Posts tagged ‘FAQs Help and Tutorials’

28 Oktober 2012

DZIKRULLAH

oleh alifbraja
Beruntunglah, Berbahagialah & Bersyukurlah kpd ALLAH SWT, Karena penjelasannya TIDAK ADA DI BUKU2 LAINNYA, Dan ilmu2 AgamaNYA ALLAH SWT  tidak gampang ditemukan & tidak sebanding dengan harta & Material yang ada di muka bumi ini, maka tunduk sujud syukurlah Kepada-NYA semoga penjelasan ini menjadi HIDAYAH bagi kita semua,……..AMIN
Ini adalah kekuatan cahaya Dzikir yg ada pada diri manusia dgn 4 tingkatan ingatan fokus pada ALLAH SWT Sang Maha Bercahaya.
Makin dalam & fana (hampa) suatu fokus dzikir maka makin terlenalah Sang Hamba oleh fenomena kegaiban alam Nur Ilahiah.
Karena jika ingin mengenali ALLAH pahamilah tentang Gaib sesungguhnya ALLAH pun sifatNYA GAIB & Perkenalanmu Kepada-NYA Takkkan habis sampai seumur hidupmu di dunia ini.
Seorang Hamba terkadang tidak menyadari bahwa ia sebenarnya masih di dunia sehingga menerawang melintasi alam kegaiban nur Ilahiah yang tak ada batas akhirnya membutuhkan power energi cahaya dzikir yg kuat.
Jika sang Hamba berpikir bijak ia pasti kembali ke dunia ibarat orang yang lagi menyelam melihat cakrawala keindahan bawah laut tidak terlalu lama lalu ia kembali ke permukaaan dasar laut untuk persiapan oksigennya kembali.
Begitulah tehnik berzikir yang bijaksana saudara……………………………
Ketahuilah Brothers  secara realita banyak saudara2 kita yang ERROR oleh fenomena alam kegaiban ALLAH SWT ketika mengosongkan pikiran &  masuk dalam alam kefanaan (hampa) melalui dzikir 4 tingkatan Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat.
Padahal kalau ditelaah secara hakikat Alam fenomena visual kegaiban ALLAH SWT Takkan Habis oleh masa, batas, ruang & waktu ibaratnya klo menghitung ilmu2NYA ALLAH SWT takkan habis biarpun laut dijadikan tinta untuk menulis ayat2 ilmu ALLAH SWT Yang Maha Luas Pengetahuan-NYA Di Alam Jagat Raya.
Berikut ini adalah tuntunan2 dzikir:
  • Dzikir Syariat :
  •  “La Ilaha Illallah” diucapkan berulang2 dgn lisan sampai masuk kedalam hati sehingga lisan/mulut tak berucap lagi, rahasia dzikir ini terdiri dari 12 huruf yg sama maknanya dengan Waktu 12 jam, dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para malaikat bumi (Malaikatul Ahyar) ketika ALLAH SWT menciptakan setiap makhlukNYA di muka bumi.
  • Dzikir Tarekat :
  •  “ALLAH”ALLAH”ALLAH” diucapkan berulang2 di dalam hati saja dengan pengosongan pikiran fana (hampa) lalu fokus pada nama tadi sehingga nama ALLAH tadi membuat & menciptakan alam bayangan hidup  didepan mata anda sendiri, jangan kaget & takut oleh fenomena tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dgn ayat & doa : audzu billahi minas syathanir rajim…………… La ilaha illallah anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin……….lalu lafazkan… ALLAHU SALAMUN HAFIZHUN WALIYYUN WA MUHAIMIN ( Allah Yang Maha sejahtera, Maha Memelihara, Maha Melindungi lagi Maha Menjaga Hambanya yg beriman).
  • Dzikir Hakikat :
  •  “HU”HU”HU (DIA ALLAH) diucapkan dalam hati saja dengan keadaan fana (hampa) melalui perantaraan tarikan Nafas ke dalam sampai ke perut, usahakan perut tetap keras biarpun nafas telah keluar, dalam bahasa ilmu tenaga dalam ini adalah metode pemusatan power lahiriah dari perut, dalam istilah cina yin & yang ini adalah penyembuhan/pengobatan pada diri secara bathiniah dan kesemuanya itu benar adanya karena pusat perut adalah sumber daya energi kekuatan manusia secara lahiriah & bathiniah serta secara hakikat dzikir”HU” sebenarnaya tempatnya pada pusat perut dengan perantaraan cahaya nafas yg sangat berharga pada manusia.
  • Dzikir Ma’rifat : 
  • ” HU”AH”-”HU”AH”-HU”AH” atau HU-WAH” (Dia ALLAH Bersamaku”) sebenarnya bunyi dzikir ini sudah perpaduan antara hakikat & ma’rifat, dzikir tersebut dilantunkan dalam hati saja dengan gerakan nafas “HU” masuk kedalam “AH” keluar nafas, pada para sufi (wali Allah) ini adalah dzikir kenikmatan, kecintaan ( Mahabbatullah) yang sangat luas faedah hidayahnya & karomahnya sehinngga dapat menyingkap tabir rahasia2 Allah Swt pada gerakan kehidupan ini.
  • Dzikir rahasia  ma’rifat :
  •  ” Hu”wallahu Ahad (Allah Maha Tunggal)
Pada penjelasan diatas tentang dzikir sebenarnya kalau bicara tentang tingkatan pemahaman Agama dengan ilmun2NYA ALLAH SWT terdiri 7 fase tingkatan  :
  1. Syariat : mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNYA
  2. Tarekat : Jalan spritual menuju kepadaNYA
  3. Hakikat : Mengetahui arti makna sesuatu pada kehidupan TAPI hamba itu diam pada orang awam KARENA itulah ikatan janjinya kepada ALLAH SWT.
  4. Ma’rifat : Mengetahui pengenalan dirinya kepada ALLAH SWT.   seperti yang  hadist katakan ” kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenali ALLAH setelah engkau MengenaliNYA maka binasalah wujudmu BERSAMANYA.
  5. Musyahadah : Penyaksian fenomena kegaiban NUR ALLAH SWT Di langit & di bumi, ia menyaksikanNYA bersama para wali ALLAH & nabi2 ALLAH & Khususnya Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW
  6. Mukasyaf : Terbukanya Tabir rahasia seluruhnya di langit & di bumi, para mukasyaf saat ini hanya terdiri dari 111 orang saja di  seluruh  dunia & setiap ada wafat ada yang menggantikan Wali tersebut, jadi  berbahagialah hamba yang telah menemukannya.
  7. Mahabbah : Kecintaan kepada ALLAH SWT dengan penglihatan pada setiap gerakan nafas & hidupnya ada  kasih sayang TuhanNYA Yang Maha Pemberi Nan Maha pemurah, tingkatan ini hanya ALLAH SWT saja yang tahu tentang kedudukan hambanya, tapi ketahuilah saudara Wali-NYA saat ini yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini & setiap ada yg kembali kehadiratNYA akan ada yg menggantikannya (sama para Mukasyaf), maka sangat Berbahagialah di dunia & Akherat orang2 yang telah menjumpainya.
Iklan
23 Oktober 2012

Antara muhammad dan alloh ada siapa?

oleh alifbraja

1.Antara muhammad dan alloh ada siapa?

2.antara tuhan dan alloh ada siapa?

Ringkas nya antara ke-dua-duanya. yang ada hanya diri yang wajib maujud. hanya tuhan (zat, sifat, asma, af’al).

Muhammad/insan kamil merupakan kenyataan diri nya maujud, dari pada zat, sifat, asma dan af’al nya. dan alloh nama jabatan/ismun kabir/nama kebesaran bagi tuhan.dan tuhan (zat, sifat, asma, af’al) pangkat nya.

ANA ANTA BIMA AYYADTUKA WA ANTA BIMA QOLLANTUKA{aku ialah engkau,dengan ke kuatan ku yang ada pada engkau. dan engkau ialah aku dengan pertalian ku pada engkau}.

MAJOHARTU PI SAY’IN KAJUHRI PIL INSAN{tiada nyata ku kepada se suatu seperti pada insan}.

walau sangat terang dan nyata lengkap DIA pada insan/muhammad. dan pernyataan nya AKU adalah ENGKAU dan ENGKAU adalah AKU. serupa tapi tidak sebanding, ia tidak bisa dinyata kan DIA yang sebenar nya.tetapi tidak laen dari pada DIA tadi. karena martabat di sini, ada perkara QADIM dan MUHADAST dan di martabat ANA ANTA ini.

DIA bukan ZAT lagi, setelah bertajalinya. lalu yang mana DIA sebenar nya? ini lah rahasia.???.zat bukan, kerna di martabat zat atau ahdah tuhan, di situ LA’TANYIN/TIADA’TAPI NYATA.

belum lagi ada sifat, asma dan af’al nya. tidak bisa dikata kan sempurna. dan bertajali beberapa martabat, baru dia sempurna,tapi diri nya bukan zat lagi.

ahmad/muhammad awal juga bukan DIA sebenar nya. yang merupakan tajalinya, martabat sifat bagi nya. nur muhammad/muhammad akhir juga bukan DIA sebenar nya, yang merupakan tajalinya, martabat asma bagi nya.

ruh juga bukan DIA sebenar nya, yang merupakan tajalinya, martabat af’al bagi nya, dan muhammad juga bukan DIA sebenar nya, yang merupakan maujud zat, sifat, asma dan af’al nya. tetapi semua itu tidak laen daripada DIA.

kalau dari semua martabat dan ber pasal-pasal dan perincian/proses tajalinya, di dilihat nampak diri nya,.tetapi di katakan dirinya sebenar nya bukan lah seperti proses ke adaan perincian/tajalinya. itu cuma kisah.

tetapi diri nya sekarang ibarat biji telah menjadi pokok. jadi yang dilihat nampak pada perincian/tajalinya tadi. ibarat proses biji menjadi pokok. dan sempurna dia, DIA yang menjadi pokok sekarang. dan pokok bukan biji lagi.

pokok merupakan sempurna dimana terhimpun zat, sifat, asma dan af’al. itu lah yang dinyata kan diri nya seberna. dan diri nya, laisya, qadim, dan muhalapah.

masalah semua pendapat itu adanya benar semua, benarnya menurut ilmunya, dan keyakinannya, dan tingkat maqam kedudukan nya. walau jalan berbeda, tetapi hasil nya, tetap satu…

Dan yang diperintahkan wajib tuk di kenal itu tuhan alloh ta’ala, bukan zat. zat memang tak bisa di kenal. buat apa mikir kan zat.
Dan benar sempurna nya, maripat kepada alloh harus’ awal, zahir, batin dan akhir.

pokok yang di maksud di sini, pokok diri sebernanya diri yang baginya zat, sifat, asma, af’al. yang qadim, muhallapah, bukan diri pokok yang maujud dirinya pada zat, sifat, asma dan af’al. yang muhaddast

Dan pokok pastilah dari pada biji. dan Biji telah menjadi pokok, (sempurna). lalu pokok itu bukan biji lagi. dan di diri pokok tidak ada biji lagi. karena biji sudah jadi pokok. dan kenyataan sekarang yang ada hanyalah diri si pokok tadi (tuhan yang sempurna dan bernama alloh). yang sekarang maujud zat, sifat, asma dan af’al nya, pada alam semesta beserta isinya. jadi sekarang yang ada dan maujud hanyalah diri si pokok.tidak layak lagi kenyataan itu disebut biji. dan sekarang biji itu hanya tinggal’menjadi kisah, proses awal kejadian, tajali nya dirinya. proses biji menjadi pokok.

Rasullah sendiri sampai kepada tuhan tanpa ilmu, beliau hanya bertafakur di gua hirak. sehingga alloh membuka kan rahasia nya kepada rasulullah. dalam hal ini rasulullah hanya baru sampae kepada martabat nya, perjalan poroses tajali2nya, masih di biji. belum bertemu dengan diri nya tuhan atau diri pokok lagi. dan rasulullah baru bertemu dengan tuhan nya (diri pokok) . secara ruh dan jasad, di peristiwa isro miraj nabi. di peringkat ini makam tertinggi, makam puncak nya rasullah, mengenal dan bertemu, siapa diri alloh taala sebenarnya.

{Biji benih yang telah tumbuh, membesar menjadi “pokok”,

setelah benih menjadi pokok, maka ia tidak lagi dipanggil/(bernama) benih tetapi pokok.}

tapi dzatnya tetap sama, walaupun berapa banyak tajalinya, zatnya tidak berubah kerana dia sekarang seperti dia dahulu juga, dan dia dahulu seperti seperti dia sekarang juga,

jikalau ada perubahan dalam dzatnya semasa pentajalian maka itu bukanlah tajali.
kerana dzatnya telah berubah.

dari pokok dijadikan kayu, dari kayu dijadikan pelbagai barang, seperti meja, kerusi, papan rumah, dan bermacam-macam lagi,

walaupun perabot (kerusi) itu disalut perak atau emas, tatapi dzatnya tidak berubah, dzatnya tetap dzat kayu dan pokok.

jikalau dzat tidak ada bolehkah kerusi ujud, kerana tanpa Kayu (dzat) kerusi tidak akan wujud. kerusi hanyalah khayalan fikirran apabila kerusi binasa apakah yang tinggal? sudah pasti dzat, kayu.

jadi jangan keliru tuhan itu adalah dzat wajibal wujud yang berasal dari dzat mutlak, tanpa dzat tiada satupun yang ada di semesta alam ini.

apabila dzat wajibal wujud hadir barulah sifat, asma dan afaal hadir,
tetapi sifat, asma dan afaal tidak akan ujud tanpa wujud dzat.

Yang ana maksud pokok di sini, sebenar nya diri nya, yang bernama alloh. yang bagi nya, zat, sifat, asma, af’al. bukan nya kenyataan maujud darinya yang muhadast, seperti alam semesta, beserta isi nya. tetapi biji yang jadi pokok. sempurna diri nya di nyatakan tuhan alloh ‘esa diri nya’ pada zat, sifat, asma af’al {terhimpun}, dan juga laisya, qadim dan muhalapah.alloh ta’ala sebenar nya.

yang wajib bagi mu’min maripat kepada nya. dan kenyataan sekarang yang ada dan maujud itu alloh ta’ala. diri nya bukan zat lagi. karena ada sifat, asma dan af’al nya. memang itu semua dari pada zat nya,.

Lalu yang dinamakan alloh ta’ala, bagi diri nya zat, sifat, asma, af’al. lalu tanyakan pada batin ente, siapa gerangan ‘alloh ta’ala sebernar nya siapa???

itu lah yang ana maksud pokok itu. yang bagi nya laisya, qadim dan muhalafah. dan diri nya bukan zat, bukan juga sifat, dan juga bukan asma, dan juga bukan af’al.

dan apabila batin itu, menyatakan diri nya, msih ada perinciin/perjalanan/ ada nya hakikat. diri nya baru memperkenal kan/baru membukakan rahasia nya, tentang asal kejadian/proses tajali nya. dan untuk kenyataan sekarang ini hanyalah menjadi kisah/cerita,(kisah proses biji menjadi pokok).

dan yang di nyata kan itu wal awalu (biji), bukan wal akhiru (pokok) zat, sifat, asma, af’al (sempurna nya)…dan apabila batin itu, menyata kan tanpa ada perinciin/perjalanan lagi, dan tidak ada lagi hakikat2.

alhammdulillah, diri nya telah memperkenal kan dirinya, membuka kan rahasia nya, dan dia menyatakan diri nya sebenarnya. bertemu dengan dirinya (pokok). dan ke nyataan diri nya sekarang ada nya, terang dan nyata, diri nya dan ujud nya esa.

inilah puncak maripat kepada alloh. mengenal dan bertemu dengan tuhan alloh swt sebenar nya. dan yang pasti ini.ARAPTU ROBBY BI ROBBY{aku kenal tuhan dengan pengenalan tuhan}.

Dan tentang apa yang di kata dan di rasa. ALLISANU TARJUMANUL QOLBI WAL QOLBI TARJUMANUL HIDAYAH WAL HIDAYAH MIN NURIL QODIM.{lisan terjemahan dari hati, dan hati terjemahan dari hidayah, dan hidayah dari pada nur yang qodim}.

WA ZAUKU PI NAPSI BI ZAUKI.{dan pengrasa pada insan itu pengrasa aku}.

setiap yg ujud pasti bernama
asal allah ialah zat yg maha suci yang bernama?
usul allah ialah sifat yg kamalat
asal manusia ialah roh
usul manusia ialah hati yg menjadi nilai disisi tuhan
awal alloh tiada permulaan
akhir alloh tiada kesudahan
awal manusia ada permulaan
akhir manusia tidak ada kesudahan
zahir alloh dgn nama?
batin alloh dgn nama robbi

Dan zat ialah sama dengan ujud/diri.. dan ujud/diri itu ialah si hayun yang maha suci ada nya. karena semua nya, tajali dan maujud dari pada si hayun/maha hidup.

ZAT merupakan sama dengan DIRI. dan DIRI ialah si HAYUN. jadi zat=ujud/diri. dan ujud /diri itu bukan zat. jadi zat=ujud/diri. dan ujud /diri ialah si hayun.

Kenapa diri nya bukan zat?. karena pada zaman sekarang. zat itu dapat di analisa atau di sensor oleh teknologi. walau pun zat tidak berupa dan berbentuk tidak dapat di lihat. tetapi dia menempati ruang/tempat.

contoh nya, zat kabohidrat dan zat protein. seperti nasi mengandung zat karbohidrat. dan telur mengandung zat protein. dan dimana antara nasi dan telur zat kandungan nya berbeda. zat kandungan yang ada pada nasi ber beda dengan yang ada pada telur.

itu membukti kan zat, menempati ruang/tempat. dan keberadaan nya, bisa di analisa dan di sensor oleh alat. dan seperti udara juga tidak berupa dan berbentuk, dan tidak dapat di lihat.tetapi dia menempati ruang dan tempat.

Jadi ZAT= UJUD/DIRI. dan UJUD/DIRI ialah si HAYUN. itu biji. dan sekarang yang perlu di maripati si HAYUN yang sempurna, ada sifat,asma dan af’al. yang bernama tuhan yang ber asma kan alloh ta’ala.

 

29 September 2012

Nur Muhammad Sumber segala Ciptaan

oleh alifbraja

Hakikat Awal Nur Muhammad

Hakikat Awal Nur Muhammad. Pamahaman tentang hakikat Nur Muhammad pada umumnya dimulai dari kajian asal yaitu ketika, seluruh alam belum ada dan belum satu pun makhluk diciptakan Allah swt. Pada saat itu yang ada hanya zat Tuhan semata-mata, satu-satunya zat yang ada dengan sifat Ujud-Nya. Banyak dari kalangan sufi memahami bahwa pada saat itu zat yang ujud yang bersifat qidam tersebut belumlah menjadi Tuhan karena belum bernama Allah, Untuk bisa dikatakan sebagai tuhan, sesuatu itu harus dan wajib ada yang menyembahnya. Apabila tidak ada yang menyembah maka tidak bisa sesuatu itu disebut Tuhan, demikianlah Logikanya.

Karena zat yang ujud-Nya besifat qidam tersebut pada saat itu hanya berupa zat, maka pada saat itu Dia belum menjadi Tuhan dan Dia belum bernama Allah, karena kata Allah sendiri dipakai dan diperkenalkan oleh Tuhan sendiri setelah ada makhluk yang akan menyembahnya serta hakikat makna dari kata Allah itu sendiri berarti yang disembah oleh sesuatu yang lebih rendah dari padanya. (untuk pembahasan ini kita cukup memahaminya seperti itu)

Setelah itu, barulah diciptakam Muhammad dalam ujud nur atau cahaya yang diciptakan atau berasal dari Nur atau Cahaya Zat yang menciptakannya ( sebagai perbandingan kaliamat Adam Diciptakan dari Tanah ). Yaitu Nur yang cahanya terang benderang lagi menerangi. ( kemudian nur tersebut difahami sebagai Nur Muhammad ). Nur itulah yang kemudian mensifati atau memberi sifat akan Zat yaitu sifat Ujud yang berati ada dan mustahil bersifat tidak ada karena sudah ada yang mengatakan ” ada ” atau meng-”ada”-kan yaitu Nur Muhammad.

Jabir ibn `Abd Allah r.a. berkata kepada Rasullullah s.a.w: “Wahai Rasullullah, biarkan kedua ibubapa ku dikorban untuk mu, khabarkan perkara yang pertama Allah jadikan sebelum semua benda.” Baginda berkata: “Wahai Jabir, perkara yang pertama yang Allah jadikan ialah cahaya Rasulmu daripada cahayaNya, dan cahaya itu tetap seperti itu di dalam KekuasaanNya selama KehendakNya, dan tiada apa, pada masa itu ( Hr : al-Tilimsani, Qastallani, Zarqani ) `Abd al-Haqq al-Dihlawi mengatkan bahwa Hadist ini Sahih.

Ali ibn al-Husayn daripada bapanya daripada kakaeknya berkata bahwa Rasullullah s.a.w berkata: “Aku adalah cahaya dihadapan Tuhanku selama empat belas ribu tahun sebelum Dia menjadikan Adam a.s. (HR.Imam-Ahmad,Dhahabi,dan-al-Tabrani)

Setelah Nur Muhamamad di ciptakan dari Nur atau Cahaya Zat – Nya, maka selanjutnya Nur Muhammad itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan keberadaannya dengan Zat, karena dengan Nur Muhammad itulah, Zat melahirkan semua sifat yang disifati-Nya

” Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus[ * ], yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) [ ** ], yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. ” ( QS : 024. : An Nuur : ayat : 35 )

[*] Yang dimaksud lubang yang tidak tembus (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai kesebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain.

[**] Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.

Ibn Jubayr dan Ka`b al-Ahbar berkata: “Apa yang dimaksudkan bagi cahaya yang kedua itu ialah Rasullullah s.a.w kerana baginda adalah PesuruhNya dan Penyampai dari Allah s.w.t terhadap apa yang menerangi dan terdzahir.” Ka`b berkata: ” Minyaknya bersinar akan berkilauan kerana Rasullullah s.a.w bersinar akan  diketahui kepada orang ramai walaupun jika baginda tidak mengakui bahawa baginda adalah seorang nabi, sama seperti minyak itu bersinar berkilauan walaupun tanpa dinyalakan.

Dari dalil-dalil yang disampaikan diatas dapatlah difahami bahwa hubungan antara Nur Muhammad dengan Zat Tuhan adalah hubungan yang tidak dapat dipisahkan yaitu, dimana Allah berdiri disana nur muhammad berada, Ketika Allah disebut, maka disana Muhammad ikut menyertainya seperti pada pada kalimat tauhid ” La Ila Ha Illaallah, Muhammad rasululullah ” Ketika Allah disebut, maka mutlak disana Muhammad ikut atau berada. Ibarat api dengan panasnya. Dimana api berada, maka disana pula panasnya berada. Dimana Zat berada disana pula Nur Muhammad berada. Bukanlah dikatakan api kalau tidak terasa panas. Ketika api disentuh, maka sesunggunya yang tersentuh hanyalah panasnya saja dan ketika terasa panasnya api pada hakikatnya yang dirasakan adalah api itu sendiri. Sehingga untuk memudahkan pemahaman, kalau diibaratkan ” api ” adalah zat dan ” panas ” adalah Nur Muhammad yang menjadi sifat yang tidak terpisahkan dari pada api.

Sebagai contoh lain dapat difahami melalui konsep laut dan gelombang. Tidaklah dikatakan sesuatu itu laut kalau dia tidak bergembang ( ombak ). Karena gelombang itu adalah sifat dari pada laut. Dimana ada laut, maka disana pula ada gelombangnya. Tidak bergoncang atau bergerak gelombang itu apabila laut tidak bergoncang. Karena gelombang itu adalah laut yang bergocang. Ketika kita memandang laut yang terlihat adalah gelombangnya. Dan ketika mata memandang gelombang, pada hakikatnya yang dipandang adalah laut . (Pemahaman ini sebaiknya disimpan dulu, untuk pemahaman kajian lebih lanjut) coba pelajari dan fahami hadist berikut dalam acuan pemahaman diatas

” Aku telah dimasukkan ke dalam tanah pada Adam dan adalah yang dijanjikan kepada ayahanda ku Ibrahim dan khabaran gembira kepada Isa ibn Maryam ” ( HR : Ahmad, Bayhaqi )

” Bila Tuhan menjadikan Adam, Dia menurunkan aku dalam dirinya (Adam). Dia meletakkan aku dalam Nuh semasa di dalam bahtera dan mencampakkan aku ke dalam api dalam diri Ibrahim. Kemudian meletakkan aku dalam diri yang mulia-mulia dan memasukkan aku ke dalam rahim yang suci sehingga Dia mengeluarkan aku dari kedua ibu-bapa ku. Tiada pun dari mereka yang terkeluar “. ( HR : Hakim, Ibn Abi `Umar al-`Adani )

Ada yang bertanya padaku tentang uraian ini, pertanyaannya sebagai berikut :
Dengan uraian tsb. lalu mau dikemanakan a.l. QS. 15:29 :

“Setelah Aku sempurnakan bentuknya (Adam) dan Aku tiupkan kepadanya (Adam) ruh-Ku, maka hendaklah kamu tunduk merendahkan diri kepadanya (Adam)”
Dari ayat ini dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang terkait dengan posisi Adam As. dapat disimpulkan tidak ‘terselip’ perkalimat pun riwayat Nur Muhammad.
Muhammad SAW manusia biasa, berbeda proses kelahirannya dengan Nabi Isa As. dan apalagi dengan penciptaan Adam As.

Katakan (hai Muhammad): “Aku tidak mengatakan kepada kamu, bahwa aku (Muhammad) mempunyai perbendaharaan Allah, tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan, bahwa ‘aku malaikat’; hanyalah aku mengikut apa yang diwahyukan kepadaku”. Katakan: ‘Samakah orang buta dengan orang yang dapat melihat?’ Tidakkah kamu pikirkan? (QS. 6:50).

Jawabannya adalah :
Dhohir memang sama, antara kita dengan nabi, tapi apakah hakikat itu sama? tentu tidak. Kebodohan akan hakikat bersumber dari hakikat hati masing2 yang tidak bisa mengerti akan hakikat. Hanya makhluk bodoh yg berselisih tentang hakikat.

Adapun penjelasan ayat tersebut diatas bersifat perintah, dari Allah, Contohnya, ada seorang bawahan yang mengetahui banyak hal tentang segala sesuatu ditempat dia bekerja, lalu Pimpinannya memerintahkan dia untuk mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apapun, ini bukan berarti dia benar-benar tidak mengetahui,berhati-hatilah menafsirkan ayat-ayat Allah, ingatlah, Alqur’an itu mempunyai 7 arti lahir dan 7 arti batin (hadist Qudsi), kita lihat lagi kalimat berikutnya, hanyalah aku mengikuti apa yang diwahyukan, kalimat ini memiliki pengertian yang sangat luas, jangan memikirkan kalau wahyu itu hanya berupa kalimat dan kata-kata saja, wahyu dari Allah adalah ibarat sebuah kitab yang dipenuhi dengan segala ilmu pengetahuan, datang kepada Rasulullah bukan berupa kalimat saja, tapi juga mencakup semua pengetahuan yang ada di langit dan dibumi. (ini sekedar pendekatan pengertian saja)

Man lam yazuq lam ya’rif: siapa tidak merasa pasti tidak tahu. Hanya orang yg merasalah yg dapat mengenal hakikat Nur Muhammad SAW.

“Dzohir boleh berbeda tapi hakikatnya Satu jua” ,”Syuhudul kasroh fi Wahdah”. Hakikat adalah rahasia kedalaman hati, karena itu jika sudah mencapai dasar dari hati, maka tidak ada perselisihan. Tapi jika Hakikat diletakkan pada akal akhirnya timbul sangka2 akhirnya timbul perselisihan, perbanyaklah bersholawat untuk menemukan hakikat yang sebenarnya, karena sholawat bisa menjadi pengganti Guru Mursyid yang sekarang ini susah untuk kita temui.

Diterangkan oleh hadits, asalnya Nabi Adam adalah dari saripati tanah-api-air-angin. Kalau tanah-api-air-angin, datang dari mana? Diterangkan oleh hadits, asalnya dari nur muhammad, yaitu cahaya empat perkara: cahaya hitam – hakikat tanah, cahaya putih – hakikat air, cahaya kuning – hakikat angin, dan cahaya merah – hakikat api.
Kalau nur muhammad, asalnya dari mana? Menurut keterangan dari hadits, asalnya dari Nur Maha Suci, yaitu jauhar awwal. Selepas ini, habis. Karena sudah dijelaskan di hadits dan Qur’an bahwa jauhar awwal adalah bibitnya tujuh bumi tujuh langit berikut segala isinya. Maka, yang dimaksud dengan dalil ‘bermula dari Allah’ adalah dari jauhar awwal ini.

inti dalam menjalankan Islam dan Tujuan Vertikal diri adalah Tarikat, Syariat, Hakikat dan MA’rifat…..

Nur Muhammad adalah cahaya yg berbinar sehingga terciptalah semuanya.. Manusia, Gunung, api, matahari , bahkan seluruh alam, baik itu surga maupun neraka, Para Malaikat, dalam arti kata seluruh ciptaan, selain Allah, semua bersumber dari Nur Muhammad, Alam Semesta bersalawat kepada Rasulullah dan Sujud kepada Allah SWT.

Firman Allah : ” Kalau bukan karna engkau wahai Muhammad, maka tak akan Aku ciptakan bumi dan segala isinya”

Firman Allah : ” Tiadalah Aku Mengutusmu ( Muhammad ) kecuali untuk merahmati seluruh ( sekalian ) alam”

Catatan : Kalimat Seluruh alam, itu berarti jamak, banyak, bukan satu atau tunggal, tapi lebih dari satu, mengcakup alam dunia, alam malakut, alam ruh, alam barsha, alam kubur, alam rahim, alam akhirat ( surga dan neraka ).

Pada penciptaan Adam.as, beliau di wajibkan untuk Menyebut 2 kalimat Syahadat…itu salah satu Bukti Nur Muhammad ada pada Diri Adam (dan pertama kali diciptakan) ketika di sempurnakan oleh ALLAH sebagai Hambanya memeluk Islam (pada waktu itu).

24 September 2012

NASEHAT AGUNG PANGERSA ABAH RA

oleh alifbraja

NASEHAT GURU AGUNG PANGERSA ABAH RA

 

Sulthon Aulia Fii Hadza zaman Syach Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin Qs ( Semoga Alloh mensucikan rahasianya )

1. Manusia mendapaatkan kebahagiaan itu harus mengalami dulu musibah, maka perbanyklah dzikir:
” Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dholimin “

2. Merasa diri penuh dosa jangan hanya sekedar dibibir saja, merasa salah tapi tidak mau beranjak meninggalkan kesalahan tersebut, yg sperti itulah yg dinamakan munafik, dzolim terhadap diri sendiri.

3. Jadikan malam hari sebagai alat untuk isro, ibadah taqorub kepada Alloh. Sebab biasanya kita lebih khusyu Taqorub kalau dalam keadaan yg sunyi.

4. Kosongkan fikiran dari selain Alloh, kalau tdk fokus akan menghalangi ibadah ( tujuan Ilalloh tidak tercapai )

5. Gunakan fikiran untuk memperbanyak istighfar dg cara dzikir dan khotaman

6. Janganlah kita meladeni jika ada yg menyalahkn, tapi jangan sampai kita ikut-ikutan menyalahkannya.

7. Kalau ada yg menghina, jangan balas menghina.

8. Berdzikirlh dengan berbobot, yaitu dalam hati kita tidak ada yg lain kecuali Alloh, Itulah Dzikir khofi yg tidak terganggu dg ingatan yg lain.

9. Dzikir jamaah suaranya harus teratur, tepat sasarannya.

10. Jika anda berdzikir jangan berpikir dan jika berpikir maka banyak-banyaklah berdzikir

11. Jangan merasa pandai, tetapi anda harus pandai merasa

12. Jadi orang yang penting itu baik, tetapi lebih penting lagi jadi orang yang baik

3 September 2012

Pahala Bagi Yang Memperbaiki Keislamannya

oleh alifbraja

 

0
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: :
إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا
( صحيح البخاري )
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila salah seorang dari kamu sekalian membaguskan keislamannya maka pada setiap kebaikan yang dia perbuat akan dilipat gandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan kejahatan yang dia perbuat akan dibalas sepadan dengan kejahatannya”.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذِهِ الْجَلْسَةِ الْمُبَارَكَةِ
Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, Maha Penguasa tunggal nan abadi yang menyeru hamba-hambaNya kepada keluhuran, menuntun kepada kebahagiaan dunia dan akhirah, mengutus sang pembawa tuntunan kebahagiaan dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maha suci Allah yang menjadikan kenikmatan akan berlipat ganda menjadi kenikmatan yang lebih besar jika ia bersyukur dan memuji Allah. Rahasia dari bertambahnya kenikmatan adalah dengan bersyukur dan memuji Allah, pujian kepada Allah membuka rahasia kenikmatan yang baru setelah kenikmatan yang telah ada. Maha suci Allah yang maha membuka kesempatan bagi hamba-hambaNya untuk mendapatkan limpahan anugerah diatas anugerah dengan ia memuji Allah, dengan ia mencintai Allah, dengan ia mengagungkan Allah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Fahamilah rahasia kekuasaan sang pemilik dunia dan akhirah yang memiliki segala kenikmatan, yang maha merubah kehidupan menjadi kehidupan yang lebih indah atau berubah menjadi kematian dan setelah itu selesai kehidupan selanjutnya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ، إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ، فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ، الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ ( قريش: 1-4 )
“Karena kebiasaan dan kenikmatan pada orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, maka hendaklahpara hamba menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kabah), yang telah memberi makanan kepada mereka saat mereka lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. ( QS. Qurays: 1-4 )
Firman Allah untuk orang qurays agar tenang dan bersabar, sebagaiamana mereka tenang dan santai saat melewati hari-hari di musim panas dan musim dingin, maka hendaklah mereka (bukan hanya orang qurays saja, melainkan semua hamba Allah ) untuk menyembah Sang pemilik Ka’bah Al Musyarrafah yaitu Allah. Siapakah Allah?, maka Allah mengenalkan dzatNya, Dialah Allah yang memberi mereka makan saat mereka lapar, dan memberi mereka keamanan saat mereka dalam kerisauan. Tidak ada manusia yang bisa makan kecuali ia telah diizinkan oleh Allah, walaupun ia dalam keadaan lapar dan makanan ada dihadapannya, tapi bukankah seluruh sel adalah milik Allah, dan jika Allah berkehendak dalam sekejap tubuhnya lumpuh maka ia tidak akan bisa menyentuh makanan yang ada dihadapannya, jika Allah kehendaki bibirnya sakit maka tidak satu suapan atau bahkan sebutir nasi pun yang bisa melewati tenggorokannya.
Maka Allah lah yang menyuapi kita hingga sampai makanan ke mulut kita, mulai dari makanan itu ditanam, kemudian tumbuh lalu dimasak dengan api yang juga milik Allah, Allah yang menciptakannya, Allah pula yang menciptakan air, Allah yang menciptakan matahari, Allah yang menciptakan hewan, Allah yang menciptakan tumbuhan, sedangkan kita hanya menternaknya, kita hanya memperbanyaknya, kita hanya menanamnya, namun asal muasalnya bukan dari kita, tapi dari sang maha memberi, Allah subhanahu waa’ala.
Mulai dari kita menanamnya maka berapa ribu kenikmatan yang terus berlimpah kepada kita hingga makanan itu sampai ke mulut kita. Walaupun seseorang memiliki harta yang berlimpah jika Allah tidak mengizinkan ia makan maka berhari-hari ia akan kelaparan dan tetap tidak diperbolehkan makan karena penyakit yang dideritanya.
Dikatakan oleh hujjatul islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali At Thusiy rahimahullah, ia menjelaskan bahwa tiadalah rizki yang akan sampai ke mulut kita kecuali telah tertulis nama kita pada rizki itu, jika itu buah pisang atau sebutir beras pun maka telah tertulis nama kita bahwa rizki ini akan sampai ke mulut si fulan bin fulan, maka hal yang demikian sudah ditentukan oleh Allah.
Walaupun ia berada di tempat yang sangat dekat dengan makanan itu tetapi itu bukan rizkinya, maka makanan itu tidak akan sampai ke mulutnya, entah makanan itu dicuri, atau ia ada kesibukan lain sehingga makanan itu ia tinggalkan, atau makanan itu tumpah dan lainnya, karena dalam rizki itu tertulis milik hewan, mungkin milik kucing, milik ikan, milik anjing dan yang lainnya, maka makanan itu bukan rizkinya walaupun sudah ada dihadapannya, rizkinya adalah makanan yang telah sampai ke mulutnya dan yang ia telan, yang pada hakikatnya ia diberi makan oleh Allah subhanahu wata’ala, namun sebagian orang tidak mau menembus hakikat kehidupan ini, hakikat datangnya makanan, hakikat datangnya minuman, hakikat kehidupannya datangnya dari mana dan lain sebagainya, padahal jika ia renungkan ia akan temukan bahwa Allah sang maha raja langit dan bumi, dan maha mengamankan mereka dari kerisauan.
Surat Quraiys ini banyak dibaca oleh para ‘arif billah (ulama shalihin) untuk mengabulkan hajatnya, untuk memperluas rizkinya dan untuk mengamankannya dari kerisauan. Surat Qurays ini ada di juz 30 dalam Al qur’an dan termasuk surat pendek yang hanya 4 ayat, terletak beberapa surat dari surat An Naas. Maka renungkan kemuliaannya, dapatkan keluhuran dan keberkahannya dengan memperbanyak membaca surat ini, insyaallah rizki Allah dan rasa aman dari kerisauan akan didapatkan.
Tetapi mengapa masih banyak orang miskin yang kelaparan?!, ingatlah tanpa kita ketahui bahwa mungkin Allah tidak mau memberinya makan pada saat itu, namun kita jangan berkata bahwa kaum fuqara’ tidak ada yang memperhatikan, karena banyak pula orang kaya yang kelaparan dan kehausan (karena penyakit yg dideritanya).
Maka fahamilah, barangkali orang yang merasa lapar saat ini Allah tunda rizkinya hingga esok di hari kiamat atau mungkin di masa mendatangnya Allah tumpahkan rizki yang luas untuknya. Dan sebaliknya orang yang sedang dalam kenikmatan berhati-hatilah karena bisa saja Allah merubah keadaannya. Hadirin hadirat, sampai kabar kepada saya lewat surat, sms, dan email dari adik-adik kita yang bersyukur karena lulus dalam ujian, dan banyak juga yang mengeluh karena tidak lulus. Jangan risau jika tidak lulus karena hal itu adalah cobaan dari Allah subhanahu wata’ala, dan jika kau sabar dan tenang maka kau akan mendapatkan kesuksesan yang hanya milik Allah subhanahu wata’ala, kesuksesan bukan milik siapa-siapa tetapi hanya milik Allah, jadi jika tidak lulus ujian atau yang lainnya maka teruslah berusaha untuk lulus, teruslah berusaha untuk sukses di dunia ini namun jangan menentang tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dengan menjauhi hal-hal yang haram maka engkau akan mendapatkan kesuksesan, terlebih lagi para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dikatakan oleh para ulama’ kita: “Barangsiapa yang cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka ia aman dan berada dalam keselamatan dunia dan akhirah”.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Maka betapa meruginya mereka-mereka yang terus berpaling dari keluhuran, menampik rahasia kelembutan Allah dan tidak mau mendekat kepada Allah, sungguh kasihan mereka yang selalu menolak untuk mendapatkan kemuliaan dan selalu ingin melangkah ke tempat yang penuh dengan kehinaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَوْلَا أَنْ تَدَافَنُوْا لَسَأَلتُ اللهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ
” Jika seandainya aku tidak khawatir kalian meninggal/hilang pendengaran kalian aku akan meminta kepada Allah agar memeperdengarkan kepada kalian siksa kubur.”(Shahih Muslim)
Namun hal itu tidak diinginkan oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena beliau tidak ingin ummatnya merasa ketakutan, tetapi beliau lebih menginginkan mendoakan ummatnya dengan keluhuran dan pengampunan dan jangan sampai suara siksaan ahli kubur terdengar oleh mereka. Hadirin hadirat, mereka yang memenuhi panggung-panggung dosa di dalam kehinaan dan menyanjung orang-orang yang tidak pernah bersujud kepada Allah, jika mereka mendengar suara temannya yang menggelepar di dalam kubur maka mereka akan lari ke majelis dzikir untuk menyelamatkan diri dari kemurkaan Allah, mereka akan berlari ke majelis-mejelis seperti ini untuk bernaung di bawah keridhaan Ilahi. Namun mereka yang seperti itu bukan untuk dibenci atau dicaci tetapi untuk didoakan dan dikasihani, semoga Allah melimpahkan hidayah kepada mereka.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari:
أَلَا إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةٌ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ اْلقَلْبُ
“Ingatlah bahwa didalam tubuh ini ada segumpal darah, yang apabila segumpal darah itu baik maka akan menjadi baik pula seluruh tubuh ini, dan apabila segumpal darah itu buruk maka akan menjadi buruk pula seluruh tubuh ini. Ingatlah bahwa segumpal darah itu adalah hati.”
Hadirin hadirat, ketahuilah bahwa getaran sanubari kita itulah yang menjadi nakhoda bagi perbuatan tubuh kita dan bersatu dengan alam pemikiran, dua hal inilah yang menguasai, dan kekuasaan tertinggi ada pada sanubari kita, jika sanubari kita baik maka ucapannya pun baik, yang ia dengarkan baik, perbuatannya baik, dan segala-galanya baik, dan ia menjadi rahasia kebaikan dan menjadi sumber kebaikan jika ia adalah orang yang mau mengikuti tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan berpegang teguh dengan cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia menjadi gerbang kebaikan pula untuk yang lainnya, sebagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bagaimana mulianya duduk bersama dengan orang shalih dan bagaimana meruginya bersama orang yang selalu berbuat maksiat. Dalam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa orang yang duduk bersama para shalihin bagaikan orang yang duduk dengan penjual minyak wangi, walaupun ia tidak membelinya ia akan kebagian wanginya. Dan orang yang duduk dengan orang yang sedang berbuat dosa maka ia seperti orang yang duduk dengan orang pandai besi, meskipun ia tidak membeli besinya ia akan terkena pecahan bara apinya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Dari itulah kita memahami bahwa semerbak wangi tersebar dari para shalihin kepada orang yang duduk disekitarnya, dan juga orang yang duduk bersama ahli dzikir, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan firman Allah subhanahu wata’ala di dalam hadits Qudsy riwayat Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah subhanahu wata’ala berfirman kepada para malaikat yang hadir di majelis dzikir:
أُشْهِدُكُمْ يَامَلَائِكَتِيْ إِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ
” Aku jadikan kalian saksi wahai malaikatKu, sungguh Aku telah mengampuni mereka “
Maka para malaikat berkata: ” wahai Allah, ada diantara mereka yang kehadirannya tidak ikhlas dan bukan untuk dzikir “, maka Allah berfirman kepada malaikat:
هُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ
“Mereka yang sama-sama duduk itu tidak akan celaka oleh teman duduk mereka”
Mereka yang duduk bersama ahli dzikir tidak akan dihinakan oleh Allah. Dihinakan, maksudnya bisa kehinaan dunia atau kehinaan akhirah. Di akhirat kelak ada orang-orang yang ditimpa musibah sehingga amal pahalanya sangat sedikit dan ia harus masuk ke neraka terlebih dahulu jika ia muslim, maka dikatakan kepada semua orang yang menyaksikan di padang mahsyar ” Fulan bin fulan dalam kehinaan dan tidak akan menemukan kebaikan selama-lamanya”, maka ia pun digiring kedalam neraka. Dan dipanggil lagi yang lainnya: ” fulan bin fulan ….dan seterusnya, hingga tibalah giliran orang yang mulia dipanggil untuk menghadap Allah, maka dikatakan kepadanya: ” fulan bin fulan dalam kemuliaan dan tidak akan mendapatkan kehinaan selama-lamanya”, hal ini dikatakan oleh Allah untuk mereka yang duduk bersama orang yang berdzikir di majelis dzikir, hanya duduk saja dan diam tanpa ikut berdzikir, maka mereka tidak akan dihinakan oleh Allah. Mereka yang berteman dengan ahli dzikir, yang berteman dengan para shalihin, yang berteman dengan para ulama’ , yang dekat dan duduk dengan guru-guru yang mulia maka sungguh beruntunglah mereka, karena mereka tidak akan mendapatkan kehinaan. Apa kehinaan itu? Kehinaan itu sangat banyak dan kehinaan yang terbesar adalah api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
” Seseorang bersama orang yang dicintai “
Maka benahilah sanubari kita, benahilah hati kita karena jika hati kita baik maka baik pula perbuatan kita, dan jika hati ini buruk maka buruk pula perbuatan kita, muncul banyak pertanyaan tentang bagaimana membenahi hati, seperti memerangi riya’, memerangi ‘ujub, memerangi sombong, memerangi hasad, memerangi iri atau dengki dan lain sebagainya dari penyakit-penyakit hati. Kalau kita berbicara secara tafsil (terperinci) maka obatnya kita temukan di kitab Ihya Ulumuddin, itu adalah obatnya hati. Namun jika kita ringkas maka jawabannya adalah ” Mahabbah kepada Allah dan RasulNya”. Maka kita akan terkikis dari segala macam penyakit hati dengan cinta dan rindu kepada Allah dan RasulNya. Sayyid Al Imam Abu Bakr Al Aidarus Ibn Abdullah Al ‘aidarus Al Akbar Ar, dia adalah seorang anak yang masih kecil dan ayahnya ( Al Imam Abdullah Al ‘Aidarus ) adalah seorang ‘arif billah berkata: ” aku sudah membaca kitab Ihya ulumuddin, aku sudah menghafalnya, dan aku pun telah mengamalkannya”, maka putranya Al Imam Abu Bakr ketika masih kecil sudah diajarkan Al qur’an, setelah ia hafal Al qur’an ayahnya mulai membacakan kitab Ihya ulumuddin yang menjelaskan tentang mengobati penyakit-penyakit hati, seperti riya’ mengobatinya begini, sombong mengobatinya begini, iri dan dengki mengobatinya begini, dan lain sebagainya, maka berkata Al Imam Abu Bakr: ” Ayah apakah ada orang yang semacam ini?”, subhanallah kenapa ia bertanya demikian?, karena di hatinya tidak ada penyakit seperti itu, sejak kecil sudah dididik mencintai Allah dan RasulNya maka tidak ada penyakit hati di hatinya, maka ayahnya pun terdiam kemudian berkata: ” sekarang engkau pergilah ke pasar dan carilah orang yang lebih hina darimu”, maka ia pun pergi ke pasar dan sesampainya di pasar ia melihat orang yang sedang berbuat jahat, ia berkata pada dirinya: ” orang ini lebih hina daripada aku, tetapi jika ia bertobat dan beribadah kepada Allah dan ia lebih taat daripada aku maka berarti ia lebih mulia daripada aku”, terus ia mencari lagi tetapi tidak ia temukan orang yang lebih hina darinya. Semua pendosa bisa saja Allah terima tobatnya dan Allah memberinya hidayah kemudian ia berubah menjadi orang shalih, maka akhirnya ia menemukan seekor anjing yang penyakitan, ia berkata: ” aku pasti lebih mulia darinya, tetapi jika aku harus melewati neraka terlebih dahulu berarti anjing itu yang lebih mulia”, karena anjing tidak masuk neraka, maka ia kembali kepada ayahnya dan ayahnya bertanya : ” apakah sudah engkau temukan orang yang lebih hina darimu?”, maka ia pun menjawab: ” tidak ada wahai ayah”, ayahnya bertanya lagi: ” dalam satu pasar tidakkah kau temukan seorang pun yang lebih hina darimu? “, ia menjawab: ” tidak ada ayah, walaupun ia adalah orang yang berbuat dosa, tetapi jika ia bertobat dan Allah terima tobatnya dan ia dimuliakan oleh Allah maka ia akan lebih mulia daripada aku, lalu aku menemukan seekor anjing yang penyakitan dan kukatakan bahwa anjing itu lebih hina daripada aku, lalu aku berfikir wahai ayah, kalau senadainya aku masuk neraka maka tentunya anjing itu akan lebih mulia daripada aku, karena ia tidak masuk kedalam neraka”, mendengar hal itu maka ayahnya berkata: ” sekarang engkau keluar dari Tarim untuk melanjutkan belajarmu di luar bimbinganku”, maka setelah selesai dengan tarbiyah yang suci dari sang ayah ia pun menuju guru-gurunya yang lain.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rahasia keberkahan dari kaum shalihin membawa keberkahan pada alam sekitar bahkan kepada non muslim, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika para sahabat berdakwah ke wilayah-wilayah kuffar quraiys, saat itu pemimpin qabilah quraisy sakit, maka para rakyatnya datang kepada para sahabat dan berkata: ” wahai kalian, sepertinya kalian adalah orang-orang yang baik, kepala suku kami sedang sakit bisakah kalian mengobatinya?”, maka para sahabat saling memandang, kemudian diantara mereka ada yang berkata barangkali jika mereka mengobati kepala suku itu dan ia sembuh kemudian ia akan masuk Islam, maka diambillah air dan dibacakan surah Al Fatihah dan diminumkan kepada kepala suku itu dan akhirnya sembuh, kemudian ia dan semua suku-sukunya masuk Islam. Al Imam Ibn Hajar Al ‘Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari dan para muhaddits lainnya mensyarahkan makna hadits ini bahwa diperbolehkannya untuk memberikan doa bagi orang-orang non muslim berupa air, atau berupa doa langsung jika diharapkan mereka bisa mendapatkan hidayah, karena hal itu justru diperbuat oleh para sahabat Ra. Dan kemudian mereka diberi hadiah kambing dan mereka bawa pulang ke Madinah Al Munawwarah. Maka salah seorang diantara mereka berkata: ” kita sembelih saja kambing ini “,, sahabat yang lain berkata : ” tunggu, kita tanyakan kepada Rasulullah dulu apakah beliau ridha dengan apa yang telah kita lakukan, jangan-jangan beliau tidak ridha kita mengobati orang non muslim tadi “, setelah ditanyakan kepada Rasulullah beliau tersenyum dan berkata: ” sembelihlah kambing itu kemudian makanlah dan sisakan sedikit untukku”. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany dalam kitabnya Fathul Baari bisyarah Shahih Al Bukahri menjelaskan bahwa ucapan Rasulullah itu bukanlah untuk meminta bagian dari kambing itu, tetapi menenangkan para sahabat dikarenakan sebagian sahabat masih risau dan bingung dengan hadiah dari non muslim tadi apakah mereka memakannya atau tidak, sehingga jika disisakan untuk Rasulullah maka beliau pun akan memakannya, dan para sahabat akan merasa tenang dan tidak ada kerisauan atas sembelihan itu karena Rasulullah juga memakannya, jika sembelihan oleh orang muslim maka hal itu boleh dan halal. Tetapi jika sembelihan itu dari orang yahudi yang diperuntukkan untuk penyembahan berhala, maka hal itu tidak diperbolehkan di dalam syariah karena disembelih atas nama selain Allah subhanahu wata’ala. Dan mengenai sembelihan orang non muslim dalam hal ini para ulama’ berbeda pendapat, sebagian ulama’ berpegang pada hadits Shahih Bukhari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suatu hari didatangi oleh para sahabat yang kebingungan karena mereka diberi daging dari seseorang yang tidak jelas apakah dia muslim atau non muslim dan yang jelas agama Islam belum masuk ke wilayah itu, maka Rasulullah berkata: ” Makanlah dan bacalah Bismillah, jika mereka menyembelihnya tidak mengucapkan nama Allah maka kalian yang memakannya menyebut nama Allah ” , namun dalam hal ini para imam madzhab berbeda pendapat, diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Bari bahwa hal itu terjadi di masa awal Islam, tetapi di masa setelah kejayaan Islam dan setelah menyebarnya Islam sebagian imam mengatakan tidak dihalalkan memakan sembelihan orang-orang yang non muslim, namun sebagian ulama’ mengatakan “boleh” dengan dalil hadits ini: ” Makanlah dan bacalah Bismillah, jika mereka menyembelihnya tidak mengucapkan nama Allah maka kalian yang memakannya menyebut nama Allah ” . Tetapi sebagian besar dalam madzhab syafi’i tidak membenarkan hal ini, mereka mengambil pendapat yang kedua yaitu tidak memakan sembelihan orang non muslim.
Inilah rahasia keberkahan para shalihin yang sampai kepada mereka, bahkan kepada yang non muslim pun keberkahannya sampai, dari doa dan fatihah yang dibacakan untuknya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Oleh sebab itu kemuliaan mereka itu di dunia dan akhirah, di masa hidupnya dan setelah wafatnya. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Musa As ketika ia didatangi oleh malaikat Izrail, maka ia meminta untuk diperpanjang umurnya maka malaikat Izrail menghadap kepada Allah, kemudian Allah berkata: ” wahai Izrail katakan kepada Musa jika ia ingin umurnya diperpanjang maka sentuhkan telapak tangannya di kulit kerbau dan seberapa banyak rambut kerbau yang tersentuh tangannya maka sebanyak itulah umurnya bertambah”, setelah malaikat Izrail menyampaikan hal itu kepada Musa As, maka nabi Musa As berkata: “lalu setelah itu apa yang akan terjadi?”, malaikat Izrail menjawab: ” setelah itu kau akan wafat”, maka nabi Musa berkata: ” jika demikian, maka lebih baik aku wafat sekarang”, dan dikatakan ketika itu ia memohon kepada Allah agar dimakamkan di tanah yang dekat tanah suci, demikian yang dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany riwayat Shahih Al Bukhari, hal ini merupakan dalil yang jelas atas diperbolehkannya bertabarruk pada kuburan para shalihin, bahkan para nabi pun ingin dimakamkan di tempat yang dekat dengan tanah suci.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Maha raja langit dan bumi yang maha lembut telah menyampaikan kepada utusanNya, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan Rasulullah menyampaikan kepada kita hadits yang telah kita baca tadi:
إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا
“Apabila salah seorang dari kamu sekalian membaguskan keislamannya maka pada setiap kebaikan yang dia perbuat akan dilipat gandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan kejahatan yang dia perbuat akan dibalas sepadan dengan kejahatannya”.
Barangsiapa yang memperbaiki keislamannya kemudian ia beramal shalih, maka Allah lipatgandakan amalnya dengan sepuluh kali lipat dari amal pahalanya, jika ia shalat satu kali maka pahalanya dikalikan sepuluh, jika ia shalat 5 waktu maka pahalanya sama dengan shalat 50 waktu, sekali ia memuji Allah maka pahalanya dikalikan sepuluh dan itu adalah perhitungan minimal, karena kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Maka amal yang dilipatgandakan 700 kali lipat itu amal yang seperti apa? Sebagian muhaddits mengatakan hal itu tergantung niatnya, semakin indah niatnya maka semakin dilipatgandakan pahalanya. Para muhaddits yang lain mengatakan hal itu tergantung waktu, di waktu-waktu mustajabah seperti bulan Ramadha, lailatul qadr, malam jum’at atau hari jum’at, hari ‘Arafah dan hari-hari mulia yang lainnya, maka di waktu-waktu itulah amal ibadah dikalikan hingga 700 kali lipat. Dan ada juga yang mengatakan tergantung tempat, seperti di Masjidil Haram, di Masjid Nabawy, di Masjid Al Aqsha, di masjid masjid, di makam para shalihin jika ia berdoa kepada Allah, dan tempat-tempat mulia yang lainnya, dan juga disebutkan oleh Al Imam An Nawawy dalam Syarh Nawawiyah ‘ala Shahih Muslim, bahwa di majelis-majelis dzikir juga termasuk tempat yang dilipatgandakannya pahala oleh Allah subhanahu wata’ala .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Dan kita dapatkan kesemuanya itu sekarang di majelis dzikir ini, tempat kita sekarang di baitullah (masjid), tinggallah kita memeperbaiki niat untuk apa kita hadir di tempat ini, mudah saja kita memperbaiki niat kita dengan niat yang indah, karena kita rindu kepada Allah subhanahu wata’ala, rindu kepada dzikir dan shalawat, asyik dengan dzikir, shalawat dan hadits nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam maka kita hadir dan duduk di tempat ini, padahal disini tidak ada jamuan apa-apa yang ada hanya desak-desakan dengan para jama’ah, tidak ada yang kita dapatkan dari hal-hal yang bersifat duniawi di tempat ini, oleh sebab itu sangat mudah untuk meluruskan niat. Maka yang hadir disini insyaallah semuanya hadir dengan niat yang suci, jika demikian maka kesemua syarat pahala dilipatgandakan hingga 700 kali kita dapatkan, kita hadir di tempat yang mulia (masjid) dan di waktu dzikir dengan niat yang sempurna, maka kita hadir di majelis dzikir di malam ini seperti hadir 700 kali di majelis dzikir. Hadirin hadirat, ada yang mengeluh kepada saya: ” Habib, dikarenakan saya tidak lulus ujian, maka orang tua saya tidak lagi mengizinkan saya untuk hadir di majelis”, saudara-saudaraku, sampaikan kepada ayah ibu dengan lemah lembut bahwa “kesuksesan itu bukan karena selembar kertas, saya akan berusaha lebih giat lagi supaya lulus di masa yang akan datang, tetapi jika saya tidak lagi hadir ke majelis ta’lim, hati saya merasa risau dan khawatir selalu berbuat dosa, khawatir jika saya terjebak dalam narkotika, miras , perzinahan dan lainnya maka ayah ibu juga yang akan malu, oleh karena itu lebih baik saya hadir ke majelis ta’lim”. Hadirin hadirat, taat kepada orang tua bukan berarti harus patuh sepenuhnya, tetapi berlemah lembut ketika berbicara kepada mereka, karena percuma jika kita patuh tetapi dengan cara yang bengis kepada mereka, maka hal itu tidaklah berguna. Jadi taat kepada orang tua itu bukanlah syarat berbakti kepada orang tua, tetapi yang menjadi syarat adalah jangan menyakiti perasaannya, jika menyakiti perasaan orangtua hal itulah yang durhaka. Jadi jika pendapat kita bertentangan dengan pendapat orang tua kita, maka hadapilah dengan lemah lembut jangan dengan suara keras, bentakan atau yang lainnya, tetapi berlemah lembutlah, bawakan hadiah yang mereka suka karena hal yang seperti itu akan membuka hati mereka, dan hakikatnya orangtua lebih mencintai kepada anaknya, karena orangtua jauh lebih tua dari anaknya maka biasanya mereka selalu mau mengalah kepada anaknya, apalagi jika anaknya selalu berlemah lembut. Hadirin hadirat, semoga yang lulus saat ini diberi kesuksesan oleh Allah subhanahu wata’ala di masa mendatang, dan bagi yang belum lulus semoga diberi kelulusan di masa mendatang dan diberi kesuksesan yang lebih oleh Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ( السجدة: 17 )
“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. ( QS. As Sajadah : 17 )
Manusia tidak tahu apa yang disembunyikan oleh Allah untuk mereka dari hal-hal yang sangat menggembirakan mereka, balasan atas perbuatan mereka, jika mereka bersabar dan bersyukur serta mau beribadah kepada Allah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kelanjutan hadits tadi, adapun bagi mereka yang berbuat dosa, Allah hanya menuliskan satu dosa saja. Oleh sebab itu, para malaikat berkata: ” hal yang sangat mengherankan bagi ummat nabi Muhammad jika masih ada yang menyentuh neraka “, karena setiap kebaikan dikalikan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat sedangkan perbuatan dosa hanya ditulis satu dosa saja, tidak cukup itu saja tetapi untuk mereka selalu ada pengampunan, setiap mereka selesai shalat mereka dapatkan pengampunan dosa, ketika berdzikir mereka dapatkan pengampunan dosa, selalu penuh dengan pengampunan dosa.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa ketika imam shalat ruku’ kemudian mengangkat kepalanya dan mnegucapkan:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
kemudian makmum mengucapkan:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا….. إلخ
Ketika ucapan itu berpadu dengan ucapan malaikat di saat itu, maka ia diampuni dosa-dosanya sebelum ia sampai di tempat sujudnya. Dalam hadits lain riwayat Shahih Al Bukhari juga disebutkan: ” barangsiapa yang mengucapkan ” Amin ” bersamaan dengan ucapan “Amin” imam shalat, maka diampuni dosa-dosanya karena ucapan “Amin” bersamaan dengan ucapan “Amin” para malaikat”. Maka ikhlas di dalam shalat pun penuh dengan pengampunan, demikian seterusnya dalam setiap shalat lima waktu pengampunan terus ada, dalam shalat jum’at pun ada pengampunan dosa, di setiap akhir bulan ramadhan ada pengampunan dosa, di hari ‘Arafah ada pengampunan, terus dan terus pengampunan selalu ada untuk ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sangat menakjubkan jika masih ada ummat nabi Muhammad yang masuk neraka. Hadirin hadirat, sungguh sangat memalukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ummat yang masih masuk neraka dan sangat menyakiti perasaan beliau, namun nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang ketika ummatnya dikumpulkan bersama beliau, dan sebagian diusir dari shaf beliau maka beliau berkata: ” wahai kalian mau kemana keluar dari shafku, mau dibawa kemana ummatku itu?”, maka Jibril berkata: ” wahai Rasulullah mereka banyak berbuat dosa setelah engkau wafat”, maka Rasulullah berkata: “terserah mau dibawa kemana mereka”, akhirnya mereka lari kepada nabi Adam tetapi ditolak, lari kepada nabi Isa pun ditolak, dan semua nabi menolaknya, kemudian mereka kembali kepada nabi Muhammad, mereka terusir dari shaf Rasulullah dan beliau juga marah karena ummatnya banyak berbuat dosa, namun Rasulullah merasa tidak tega, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ ( التوبة: 128 )
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. ( QS. At Taubah: 128 )
Sungguh telah datang kepada kita seorang Rasul yang sangat berlemah lembut dan selalu peduli atas musibah yang menimpa ummatnya, sangat menjaga kita dan sangat berlemah lembut kepada orang-orang yang beriman dari ummatnya. Hadirin hadirat, kita tidak bisa melihat wajah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, seandainya kita bisa melihat kehadiran beliau yang tersenyum kepada kita semua di malam hari ini,14 abad setelah beliau wafat , kita masih hadir di majelis dzikir mendengarkan hadits beliau semoga cinta dan rindu serta sambutan hangat dari beliau selalu untuk kita, amin ya rabbal ‘alamin. Maka orang-orang yang terusir dari shaf Rasulullah itu pun kembali kepada Rasulullah dan berkata: ” wahai Rasulullah, kami ditolak oleh semua nabi, kami ditolak oleh nabi Adam Abul basyar, kami ditolak oleh nabi Ibrahim waliyullah, kami ditolak oleh nabi Musa Kalimullah, kami ditolak oleh nabi Isa Ruuhullah”, maka Rasulullah berkata: ” baiklah aku yang akan memohonkan pengampunan untuk kalian kepada Allah”, maka merekapun harus masuk kedalam neraka dan berpisah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah bersujud kepada Allah memohonkan ampunan untuk mereka. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari :
يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيْرَةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ.
” Akan keluar dari Neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji jewawut. Keluar dari Neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum. Keluar dari Neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah”.
Maka ummat nabi Muhammad yang tidak menyembah selain Allah mereka keluar dari api neraka, walaupun mereka hanya mempunyai kebaikan sebesar biji gandum saja mereka dikeluarkan dari api neraka dengan syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu Rasulullah kembali lagi kepada Allah untuk memintakan syafaat bagi ummatnya, maka Allah berkata: ” Angkat kepalamu wahai Muhammad, berilah syafaat bagi siapa saja yang engkau ingin beri syafaat”, terus demikian Rasulullah memohon kepada Allah untuk memberi syafaat kepada ummatnya, sehingga seseorang yang hanya memiliki kebaikan lebih kecil dari biji kacang hijau pun dikeluarkan dari neraka, kemudian Rasulullah memohon lagi kepada Allah sehingga orang yang hanya memiliki kebaikan lebih kecil dari debu pun dikeluarkan dari neraka, mungkin amal pahalanya banyak tetapi habis karena terlalu banyak berbuat dosa atau banyak menzhalimi orang lain, atau memang hanya sedikit amal pahalanya, tetapi Allah keluarkan juga dari neraka dengan syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan setelah itu para malaikat pun memberi syafaat, para nabi memberi syafaat, para shalihin memberi syafaat, para syuhada’ memberi syafaat, dan semuanya memberi syafaat mengangkat mereka dari neraka, subhanallah cinta Allah kepada ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan hanya Rasulullah yang memberi syafaat tetapi beliau adalah yang pertama kali memberi syafaat, kemudian dibagikan kepada ummatnya untuk memberikan syafaat juga kepada yang lainnya. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika tiada lagi tersisa manusia kecuali orang yang sama sekali tidak mempunyai amal baik sekecil apapun, sampai tiba waktu yang Allah kehendaki, maka Allah subhanahu wata’ala berkata: ” sekarang Aku yang akan memberi syafaat” , maka Allah mengeluarkan semua yang tidak menyembah selainNya dan yang mengakui Muhammad utusan Allah subhanahu wata’ala dari neraka kemudian dimasukkan kedalam surga setelah dibersihkan dari dosa-dosa dan dimandikan , maka disaat itu penduduk surga berkata: ” Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah, padahal mereka sama sekali tidak mempunyai amal kebaikan tetapi mereka tidak menyembah selain Allah dan mengakui nabi Muhammad sebagai utusan Allah”.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Inilah hadits terakhir yang saya sampaikan, dan tentunya maksud saya dengan menyampaikan hadits ini bukan berarti supaya kita tidak perlu repot-repot beramal baik karena kita pasti masuk surga, tidak demikian. Tetapi ingatlah karena banyak berbuat dosa bisa menjadikan kita tidak bisa mengakui ” Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah” saat wafat nanti, hal ini yang sangat menakutkan yaitu kematian suul khatimah, kematian suul khatimah adalah kematian orang yang meremehkan dosa hingga sampai pada saat kematian Allah tidak mengizinkannya mengucapakan ” Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah”, maka ia akan kemana, ia akan kekal dimana?!. Oleh sebab itu Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari mensyarahkan dari hadits ini bahwa menjadi kebiasaan yang mulia untuk mengucapkan kalimah “Laa ilaaha illallah” dengan berulang-ulang didalam setiap kesempatan , karena itu adalah sumpah setia seorang hamba kepada Allah, dan sumpah setia Allah kepada hamba. Jika kita telah mengakui tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad utusan Allah, maka saat itu pula Allah telah bersumpah untuk tidak membuat kita kekal di neraka. Itulah sumpah setia Allah kepada kita, dan maksud saya menyampaikan hal ini adalah untuk memberikan semangat bagi hadirin hadirat, bahwa tuhan ku dan kalian adalah maha pemurah, jika orang yang tidak mempunyai amal baik sama sekali pun dimuliakan oleh Allah, maka terlebih lagi orang yang selalu memperbanyak amal baik, terlebih lagi yang rindu kepada Allah, terlebih lagi yang cinta kepada Rasulullah, terlebih lagi yang di hari kiamat datang terang benderang dengan sunnah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bukannya mereka hanya diberi syafaat tetapi mereka diberi syafaat untuk memberi syafaat lagi kepada orang lain, maka betapa bangganya ayah ibumu, betapa bangganya teman dan kerabatmu jika engkau yang menyelamatkannya dari api neraka karena cintamu kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan banyaknya engkau beramal ibadah.
Hadirin hadirat, kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala agar Allah menangkan hati kita, mengabulkan setiap hajat kita, semoga Allah membukakan gerbang kebahagiaan, gerbang ketenangan, kedamaian, keluhuran dan melimpahkan cahaya kebahagiaan di dunia dan di akhirah kepada kita. Wahai sang pemilik dunia dan akhirah, kami menyebut namaMu yang maha luhur, dan terluhurkan yang memanggil namaMu di dunia dan akhirah, maka muliakan kami dengan anugerah-anugerahMu di dunia dan akhirah dengan anugerah yang belum terbayang oleh kami keindahannya, wahai sang pemilik anugerah yang tiada henti-hentinya melimpahkan anugerah sepanjang waktu dan zaman..
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا …
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Yang ingin saya sampaikan saat ini adalah bagi mereka yang tidak lulus jangan berputus asa, dan yang lulus hati-hati jangan berpesta pora: ” kita sudah lulus mari kita berpesta, maksiat dan lainnya”, hati-hati karena setiap dosa itu menciptakan musibah di masa mendatang, karena musibah itu datang untuk menghapus dosa, jadi orang yang berbuat dosa itu berarti dia telah membuat musibah untuk masa mendatangnya, maka perbanyaklah istighfar supaya musibah itu sirna, dan sekedar memberi semangat bagi yang tidak lulus, saya dulu ketika sekolah waktu itu saya melihat pelajaran Biologi dan saya tidak lulus karena memang saya malas, maunya hadir maulid terus, belajar juga malas maka guru pun marah kepada saya, dan saya pun kesal, dan saya meminta waktu 3 hari untuk mengulang ujian dan guru pun memperbolehkans, dan dalam 3 hari saya hafalkan kira-kira 15 halaman, saya kesal karena guru mencaci dan mencela orang yang cinta kepada Rasul, maka akan saya buktikan, dan dalam 3 hari saya hafal semua itu, maka saya pun meminta untuk ujian lagi dan ternyata nilai saya 100, lalu guru menyangka bahwa saya pasti menyontek, maka saya katakana jika tidak percaya silahkan ujian lisan, maka 3 guru yang menguji saya saat itu dan semuanya membawa buku, dan nilai saya 100 lagi, akhirnya guru itu berkata dengan kesal ” kamu sebenarnya bisa cuma pemalas.. (ucapan habibana dalam santai berceloteh)
Hadirin hadirat, sebenarnya orang yang banyak berdzikir sebenarnya lebih cerdas dari yang lain karena hatinya tenang, cuma barangkali kalian tidak lulus hanya karena kalian kurang giat, jika kalian lebih giat pasti kalian lebih mudah belajar daripada yang lainnya yang tidak pernah hadir di majelis-majelis dzikir, kalian lebih cerdas karena hati kalian lebih tenang, lebih sejuk dan lebih mudah untuk menghafal daripada orang-orang yang tenggelam dalam banyak dosa. Hadirin hadirat, yang kedua masalah helm mohon diperhatikan jika ke majelis ta’lim mohon dipakai helmnya, yang tidak mempunyai helm dan tidak punya dana untuk membelinya semoga Allah memberikan keluasan rizki dan keberkahan, karena yang malu saya ketika ada ucapan-ucapan yang menghina majelis ta’lim jika ada yang hadir ke majelis dengan tidak tertib. Yang terakhir doa kita untuk kesuksesan acara kedatangan guru mulia kita Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Muhammad Al Hafizh yang akan datang insyaallah di pertengahan Juni, dan kita mempunyai dua acara akbar yaitu di hari beliau datang dan di hari beliau pulang, kebetulan kepulangan beliau jam 12.40 malam jadi disempatkan hadir dulu di majelis kita di Monas, dan kedatangan beliau hari Kamis dan malamnya rencana kita adalah acara di Gelora Bung Karno insyaallah sukses, acara di Monas ketika kepulangan beliau insyaallah sukses, setelah itu Isra’ Mi’raj 8 Juli semoga sukses, setelah itu Nisfu Sya’ban semoga sukses, kemudian haul Ahlul Badr 17 Ramadhan semoga sukses, tidak henti-hentinya kita membenahi diri kita , wilayah dan bangsa kita dengan kedamaian, dzikir dan panggung-panggung sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga dzikir dan shalawat kepada Rasulullah semakin menggemuruh dan menggema membawa kedamaian dan keberkahan, amin allahumma amin. Selanjutnya kalimat talqin oleh Al Habib Hud bin Baqir Al Atthas dan doa penutup oleh Al Habib Sofyan Basyaiban, falyatafaddhal.

23 Agustus 2012

Serat Wulang, karya Paku Buwana II

oleh alifbraja

/1/ poma sira ngawruhana, éling-éling manungsaning Hyang Widhi, kang samya kang ngudi tuwuh, sedaya nora béda, tuwuh iku apan kathah liripun, ana cukul ing sesawah, ana cukul ing mas picis.

bersungguh-aungguhlah untuk kau ketahui, sadarlah bahwa manusia milik Tuhan, juga semua yang tumbuh berkembang, semua tidak berbeda, sesuatu yang tumbuh berkembang itu banyak bentuknya, ada yang tumbuh di persawahan, ada yang berkembang dari uang emas.

/2/ ana cukul ing derajat, atenapi cukul ingkang kasektin, myang cukul ing bongsa luhur, ingkang satunggal-tunggal, awiwita nora sangking nalar busuk, undhaking ing saban – saban, amarga sangking berbudi.

ada yang tumbuh dalam kepangkatan, tidak terkecuali tumbuh dalam hal kesaktian, serta tumbuh sebagai golongan orang luhur, yang satu lagi, mulailah dengan tidak membiarkan kebodohan, perkembangan yang setiap waktu (terjadi), karena dari sifat murah hati.

/3/ kathah lelepéyan ira, utamané wuruking mata kuping, rahina wengi kadulu, datan sah kapiyarsa, gunging urip sedaya pan amrih ontung, untungé wong anéng donya, malah ta ginawa mati.

banyak kelalaianmu, terutama pelajaran bagi mata dan telinga, siang malam yang dilihat, adalah yang tidak sah, seluruh manusia semua menginginkan untung, keberuntungan orang di dunia, bahkan dibawa mati.

/4/ néng donya tanpa cilaka, néng ngakérat lestari kadya nguni, apa sapratingkahipun, sayekti nora béda, malah-malah yén ing gesang during migruh, wewalesing nalar mulya,ngakérat pesthi (17)pinanggih.

di dunia tanpa celaka, di akherat lestari seperti dulu, apa pun yang dilakukan, benar-benar tidak berbeda, bahkan apabila ketika masih hidup belum meninggalkan kewajiban, balasannya kemulyaan pikiran, pasti bertemu di akhirat.

/5/ myang saturun-turun tedhak, anglabeti sangking penggawé becik, yén cubluk ing uripipun, amesthi tur cilaka, néng ngakérat melarat kebacut-bacut, cures ponang turun tedhak, ajember awor lan najis.

dan seluruh keturunannya, mendapat kebahagiaan juga karena perbuatan baik tersebut, apabila bodoh dalam kehidupannya, pasti celaka, di akherat sengsara terlunta-lunta, para keturunannya benar-benar habis (sangat menderita), sangat kotor bercampur dengan najis.

/6/ ndah ojat saisining rat, sastra kidung perlambang miwah mingsil, aja pepéka ing ratu,rumegsa ing nalar mulya, endi lire ingkang anjodheri laku, kang ngasoraken cilaka, ambubrah ing nalar becik.

menjadi pembicaraan seisi dunia, pengetahuan dari kidung perlambang serta nasihat, jangan sembrono terhadap raja, jagalah dengan akal mulia, manakah sesungguhnya yang menganggu perjalanan, yang mengalahkan celaka, yang menghancurkan akal baik.

/7/ tuwa anom éstri lanang, gedhé cilik sudagar miwah tani, nadyan ingkang bongsa luhur, yén ngambah bebotoha, ngadu-adu rérékan apus ing apus, kurang gawéné wong gesang, dadi karem ing bilahi.

tua- muda, pria-wanita, besar-kecil, pedagang serta petani, walupun dari golongan orang luhur, namun bila terlibat perjudian, dalam aduan tipu muslihat, bagi orang hidup itu kurang kerjaan, menjadi tenggelam dalam kesengsaran.

/8/ wus pesthi ing alam donya, sajeg urip tuman dadi gegingsir, yén wus tuman anelutuh, mungguh wong lara awak, nora kena tinambanan saya ngrutuh, goroh cilakané muyab, lumuh seka lir ing kardi.

sudah pasti di dunia, selama hidup ketagihan tidak berubah, apabila sudah ketagihan maka keterusan, ibarat orang yang sedang sakit, tidak dapat diobati justru semakin menjadi-jadi,  bohong celakanya kemudian,  enggan terhadap semua pekerjaan.

/9/ lumuh saka liring sukma, lawan lumuh penggawé sangking gusti, lumuh mikir somah sunu, lumuh tani nyudagar, lumuh lumrah tata kramaning wong ngurus, tan kena angambah praja, néng désa dadi waweri.

enggan terhadap Tuhan, serta enggan terhadap pekerjaan dari atasan (pimpinan), enggan memikirkan anak istri, enggan bertani dan berdagang, enggan melaksanakan tatakrama yang lumrah terhadap orang-orang berperilaku baik, (orang tersebut) tidak boleh menapakkan kaki di kerajaan, di desa menjadi perusuh.

/10/ kena wilalat ing jagat, wus pinesthi tan kena awor jalmi, ngakena mari tan tuhu, manungsa papesotan (18), léwér sembér anduwéni wirang wedhus, kekéwan kena dén ajar, botoh nora kena mari.

terkena pengaruh negative dunia, sudah pasti tidak boleh berbaur dengan manusia, mengaku sudah berhenti namun sebenarnya tidak, manusia atau setan yang sangat kacau, kambing pun memiliki perasaan malu, hewan dapat diajari, penjudi tidak dapat berhenti.

/11/ marine sangking panggobal, mlocot cancut sinarang ing sasami, jajedhegé ngapus-apus, wus kepatén pasaban, dheradhasan kapipit adiling ratu, yén agarab harta suwang, sekala akumat malih.

berhenti dari pekerjaan itu, ibarat kulit tersayat segera dijauhi teman-temannya, berbohong tidak bisa apa-apa lagi, tidak memiliki tempat berinteraksi, dan lagi telah tersudut oleh pengadilan raja, bila mendapat uang, langsung kambuh kembali.

/12/ tobating batoh keparat, ngaku mari yén durung pendhak warsi, sayekti aja ginunggung, lawan ananing jagat, kuna mula yén bebatoh luput-luput, kang nyina ing solah nétya, kaliwat tal amor jalmi.

tobatnya penjudi busuk, mengaku telah berhenti jika belum satu tahun, sungguh jangan dihitung, dengan keberadaan dunia, pada zaman dahulu jika berjudi bisa-bisa terhina, dengan raut muka, sangat dijauhi manusia.

/13/ malih margining cilaka, yén wong urip/é/ nyenyekrok amadati, gegulang mangan naptyan, iku bubrah kang tata, raga rusak bencirih ing karya ngepluk, bolnya kinarya kasukan, umur ira mendap-mendip.

lagi penyebab celaka, yaitu apabila seseorang hidupnya untuk menghisap candu, senang memakan candu yang belum dimasak,  itu merusak aturan,  badan rusak mudah terkena penyakit, malas bekerja,  hanya dibuat bersenang-senang,  umurmu tinggal sebentar lagi.

/14/ yén koncat taklir wong payah, petagiyan conto sebarang kardi, riyak umbel dadi mungsuh, Allahnya derodosan, prembah-prembéh ngising papedhotan usus, dalinding awor lane rah, yékti aji tai anjing.

jika kehilangan nyawa seperti orang yang menderita, pengambilan kembali segala pekerjaan, dahak, ingus menjadi musuh, Allah mengejar dosa-dosanya, buang air besar kesakitan hampir menangis, ususnya terputus, tanda-tandanya bercampur darah, sungguh masih berharga kotoran anjing.

/15/ kari animpal kéwala, nora kenan dén ukumi wong urip, yén wus nyerat masang angkuh, kaya wong dhéwé lanang, pengrasané sapa sira sapa ingsun, aku wong guna istiyar, wruh rasané luwih-luwih.

tinggal membuang saja, tidak bisa dihukum oleh manusia, apabila telah menghisap candu kemudian berbuat angkuh, seperti laki-laki sendiri, yang dipirkan adalah siapa diri mu siapa diriku, saya adalah orang yang telah mengusahakan berbagai macam kebisaan, tahu rasanya hal-hal yang istimewa.

/16/ umuk ngupaya wang gangsar, sugih sanak lan wong saba bengi, (19) pengrasa tan ana ratu, Hyang Allah Rasulolah, mung dhéwéké kang jumeneng bérak basu, iku sarta lir wong édan, tangané pating guriming.

memperlihatkan kemudahan dalam berusaha mencari uang, banyak saudara dan orang yang senang keluar malam, perasaannya merasa bahwa tidak ada raja, Allah dan Rasulullah, hanya dirinyalah yang berdiri sebagai kotoran anjing, itu seperti orang gila, tangannya ke sana ke mari.

/17/ dhidhis sarya salusuran, bliyar bliyur napasé menggrak-menggrik, jelajor jégang atimpuh, yén sampun mendem niba, dén grijaga déning gajah wolung puluh, éca kepati anéndra, wus lali lamun wong urip.

duduk santai tidak beraturan, lemah nafasnya tersengal-sengal, lemah nafasnya tersengal-sengal, duduk selonjor mengangkat kaki bertimpuh, bila telah mabuk langsung jatuh, merasa dijaga gajah sebanyak delapan puluh ekor, tidur enak seperti orang mati, sudah lupa bahwa sedang menjadi di manusia.

/18/ iku penggawé cilaka, iku nistha kekompra gembring baring, nora kalap kayanipun, mung mendem patagiyan, sajeg jumleg nora kedunungan patut, datan angsal pangawula, nora tepung ing sasami.

itu perbuatan yang mencelakakan, itu hal yang nista, ceroboh, setengah gila, tidak ada gunanya, hanya mabuk ketagihan, selamanya tidak memiliki kepatutan, tidak mendapat pengabdian, tidak kenal sesama.

/19/ sinarang déning kaka/n/dang, sagunging wong samya ngipat-ipati, ajember ngethuh tur kepluk, jero ing ngadhem panas, jrih ing karya wedi alelungan nglurug, kantar ngaus sampun lepas, katanggor awrat kapesing.

disingkiri sanak saudara, semua orang menyumpah serapahi, kotor, ceroboh, lagi pula malas, merasa dalam suasana panas dingin, takut terhadap pekerjaan, takut penempuh perjalanan jauh, perasaannya telah mumpuni, namun demikian mendapat kendala buang air besar.

/20/ yén tuwuk panyekrok ira, pangisingé saejam wurung uwis, mokrang dangu prengat-prengut, nadyan ginebugan, tinabokan binada sayekti tutut, nglakoni pretahing bérak,  dhedhel mengkelang (20) tan mijil.

bila telah makan kenyang, buang air besarnya satu jam belum selesai, berjongkok lama dengan muka masam, walaupun dipukuli, ditempeleng, diikat sungguh tetap menurut, saat ingin buang air besar, sembelit, keras, tidak keluar.

/21/ andadra angombra-ombra, apanas kéh ingkang samya kemelip, lawan kéwan- /kéwan/ sanésipun, manungsa pan sinungan, nampik milih istiyar saurung kuntung, aja kongsi kaya kéwan, wruhnya sawusé pinanggih.

semakin menjadi-jadi, di antara sejumlah makhluk hidup, dan hewan-hewan lainnya, manusia diberi hak, untuk menolak, memilih, berusaha sebelum datang keberuntungan, jangan sampai seperti hewan, yang baru tahu setelah mengalami.

/22/ yén tan énget sakan paran, nora kétung gesang wekasan pati, datan welas mring nak putu, satemah sia-sia, yékti nora ngemungaken raganipun, datan kena sinelakan, tedhak turun anglabeti.

apabila tidak menyadari asal mula dan tujuan hidup, tidak memperhitungkan bahwa hidup berakhir dengan kematian, tidak kasihan terhadap anak cucu, yang mengalami penderitaan, sungguh tidak hanya badan pribadi (yang menderita), yang tidak dapat dielakkan, keturunannya pun ikut terpengaruh.

/23/ angluwihi sia-sia, nganiaya marang kang kari-kari, sadéné mring jasatipun, rusak tanpa karana, awiwitan marga sangking nalar busuk, memadati lawan bangsat, katula katali-tali.

lebih dari menderita, menganiaya pada keturunannya yang kemudian, alasan jasatnya, rusak tanpa sebab, bermula karena nalar yang bodoh, menghisap candu bersama (teman) bangsat, (akhirnya) sengsara terlunta-lunta.

/24/ nelutuh jembering jagat, donya kerat anéng sasoring jenis, krerana manungsa iku, sinilih ing datolah, misah ngumpul kalawan sipat rong puluh, yén salah luwih cilaka, yén mulya luwih kakasih.

jorok, mengotori dunia, di dunia akherat berada di bawah sesama, sebenarnya manusia itu, dipinjami oleh Dzatullah, yang terpisah dan sekaligus menyatu dengan keduapuluh sifat, jika melakukan kesalahan akibatnya lebih celaka, bila mulia akan lebih disayangi.

/25/ pitung bumi pitung jagat, kamulyané kang gadhuh wong angsal sih, bédha lan sanésipun, kéwan myang (21) cecukulan, nora duwé siksa myang ganjaranipun, wus narima ing satitah, tur tan pinilihing widi.

tujuh bumi tujuh dunia, kemuliaan orang yang (menyadari telah) meminjam mendapat kasih sayang, berbeda dengan makhluk lainnya, hewan dan tumbuhan, tidak memiliki siksa dan pahala, hanya menerima apa adanya, lagipula tidak dipilih Tuhan.

/26/ sanadyan para malékat, widadari tan luwih sangking jalmi, lamun pinintanan agung,sapakoning Hyang Suksma, dalil Kuran kang kasebut kun pa ya kun, sarupané kadadéyan, kang gumelar bumi langit.

walaupun para malaikat, atau bidadari tidak lebih dari manusia, tetapi tempat bagi permintaan Tuhan, perintah Tuhan, dalam ayat Quran ada disebutkan dengan qun fayakun, segala kejadian, yang terhampar di bumi dan langit.

/27/ tan luwih sangking manungsa, sihing suksma réh sinung nampik milih, nata prenataning tuwuh, ajaga jejeging rat, namung ngejem mempre mirip karkatipu, punika lamun jin Islam, nanging tan padha lan jalmi.

tidak ada yang melebihi manusia, karena mendapat kasih sayang Tuhan (manusia) diberi hak menolak, memilih, raja mengatur kehidupan, menjaga dunia supaya berdiri tegak, hanya mempunyai niat menyerupai, itu tempat bagi jin Islam, tetapi tidak sama dengan manusia.

/28/ mila lamun ana tindak, ngrusak urus dadya suckering bumi, sangar sinangar ing tuwuh, kena ing penagiyan, tan rumongsa kinarsan ingkang panebut, sinilih dating pangéran, dilalah milih bilahi.

asal ada tempat melangkah, merusak aturan, menjadi kotoran bumi, menyebabkan celaka, maka disingkiri makhluk hidup, mendapatkan balasan, tidak merasa bahwa, meminjam kepada Tuhan, kebetulan memilih celaka.

/29/ nadyan ta samya manungsa, mongka wonten pinilih dadya ngarsi, niyaka nira reh rahayu, among saliring titah, pangkat-pangkat tinundha kang undha usuk, nabi wali myang ulama, ratu satriya bupati.

meskipun semua manusia, tetapi ada yang dipilih menjadi resi, penuntun mencapai keselamatan, memikirkan takdir diri sendiri, urut-urutan golongan yang berbeda-beda, nabi, wali, dan ulama, ratu, satria, bupati.

/30/ padhané sayekti padha, namung kari jujuluk ulul amri, ing rubyat sampun kasebut, pethétaning manu(ng)sa,sadurungé bumi langit kasebut, ulul amri wus pininta ulul amri, maréntah sakéhing urip.

pada akhirnya sama, hanya mempunyai sebutan ulul amri, di dalam rubiyat sudah disebut, penciptaan manusia,  sebelum bumi, langit diciptakan, sudah diminta, memerintah sepanjang hidup.

/31/ U(22) rip samya ing nguripan, déning suksma amrih karkating bumi, mila sagunging tumuwuh, aja anilar warah, susar -susur yén kesarung temah busuk, nora ngrungoaken ujar, wuruking mata lan kuping.

hidup karena dihidupi, oleh Tuhan supaya menjadi berkah dunia, oleh sebab itu makhluk hidup, jangan meninggalkan petunjuk, bila salah kemudian terjerumus akhirnya akan tertimpa musibah, tidak mendengarkan perkataan, pemberitahuan mata dan telinga.

/32/ iku wong datan panalar, mungkir lamun Allah Subkanalahi, wong bener wenang aprunggal, kang jember néng naraka, nalar iku luwih santosaning tuduh, kang duwé kang murbéng alam, pagéné nora ngéstuti.

itu adalah orang yang tidak menggunakan akal, memungkiri Allah sebagai Tuhan yang Maha Suci, orang yang benar berhak terputus jarak, yang lebar dengan neraka, akal merupakan petunjuk yang sentaosa, yang memiliki yang memelihara dunia, namun mengapa tidak menurut?.

/33/ pamuji lawan panembah, sangking nalar tuwuh néng wong berbudi, nora sangking kompra penggung, gegembring tanpa iman, dalil Kuran Alahu Samat kasebut, sapinuduh dén lakoni.

pemujaan dan penyembahan, tumbuh dari pada orang yang memiliki sifat ikhlas, bukan dari orang yang ceroboh, bodoh, gila tanpa kepercayaan, ayat Al Quran dari Allah Subhanawataala menyebutkan nora kena sesembranan tidak boleh menyepelekan, semua petunjuk dan harus dijalani.

/34/ saraté  samat pranyata, anglangkepi mengku salir kumelip, yén manungsa ora urus, agolék nalar liyan, pralambangnya lir mina milar ing ranu, amesthi luwih cilaka, buthuk binadhong ing anjing.

sebab syaratnya jelas, melengkapi dan menjaga segala makhluk hidup, jika manusia tidak memeliharanya, mencari pemikiran lain, ibarat seperti ikan yang melompat dan minggir dari air, pasti lebih celaka, membusuk dan dimakan anjing.

/35/ nabi wali myang ulama, para ratu satriya myang bupati, Allah tan milih kang busuk, tan liyan /kang/ berbudiman, karantené yén ana wong gemblung bingung, maido kodrat iradad, wong lumaku dén jajuwing.

nabi, wali, dan alim ulama, para raja, satria, dan bupati, Allah tidak akan memilih dari mereka yang bodoh, namun tidak lain dari orang yang baik hati, oleh sebab itu bila ada orang yang bodoh dan bingung, tidak mempercayai kodrat dan iradat, orang yang berbuat demikian akan dihancurkan.

/36/ wong tuman kasurang-surang, yén tan arsa ngrungu pitutur becik, yén wong tan (23) wruh ujar-ujar, bongga degsura pugal, wuta magagob mogira amberung, karem marang kaluputan, muyab tur kena ing sarik.

orang yang terus melakukannya akan terlunta-lunta, jika tidak mau mendengarkan nasihat yang baik, jika orang itu tidak mengerti perkataan yang baik, sombong, sok, kasar, buta mata, tangan menyerang, seperti kerbau gila yang tidak menurut, menyukai kesalahan, dengki, maka akan tertimpa bencana.

/37/ andadra ing ngombra-ngombra, bosen urip lumuh mangan rejeki, wong kapengin di kakepruk, binebek punang sirah, dén pepukang pinurakéng marga catur, kinarya pangéwan éwan, amrih aja dén ulari.

lama kelamaan justru semakin menjadi-jadi, bosan hidup enggan makan rezeki, orang itu ingin dipukul, dipukuli kepalanya, dijadikan seperti monyet yang sangat menyedihkan di perempatan jalan, sebagai bahan ketidaksenangan, supaya jangan menulari.

/38/ lirna ing aran kukumbah, nora tanpik tinandhesaning adil, drubegsa ambubrah urus,manungsa cacah-cucah, nyunyukeri angambah buminé /ng/ ratu, ngrariwuk ngrubéda nalar, jajelantah wong gegingsir.

oleh sebab itu disebut dihukum, tidak menolak (sesuatu) didasarkan hasil, makhluk halus penunggu hutan merusak aturan aturan yang baik, manusia menjadi sangat buruk, mengotori ketika menginjak tanah milik raja, menganggu dan mengacaukan pikiran, perbuatan buruknya telah diketahui orang sehingga (dia) menyingkir.

23 Agustus 2012

Sastra Djendra Kawruh Sinengker

oleh alifbraja

Kawruh / ajaran spectakular dan sangat rahasia ini bersumber dari istilah Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra (Van Den Broek, 1870:31,33). Ungkapan yang sama: Sastra Hajendra Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31), atau Sastradi (ibid:31), sastra Hajendra (ibid:31), sastra Hajendra Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31), sastra Hajendra Wadiningrat (ibid:31), Sastrayu (ibid: 32, 34), atau sastra Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titising Pati Patitising Kamuksan (ibid:32), Jatining Sastra (ibid:32).

Arti masing-masing istilah ini adalah:

a. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi yang jelas mengenai keselamatan alam semesta)

b. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa).

c. Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia)

d. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan)

Penafsirannya sebagai berikut :

a. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Boe tak ada uraian yang memadai tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. Namun demikian janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat Jawa tidak ada ( terutama pada waktu itu ) yang tidak tahu tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran tersebut. Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian Sindusastra, dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat rahasia ini. Perihal Sinengker ( rahasia ) itu dapat ditafsirkan bahwa situasi, kondisi, lingkungan , iklim, suasana sosial dan budaya setempat / waktu Sastra Jendra dilahirkan, mungkin belum dapat diterima secara iklas dan trasparan oleh masyarakat, akan kehadiran ajaran Sastra Jendra.

b. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe, Sastra Jendra hanya diuraikan secara singkat sebagai berikut:

Sastrajendra hayuningrat,pangruwat barang sakalir, kapungkur sagung rarasan, ing kawruh tan wonten malih, wus kawengku sastradi, pungkas-pungkasaning kawruh, ditya diyu raksasa, myang sato sining wanadri, lamun weruh artine kang sastrarjendra. Rinuwat dening bathara, sampurna patinireki, atmane wor lan manusa, manusa kang wus linuwih, yen manusa udani, wor lan dewa panitipun, jawata kang minulya mangkana prabu Sumali, duk miyarsa tyasira andhandhang sastra.

Terjemahannya adalah sebagai berikut :

Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta ini untuk meruwat segala hal, dahulu orang membicarakan pada ilmu ini tapi tidak tau maksudnya, karena telah terbingkai oleh sastradi. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa segala jenis raksasa, dan semua hewan di hutan besar, jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh dewa,menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa yang dimuliakan, demikianlah Prabu Sumali, ketika mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra Jendra.

c. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang kasampurnan, mengandung isi dan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, karena pertimbangan tertentu, maka yang dipaparkan baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakon-lakon wayang hanyalah sebatas KULIT saja, belum mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan dan materi yang sebenarnya secara memadai. Namun demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa (ilmu tanda atau ilmu tanggap sasmita), mungkin dapat menangkap maksud dan tujuan ilmu ini , serta dapat memaknai ilmu Ketuhanan Yang Maha Esa dalam proyeksi mikro dan makro. (Jagad cilik lan jagad gede).

d. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun sebagai berikut:  Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu Sastra Jendra Hayuningrat (Sastra Jendra untuk setiap tatasurya) Sastra Jendra Hayuning Bumi ( Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup ) Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir ( Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup ) SJP Kewan Dayu Manungsa dan lain-lain (Hewan) (Raksasa) (Manusia) ( gaib ).

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya Agama: Sastra Jendra Hayuning Bumi Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup ada agama Islam Katolik Kristen Hindu Budha Kepercayaan terhadap Tuhan YME :  Sastra Jendra Hayuning Bumi ( Serat Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup ) Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen (SUAKTTPPK) *SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patising Kamuksan. (Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia kesempurnaan mati dan kesempurnaan moksa). Lainnya : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia.

a. Sastra Jendra sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut naskah pemaparan Budaya dan spiritual. Ada pola dasar ajarannya:

1. Ajaran tentang Tuhan Yang Maha Esa

2. Ajaran tentang Alam semesta

3. Ajaran tentang Manusia

4. Ajaran tentang Kasampurnan (uraian terperinci tidak disajikan di sini) nyuwun sewu..maaf..
Sastra Jendra yang amat luas berasal dari dalam Keraton, dipergunakan oleh para Raja Raja Mataram. Jadi sudah sejak dahulu ada. Sedangkan ilmu hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja. Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat Pranguanting Diyu. Seseorang sebelum menyerap dan belajar ilmu ini harus mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan makro kosmos. Sesudah itu baru secara bertahap di memahami, menghayati dan mengamalkan :

1). Kasatriyan (Kesatriaan)

2). Kadewasan (Kedewasaan)

3). Kasepuhan

4). Kawredhan ( semua tidak bisa di ungkapkan di sini ) maaf..

Ilmu ini sungguh bersifat sangat amat rahasia dalam arti tidak mungkin disebar luaskan secara terbuka, karena penuh dengan laku bathin yang tidak sepenuhnya bisa diterima umum secara rasional.

%d blogger menyukai ini: