TEMPAT-TEMPAT YANG TERDAPAT DI ‘ALAM LANGIT

oleh alifbraja

TEMPAT  YANG TERDAPAT DI ‘ALAM LANGIT?…


JARAK ANTARA BUMI KE LANGIT DUNYA ADALAH LIMA RATUS TAHUN PERJALANAN; AND JARAK ANTARA LANGIT KE LANGIT YANG LAIN ADALAH LIMA RATUS TAHUN; AND JARAK ANTARA LAPISAN LANGIT YANG KETUJUH KE KURSIY ALLAH ADALAH LIMA RATUS TAHUN PERJALANAN; AND JARAK ANTARA KURSIY ALLAH KE AIR ADALAH LIMA RATUS TAHUN PERJALANAN; AND JARAK ANTARA AIR KE 'ARSY ALLAH ADALAH LIMA RATUS TAHUN PERJALANAN; AND ALLAH TA'ALA SANG TUHAN SEMESTA 'ALAM ADA DI ATAS 'ARSY!

ANTARIKSA!

Wahai para pembaca yang Budiman, sesungguhnya langit itu adalah tempat yang benar-benar luas dan bahkan selalu melebar dan meluas sesuai dengan firman-Nya!
Allah Ta’ala berfirman: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya!”. (Qs Adz-Dzariyat: 47).
Namun ketahuilah!, di atas ke tujuh lapisan langit itu ternyata masih ada tempat-tempat lain and ‘alam-’alam lain selain ‘alam langit, yaitu: Mustawa; Sharirul Aqlam; Hadhratul Qudus; Hadhratul Rabbul Arbab; Sidratul Muntaha; Baitul Makmur; Lauhul Mahfudz; Ma’arij; Kursiy; Air; dan ‘Arsy.
.

KITAB SUCI AL-QUR'AN!

– Dalil-dalil seputar Kursiy; Air; dan ‘Arsy!
Allah Ta’ala berfirman: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Rahman, Yang bersemayam di atas ‘Arsy!”. (Qs Thaha: 5).
Allah Ta’ala berfirman: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?…”. (Qs As-Sajdah: 4).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): ‘Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati’, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: ‘Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata’!”. (Qs Hud: 7).
Allah Ta’ala berfirman: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursiy Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar!”. (Qs Al-Baqarah: 255).
Nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda: “Arsy itu di atas air, sedangkan Allah di atas ‘Arsy dan Dia mengetahui apa yang kamu di atasnya!”. (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud).
“Jadi ‘Arsy adalah sebuah tempat persemayaman Allah yang berada di atas air. Maksudnya adalah langit yang sering Anda lihat ternyata bertingkat-tingkat hingga mencapai tingkat yang ke tujuh dan tiap tingkat langit mempunyai pintu kemudian diatas langit ke tujuh itu ada kursiy dan diatas kursiy itu ada air dan diatas air itu ada ‘Arsy Allah Azza Wajjalla (singgasana Allah). Sebuah hal yang sangat mengagumkan, bahwa jarak antara langit dengan langit yang lain; dan langit ke tujuh dengan kursiy, kursiy dengan air; dan air dengan ‘arsy-Nya adalah 500 tahun perjalanan!”. (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Khuzaimah; Thabrani; dan Ibnu Mahdi).
Dari Jabir bin ‘Abdillah Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Telah dizinkan kepadaku untuk bercerita tentang seorang dari Malaikat-Malaikat Allah azza wajalla yang bertugas sebagai pemikul ‘Arsy, bahwa jarak antara daun telinganya sampai ke bahunya adalah sejauh perjalanan 700 tahun. (Didalam riwayat lain: 700 tahun burung terbang dengan cepat)!”. (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud).
Dari Sa’id bin Jubair; Dari Ibnu Abbas Ra, dia menerangkan tentang ayaat tersebut: “Kursiy ialah tempat meletakkan kaki Allah…!”. (Hadits Shahih didalam Kitab Silsilah ahaadits ash-shahiihah dari shahabat Abu Dzar Al-Ghifari Ra).
Dan Kursiy adalah Makhluk Allah (ciptaan Allah). Kata “Kursiy” tidak boleh ditafsirkan sebagai “Ilmu Allah” sehingga maknanya menjadi “Ilmu-Nya meliputi langit dan bumi” dan ini adalah penafsiran yang salah sebagaimana yang telah dijelaskan secara ringkas oleh Syaikh Fauzan -semoga Allah menjaganya- (beliau adalah seorang ulama besar di Arab Saudi) didalam syarah beliau terhadap kitab Al-Aqidah Thahawiyah karya Abu Ja’far ath Thahawi -semoga Allah merahmatinya-.
Jadi, “Kursiy Allah” adalah tempat dimana Allah Swt meletakkan kaki-Nya. Dan ini menjadi dalil bahwa Allah Swt mempunyai kaki, akan tetapi kaki Allah Swt tidak sama dengan kaki Anda atau saya atau kaki-kaki makhluk lainnya. Karena Allah Ta’ala telah berfirman dalam surah Asy-Syura ayaat 11 yang artinya: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia…!”.
.

LANGIT DUNYA!

– Dalil-dalil mengenai jarak antara bumi ke langit dan langit ke langit yang lain dan langit yang ketujuh ke ‘alam lain!

Dari Abbas bin Abdul Muththalib ra, “Rasulullah SAW bertanya,’Apakah kalian mengetahui berapa jarak antara langit dengan bumi?’ Kami menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui hal itu!’ Rasulullah Saw bersabda: ‘Jarak antara keduanya adalah lima ratus tahun perjalanan, dan antara langit yang satu dengan langit yang lainnya itu lima ratus tahun perjalanan, dan tebal setiap langit adalah lima ratus tahun perjalanan!”. (Hadits Riwayat Ahmad; Abu Dawud; dan Tirmidzi).
Didalam riwayat lainnya dari sanad yang lain: “Antara langit dan bumi adalah lima ratus tahun perjalanan dan tebal setiap langit itu lima ratus tahun perjalanan!”. (Hadits Riwayat Thabrani).
Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Antara langit dengan langit di atasnya adalah lima ratus tahun perjalanan, dan jarak antara langit dengan bumi adalah lima ratus tahun perjalanan, antara langit yang ke tujuh dengan kursiy adalah lima ratus tahun perjalanan, antara Kursiy dengan air adalah lima ratus tahun perjalanan, dan ‘Arsy berada di atas air, dan Allah berada di atas ‘Arsy. Tidak ada satupun dari amal perbuatan kalian yang tersamar dihadapan-Nya!”. (Hadits Riwayat Darimi; Ibnu Khuzaimah; Thabrani; Baihaqi; dan Al-Khathib).
.

GALAKSI SPIRAL!

– Penjelasan mengenai adanya Sharirul Aqlam; Hadhratul Qudus; Hadhratul Rabbul Arbab; Mustawa; Baitul Makmur; dan Sidratul Muntaha!
“Setelah Abu Thalib dan Khadijah yang menjadi pelindung naiknya kedudukan Rasulullah Saw di Mekkah itu semakin terdesak dengan gangguan terus-menerus oleh kaum Kuraisy. Dalam kesedihan yang amat sangat, suatu malam pada tahun 621 Masehi ketika Rasulullah berada di rumah saudara sepupu nya, Hindun Abu Talib, Baginda telah didatangi oleh Malaikat Jibril dengan diiringi Israfil lalu diisra’kan menaiki Buraq dari Masjidil Haram ke Madinah, Bukit Tursina, Baitul Laham dan berakhir di Masjidil Aqsa. Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah Saw dimikrajkan ke langit dengan menaiki tangga yang diturunkan daripada Jannah (Syurga) ke Baitul Makmur (betul-betul di atas Baitullah, Mekkah); Sidratul Muntaha; Mustawa; Sharirul Aqlam; Hadhratul Qudus; dan Hadhratul Rabbul Arbab, dan disanalah Beliau Saw bertemu dan berdailog dengan Allah Swt!”. (Sirah Rasulullah Saw).
Lantas apakah yang dimaksud dengan Baitul Makmur; Mustawa; Sidratul Muntaha; Sharirul Aqlam; Hadhratul Qudus; dan juga Hadhratul Rabbul Arbab?…
– Baitul Makmur = Secara bahasa artinya adalah rumah yang sering dikunjungi. Baitul Makmur adalah sebuah tempat yang terletak di atas langit yang ke tujuh, dan sesungguhnya Baitul Makmur adalah kiblat bagi para malaikat Allah. Di langit yang ke tujuh Nabi Ibrahim As pun bersandar ke suatu tempat, dan tempat yang disandari oleh Nabi Ibrahim As tersebut adalah Baitul Makmur. Di tempat inilah Rasulullah Saw melaksanakan sholat.
– Mustawa = Mustawa adalah suatu tempat yang mahatinggi lagi mahaluas dan sangat terang bercahaya. Di tempat itu, Rasulullah Saw mendengar suara Qalam, yang bergerak-gerak di atas Lauhul Mahfuzh.
– Sharirul Aqlam = Sharirul Aqlam artinya adalah Dencitan Qalam (Dencitan firman Allah). Sharirul Aqlam adalah sebuah tempat yang berada di atas langit yang ke tujuh, dan tempat ini pernah dilalui oleh Rasulullah Saw ketika Beliau Saw berMi’raj ke atas langit yang ketujuh.
– Hadhratul Qudus = Hadhratul Qudus artinya adalah Kepada kesucian. Hadhratul Qudus adalah sebuah tempat yang berada di atas langit yang ke tujuh, dan tempat ini pernah dilalui oleh Rasulullah Saw ketika Beliau Saw berMi’raj ke atas langit yang ketujuh.
– Hadhratul Rabbul Arbab = Hadrhrat Rabbul Arbab adalah Kepada Tuhan dari segala Tuhan. Hadhratul Rabbul Arbab adalah sebuah tempat yang berada di atas langit yang ke tujuh, dan tempat ini pernah dilalui oleh Rasulullah Saw ketika Beliau Saw berMi’raj ke atas langit yang ketujuh. Di lokasi inilah Rasulullah Saw berdialog dengan Allah Ta’ala sang Tuhan semesta ‘alam.
– Sidratul Muntaha = Secara bahasa artinya adalah pohon bidara. Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit yang ke tujuh, sebuah batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya.
.

LANGIT AND BUMI!

– Dalil mengenai Lauhul Mahfudz!
Allah Ta’ala berfirman: “Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) didalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)!”. (Qs An-Naml: 75).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu didalam induk Al-Kitab (Lauhul Mahfudz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah!”. (Qs Az-Zukhruf: 4).
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat) (Kitab Lauhul Mahfudz)!”. (Qaf: 4).
Lauhul Mahfudz adalah kitab Allah yang terdapat di atas langit yang ke tujuh. Kitab Lauhul Mahfudz adalah tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/catatan kejadian di alam semesta dan di kosmos ini dari dulu hingga seterusnya.
.

QS AL-MA'ARIJ!

– Dalil mengenai Ma’arij!
Allah Ta’ala berfirman: “(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai Ma’arij (tempat-tempat naik)!”. (Qs Al-Ma’arij: 3).
Ma’arij adalah tempat-tempat yang naik, dan tempat ini berada di langit.
.

.

KESIMPULAN!

.

GAMBARAN TUJUH LAPIS LANGIT AND PLANET BUMI ADALAH TEMPAT YANG TERLETAK DI BAGIAN YANG PALING BAWAH!

WORMHOL MA'ARIJ!

Wahai para pembaca yang Budiman, maka itulah tempat-tempat atau ‘alam-’alam yang berada di langit atau di atas langit yang ketujuh!
Ternyata dari ke tujuh lapisan langit yang sangat luas itu masih ada juga tempat-tempat lain yang berada di atas lapisan langit yang ke tujuh, sesuai dengan apa yang telah aku terangkan di atas.
Dan sesungguhnya seluruh benda-benda langit itu tidak lain hanyalah penghuni langit dunya, yakni penghuni lapisan langit yang ke satu!
Dan sesungguhnya Allah Ta’ala berada di atas tempat-tempat tersebut yang berada di atas lapisan langit yang ketujuh, karena Rasulullah Saw bersabda: “‘Arsy Allah berada di atas semua itu dan Allah berada di atas arsy!”. (Hadits Shahih, dan hadits shahih ini dishahihkan oleh Adz-Dzahabi dan Ibnul Qayyim).
Wallahu’alam!
Semoga bermanfa’at!
Wassalam!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: