FITNAH DAN SIKSA KUBUR

oleh alifbraja

maksud FITNAH KUBUR adalah cobaan, ujian dan kebingunga

n akan pertanyaan dua malaikat dalam kubur
sedang yang dimaksud SIKSA KUBUR adalah penghimpitan tanah, kesengsaraan dan kegelapan dalam kubur.

Siksa kubur terkadang bermula dari fitnah kubur seperti saat seseorang kebingungan menjawab pertanyaan-pertanyaan dua malaikat kemudian ia disiksa tapi terkadang tidak bermula dari fitnah kubur, seperti saat ia dapat menjawab dengan benar namun kemudian ia disiksa sebab sembrono dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

من مات مرابطا في سبيل الله آمنه الله من فتنة القبر ) التحير في سؤال الملكين

“Barangsiapa meninggal dalam keadaan berkaitan dijalan Allah, maka ia terselamatkan dari fitnah kubur” artinya selamat dari kebingungan dalam pertanyaaan dua Malaikat.
At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir II/589

وفي حديث الكسوف [ وإنَّكم تُفْتَنُون في القبور ] يُريد مَسْألة مُنكَر ونَكِير من الفِتْنة : الامْتِحانِ والاخْتِبار . وقد كَثُرت اسْتِعاذتُه من فِتْنَة القَبْر وفِتْنَة الدَّجّال وفِتْنَة المَحْيا والممَات وغير ذلك

Dan tersebutkan dalam hadits al-Kusuuf “Dan sesungguhnya kalian mendapatkan ‘fitnah’ didalam kubur” yang dikehendaki adalah pertanyaan munkar dan nakiir bagian dari fitnah, cobaan dan hjian.
An-Nihaayah Fii Ghoriib al-Atsaar III/777

من فتنة القبر وعذاب النار أي امتحان السؤال فيه أو من أنواع عذابه من الضغطة والظلمة وغيرهما

Dari fitnah kubur dan siksa kubur” artinya fitnah kubur dari ujian pertanyaan dalam kubur atau dari siksa kubur artinya dari penghimpitan tanah, kesengsaraan dan kegelapan dalam kubur.
‘Umdah al-Mafaatih Syarh al-Miskaah V/425

( ومن فتنة القبر ) الحيرة في جواب الملكين ( وعذاب القبر ) عطف عامّ على خاص فعذابه قد ينشأ عن فتنته بأن يتحير فيعذب وقد يكون لغيرها بأن يجيب بالحق ثم يعذب على تفريطه في مأمور أو منهي

(Dan dari fitnah kubur) artinya kebingungan dalam menjawab pertanyaan dua malaikat
(Dan dari siksa kubur) terdapat athaf ‘Aam pada khash sebab siksa kubur terkadang timbul dari fitnah kubur seperti saat seseorang kebingungan menjawab pertanyaan kemudian ia disiksa dan terkadang ia dapat menjawab dengan benar namun kemudian ia disiksa sebab sembrono dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir I/431

( ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة الا وقاه الله فتنة القبر ) بأن لا يسئل في قبره لما يفاض في يومها وليلتها من عظائم الرحمة

“Tidak mati seorang muslim dihari jumat atau malamnya kecuali Allah menyelamatkannya dari fitnah kubur” artinya dengan tidak mendapatkan pertanyaan dalam kubur karena dihari dan malam jumah tercurahkan rahmat Allah yang terbesar.
At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir II/712

Wallaahu A’lamu Bis Shpwaab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: