Indahnya Perbedaan Di Antara Kita

oleh alifbraja

Indahnya perbedaan diantara kita, seperti indahnya pelangi sehabis turun hujan di sore hari, tulisan oleh Kandjeng Pangeran Karyonagoro, 2005

Pelangi sendiri sebenarnya terjadi karena adanya pembiasan cahaya dan pelangi pada dasarnya hanya dari warna putih tetapi karena dibiaskan akan menjadi bermacam-macam warna dasar. Akhirnya seperti yang sering kita lihat bahwa pelangi begitu indah karena membentuk lengkungan seperti setengah bulatan yang berwarna-warni.

Saya tidak akan mengulas pelangi dari legenda, lagu ataupun sains tetapi saya hanya akan mengibaratkan bahwa kehidupan kita ibarat sebuah pelangi yang mempunyai warna yang berbeda-beda. Kita terbiasa hidup di masyarakat dengan corak yang berbeda atau mempunyai ciri khas masing-masing yang dikatakan makhluk yang unik dan berbeda.

Kita mempunyai perbedaan warna kehidupan, ada yang merah, hijau, kuning, biru, atau warna lainnya. Juga mempunyai pengalaman, cara pandang, pendidikan, politik, maupun kebudayaan yang berbeda. Termasuk kesenangan, hobby, cita-cita dan juga organisasi politik atau agama yang berbeda. Namun hakekatnya semua itu adalah warna pelangi yang begitu indah dilihat dan dinikmati.

Warna pelangi melambangkan keanekaragaman kita di masyarakat. Pelangi menampilkan sebuah keindahan yang luar biasa dan justru kurang indah warnanya kalau harus menjadi satu warna yaitu putih. Lebih penting lagi adalah bagaimana perbedaan warna tersebut menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat bila dapat bersinergi dengan baik. Jelaslah kita di masyarakat mempunyai cara pandang dan tujuan yang berbeda. Adanya perbedaan tersebut justru kadang dikerdilkan maknanya hanya untuk kepentngan sesaat, terutama dalam politik praktis dan agama. Kekerdilan cara pandang, pemikiran sempit, hausnya kekuasaan telah membodohi masyarakat dengan membuat warna-warni pelangi menjadi hanya satu warna. Mereka tidak menyadari bahwa pada hakekatnya manusia diciptakan dengan penuh warna yang berbeda. Kekerdilan atau kepentingan politik sesaat telah membutakan sebagian masyarakat untuk memperlebar jurang perbedaan. Mereka lupa bahwa hakekatnya kita hidup penuh dengan perbedaan, namun yang penting dari semua itu adalah bagaimana kita dapat menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan itu menjadi sebuah kekayaan. Saya begitu menyesal dan sedih bila kita dimasyarakat dikerdilkan oleh karena perbedaan yang ada. Adanya kekerdilan otak dan pemikiran justru memperlebar jarak di antara kita. Kekuasaan telah menghancurkan makna perbedaan dan menganggap sendirilah yang paling suci dan benar. Saya berandai-andai kalau mereka mengenal hakekat pelangi justru dengan perbedaan warna (kekuatan semua masyarakat) diberdayakan secara optimal maka akan tercapai sebuah puncak prestasi (kedahsyatan) yang luar biasa.

Penulis Luciano de Cresendo mengatakan bahwa manusia ibarat burung bersayap sebelah. Manusia hanya akan dapat hidup bila berdampingan dengan orang lain. Hanya kesombongan manusialah bahwa kita dapat hidup sendiri tanpa bantuan yang lain. Mari sadarkan kita, bangunkan masyarakat, kita satukan langkah meski kita berbeda namun hakekatnya tujuan kita satu hidup damai dunia akherat. Mari berpelukan, berangkulan, dan gandeng tangan bersama, kita satukan potensi yang ada pada diri kita tuk melangkah membangun Nusanttara Jaya.

Indahnya perbedaan diantara kita, seperti indahnya pelangi sehabis turun hujan di sore hari. Saya hanya menghayal kalau perbedaan di antara kita dapat bersinergi dan membangun menara impian bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: