Ilmu

oleh alifbraja

 

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Rosulullah Saw bersabda : “Diwajibkan bagimu menuntut Ilmu baik Laki-laki maupun Perempuan”.

Ilmu tiang agama. banyak org yg tahu tamsil ini. Namun hanya asal mengamini saja tanpa pemahaman yg tepat.
Agama adalah sebuah “hipotesis” ke-Maha-an Tuhan. Sedangkan ilmu pengetahuan menjadi sarana verifikasi akan ke-Maha-an Tuhan.

Qodrat adalah rumus yg di kehendak Tuhan. Rumus itu meliputi segala ruang waktu di jagad raya, maupun di alam awang uwung, langit 1-7. Yg jabariah-ahadiyah. Tiada celah sedikitpun yg luput dari kekuasaan rumus Tuhan. Amal baik habuminannas dan habluminallah adalah upaya manusia (makhluk) menetapkan diri agar sesuai dengan rumus Illahiah. Tuhan Mahaluas Tak Terbatas. Kebesaran dan Ketidakterbatasan Tuhan dibuktikan antara lain dengan; masing2 suku, bangsa,ras dapat menemukan rumus-rumus Tuhan tersebut. Baik yang bersifat fisik maupun metafisik.
Contohnya;
1. siapa menanam mengetam (sapa nandur ngunduh) ; tanaman keburukan akan berbuah keburukan.tanaman kebaikan akan berbuah kebaikan pula.
2. rumus-rumus matematika dan rumus fisika Einstein E = mc2 merupakan keberhasilan manusia mengungkap RUMUS BESAR Tuhan yg sebelumnya masih rahasia.
3. Hukum Grafitasi, logaritma, aritmetika, aljabar.
Dan masih banyak lagi bahkan trilyunan pun tak cukup untuk menghitung rumus Tuhan yg tak terbaas.

Hasil penemuan manusia akan rumus-rumus Tuhan selanjutnya tercptalah berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Filsafat Fisika, kimia, biologi, matematik, elektronika, ekonomi, psikologi, sosiologi dan seterusnya. Semua mencakup satu rangkaian rumus besar yang disebut HUKUM sebab-akibat.

Semua itu merupakan hasil pembuktian manusia akan QODRAT (rumus) Tuhan. Sekarang….sudah sejauh manakah kita masing2 membuktikannya. Itu baru pada dimensi fana. bagaimana dengan rumus kegaiban dan yang baqa azali abadi..? seangkan untuk merambah ke arah ruang ke gaiban saja kita sering ditakut-takuti akan sesat, gila dsb. oleh sebab itu sangat sedikit org2 yg belajar tasawuf, ruang mistis dlm Islam. Lantas dengan cara apa kita dapat menggapai kezuhudan, menjadi org kamil mukamil yg menggapai sajaratul makrifat, dan mujahid sejati dgn mencapai wushul ? Sementara umat disibukkan oleh konflik pada tataran kulitnya. Sehingga lupa bahwa tugas manusia adalah berjalan dari tataran syariat, tarekat, hakekat, agar mendapatkan anugrah makrifatullah. kesempurnaan anugrah di dalam ruang makrifat adalah wushul; “manunggaling kawula-Gusti”. Selanjutnya kita akan mengalir ke dalam rumus2 Illahiah yakni dalam kesempurnaan Qodratullah.

Keutamaan Ilmu di ibaratkan Nabi adalah laksana Bulan Purnama. Sebagaimana yang pernah di sabdakan oleh Beliau : “Bahwa perbedaan orang Alim (Berilmu) dengan orang Abid (Ahli Ibadah semata) adalah laksana Bulan Purnama dengan Bintang.

Tentu jika kita menyimak dari kedua hal tsb diatas, bahwa seseorang sampai diwajibkan menuntut Ilmu itu dikarenakan Keutamaan Ilmu itulah yang akan menjadi jembatannya untuk menuju kepada Allah Swt.

Tanpa Ilmu bagaimana mungkin seseorang sempurna dalam amal ibadahnya, Bagaimana sempurna Wudhunya, Sholatnya, Puasanya dsb.

Orang yang beribadah semata tanpa mengetahui ilmunya maka sama halnya dengan anak kecil yang lagi ibadah, tidak mengerti siapa yang ditujunya dan untuk apa ia beribadah.

Dan sebaik-baik Ilmu itu ialah ilmu tentang Ma’rifatullah atau Mengenal kepada Allah. Dikatakan bahwasannya : “Awaluddin Ma’rifatullah” (Awal seseorang itu beragama ialah mengenal akan Allah). Jika demikian apabila seseorang beribadah, beramal tetapi tidak mengetahui atau mengenal akan Allah Swt maka mereka itu belumlah dikatakan Beragama walaupun dari sisi Jahirnya ia termasuk Islam.

Islam itu ada dua macam :

  1. Islam Indallah yaitu : Mereka yang Masuk di dalam Islam benar-benar mengerti akan Allah dengan didasari Ma’rifatullah, sehingga mereka dikatakan Islam di sisi Allah.
  2. Islam Indannas yaitu : Mereka yang semenjak terlahir kedunia ini memang sudah di dalam keadaan beragama Islam dikarenakan Nenek Moyangnya, Datuknya, Kai Neneknya, Mama Bapaknya semua Islam sehingga iapun lahirlah dalam keadaan Islam. Padahal tidak mengerti dan mengenal akan Allah Swt. Mereka ini dikatakan Islam di sisi Manusia (Islam Keturunan).

Dari kedua hal tersebut diatas memberikan masukan kepada kita dimanakah posisi kita saat ini? Sudahkah kita termasuk Islam Indallah? Atau apakah Saya hanya Islam Indannas, Islam keturunan, Islam KTP, Islam sebutan Manusia? tapi kenyataannya Jauh sekali dengan Allah karena tidak kenal dengan Allah Swt.

Oleh karena itu untuk mencapai di dalam maksud tujuan yaitu Allah Swt, perlulah adanya bekal Ilmu sebagai sarana untuk menuju kesana.

Ilmu Ma’rifat dan Tauhid adalah Ilmu yang Utama sebagaimana Rosulullah Saw dan Para Nabi semuanya pertama yang diajarkan Adalah Ilmu tentang Tauhid. Sebab Tauhid itulah yang akan mensucikan Amal perbuatan pabila ada perbuatan yang mengandung Syirik dan Khurafat.

Tetapi kenyataannya saat ini seolah-olah terbalik! Ilmu Syari’at/Fiqih itu yang diutamakan sedangkan Ilmu Tauhid dan Ma’rifat boleh dituntut jika sudah berumur 40 tahun. Lalu bagaimana dengan mereka yang umurnya tidak sampai umur 40 tahun sudah MATI belum bisa mentauhidkan Allah karena tidak mengetahui Ilmunya? 

Orang Islam yang tidak bisa mentauhidkan Allah Swt maka Luarnya (jahirnya) saja yang Islam tetapi Batinnya belumlah dikatakan Islam.

Karena itu Tuntutlah Ilmu Tauhid itu jika bisa mulai di waktu buaian sampai ke liang lahat, 

 

2 Komentar to “Ilmu”

  1. HzFPCD ivlykberxdct, [url=http://vtmebvwnxyrp.com/]vtmebvwnxyrp[/url], [link=http://mxfrkicvckkn.com/]mxfrkicvckkn[/link], http://extbwyvqyuir.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: