Kiamat Semakin Dekat

oleh alifbraja

“Yang dekat (hari kiamat) telah semakin dekat. Tidak ada yang dapat mengungkapkan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu lengah darinya? Maka sujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)” (QS. An Najm : 57-62)

Kedudukan iman kepada hari kiamat

Pembaca rahimakumullah, iman kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman yang enam. Barangsiapa yang mengingkarinya, maka dia telah keluar dari agama yang lurus ini. Karena agungnya kedudukan iman kepada hari kiamat ini, seringkali Allah Ta’ala menggandengkan penyebutan iman kepada-Nya dengan iman kepada hari akhir di dalam Al Qur’an seperti dalam firman-Nya, “Demikianlah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir diberi pengajaran dengannya” (QS. Ath Thalaq : 2).

Dekatnya hari kiamat

Banyak sekali ayat dan hadits yang menunjukkan dekatnya hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman, “Telah dekat datangnya saat itu (kiamat) dan telah terbelah bulan” (QS. Al Qamar : 1). Maka ayat di atas menunjukkan semakin dekatnya hari kiamat.

Akan tetapi, waktu pasti terjadinya hari kiamat adalah hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Para makhluk yang paling dekat dengan Allah sekalipun dari kalangan malaikat dan rasul, termasuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah mengetahui waktu pasti terjadinya hari kiamat. Allah berfirman, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia” (QS. Al A’raf : 187).

Tanda-tanda kiamat

Ssebelum kiamat terjadi, akan muncul tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman, “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya” (QS. Muhammad : 18).

Akan tetapi yang perlu diperhatikan, tidak semua hal yang termasuk tanda-tanda kiamat menunjukkan bahwa itu adalah hal yang tercela atau terlarang. Terkadang ada tanda kiamat yang merupakan kondisi yang diinginkan manusia, semisal tersebarnya rasa aman. Dan pada kesempatan kali ini, dengan memohon pertolongan Allah, kami akan membahas sebagian tanda-tanda kiamat kecil yang tercela yang sudah muncul di zaman ini agar bisa diambil pelajaran darinya dan agar menjauhkan diri dari tanda kiamat yang tercela tersebut.

Sebagian tanda yang sudah muncul

  1. Tersebarnya zina

Maraknya perzinaan merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Rasulullah bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah… (kemudian beliau menyebut beberapa diantaranya) , dan tersebarnya zina secara terang-terangan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tersebarnya perzinaan merupakan realita yang bisa kita saksikan saat ini, terlebih lagi sarana menuju zina. Tengoklah di sekitar kita, berapa banyak yang tidak bisa menjaga kehormatan dirinya dan tertipu dengan cinta semu yang akhirnya melakukan hubungan yang tidak halal atau “pacaran”. Dan dari sanalah sumber segala kerusakan yang lebih parah lagi sampai ke tingkatan zina yang sesungguhnya.  Seandainya saja mereka tahu bahwa itu termasuk tanda kiamat, sudah siapkah mereka menghadapinya? Semoga Allah melindungi kita dari jeleknya zina.

  1. Tersebarnya riba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Riba akan tersebar sebelum kiamat terjadi”(HR. Thabrani)[1].

Diantara tanda kiamat adalah muncul dan tersebarnya riba, serta tidak pedulinya seseorang darimana ia mendapat harta, apakah dari cara yang halal atau yang haram? Kaum muslimin, berhati-hatilah terhadap riba karena Rasulullah melaknat orang yang terlibat dengan riba sebagaimana dalam hadits, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, orang yang membayar riba (nasabah), pencatatnya, dan juga dua orang saksinya. Dan beliau bersabda, ‘Mereka itu sama (dosanya)’.” (HR. Muslim).

  1. Maraknya alat musik

Pembaca rahimakumullah, pertama, renungkanlah firman Allah Ta’ala berikut ini, “Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan jelas” (QS. At Taghabun : 12).

Kedua, di dalam kitab paling shahihsetelah Al Qur’an, yakni ShahihBukhari, terdapat hadits tentang penghalalan musik yang artinya, “Akan ada sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr, dan alat musik”. (HR. Bukhari no. 5590)[2]. Berdasarkan berita valid dari Nabi tersebut yang menyatakan bahwa akan ada yang menghalalkan musik, maka sekarang kita tahu secara pasti apa hukum asal musik sebenarnya.

Ketiga, ketahuilah wahai pembaca yang mulia, diantara tanda dekatnya hari kiamat adalah tersebarnya alat musik. Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di akhir zaman akan ada kaum yang Allah tenggelamkan ke dalam bumi, adzab berupa hujan batu, dan kaum yang Allah rubah bentuk dan rupa mereka” Kemudian beliau ditanya, “Kapan hal tersebut terjadi ya Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Jika alat musik dan  para biduanita sudah muncul” (HR. Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani).

Kaum muslimin rahimakumullah, sesungguhnya Rasulullah telah mengabarkan bahwa tersebarnya alat musik merupakan salah satu tanda kiamat. Lalu, apakah kita ingin menyemarakkan tanda kiamat ini? Pembaca yang mulia, renungkanlah firman Allah berikut, “maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur : 63). Semoga Allah memberi petunjuk.

  1. Tersebarnya khamr

Rasulullah bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah… (kemudian beliau menyebut beberapa diantaranya) , dan diminumnya khamr” (HR. Muslim).

Hal ini juga merupakan tanda kiamat yang sudah tersebar. Dan yang lebih jelek dari itu adalah menamakan khamr dengan nama yang terkesan halal serta penjualan khamr secara terang-terangan.

  1. Hanya salam kepada yang dikenal

Rasulullah bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah seseorang mengucapkan salam kepada orang lain, dia tidak mengucapkannya kecuali kepada orang yang dia kenal saja” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir).

Ini juga merupakan perilaku yang dengan mudah dapat kita temui. Ketahuilah, menyebarkan salam kepada kaum muslimin adalah sebab tersebarnya rasa cinta sesama muslim dan sebab tertanamnya keimanan pada diri seseorang. Maka hendaknya kita berusaha menyebarkan salam kepada kaum muslimin baik yang kita kenal maupun tidak.

  1. Pemutusan tali silaturahmi dan akhlak buruk kepada tetangga

Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan silaturahmi, dan akhlak buruk kepada tetangga” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir).

Hal ini juga tanda kiamat yang sudah tersebar. Padahal Islam mencela orang yang memutuskan tali silaturahmi dan berbuat buruk kepada tetangga. Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi” (HR. Muslim). Dan beliau bersabda, “Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhir, maka janganlah mengganggu tetangganya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Faidah penutup

Pembaca rahimakumullah, beberapa tanda kiamat yang disebutkan di atas setidaknya memberikan tiga faidah. Pertama, menambah keimanan kita kepada Rasulullah karena apa yang beliau kabarkan benar-benar terjadi di zaman ini, dan ini merupakan tanda kenabian beliau. Kedua, tanda kiamat yang disebutkan di atas adalah tanda kiamat yang tercela, maka hendaknya kita menjauhinya dan meninggalkannya. Ketiga, tanda kiamat yang sudah muncul menunjukkan semakin dekatnya hari kiamat. Maka sudah seharusnya kita mempersiapkan diri menyambut hari yang dekat itu dan menyiapkan perbekalan untuk hari yang tak berujung. “Dan berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa” (QS. Al Baqarah : 197). Wallahu a’lam. (Disarikan dari Asyrathus Sa’ah karya Yusuf bin Abdullah Al Wabil, penerbit Daar Ibnil Jauzy dengan beberapa perubahan dan tambahan)


[1] Sebagaimana dalam At targhib wat tarhib (3/9) karya Al Mundziri. Beliau mengatakan : “Perowinya adalah para perowi kitab shahih (yakni Shahih Bukhari atau Shahih Muslim-pen)

[2] Adapun pendapat Ibnu Hazm rahimahullah yang diikuti oleh Dr. Yusuf Al Qardhawi yang melemahkan hadits ini, telah dibantah oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dengan bantahan yang memuaskan dari enam sisi dalam Tahdzibus Sunan hal. 1801 cet. Maktabah Al Ma’arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: