Rahasia Nama Zahra Nur AL-HAYYA

oleh alifbraja

Rahasia nama-nama Fathimah as

Sayyidah Fathimah as tidak hanya sebuah ide dan  gambaran dari hakikat yang memberikan ilham sebuah kehidupan, melainkan juga sebuah personifikasi hidup dari berkah Allah kepada manusia.

Imam Shadiq as berkata: Fathimah as di sisi Allah memiliki 19 nama seperti Fathimah, Shiddiqah, Mubarakah, Thahirah, Zakiyah, Radhiyah, Mardhiyah, Muhaddatsah dan Zahra.

Mengapa Fathimah?

Rasulullah saw bersabda: Karena dia dan para pengikutnya diselamatkan dari api neraka (Fathimah berarti terpotong).

Imam Shadiq as berkata: Karena ia telah terpisahkan dari segala kejahatan dan keburukan dan karena masyarakat terpisahkan untuk mengetahuinya secara sempurna.

Mengapa Shiddiqah?

Karena selama masa hidupnya ia tidak pernah berbohong dan hanya berkata benar dan apa yang disampaikan oleh ayahnya pasti dibenarkannya.

Rasulullah saw berkata kepada Ali bin Abi Thalib as: Wahai Ali! Aku telah membicarakan banyak hal kepada Fathimah yang akan disampaikan kepadamu. Apa saja yang diucapkannya harus engkau terima karena ia jujur dan sangat jujur.

Mengapa Mubarakah?

Berkah berarti kebaikan yang banyak dan dari Fathimah as memiliki keturunan yang banyak yang dipersembahkan kepada Islam. Oleh karenanya, sebagian tafsir dari ayat Inna A’thainaka al-Kautsar (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kebaikan yang banyak) yang dimaksud sebagai al-Kautsar (kebaikan yang banyak) adalah Fathimah as.

Mengapa Thahirah?

Imam Shadiq as berkata: Karena ia suci dari keburukan dan terhormat.

Begitu juga sesuai dengan sejumlah riwayat-riwayat yang menyebutkan bahwa ayat Tathir (Innama Yuridullahu Li Yudzhiba Ankum al-Rijsa Wa Yuthahhirakum Tathira) salah satu yang disucikan dalam ayat tersebut adalah Sayyidah Fathimah as. Oleh karenanya, Sayyidah Fathimah as adalah suci dari segala keburukan dan dosa.

Mengapa Zakiyah?

Zakat juga bermakna tumbuh dan juga berarti kesucian. Oleh karenanya, maksud dari kata Zakiyah adalah Sayyidah Fathimah as adalah keturunan Nabi saw yang tumbuh dan memiliki muatan yang dalam. Begitu juga dapat dimaknai bahwa keberadaannya adalah suci.

Mengapa Radhiyah?

Kehidupannya Sayyidah Fathimah as tidak panjang, namun dipenuhi oleh kesedihan dan usaha keras. Beliau menjalani kehidupannya dengan berbagai kesulitan, namun tidak pernah mengeluh-kesahkan apa yang dialaminya. Beliau senantiasa bersyukur kepada Allah dan rela dengan ketetapan-Nya.

Diriwayatkan: Suatu hari Rasulullah saw melihat Fathimah as yang memakai pakaian sederhana dan sedang menggiling gandum dan pada saat yang sama lagi menggendong salah satu anaknya dan memberinya susu. Rasulullah saw yang menyaksikan keadaan seperti ini tanpa terasa air matanya menetes dan berkata: Wahai anakku! Rasakan kesulitan kehidupan ini sebagai perantara untuk merasakan manisnya kehidupan akhirat.

Sayyidah Fathimah as tidak membuka mulut untuk mengeluhkan kehidupannya kepada ayahnya, bahkan ia berkata: Wahai Rasul Allah! Saya bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya.

Suatu hari Imam Ali as meminta kepada Rasulullah saw untuk mencarikan pembantu. Namun, Rasulullah saw mengajarkan kepada Sayyidah Fathimah as bacaan tasbih. Setelah mendengar itu, Sayyidah Fathimah as berkata sebanyak tiga kali: Saya rela dengan Allah dan Rasul-Nya.

Mengapa Mardhiyah?

Seluruh perbuatan Sayyidah Fathimah as diridai oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw dalam kehidupannya tidak pernah marah dengan sikap anaknya Fathimah. Nabi tidak pernah mengkritik sikap Fathimah as bahkan dalam banyak hal Rasulullah saw bersabda: Ayahnya menjadi penebusnya.

Oleh karena itu, Rasulullah saw mengucapkan bahwa kerelaan Fathimah as adalah kerelaan Allah swt. Beliau bersabda: Kemarahan Fathimah adalah kemarahan Allah dan kerelaannya adalah kerelaan Allah.

Mengapa Muhaddatsah?

Imam Shadiq as berkata: Karena Malaikat turun ke bumi dan berbicara dengannya. Dalam budaya Islam, mereka yang diajak berbicara oleh Malaikat memiliki tempat dan posisi tersendiri. Mereka yang diajak bicara oleh Malaikat memiliki  peran yang sangat penting dalam melindungi khazanah keilmuan dan nilai-nilai agama Islam dan pertumbuhannya. Mereka membawa amanah ilahi yang tak ternilai dan menjadi tempat disembunyikannya rahasia-rahasia Ahlul Bait.

Mengapa Zahra?

Imam Shadiq as berkata: Karena cahaya wanita yang dimuliakan Allah ini dalam sehari tiga kali menyinari Imam Ali as. Ketika ia berada di mihrabnya untuk melakukan ibadah, cahayanya menyinari seluruh manusia, sebagaimana cahaya bintang-bintang menyinari penduduk bumi.

” CAHAYA KEHIDUPAN SEJATI ”

Rasulullah Saw pernah berkata kepada Abu Dzar r.a., “Hai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu/perahumu, karena lautan itu sangat dalam. Ambillah perbekalan secara sempurna, karena perjalanan itu jauh sekali. Kurangilah beban, karena tanjakan itu bagaikan gunung, dan ikhlaskanlah amal, karena Dzat yang menilai baik dan buruk Maha Melihat.”

Kalau kita lihat apa yang disabdakan oleh rasulullah Saw kepada Abu Dzar ada empat hal yang harus kita perhatikan sebagai bekal untuk di akhirat kelak… Empat hal itu adalah sebagai berikut:

Pertama, perbaharuilah kapalmu atau perahumu karena lautan itu sangat dalam… Rasulullah mengibaratkan akhirat dengan samudera yang sangat dalam, penuh dengan gelombang yang dapat menghempaskan setiap perahu yang melaluinya. Untuk mengarungi samudera yang sangat dalam dan penuh dengan gelombang ini, senantiasa melakukan amal yang shalih setiap saat… Karena amal shaleh itulah yang akan menjadi perahu dalam mengarungi samudera yang sangat dalam ini.

Kedua, ambillah perbekalan secara sempurna, karena perjalanan sangat jauh…. Maksud dari perbekalan yang sempurna ini adalah takwa, yakni melaksanakan perintah Allah SwT dan menjauhi larangan-Nya. ..Untuk melewati sebuah perjalanan yang sangat jauh, kita harus mempersiapkan bekal dengan baik agar tidak kekurangan dalam perjalanan…. Begitupula dengan perjalanan menuju akhirat, maka dengan bekal takwa adalah bekal yang sangat tepat menuju kehidupan akhirat.

Ketiga, kurangilah beban, karena tanjakan itu bagaikan gunung…. Jangan terlalu berorientasi kepada keduniaan saja yang dapat membuat orang terlelap dalam pelukannya setiap saat. …Lupa akan kehidupan selanjutnya yang kekal. Sehingga membuat beban menjadi lebih berat dan tentunya akan sulit melangkah, bisa saja tidak sampai pada apa yang dituju dan diharapkan….

Keempat, ikhlaslah dalam beramal…. Amal apa pun, meskipun itu baik tetapi jika tidak disertai dengan keikhlasan akan sia-sia di hadapan Allah SwT…. Meskipun ketidakikhlasan itu hanya terdapat di dalam hati, tidak diucapkan dan tidak ada yang tahu, tetapi Allah SwT adalah Dzat Yang maha Tahu… Rasulullah Saw bersabda: “Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu sedikit.” Wallaahu a’lam.

Lanjutan Nur Al Haq klik >>DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: