harus sama ( misalnya 5000 kali ). Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Latifatul Akfa ke Latifatul Napsi maka tetaplah duduk di Latifatul Napsi.
Tempatnya nafsu Amarah, bersifat > serakah, takabur, khianat, pelit, syahwat.
Warnanya : merah, kuning, hijau, biru. ( dominan merah )
7. LATIFAH QOLAB/QOLAM
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul qolam adanya di tengah embun-embunan condong kedalam (seluruh badan). Dalam pengisian zikir …..arahnya kedalam ditengah-tengah dada. Dari Latifatul Napsi ke Latifatul Qolam, ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifatul Qolby, Ruh, Sir, Khofi, Akfa sama, maka di Latifatul Napsi juga harus sama 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Latifatul Napsi ke Latifatul Qolam maka Latifatul Qolam harus diisi sebanyak 5000 kali. Kemudian dinaikan ke Hadiyat>Kulhu Allah hu ahad…. Ma’iyat>Wahuwa ma’akum aena ma kuntum…..Akrobiyah>Wahuwa Akrobu minha, minha fi warid.
Setelah mengisi zikir di Latifatul Qolam maka kembali ke Latifatul Qolby dengan perjalanan zikir sebanyak 1000 kali, maka tetaplah zikir untuk seterusnya di Latifatul Qolby yang berarti langsung tenggelam/fana, isilah zikir sebanyak-banyaknya sebagai tanggung jawab diri sendiri.
Tempatnya nafsu Kamilah, bersifat> Tajjali, laduni, irsad, ikmal, baqobillah.
Warnanya : merah, kuning, hijau, biru ( pelangi )
Zikir latifatul jasad / Qolam caranya sebagai berikut, masukan zikir Hu Allah lewat napas, tarik ke lubang hidung sebelah kiri dimasukan ke pangkal jantung diisi zikir Allah 5000 kali. Dari jantung disebarkan lewat urat ashabat ke semua denyut nadi, artinya jantung dan nadi menjadi satu disebarkan ke seluruh tubuh/Latifatul jasad dan mengisi rongga-rongga tubuh dengan zikir sehingga seluruh tubuh berzikir

Untuk menyebarkan zikir keluar masuknya napas di jantung, harus belajar cara memberhentikan dan melancarkan jantung, adalah sebagai berikut :

1.Untuk memberhentikan jantung adalah buang napasnya yang panjang……. tarik napasnya sedikit.
2.Untuk melancarkan jantung adalah buang napasnya sedikit……tarik napasnya yang panjang. 
 

Sebagai catatan >Jantung ada dua bagian :
1.Pangkal Jantung ada 101 urat ashabat adalah rupa kerajaan ilahy.  2.Ujung Jantung, kerajaan iblis/darah kotor yang harus dibersihkan/dihancurkan.

wassalam, Semoga Allah SWT selalu menyertai kita. Amin.  

22 Juni 2012

Jejak Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah

oleh alifbraja

 

Jejak Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah (1)

Tarekat (dalam bahasa Arab Tariqah) merupakan intipati pelajaran Ilmu Tasawuf. Dengannya, seseorang dapat menyucikan diri dari segala sifat-sifat keji dan menggantikannya dengan sifat-sifat akhlaq yang terpuji. Dalam Wikipedia disebutkan, tarekat juga merupakan batin atau inti bagi syariat, yang dengannya seseorang dapat memahami hakikat amalan-amalan salih dalam Islam.
Ilmu Tarekat merupakan suatu jalan khusus menuju makrifat dan hakikat Allah SWT. Ia termasuk dalam ilmu mukasyafah dan merupakan ilmu batin, ilmu keruhanian dan ilmu mengenal diri. Ilmu tersebut bersumber pada Allah yang diwahyukan kepada diwahyukan kepada sekalian Nabi dan Rasul terutama para Ulul ‘Azmi.

Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah berhulu pada diri Nabi Muhammad saw melalui Abu Bakar as-Siddiq ra, khalifah pertama yang juga salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw. Tarekat ini merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebarannya. Dalam Wikipedia disebutkan, tarekat ini dapat dijumpai di banyak wilayah Asia Muslim, serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan Dagestan, Rusia.

Konon, yang ditiru para sufi dari Abu Bakar ash-Shiddiq adalah kesahajaannya. Dalam sebuah riwayat disebutkan, ia pernah hidup hanya dengan sehelai kain. Riwayat lain yang dikutip dalam http://www.baitulamin.org menyebutkan, Abu Bakar juga pernah memegang lidahnya sendiri seraya berkata, “Lidah inilah yang senantiasa mengancamku.” Sehingga untuk menjaga lidahnya dari segala perkataan yang tidak bermanfaat, ia kerap mengulum batu kerikil.

Sifat lain yang juga diteladani dari sahabat Nabi saw itu adalah kedermawanannya. Dikisahkan bahwa pada Perang Tabuk, Rasulullah saw meminta kaum Muslimin mengorbankan hartanya. Maka datanglah Abu Bakar membawa seluruh harta yang dipunyanya.

Diletakkannya harta itu di antara kedua tangan Rasulullah yang kemudian bertanya, “Apa lagi yang kau tinggalkan bagi anak-anakmu, wahai Abu Bakar?” Sang sahabat menjawab, “Saya tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya.”

Kedermawanan Abu Bakar tersebut mengandung nilai kerelaan berkorban di jalan Allah, serta menyandarkan diri hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Sikap kepasrahan yang tinggi itulah yang oleh para sufi dijadikan panutan. Sifat Abu Bakar itu dianggap sebagai benih akhlak para sufi kemudian.

Menurut Syeikh Najmuddin Amin Al-Kurdi dalam kitabnya Tanwirul Qulub, nama Tareqat Naqshbandiyah berbeda-beda menurut zaman. Dalam silsilah sufisme ini, Abu Bakar as-Siddiq berada di urutan pertama. Pada periode antara Abu Bakar dan Tayfur ibn Isa ibn Surusyan al-Bistami (Syekh Abu Yazid al-Bistami), yang berada di silsilah kelima, tarekat ini dikenal dengan nama Shiddiqiyah.

Selanjutnya, pada periode yang dimulai sejak Syekh Tayfur hingga sufi pada silsilah kesembilan, Syekh Abdul Khalik Fajduani, tarekat ini dikenal dengan Tayfuriyah. Periode selanjutnya yang berlangsung hingga masa Syekh Bahauddin Naqsyabandi Bukhari yang berada di silsilah kelimabelas, tarekat lebih dikenal sebagai Khawajakaniah. Terakhir, tarekat dikenal dengan nama Naqsyabandiyah hingga pada silsilah ke-18, Syekh Nashiruddin Ubaidullah Al-Ahrar.

Syekh Bahauddin Naqsyabandi Bukhari itulah yang kemudian dikenal sebagai pendiri tarekat Naqsyabandi. Ulama yang dilahirkan pada Muharram 717 Hijriah (1317 Masehi) di sebuah perkampungan bernama Qashrul ‘Arifan dekat Bukhara itu menerima pendidikan awal tarekat dari gurunya, Sayyid Muhammad Baba as-Sammasi. Selanjutnya, ia menerima ilmu-ilmu tarekat dan khilafat dari syekhnya, Sayyid Amir Kullal.

Dikisahkan, suatu hari Naqsyabandi berkata, “Pada suatu hari aku dan sahabatku sedang ber-muraqabah, lalu pintu langit terbuka dan gambaran musyahadah hadir kepadaku. Lalu aku mendengar satu suara berkata, ‘Tidakkah cukup bagimu untuk meninggalkan mereka yang lain dan hadir ke hadirat Kami secara berseorangan?” Dari situ ia lalu menerima petunjuk mengenai tarekat yang kemudian dikenal sebagai Tarekat Naqsyabandiyah.

Selain diambil dari nama salah seorang sufi yang juga pendiri tarekat, Naqsyabandiyah menurut Wikipedia diadopsi dari bahasa Arab, yakni murokkab bina’i dari dua kata Naqsy dan Band yang berarti “suatu ukiran yang terpateri.” Sebagian orang menerjemahkannya sebagai “pembuat gambar,” pembuat hiasan,” “jalan rantai,” dan “rantai emas.”

Meski kemudian nama “Naqsyabandiyah” diambil menjadi nama tarekat, periode-periode setelah Bahauddin Naqsyabandi Bukhari menamai tarekat ini dengan nama yang berbeda-beda. Periode yang dimulai dari Syekh Ubaidullah Al-Ahrar hingga silsilah ke-23, Syekh Ahmad Faruqi Sirhindi, menamai tarekat ini “Ahrariah.” Sedangkan periode Syekh Sirhindi hingga silsilah ke-29, Syekh Dhiyauddin Khalid Kurdi Al Usmani, menamainya “Mujaddidiyah.” Lalu, periode antara Syekh Khalid Kurdi hingga sekarang, dinamakan “Khalidiyah” atau kemudian dikenal dengan Tarekat Naqsyabandiyah al-Khalidiyah.

Dengan demikian, tarekat yang bermula di Bukhara ini kemudian dikenal sebagai Tarekat Naqsyabandiyah al-Khalidiyah di Timur Tengah, terutama di Makkah. Tarekat tersebut kemudian tersebar ke berbagai wilayah dunia melalui jamaah haji.

Setelah itu, tarekat ini tidak lagi mengalami perubahan nama. Para pengamal tasawuf di masa berikutnya memusatkan perhatian mereka pada ilmu yang diajarkan dan sumber ilmu yang ditunjukkan dengan untaian silsilah keguruan, bukan pada nama berdasarkan silsilah. Setelah Syekh Khalid Kurdi, silsilah keguruan berikutnya berturut-turut adalah Syekh Abdullah Afandi, Syekh Sulaiman Qarimi, dan Syekh Sulaiman Zuhdi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 141 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: