Posts tagged ‘masuk islam’

15 Oktober 2012

Ilmu Matematika Dalam Kalimat Syahadat

oleh alifbraja

Kalimat Syahadat Sesuai Dengan Ilmu Matematika

Seperti diketahui Al-Quran memiliki angka keramat 19, angka ini diperoleh berdasarkan kalimat Basmalah, B(i)sm All(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. Catatan : huruf dalam kurung tidak terdapat dalam huruf bentuk Arab. Jumlah huruf (tak termasuk dalam kurung) berjumlah 19
Mungkin anda akan bertanya mengapa angka keramat Al-Quran 19. Karena itu merupakan awal angka(1) dan akhir angka (9). Angka terdiri dari 1-2-3-4-5-6-7-8-9. Dan ini merupakan konsep Tuhan yang mempunyai sifat Yang Awal dan Yang akhir.
[QS 57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin  dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Kalimat syahadat merupakan kalimat yang selalu (khusus) diucapkan bagi seseorang yang ingin masuk Islam. Ada yang panjang seperti ini :
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له واشهد أن محمدا عبده ورسوله
Ash-hadu anla ilaha illal-Lahu Wahdahu la Sharika Lahu wa-ash-hadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu
aku bersaksi bahwa tak ada yang berhak disembah kecuali Allah, satu-satunya tak ada yang lain, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah pelayan dan utusanNYA.

Yang sering dibaca adalah yang pendek sebagai berikut :
 
أشهد أن لا إله إلا الله واشهد أن محمد رسول الله
ašhadu an lā ilāha illā-llāh, wa ašhadu anna muhammadan rasūlu-llāh
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
 
 
DIBAWAH ADALAH TABEL HURUF ARAB
 أشهد أن
ašhadu an = aku bersaksi bahwa
 
1+300+5+4+1+50=361
361 = 19 x 19
لا إله إلاَّ الله
lā ilāha illā-llāh = tiada Tuhan selain Allah
30113051301130305 = 19 x 1584897436901595
30+1+1+30+5+1+30+1+1+30+30+5 =165
165 = 99 + 66
99 = Asmaul Husna & 66 nilai angka Allah LIHAT DISINI
9966165 = 19 x 524535
muhammadan rasūlu-llāh = Muhammad adalah utusan Allah
92454 = 19 x 4866
92 = Angka Muhammad & 66 =angka Allah LIHAT DISINI
angka kombinasi ašhadu an: 130054150
lā ilāha illā-llāh = 165
muhammadan rasūlu-llāh = 454
130054150165454 = 19 x 6844955271866
lā ilāha illā-llāh = 165
ALLAH = 66
muhammadan rasūlu-llāh = 454
MUHAMMAD = 92
1656645492 = 19 x 87191868
angka kombinasi lā ilāha illā-llāh = 30113051301130305
angka ALLAH = 66
angka kombinasi muhammadan rasūlu-llāh = 40840420060630130305
angka MUHAMMAD = 92
 
30113051301130305664084042006063013030592=19 x 1584897436901595034951791684529632264768
 
lā ilāha illā-llāh = 165
muhammadan rasūlu-llāh = 454
454 – 165 = 289 (Allahu Akbar)
lā ilāha illā-llāh = 165
muhammadan rasūlu-llāh = 454
165 + 454 = 619
619 adalah bilangan prima ke 114 (jumlah surah Al-Quran)
Surah terakhir 114 punya 6 ayat, 114/6 = 19
ašhadu an = 361
lā ilāha illā-llāh = 165
PREFIX = و (WAW ) = 6
ašhadu an = 361
muhammadan rasūlu-llāh = 454
361 + 165 + 6 + 361 + 454 = 1347 (angka sahadat pendek)

Di Al-Quran kata SHAHADATAN dan ASHHADUdapat ditemukan di Surah 6:19
 
Qul ‘Ayyu Shay’in ‘Akbaru Shahādatan Quli Allāhu Shahīdun Baynī Wa Baynakum Wa ‘Ūĥiya ‘Ilayya Hādhā Al-Qur’ānu Li’ndhirakum Bihi Wa Man Balagha ‘A’innakum Latash/hadūna ‘Anna Ma`a Allāhi ‘Ālihatan ‘Ukhrá Qul LāAsh/hadu Qul ‘Innamā Huwa ‘Ilahun Wāĥidun Wa ‘Innanī Barī‘un Mimmā Tushrikūna
[QS 6:19] Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku (nabi Muhammad) dan kamu. Dan Al Quraan ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quraan (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.
Surah ke 6 memiliki  165 ayat, dimana angka 165 merupakan nilai angka dari LAILAHAILALLAH
وحده لا شريك له
Wahdahu la Sharika Lahu = Satu-satunya, tiada yang lain
165 + 454 = 619
عبده ورسوله
abduhu wa rasuluhu = Pelayan dan Utusan-NYA
 
Rasul=رسول
abduhu wa rasuluhu = 388
Muhammad = 92
388 – 92 = 296 (Rasul)
abduhu wa rasuluhu = 388
ALLAH = 66
388 + 66 = 454 (muhammadan rasūlu-llāh)
Ahmad=أحمد
Wahdahu la Sharika Lahu = 619
abduhu wa rasuluhu = 388
619 + 388 = 1007 = 19 x 53

abduhu wa rasuluhu = 388
ASMA AL-HUSNA= 99 (jumlah nama Allah)
388 – 99 = 289 (Allahu Akbar)
ašhadu an = 361
lā ilāha illā-llāh = 165
Wahdahu la Sharika Lahu =619
(kalimat pertama syahadat versi panjang)
PREFIX = و (WAW ) = 6
ašhadu an = 361
Muhammad = 92
abduhu wa rasuluhu = 388
( kalimat kedua syahadat versi panjang)
361 +165 + 619 + 6 + 361 +92 +388 = 1992
19=angka keramat Al-Quran & 92= angka Muhammad
lā ilāha illā-llāh = 165
Wahdahu la Sharika Lahu =619
Muhammad = 92
abduhu wa rasuluhu = 388
16561992388
165–6–1992 –388
6 = nomor surah dimana ada kata SHAHADATAN dan ASHHADU
Syahadat pendek = 1347
Syahadat panjang = 1992
47 ADALAH NAMA SURAH MUHAMMAD
92 ADALAH NILAI ANGKA MUHAMMAD
 
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

 

Iklan
25 Agustus 2012

Aliran Dalam Islam yang Termasuk Salaf Sholeh

oleh alifbraja

Untuk memahami maksud salaf sholeh, terlebih dahulu kita harus memahami artinya :

Salaf secara bahasa adalah orang dahulu atau setiap orang yang mendahului kita. Maka Salaf Sholeh adalah setiap orang yang sholeh dan telah mendahului kita.

Adapun secara istilah, Salaf Sholeh ialah para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in yang hidup di masa tiga abad pertama yang dimuliakan, yang terdiri dari kalangan para imam yang telah diakui keimaman, kebaikan, dan kepahaman mereka terhadap sunnah dan keteguhan mereka di dalam menjalankan sunnah tersebut,serta menjadikannya sebagai pedoman hidup mereka.

 Dasar dari pengertian tersebut adalah firman Allah swt :

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“ Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah: 100)

Begitu juga firman Allah swt :

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيرًا

“Dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. An-Nisa: 115)

Hal itu dikuatkan dengan sabda Rasulullah saw :

خيرالنّاس قرني ثمّ الذين يلونهم ثمّ الذين يلونهم

“Sebaik-baik manusia adalah (orang yang hidup) pada masaku ini (generasi Sahabat), kemudian yang sesudahnya (generasi Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (generasi Tabi’ut Tabi’in)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Salaf Sholeh ini mempunyai nama-nama lain diantaranya adalah Ahlu Sunnah wal Jama’ah, sebagaimana yang disebutkan oleh Abdullah bin Abbas ra, ketika menafsirkan firman Allah swt :

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

“Pada hari yang diwaktu itu, ada muka yang putih berseri dan adapula muka yang hitam muram”.(QS.3:106)

Abdullah bin Abbas berkata: “Muka yang putih berseri adalah muka Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan muka yang hitam muram adalah ahli bid’ah dan furqoh (perselisihan)”.

Pengertian Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Untuk memahami Ahlus Sunnah wal Jama’ah, kita harus mengetahui dahulu masing-masing dari Sunnah dan Jama’ah.

a. Pengertian Sunnah

Pengertian as-Sunnah secara bahasa (etimologi) : as-Sunnah berasal dari kata سنّ يسنّ dan يسنّ سنّا

Yang berarti الطّريقة (jalan, metode, pandangan hidup) dan السّيرة (perilaku) yang terpuji ataupun yang tercela.

Adapun dasar dari pengertian ini adalah sabda Rasulullah saw :

لتتّبعنّ سنن من كان قبلكم شبرابشبروذراعا بذراع

“Sungguh kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta…”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun as-Sunnah secara istilah (terminologi), yaitu: petunjuk yang telah ditempuh Rasulullah saw dan para sahabatnya baik berkenaan dengan ilmu, aqidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan.

Kata sunnah juga merupakan lawan dari bid’ah.

b. Pengertian Jama’ah :

Jama’ah secara bahasa diambil dari kata جمع (mengumpulkan), atau الإجتماع (perkumpulan), lawan dari kata التّفرّق (perceraian) dan الفرقة (kelompok )

Adapun pengertian jama’ah secara istilah (terminologi) adalah : perkumpulan orang-orang beriman yang memegang teguh ajaran Al Qur’an dan Sunnah.

Dari keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah Salaf Sholeh juga yaitu perkumpulan yang terdiri dari para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in yang hidup di masa tiga abad pertama yang dimuliakan, yang terdiri dari kalangan para imam yang telah diakui keimaman, kebaikan, dan kepahaman mereka terhadap sunnah dan keteguhan mereka didalam menjalankan sunnah tersebut, serta menjadikannya sebagai pedoman hidup mereka.

Atau bisa diartikan : mereka yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad saw, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik dalam hal aqidah, perkataan, maupun perbuatan, juga mereka yang istiqomah (konsisten) dalam berittiba’ (mengikuti sunnah Nabi saw) dan menjauhi perbuatan bid’ah.

Kenapa disebut Ahlus Sunnah wal Jama’ah ? Karena mereka selalu memegang teguh As Sunah dan mengamalkannya serta selalu bersatu dan bekerjasama di dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam.

Pengertian Muslim Salafi.

Dari keterangan di atas, kita bisa mengetahui bahwa Muslim Salafi adalah setiap muslim yang berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Al Qur’an dan Sunnah, sebagaimana yang dipahami oleh Salaf Sholeh dan para pengikut sesudahnya. Atau dengan kata lain, muslim salafi adalah setiap muslim yang berpegang teguh kepada prinsip-prinsip yang telah diletakkan oleh Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Agar lebih jelas, perlu disebutkan disini beberapa karakteristik Ahlu Sunnah wal Jama’ah secara umum, diantaranya adalah :

1. Sumber pengambilan hukum mereka hanyalah al-Qur’an dan as-Sunnah.

2. Mereka bersikap pertengahan diantara sifat melampui batas (berlebih-lebihan) dan sifat meremehkan, dalam segala hal, baik dalam masalah aqidah, hukum, maupun akhlak.

3. Mereka tidak mempunyai imam, pemimpin, ataupun tokoh yang dikultuskan kecuali Rasulullah saw.

4. Mereka berkeyakinan bahwa semua pendapat atau perkataan dari siapapun juga, bisa ditolak ataupun diterima ( bisa salah dan benar), kecuali perkataan Rasulullah saw.

5. Mereka menghormati dan menjunjung tinggi para Salafush Shalih ( Sahabat, Tabi’in dan Tabi’u Tabi’in) dan berkeyakinan bahwa manhaj hidup mereka adalah manhaj yang paling lurus dan selamat, mereka paling banyak ilmunya dan paling bijaksana dalam mengambil sikap.

6. Mereka menolak takwil (penyelewengan suatu nash dari makna yang sebenarnya) khususnya dalam Asma’ dan Sifat.

7. Mereka menyerahkan diri secara bulat-bulat kepada Syariat Islam, walaupun kadang mereka tidak bisa mencerna hikmah yang terkandung di dalamnya.

8. Mereka lebih mendahulukan nash yang shahih daripada akal (logika) belaka dan menjadikan akal dibawah nash.

9. Mereka memadukan antara seluruh nash-nash dalam satu permasalahan dan mengembalikan (ayat-ayat) yang mutasyabihat (ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian/tidak jelas) kepada yang muhkam (ayat-ayat yang jelas dan tegas maksudnya).

NU, Muhammadiyah, Persis

Setelah kita mengetahui pengertian Salaf Sholeh dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta beberapa karakteristiknya secara global, maka bisa kita katakan bahwa ormas NU, Muhammadiyah dan Persis termasuk dalam katagori Ahlu Sunnah wal Jama’ah secara umum, dalam arti mereka bukanlah termasuk kelompok Syi’ah, Mu’tazilah, Jabariyah, Qadariyah, Khowarij atau kelompok-kelompok sesat lainnya.

Adapun dalam pengertian Ahlu Sunnah wal Jama’ah atau Salaf Sholeh secara khusus, ketiga ormas tersebut belum bisa secara sempurna dimasukkan dalam katagori tersebut, karena ada sebagian manhaj mereka tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh Salaf Sholeh. Seperti NU umpamanya, di dalam menafsirkan Asma’ dan Sifat Allah masih menggunakan madzhab Asy’ari yang berbeda dengan madzhab Sahabat, atau Ahlus Sunah wal Jama’ah atau Salaf Shaleh, yaitu tidak mentakwilkan ayat-ayat Asma’ dan Sifat tersebut. Begitu juga Muhammadiyah atau Persis pada sebagian masalah masih menyelisihi prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seperti terlalu mengandalkan logika daripada nash, tidak menerima hadist Ahad dalam masalah Aqidah dan lain-lainnya yang rinciannya tentunya tidak bisa disebut di sini satu persatu.

Untuk menjadi bagian dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara lebih utuh, atau agar berada di dalam manhaj Salaf Sholeh secara lebih sempurna, maka ormas-ormas tersebut perlu mengadakan kajian-kajian yang lebih intensif dan mendalam khususnya dalam masalah – masalah aqidah, manhaj, maupun fiqh. Wallahu A’alam.

 

18 Agustus 2012

campur tangan agama atau madzhab luar Islam yang berperan ikut mewarnai aqidah ahli bid’ah

oleh alifbraja

1. Syi’ah.

       Sebagaimana keterangan yang telah lalu, Abdullah bin Saba’-lah yang telah mempelopori timbulnya keyakinan yang berlebihan (al-Ghuluw) pada Imam Ali karromallahu wajhah. Al-Baghdadi mengatakan bahwa ahli tahqiq Ahlussunnah telah mengklaim bahwa Ibnu Sauda’ (Abdullah bin Saba’) dengan pemikiran-pemikiran Yahudinya bertujuan merusak Islam dengan menebarkan keyakinan yang berlebihan pada Imam Ali dan para ahlil bait, supaya umat Islam beraqidah pada Imam Ali sebagaimana orang Nasrani beraqidah pada Nabi Isa as. Ibnu Saba’ juga menebarkan keyakinan bahwa Imam Ali tidaklah wafat, namun naik ke langit sebagaimana Nabi Isa as. Dan nanti Imam Ali turun lagi ke bumi untuk mengadili dan menghukum musuh-musuhnya.34)

        Dari sini, jelaslah bahwa maksud utama tokoh Yahudi tersebut berpura-pura masuk Islam hanyalah untuk merusak Islam dengan ajaran-ajaran sesat dan Kufur. Dan Syi’ah yang berkedok mahabbah dan membela ahlul bait termakan rekayasa kotor Abdullah bin Saba’ tersebut. Bahkan menjadikan pemikiran sesat tadi sebagai dasar madzhab Syi’ah. Sampai Syi’ah sendiri bercabang-cabang dan pecah belah. Ada yang meyakini “kewasyian” bahkan “keuluhiyyahan” Ali dan para aimmah sesudahnya.

Memang sengaja orang-orang Persi menebarkan faham-faham bid’ah pada Syi’ah. Maksud utamanya adalah balas dendam pada Islam. Kenyataan tersebut telah ditemukan oleh Imam Ibnu Hazm. Katanya: “karena orang-orang Persi gagal memerangi Islam secara fisik, mereka akhirnya menempuh siasat lain untuk meruntuhkan Islam. Yakni dengan jalan halus berpura-pura masuk Islam dan membela Syi’ah dan mahabbah pada Ahlul Bait Rasulullah SAW serta mencela para Sahabat yang telah merebut hak Ali. Kemudian mereka memberi berbagai corak keyakinan sesat pada Syi’ah hingga sampai pada keyakinan yang lepas/ keluar dari Islam. 35)

Demikian kelicikan non muslim yang sengaja ingin menghancurkan Islam yang sampai saat ini diteruskan oleh kaum orientalis dan ”Syi’ah Iran Khomenei”.
2. Qodariyyah.
Yang pertama kali mengangkat pemikiran bid’ah qodariyah adalah seorang Nasrani barnama Sansuyah yang kemudian diteruskan oleh Ma’bad al-Juhani.36)
3. Jahmiyyah.
Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Asakir; bahwa al-Ja’d mengambil pemikiran Jahmiyah dari Bayan bin sam’an, yang mengambilnya dari Thalut putra saudara perempuan Labid bin A’sham, dan Thalut mengambilnya dari Labid, seorang Yahudi Yaman yang pernah menyihir Rasulullah SAW. Dari Ja’d itulah kemudian Jahm bin Shofwan mengembangkannya bid’ah Jahmiyyah.37)
Dalam versi Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa Ja’d bin Dinar termasuk penduduk Haran yang dihuni oleh kafir-kafir Shabi’ah dan para filosof.38) Dan mereka adalah orang-orang yang menafikan sifat Allah. Allah hanya memiliki sifat salbiyyah, idlofiyyah atau tersusun dari sifat salbiyyah dan idlofiyyah.
Dari pemikiran mereka inilah Ja’d menurunkannya pada Jahm bin Shofwan yang kemudian terkenal dengan aliran Jahmiyyah. Dan kesesatan pemikiran Jahmiyyah sebagaimana yang telah diriwayatkan Imam Ahmad telah sampai pada pernyataan bahwa Tuhan adalah sama dengan ruh yang tidak bisa dilihat, diraba dan didengar.39)
Demikian diantara timbulnya pemikiran sesat akibat pengaruh luar Islam(Yahudi, Nashrani, filsafat dan lain sebagainya) yang senantiasa menginginkan kehancuran Islam dengan pikiran-pikran kotor.

 


34) . al-Farq: 177, al-Milal: 177.
35) . al-Fashl: II/115.
36) . at-Thobaqot: VII/264.
37) . al-Bidayah: IX/350.
38) .  al-Fatawi: V/21.

39) .  ar-Rodd alal Jahmiyyah: 27-28.

10 Agustus 2012

Kecerdasannya Yang Luar Biasa Dan Tiada Duanya

oleh alifbraja

Dihikayatkan bahwa ada sebagian ulama terkemuka di Iraq yang merasa dengki dan iri hati terhadap Imam asy-Syafi’i dan berupaya untuk menjatuhkannya. Hal ini dikarenakan keunggulan Imam asy-Syafi’i atas mereka di dalam ilmu dan hikmah, di samping karena beliau mendapatkan tempat yang khusus di hati para penuntut ilmu sehingga mereka begitu antusias menghadiri majlisnya saja dan merasa begitu puas dengan pendapat dan kapasitas keilmuannya.

Karena itu, para pendengki tersebut bersepakat untuk menjatuhkan Imam asy-Syafi’i. Caranya, mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan yang rumit dalam bentuk teka-teki untuk menguji kecerdasannya dan seberapa dalam ilmunya di hadapan sang khalifah yang baik, Harun ar-Rasyid.

Khalifah memang sangat menyukai Imam asy-Syafi’i dan banyak memujinya.

Setelah menyiapkan beberapa pertanyaan tersebut, para pendengki tersebut memberitahu sang khalifah perihal keinginan mereka untuk menguji Imam asy-Syafi’i. Sang khalifah pun hadir dan mendengar langsung lontaran beberapa pertanyaan tersebut yang dijawab oleh Imam asy-Syafi’i dengan begitu cerdas dan amat fasih.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti berikut:

PERTANYAAN- 1

Para Pendengki (Selanjutnya disebut: PP) :
Apa pendapatmu mengenai seorang laki-laki yang menyembelih seekor kambing di rumahnya, kemudian dia keluar sebentar untuk suatu keperluan lalu kembali lagi seraya berkata kepada keluarganya, “Makanlah oleh kalian kambing ini karena ia sudah haram bagiku.’ Lalu dijawab oleh keluarganya pula, “Ia juga haram bagi kami.” (bagaimana hal ini bisa terjadi.?-red.,)

Imam asy-Syafi’i (Selanjutnya disebut: IS):
Sesungguhnya orang ini dulunya seorang yang musyrik, menyembelih kambing atas nama berhala, lalu keluar dari rumahnya untuk sebagian keperluan lalu diberi hidayah oleh Allah sehingga masuk Islam, maka kambing itu pun jadi haram baginya. Dan ketika mengetahui ia masuk Islam, keluarganya pun masuk Islam sehingga kambing itu juga haram bagi mereka.

PERTANYAAN –2
PP:
Ada dua orang Muslim yang berakal minum khamar, lalu salah satunya diganjar hukum Hadd (dicambuk 80 kali-red.,) tetapi yang satunya tidak diapa-apakan. (kenapa bisa demikian.?-red.,)

IS:
Sesungguhnya salah seorang di antara mereka berdua ini sudah baligh dan yang satunya lagi masih bocah (belum baligh).

PERTANYAAN-3
PP:
Ada lima orang menzinahi seorang wanita, lalu orang pertama divonis bunuh, orang kedua dirajam (dilempar dengan batu hingga mati-red.,), orang ketiga dikenai hukum hadd (cambuk seratus kali-red.,), orang keempat hanya dikenai setengah hukum hadd sedangkan orang kelima dibebaskan (tidak dikenai apa-apa). (Kenapa bisa demikian.?-red.,)

IS:
Karena orang pertama tersebut telah menghalalkan zina sehingga divonis murtad dan wajib dibunuh, orang kedua adalah seorang yang Muhshan (sudah menikah), orang ketiga adalah seorang yang Ghairu Muhshan (belum menikah), orang keempat adalah seorang budak sedangkan orang kelima adalah seorang yang gila.

PERTANYAAN-4
PP:
Seorang laki-laki mengerjakan shalat, lalu tatkala memberi salam ke kanan isterinya menjadi ditalak, tatkala memberi salam ke kiri batallah shalatnya serta tatkala melihat ke langit, dia malah wajib membayar 1000 dirham. (kenapa bisa begitu.?-red.,)

IS:
Tatkala memberi salam ke kanan, ia melihat seseorang yang telah ia nikahi isterinya saat dia menghilang (dalam pencarian), maka ketika ia melihatnya (suami lama isterinya tersebut) sudah hadir, ditalaklah isterinya tersebut dan tatkala menoleh ke arah kirinya, dia melihat ada najis sehingga batallah shalatnya, lalu ketika menengadah ke langit, dia melihat bulan sabit telah nampak di sana sementara ia punya hutang sebesar 1000 dirham yang harus dibayarnya pada awal bulan begitu nampak bulan sabit tersebut (karena dia harus membayar hutang tersebut pada awal bulan hijriah-red.,).

PERTANYAAN-5
PP:
Ada seorang imam melakukan shalat bersama empat orang jama’ah di masjid, lalu masuklah seorang laki-laki dan ikut melakukan shalat di samping kanan sang imam. Tatkala imam memberi salam ke kanan dan melihat orang tersebut, maka ia wajib dieksekusi mati sedangkan empat orang yang bersamanya harus dihukum cambuk sedangkan masjid tersebut wajib dihancurkan, (bagaimana bisa demikian.?-red.,)

IS:
Sesungguhnya lelaki yang datang itu dulunya memiliki seorang isteri, lalu dia bepergian dan meninggalkannya (mantan isterinya tersebut) di rumah saudaranya lantas si imam ini membunuh saudaranya tersebut dan mengklaim bahwa perempuan itu adalah isteri korban yang dikawininya (padahal ia adalah saudara perempuan si korban-red.,) lantas ke-empat orang yang melakukan shalat bersamanya itu bersaksi atas hal itu (bersaksi dusta-red.,), sedangkan masjid tersebut dulunya adalah rumah si korban (saudara laki-laki si wanita yang jadi isterinya-red.,) lalu dijadikan oleh si imam sebagai masjid (sehingga wajib dihancurkan-red.,).

PERTANYAAN- 6
PP:
Apa pendapatmu mengenai seorang laki-laki yang memiliki budak namun melarikan diri, lalu orang ini berkata, “Dia bebas (merdeka) jika aku makan, hingga aku menemukannya (alias: aku tidak akan makan hingga bisa menemukannya dan bila aku ternyata makan sebelum menemukannya, maka status budak tersebut adalah bebas/merdeka-red.,), bagaimana jalan keluar baginya dari ucapannya tersebut?

IS:
Ia hibahkan saja budak tersebut kepada sebagian anak-anaknya kemudian dia makan, kemudian setelah itu ia menarik kembali hibahnya tersebut.

PERTANYAAN- 7
PP:
Ada dua orang wanita bertemu dengan dua orang anak laki-laki, lalu kedua wanita tersebut berkata, “Selamat datang wahai kedua anak kami, kedua suami kami dan kedua anak dari kedua suami kami.” (bagaimana gambarannya?-red.,)

IS:
Sesungguhnya kedua anak laki-laki itu adalah dua anak dari masing-masing wanita tersebut, lalu masing-masing wanita itu menikah dengan anak laki-laki temannya (kawin silang-red.,), maka jadilah kedua anak laki-laki itu sebagai kedua anak mereka berdua, kedua suami mereka berdua dan kedua anak dari kedua suami mereka.

PERTANYAAN- 8
PP:
Seorang laki-laki mengambil sebuah wadah air untuk minum, lalu dia hanya bisa meminum separuhnya yang halal baginya sedangkan sisanya menjadi haram baginya, (bagaimana bisa terjadi.?-red.,)

IS:
Sesungguhnya laki-laki itu telah meminum separuh air di wadah, lalu ketika meminum separuhnya lagi ia mengalami ‘mimisan’ sehingga darah menetes ke wadah itu sehingga membuat darah bercampur dengan air. Maka, jadilah ia (sisanya tersebut) haram baginya.

PERTANYAAN- 9
PP:
Ada seorang laki-laki memberi kantong yang terisi penuh dan telah disegel kepada isterinya, lalu ia meminta kepada isterinya tersebut untuk mengosongkan isinya dengan syarat tidak membuka, merobek, menghancurkan segel atau membakarnya sebab bila ia melakukan salah satu dari hal tersebut, maka ia ditalak. (apa yang harus dilakukan sang isteri.?-red.,)

IS:
Sesungguhya kantong itu terisi penuh oleh gula atau garam sehingga apa yang harus dilakukan wanita hanyalah mencelupkannya ke dalam air hingga ia mencair sendiri.

PERTANYAAN- 10
PP:
Seorang laki-laki dan wanita melihat dua orang anak laki-laki di jalan, lalu keduanya mencium kedua anak laki-laki tersebut. Dan tatkala keduanya ditanyai mengenai tindakan mereka itu, si laki-laki itu menjawab, “Ayahku adalah kakek dari kedua anak laki-laki itu dan saudaraku adalah paman keduanya sedangkan isteriku adalah isteri ayahnya.” Sedangkan si wanita menjawab, “Ibuku adalah nenek keduanya dan saudara perempuanku adalah bibinya (dari pihak ibu).” (siapa sebenarnya kedua anak itu bagi kedua orang tersebut.?-red.,)

IS:
Sesungguhnya laki-laki itu tak lain adalah ayah kedua anak laki-laki itu sedangkan wanita itu adalah ibu mereka berdua.

PERTANYAAN- 11
PP:
Ada dua orang laki-laki berada di atas loteng rumah, lalu salah seorang dari mereka jatuh dan tewas. Sebagai konsekuensinya, isteri orang yang tewas tersebut menjadi haram bagi temannya yang satu lagi. (bagaimana ini bisa terjadi.?-red.,)

IS:
Sesungguhnya laki-laki yang jatuh lalu tewas itu adalah orang (majikan/tuan) yang telah menikahkan putrinya dengan budaknya yang bersamanya di atas loteng tersebut (yang selamat), maka tatkala ia tewas, putrinya tersebut mewarisinya sehingga menjadi pemilik budak yang tidak lain suaminya tersebut, maka jadilah ia (putri majikannya tersebut) haram baginya.

Sampai di sini, sang khalifah Harun ar-Rasyid yang menghadiri perdebatan tersebut tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kecerdasan Imam asy-Syafi’i, spontanitasnya, kebagusan pemahamannya dan keindahan ilmunya seraya berkata, “Maha suci Allah atas karunianya kepada Bani ‘Abdi Manaf; engkau telah menjelaskan dengan baik dan menafsirkan dengan begitu menawan serta mengungkapkan dengan begitu fasih.”

Maka berkatalah Imam asy-Syafi’i, “Semoga Allah memanjangkan umur Amirul Mukminin. Aku mau mengajukan kepada para ulama tersebut satu pertanyaan saja yang bila mereka dapat menjawabnya, maka alhamdulillah sedang bila tidak bisa, aku berharap Amirul Mukminin dapat mengekang keusilan mereka terhadapku.”

“Ya, itu hakmu, silahkan ajukan pertanyaanmu kepada mereka, wahai asy-Syafi’i,?” kata sang khalifah

“Ada seorang laki-laki yang meninggal dunia dengan meninggalkan warisan sebanyak 600 dirham namun saudara wanitanya hanya mendapatkan bagian 1 dirham saja dari warisan tersebut, bagaimana cara membagikan warisan tersebut,?” tanya asy-Syafi’i.

Maka, masing-masing dari para ulama tersebut saling memandang satu sama lain begitu lama namun tidak seorang pun dari mereka yang mampu menjawab satu pertanyaan tersebut sehingga tampak keringat membanjiri jidat mereka. Dan setelah begitu lama mereka hanya terdiam, berkatalah sang khalifah, “Ayo, katakan kepada mereka apa jawabannya.!”

“Orang tersebut meninggal dunia dengan meninggalkan ahli waris; dua anak perempuan, seorang ibu, seorang isteri, dua belas orang saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan. Jadi, dua anak perempuannya itu mendapatkan dua pertiganya, yaitu 400 dirham; si ibu mendapatkan seperenam, yaitu 100 dirham; isteri mendapatkan seperdelapan, yaitu 75 dirham; dua belas saudara laki-lakinya mendapatkan 24 dirham (masing-masing 2 dirham) sehingga sisanya yang satu dirham lagi itu menjadi jatah saudara perempuannya tersebut,” jawab Imam asy-Syafi’i setelah orang-orang yang ingin menjatuhkannya di hadapan khalifah yang amat mencintainya itu berbuat nekad terhadapnya.

Dan jawaban Imam asy-Syafi’i tersebut membuat sang khalifah tersenyum seraya berkata, “Semoga Allah memperbanyak pada keluarga besarku orang sepertimu.”

Lalu beliau memberi hadiah kepada Imam asy-Syafi’i sebanyak 2000 dirham. Hadiah itu diterimanya, lalu dibagi-bagikannya kepada para pelayan istana dan para pengawal.

(SUMBER: Mi`ah Qishshah Wa Qishshah Fi Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundy, Juz.II, h.3-10)

23 Juni 2012

Ki Ageng Pengging

oleh alifbraja

 

Kyai Ageng Pengging adalah penguasa daerah Pengging (pusatnya berada di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali sekarang) yang dihukum mati Kesultanan Demak pada masa pemerintahan Raden Patah karena dituduh memberontak.

Asal-Usul Ki Ageng Pengging

Nama aslinya adalah Raden Kebo Kenanga. Kakaknya bernama Raden Kebo Kanigara. Keduanya adalah putra pasangan Andayaningrat dan Ratu Pembayun.

Nama asli Andayaningrat adalah Jaka Sengara. Ia diangkat menjadi bupati Pengging karena berjasa menemukan Ratu Pembayun putri Brawijaya raja Majapahit (versi babad), yang diculik Menak Daliputih raja Blambangan putra Menak Jingga. Jaka Sengara berhasil menemukan sang putri dan membunuh penculiknya.

 

Jaka Sengara kemudian menjadi Adipati/Raja Muda Pengging, bergelar Andayaningrat atau Ki Ageng Pengging I (versi lain menyebutnya Jayaningrat). Kedua putranya menempuh jalan hidup yang berbeda. Kebo Kanigara yang setia pada agama lama meninggal saat bertapa di puncak Gunung Merapi. Sedangkan Kebo Kenanga masuk Islam di bawah bimbingan Syekh Siti Jenar.

Kebo Kenanga Menjadi Ki Ageng Pengging II

Serat Kanda mengisahkan, Andayaningrat membela Majapahit saat berperang melawan Demak. Ia tewas di tangan Sunan Ngudung panglima pasukan Demak yang juga anggota Walisanga. Kebo Kenanga tidak ikut berperang karena takut menghadapi gurunya. Padahal, Syekh Siti Jenar sendiri tidak mendukung serangan Demak.

Kebo Kenanga kemudian menjadi penguasa Pengging menggantikan ayahnya. Namun, ia tidak menjalani hidup mewah sebagaimana para bupati umumnya, melainkan hidup sebagai petani membaur dengan rakyatnya.

Menurut Serat Siti Jenar, Kebo Kenanga bertemu Syekh Siti Jenar sesudah menjadi penguasa Pengging. Dikisahkan keduanya berdiskusi tentang persamaan agama HinduBuddha, dan Islam. Akhirnya, dicapai kesepakatan kalau ketiga agama tersebut pada hakikatnya sama, yaitu sama-sama menyembah Tuhan Yang Maha Esa, hanya tata cara peribadatannya saja yang berbeda.

Keluarga Ki Ageng Pengging

Ki Ageng Kebo Kenanga Pengging menikah dengan kakak perempuan Ki Ageng Butuh (murid Syekh Siti Jenar pula). Dari perkawinan itu lahir seorang putra bernama Mas Karebet.

Saat Karebet dilahirkan, Ki Pengging sedang menggelar pertunjukan wayang yang didalangi kakak seperguruannya, yaitu Ki Ageng Tingkir. Sepulang mendalang, Ki Tingkir meninggal dunia. Kelak, sepeninggal Ki Ageng Pengging dan istrinya, Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir), sehingga setelah dewasa, Karebet pun dijuluki sebagai Jaka Tingkir dan mendirikan Kesultanan Pajang. Pendirian kasultanan Pajang adalah sebagai usaha Jaka Tingkir, yang telah berhasil memperistri putri Sultan Trenggana, untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Demak menuju pedalaman Jawa. Hal inilah yang memunculkan teori berpindahnya corak kerajaan maritim ke agraris. Secara politis juga untuk menjauhkan diri dari kemungkinan sengketa dengan keturunan Sekar Seda Lepen yang bernama Arya Penangsang.

Kematian Ki Ageng Pengging

Menurut Babad Tanah Jawi, Ki Ageng Pengging dicurigai Raden Patah hendak memberontak karena tidak mau menghadap ke Demak. Patih Wanapala (versi Serat Siti Jenar menyebut Patih Wanasalam) dikirim ke Pengging untuk menyampaikan teguran.

Waktu setahun berlalu dan Ki Pengging tetap menolak menghadap. Apalagi ia gencar mendakwahkan ajaran Syekh Siti Jenar yang dianggap sesat oleh pemerintah Demak. Maka, Sunan Kudus pun dikirim untuk menghukum mati Ki Ageng Pengging.

Setelah melalui perjalanan panjang, rombongan Sunan Kudus akhirnya tiba di Pengging. Ki Pengging merelakan kematiannya daripada harus menghadap Raden Patah. Akhirnya, ia pun meninggal dunia setelah titik kelemahannya, yaitu ujung siku, ditusuk keris Sunan Kudus.

Menurut Serat Siti Jenar, Ki Ageng Pengging Kebo Kenongo meninggal karena kemauannya sendiri. Sebelumnya, ia dikisahkan berhasil menyadarkan Sunan Kudus tentang ajaran Syekh Siti Jenaryang sebenarnya. Akhirnya, Ki Ageng Pengging meninggal dunia dengan caranya sendiri, bukan karena ditusuk Sunan Kudus.

Pada intinya, kematian Ki Ageng Pengging disebabkan karena penolakannya terhadap pemerintahan Demak. Ia adalah murid terbaik Syekh Siti Jenar, yaitu seorang wali yang mengajarkan kesederajatan manusia dan menolak basa-basi duniawi.

%d blogger menyukai ini: