Posts tagged ‘rosul’

7 Oktober 2012

kesanggupan menjadi pengikut thoriqoh

oleh alifbraja

1. Sanggup Taat Kepada Alloh Ta’ala, Bakti Kepada Allah Ta’ala.
“Yaa ayyuhalladzina ‘aamanu athiulloha wa athi’ur rosuula” ( QS.An Nisa’:59 ).
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Taatlah kamu kepada ALLOH dan kepada ROSUL-ROSUL.

Taat Kepada Alloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ALLOH TA’ALA dan menjauhi yang dilarang oleh ALLOH TA’ALA.
Taat Kepada Rosululloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ROSULULLOH dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh ROSULULLOH.
Kesemua hal tersebut menurut kemampuan kita masing-masing.

2. Sanggup Taat Kepada Rosululloh, Bakti Kepada Rosululloh.
“Yaa ayyuhalladzina ‘aamanu athiulloha wa athi’ur rosuula” ( QS.An Nisa’:59 ).
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Taatlah kamu kepada ALLOH dan kepada ROSUL-ROSUL.

Taat Kepada Alloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ALLOH TA’ALA dan menjauhi yang dilarang oleh ALLOH TA’ALA.
Taat Kepada Rosululloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ROSULULLOH dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh ROSULULLOH.
Kesemua hal tersebut menurut kemampuan kita masing-masing.

3. Sanggup Taat Bakti Kepada Orang Tua ( Ibu – Bapak ).
Alloh berfirman : “Anisykurli Waliwaalidaika Ilayal Masyir ” (QS: Luqman :14).
Artinya :
Hendaklah beryukur kepada KU dan kepada dua orang IBU-BAPAKMU, hanya kepada KU lah kembalimu.
a. Kita wajib bersyukur kepada ALLOH TA’ALA karena ALLOH TA’ALA yang menciptakan wujud kita, yang menciptakan orang-orang tua kita, yang menciptakan alam yang menjadi kebutuhan-kebutuhan hidup kita, yang menciptakan petunjuk-petunjuk untuk jalan keselamatan hidup kita di dunia sampai akhirat. Oleh sebab itu wajib kita bersyukur.

b. Dan wajib syukur kepada orang tua kita terutama kepada Ibu kita, terutama kepada Ibu kita, terutama kepada Ibu kita. Karena orang tua kita itulah yang dijadikan jalan oleh ALLOH TA’ALA, kita wujud di dunia ini.

INGATLAH KESUSAHAN IBU KITA :

• Susah payah waktu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari.
• Susah payah waktu melahirkan kita.
• Susah payah menjaga diri kita setelah kita lahir sampai dewasa.

Oleh sebab itu, Wajib syukur kepada orangtua kita meskipun orang tua kita bersifat kufur, dholim, musyrik, apalagi mukmin.
Kita wajib membenci sifat kufur, dholim, syirik akan tetapi janganlah membenci kepada orang yang memiliki sifat-sifat tersebut.
SYUKUR kepada orang tua kita, merupakan bakti kita kepada orang tua :

• Hendaklah menjaga sopan santun perkataan,tingkah laku kepada orang tua.
• Janganlah berkata keras, janganlah berkata tidak sopan.
• Cintailah orang tua.
• Bantulah orang tua dengan pikiran,jiwa,tenaga,harta benda.
• Ikutilah perintahnya,asal tidak bertentangan dengan perintah ALLAH.
• Bila kita diperintah syirik,janganlah diikuti. Akan tetapi wajiblah bersikap baik kepada orang tua.
• Ingatlah !
Syukur kepada orang tua itu perintah ALLAH. Apabila kita tidak bersyukur kepada orang tua, artinya kita menentang perintah ALLAH.
• Apabila orang tua kita telah meninggal, doakan ruhnya. Mudah-mudahan mendapatkan rahmat ALLAH.
Peliharalah makamnya baik-baik.

4. Sanggup Bakti Kepada Sesama Manusia.
Alloh Berfirman :
“WA AHSIN KAMAA AHSANALLOHU ILAIKA WALA TABGHIL FASADA FIL ARDLI INNALLOHA LAA YUHIBBUL MUHSIDIEN” (Al Qoshosh :17)
Berbuat baiklah kamu sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu dan janganlah membuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya ALLAH TA’ALA tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan.

QOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM : ” MAN LAM YASYKURINNAASA LAM YASYKURILLAH.” (An Abi Sa’iid rowahu Ahmad, wa Turmudzi –Jamius Shoghir / mim/ 314). Artinya :
Bersabda Rosululloh SAW : Barang siapa yang tidak syukur kepada manusia, berarti tidak syukur kepada ALLAH. Bakti kepada manusia itulah syukur kepada manusia.

Ingatlah kita setiap hari menerima kebaikan dari masyarakat. Oleh Karena Itu:
Berbuat baiklah kepada masyarakat dengan perkataan, pikiran, hati dan harta benda.
Ingatlah kita hidup bersama-sama masyarakat.
Sadarlah bahwa kebutuhan hidup kita dalam setiap harinya dipenuhi oleh masyarakat.

5. Sanggup Bakti Kepada Negara Republik Indonesia (Untuk warga negara Indonesia).

Pada tanggal 18 Agustus 1945, telah berdiri Negara Republik Indonesia yang berdasarkan :
Pancasila
• Undang-Undang Dasar 1945

Tujuan Negara Republik Indonesia didirikan oleh bangsa Indonesia:
• Untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
• Untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
• Untuk memajukan kesejahteraan umum.
• Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
• Untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan: Kemerdekaan, Perdamaian abadi dan Keadilan sosial.

Bagaimanakah jadinya kalau kita tidak memiliki negara, pastilah tidak ada yang melindungi bangsa, tak ada yang melindungi tanah air, tak ada yang memajukan kesejahteraan umum, tak ada yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak mungkin dapat ikut menertibkan dunia. Oleh sebab itu : Wajib Bakti kepada Negara kita.

Haruslah melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh negara. BAKTI KEPADA NEGARA , itulah syukur kita sebagai warga negara.
Alloh berfirman:
“WASYKURULLOH BALDATUN THOYYIBATUN WAROBBUN GHOFUUR” (QS.As Saba’:15)
Artinya : Hendaklah kamu beryukur kepada Nya (ALLOH), Negara baik dan Alloh Dzat yang Maha Pengampun.
SYUKUR kepada ALLOH TA’ALA yang dihubungkan dengan Negara adalah SYUKUR sebagai warga negara setelah SYUKUR sebagai manusia.

6. Sanggup Cinta Tanah Air Indonesia (Untuk warga negara Indonesia).

• TANAH AIR adalah tempat yang menerima kedatangan kita.
• Diri kita tersusun dari unsur Tanah dan Air.
• Tanahnya kita tempati dan Air-nya kita minum. Udaranya kita hirup, hasil buah-buahannya kita makan.

OLEH SEBAB itu : Kita haruslah cinta kepada Tanah Air.
Cinta Kepada Tanah Air adalah sebagian daripada iman.
Iman adalah pokok pangkal Agama.
Qola Rusululloh SAW : “HUBBUL WATHON MINAL IMAN”
Artinya: Sabda Rosululloh SAW : Cinta Tanah Air itu bagian dari Iman.

CINTA TANAH AIR, realisasinya adalah :
• Kita bangun sebaik-baiknya.
• Untuk Kebaikan bersama.
• Kita membelanya.

7. Sanggup Mengamalkan Thoriqoh Shiddqiiyyah.

QOLA ROSULULLOH SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM : ” MAN’AMILA BIMAA’ALIMA WAROTSAHULLOHU ILMA MAALAM YA’LAM” (Rowahu abu Na’im fil Hilliyatil Auliya’i.).
Artinya : Barang siapa mengamalkan suatu yang telah diketahui, ALLOH mewariskan sesuatu yang belum diketahui.

1. THORIQOH merupakan ILMU.
2. Apabila diamalkan akan berkembang baik.
3. Tanpa diamalkan tidak akan berbuah kebaikan.
4. Oleh sebab itu amalkanlah sebaik-baiknya.

8. Sanggup Menghargai Waktu
• Waktu kita itulah umur kita.
• Umur kita itulah pokok modal kita.
• Tiap-tiap nafas yang keluar dari kita adalah merupkan berlian-berlian ma’nawi.
• Janganlah berlian-berlian tersebut, kita buang percuma puluhan ribu tiap hari.
• Pergunakanlah modal berlian umur itu untuk perniagaan :
(1). AAMANU
(2). ‘AMILUSH SHOLIHAATI.
(3). TAWAASHOW BILHAQQI
(4). TAWAASHOW BISH SHOBRI.

7 Juli 2012

MANUSIA TERPILIH

oleh alifbraja

Di antara sekian banyaknya manusia (dari manusia awal sampai akhir) disortir lagi oleh Alloh. Dan yang dipilih oleh Alloh adalah manusia yang beriman.

Sebagaimana diterangkan dalam Hadits Nabi. 
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW. : “Tiada sesuatu yang paling mulia atas Alloh Ta’ala dari pada orang mukmin”.
Sebagaimana diterangkan di dalam Al-Qur’an :
Artinya : “Para Nabi-Nabi itu lebih utama / mulia daripada orang mukmin dari diri manusia”.
Jadi Nabi-Nabi itu adalah pilihan dari orang mukmin dan orang mukmin adalah pilihan dari seluruh manusia, dan manusia adalah pilihan dari berbagai macam makhluk yang diciptakan Alloh Ta’ala.
Dan Nabi-Nabi yang merupakan pilihan dari orang-orang mukmin itu menurut Hadits jumlah­nya ada 124.000 Nabi, sebagaimana pernah diterangkan oleh Shohabat Amamah Al Bahili.
       Artinya : “Ada orang yang bertanya kepada Nabi. Ya Rosululloh, berapakah jumlah Nabi? Jawab Rosul : “Ada 124.000 Nabi”.
      
Hadits ini banyak sekali diriwayatkan oleh Ahli Hadits, Di antaranya :
       1. Imam Abi Hatim
       2. Imam Ibnu Hibban
       3. Imam Thobroni
       4. Imam Hakim
       5. Imam Baihaqi
Dinukil dari Kitab Tafsir Durul Mantsur – Jilid I halaman : 51.
Tujuh Nabi yang menerima Kitab Suci itu ialah :
1.   Nabiyulloh Syits bin Adam As, dituruni 50 Kitab.
2.   Nabiyulloh Idris As, dituruni 30 Kitab.
3.   Nabiyulloh Ibrohim As, dituruni 10 Kitab.
4.   Nabiyulloh Musa As, dituruni 10 Suhuf, sebelum Kitab Taurot.
5.   Nabiyulloh Dawud As, dituruni 1 Kitab (Zabur).
6.   Nabiyulloh ‘Isa As, dituruni 1 Kitab (Injil).
7.   Nabiyulloh Muhammad SAW., dituruni 1 Kitab (Al-Qur’an).
Jadi jumlah Kitab yang diturunkan kepada Tujuh Nabi (yang merupakan Pilihan dari 124.000 Nabi) itu ada 104 Kitab. Ini pernah diterangkan oleh Nabi sendiri ketika ditanya oleh Shohabat Abi Dzarrin Al Ghiffari RA.
Bagi Nabi-Nabi yang tidak dituruni kitab dalam menghukumi ummatnya memakai kitab sebelum­nya. Sebagaimana diterangkan di dalam Al-Qur’an :
Artinya : “Sesungguhnya Saya menurunkan kitab Taurot, di dalamnya (Kitab Taurot) petunjuk dan cahaya, menghukumi dengannya (Taurot) para Nabi-nabi, Nabi-Nabi yang Islam”.
Sebagai Contoh :
1.   Para Nabi antara Nabiyulloh Syits as, sampai Nabi Idris as, seperti : Nabiyulloh Anwas, Nabiyulloh Qinan, Nabiyulloh Mahlail, Nabi-yulloh Harif, ini menggunakan kitab yang di­turunkan kepada Nabiyulloh Syits as
2.   Para Nabi antara Nabiyulloh Idris as, sampai dengan Nabiyulloh Ibrohim as, seperti : Nabi­yulloh Nuh as, Nabiyulloh Hud as, Nabiyulloh Sholeh as, ini menggunakan kitabnya Nabi­yulloh Idris as, (30 Shuhuf).
3.   Para Nabi antara Nabiyulloh Ibrohim as, sam­pai dengan Nabiyulloh Musa as, seperti Nabi­yulloh Luth as, Nabiyulloh Ismail as, Nabi­yulloh Ishaq as, Nabiyulloh Yusuf as, Nabi­yulloh Syu’aib as, Nabiyulloh Ayub as, ini semuanya menggunakan kitabnya Nabiyulloh Ibrohim as.
4.   Para Nabi antara Nabiyulloh Musa as, sampai dengan Nabiyulloh Dawud as, seperti : Nabi­yulloh Yasa’ as, Nabiyulloh Harun as, Nabi­yulloh Dzulkifli as, Nabiyulloh Ilyas as, ini menggunakan kitab Taurot.
5.   Para Nabi antara Nabiyulloh Dawud as, sam­pai dengan Nabiyulloh ‘Isa as, seperti : Nabi­yulloh Yunus as, Nabiyulloh Zakaria as, Nabi­yulloh Yahya as, ini berpedoman kepada kitab Zabur.
6.   Para Nabi antara Nabiyulloh ‘Isa as, sampai dengan Nabi Muhammad saw, seperti : Nabi­yulloh Yuhana, Nabiyulloh Sam’un, Nabiyulloh Bulisun, ini menggunakan kitab yang turun kepada Nabiyulloh ‘Isa as, yaitu kitab Injil.
7.   Setelah Injil turun selang beberapa ratus tahun, turunlah kitab Al-Qur’an, dan Al-Qur’an itu adalah kitab penutup. Setelah Al-Qur’an turun sampai hari Qiyamat semuanya berpe­doman kepada kitab suci Al-Qur’an.
Jadi undang-undang yang turun sebelumnya itu akan dihapus setelah turun undang-undang yang baru, begitu seterusnya sampai turun undang-undang yang terakhir (Undang-Undang Abadi) yaitu Al-Qur’an.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 144 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: