Sastra Djendra Kawruh Sinengker

oleh alifbraja

Kawruh / ajaran spectakular dan sangat rahasia ini bersumber dari istilah Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra (Van Den Broek, 1870:31,33). Ungkapan yang sama: Sastra Hajendra Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31), atau Sastradi (ibid:31), sastra Hajendra (ibid:31), sastra Hajendra Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31), sastra Hajendra Wadiningrat (ibid:31), Sastrayu (ibid: 32, 34), atau sastra Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titising Pati Patitising Kamuksan (ibid:32), Jatining Sastra (ibid:32).

Arti masing-masing istilah ini adalah:

a. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi yang jelas mengenai keselamatan alam semesta)

b. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa).

c. Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia)

d. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan)

Penafsirannya sebagai berikut :

a. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Boe tak ada uraian yang memadai tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. Namun demikian janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat Jawa tidak ada ( terutama pada waktu itu ) yang tidak tahu tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran tersebut. Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian Sindusastra, dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat rahasia ini. Perihal Sinengker ( rahasia ) itu dapat ditafsirkan bahwa situasi, kondisi, lingkungan , iklim, suasana sosial dan budaya setempat / waktu Sastra Jendra dilahirkan, mungkin belum dapat diterima secara iklas dan trasparan oleh masyarakat, akan kehadiran ajaran Sastra Jendra.

b. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe, Sastra Jendra hanya diuraikan secara singkat sebagai berikut:

Sastrajendra hayuningrat,pangruwat barang sakalir, kapungkur sagung rarasan, ing kawruh tan wonten malih, wus kawengku sastradi, pungkas-pungkasaning kawruh, ditya diyu raksasa, myang sato sining wanadri, lamun weruh artine kang sastrarjendra. Rinuwat dening bathara, sampurna patinireki, atmane wor lan manusa, manusa kang wus linuwih, yen manusa udani, wor lan dewa panitipun, jawata kang minulya mangkana prabu Sumali, duk miyarsa tyasira andhandhang sastra.

Terjemahannya adalah sebagai berikut :

Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta ini untuk meruwat segala hal, dahulu orang membicarakan pada ilmu ini tapi tidak tau maksudnya, karena telah terbingkai oleh sastradi. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa segala jenis raksasa, dan semua hewan di hutan besar, jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh dewa,menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa yang dimuliakan, demikianlah Prabu Sumali, ketika mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra Jendra.

c. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang kasampurnan, mengandung isi dan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, karena pertimbangan tertentu, maka yang dipaparkan baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakon-lakon wayang hanyalah sebatas KULIT saja, belum mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan dan materi yang sebenarnya secara memadai. Namun demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa (ilmu tanda atau ilmu tanggap sasmita), mungkin dapat menangkap maksud dan tujuan ilmu ini , serta dapat memaknai ilmu Ketuhanan Yang Maha Esa dalam proyeksi mikro dan makro. (Jagad cilik lan jagad gede).

d. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun sebagai berikut:  Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu Sastra Jendra Hayuningrat (Sastra Jendra untuk setiap tatasurya) Sastra Jendra Hayuning Bumi ( Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup ) Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir ( Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup ) SJP Kewan Dayu Manungsa dan lain-lain (Hewan) (Raksasa) (Manusia) ( gaib ).

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya Agama: Sastra Jendra Hayuning Bumi Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup ada agama Islam Katolik Kristen Hindu Budha Kepercayaan terhadap Tuhan YME :  Sastra Jendra Hayuning Bumi ( Serat Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup ) Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen (SUAKTTPPK) *SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patising Kamuksan. (Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia kesempurnaan mati dan kesempurnaan moksa). Lainnya : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia.

a. Sastra Jendra sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut naskah pemaparan Budaya dan spiritual. Ada pola dasar ajarannya:

1. Ajaran tentang Tuhan Yang Maha Esa

2. Ajaran tentang Alam semesta

3. Ajaran tentang Manusia

4. Ajaran tentang Kasampurnan (uraian terperinci tidak disajikan di sini) nyuwun sewu..maaf..
Sastra Jendra yang amat luas berasal dari dalam Keraton, dipergunakan oleh para Raja Raja Mataram. Jadi sudah sejak dahulu ada. Sedangkan ilmu hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja. Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat Pranguanting Diyu. Seseorang sebelum menyerap dan belajar ilmu ini harus mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan makro kosmos. Sesudah itu baru secara bertahap di memahami, menghayati dan mengamalkan :

1). Kasatriyan (Kesatriaan)

2). Kadewasan (Kedewasaan)

3). Kasepuhan

4). Kawredhan ( semua tidak bisa di ungkapkan di sini ) maaf..

Ilmu ini sungguh bersifat sangat amat rahasia dalam arti tidak mungkin disebar luaskan secara terbuka, karena penuh dengan laku bathin yang tidak sepenuhnya bisa diterima umum secara rasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: